
Happy reading.....
Amanda merasa sedikit lelah, karena jam 11.00 malam acara baru saja selesai, dan saat ini dia baru sampai di kamar untuk membersihkan diri dibantu oleh Lulu dan tante Anjani untuk membuka gaun yang sangat berat.
"Sepertinya aku mau berendam deh Mah. Badanku pegel-pegel banget," keluh Amanda sambil menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat bunyi seperti tulang patah.
"Ya sudah, sekarang kamu bersihin diri dulu gih! Mama sama Lulu mau pulang, soalnya ini udah malam. Kamu besok pulangnya jangan terlalu sore-sore!" Tante Anjani mengecup kening Amanda sebelum wanita itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya Mah, makasih ya. Thanks juga buat lo Lu, udah bantuin gue."
"Sama-sama, kan lu bestie gue." Lulu berkata sambil menaik turunkan alisnya dengan tangan yang digerak-gerakkan.
"Kenapa tangan lo? Kapalan?"
"Kumat deh. Udah sana mandi deh! Jangan lupa ya pakai parfum, terus gue juga udah nyiapin tuh bajunya di paper bag nanti. Lo pakai ya! Awas kalau nggak dipakai. Inget, nolak suami itu dosa," kekeh Lulu sebelum dia menutup pintu.
Amanda menautkan alisnya saat mendengar ucapan Lulu, kemudian dia berjalan ke arah paper bag yang berada di atas meja dekat cermin.
Saat dilihat ternyata itu adalah sebuah lingerie berwarna putih, namun yang membuat Amanda kaget adalah lingrie itu yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu saat berbelanja di toko.
"Ya ampun! Anak itu benar-benar udah nyiapin semuanya banget, sampai kayak gini aja dibeliin sama dia? Lulu ... Lulu." Amanda menggelengkan kepalanya, kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa lingrie tersebut.
Ethan masuk ke dalam kamar dan dia melihat tidak ada Amanda di sana, akan tetapi terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, dan dia sangat yakin jika istrinya tengah membersihkan diri.
Tatapannya mengarah kepada ranjang yang sudah dihias dengan sangat indah. Ethan membayangkan malamnya yang begitu panas bersama dengan Amanda, dan rasanya dia sudah tidak sabar ingin segera menggagahi wanita itu.
''Tahan Ethan ... tahan. Hanya beberapa menit lagi, sabarlah. Tapi kenapa juniorku sudah tidak sabar ya?" gumam Ethan sambil melirik ke arah bawah.
__ADS_1
Sudah 15 menit dia menunggu, akan tetapi Amanda masih belum juga menampakan dirinya. Akhirnya Ethan pun memutuskan untuk keluar membersihkan diri di kamar sebelah, tepatnya di kamar asistennya.
Amanda menyembulkan kepalanya dari balik pintu, dan dia sangat lega sebab tidak melihat Ethan. Wanita itu sangat gugup karena ini menjadi malam yang pasti akan berkesan baginya dan juga Ethan.
Walaupun bukan yang pertama bagi Amanda, tetap saja jantungnya berdetak kencang, seperti perawan yang baru saja akan dijebol gawangnya oleh sang suami.
"Ya ampun! Dada gue deg-degan banget sih, padahal kan gue udah sering ngelakuin kayak gini sama Mas Darius dulu? Tapi kok rasanya beda ya?" Amanda menggigit bibir bawahnya.
Apalagi saat ia melihat pantulan dirinya dari cermin, begitu sangat seksi dan menggoda, persis seperti wanita malam yang akan melayani kliennya.
"Sepertinya malam ini aku harus menjadi seekor kupu-kupu untuk membuat suamiku puas. Bukankah seorang istri itu bukan hanya bisa mengenyangkan perut suaminya saja, bukan hanya pintar memasak, namun juga harus pintar bergoyang di atas ranjang?" Amanda menarik nafas kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
Lampu dimatikan, hanya ada lampu tidur saja yang menyala di samping ranjang. Wanita itu memejamkan matanya saat mendengar pintu kamar terbuka.
Sementara Ethan masuk dengan keadaan handuk yang masih melilit di pinggang, ditambah dia sedang menggosok rambutnya yang basah. Namun seketika tatapan pria itu pun terpaku saat melihat Amanda yang sudah duduk di atas ranjang dengan pakaian yang begitu sangat menggoda imannya.
'Ayo Amanda kamu bisa!' batin Amanda menyemangati dirinya. Kemudian dia berjalan ke arah Ethan dan langsung mengalungkan tangannya di leher kekar pria itu.
Jantung Amanda sudah tidak bisa dikondisikan, dia sejujurnya sangat malu tapi itu semua harus dia lakukan untuk kepuasan suaminya. Sementara handuk yang Ethan pegang seketika jatuh ke lantai, dia meneguk ludahnya dengan kasar beberapa kali, bahkan saat mencium wangi tubuh Amanda yang begitu sangat menggoda.
"Aku sudah siap Mas, kalau kamu meminta hakmu malam ini," ucap Amanda dengan sedikit manja, sementara tangannya bergerak dengan perlahan membentuk abstrak di dada bidang pria itu.
"Kamu benar-benar menggoda malam ini sayang, aku sepertinya akan terlena," jawab Ethan dengan suara yang tertahan serak.
Pria itu langsung menggendong tubuh Amanda, akan tetapi bukan menggendong ala brida style, namun Amanda mengalungkan kakinya ke pinggang pria itu hingga tubuhnya dibaringkan dengan perlahan seperti sutra yang takut robek.
Tatapan keduanya terkunci, nafas Ethan terdengar memburu menerpa wajah Amanda, membuat wanita itu mengusap rahang tegas milik suaminya.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Ethan langsung menyatukan bibir mereka, membuat Amanda memejamkan matanya. Sedangkan satu tangannya sudah bermain di tempat yang sudah seharusnya.
Dan dia yang sudah tidak sabar pun segera merobek kain itu, hingga kini terpampang lah tubuh polos Amanda yang begitu sangat membuatnya tak tahan.
"Kamu benar-benar cantik sayang l. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera melahapmu," bisik Ethan di telinga Amanda.
Sentuhan demi sentuhan lembut diberikan pria itu kepada istrinya, gigitan kecil membuat beberapa tanda keunguan di tubuh Amanda. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya lah pemilik tubuh wanita cantik itu saat ini dan juga seterusnya.
Sehingga suara lenguhaan terdengar melengking dengan sangat merdu keluar dari bibir manis Amanda, apalagi saat penyatuan itu terjadi, keduanya memejamkan mata menikmati aliran yang begitu terasa sampai ke hati dan membuat saraf-saraf tubuh mereka menjadi tegang dan ingin segera dituntaskan.
"Aku tidak menyangka, ternyata kamu masih begitu menggigit," ucap lirih Ethan saat merasakan punya Amanda masih sangat sempit, walaupun wanita itu sudah bergelar menjadi seorang janda dan pastinya sudah sering melakukan hal tersebut.
Jelas aja masih terasa begitu sangat memikat dan menggigit, karena Amanda sering melakukan yoga untuk membuat suaminya puas dan tidak kecewa. Setidaknya walaupun dia sudah tidak perawan, namun Amanda masih bisa memberikan service yang baik.
"Lagi ya!" pinta Ethan saat mereka sudah menghabiskan 2 ronde, padahal Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi.
"Lagi? Apa kamu tidak lelah?" tanya Amanda yang berada di bawah tubuh pria itu.
"Sedikit, tapi rasanya belum kenyang. Satu ronde lagi ya? Setelah itu kita tidur. Tapi kayaknya besok aku harus beli obat kuat supaya stamina aku bisa terjaga, dan aku bisa mencapai 5 sampai 10 ronde."
Mendengar hal itu Amanda langsung mencubit perut Ethan, membuat pria tersebut terkekeh. "5 sampai 10 ronde? 3 ronde aja aku udah tepar, kamu mau buat aku pingsan?"
"Bercanda sayang, tapi 5 ronde kayaknya cocok deh," kelakar Ethan.
Amanda langsung pingsan seketika saat mendengar itu, membuat Ethan kelimpungan. Tapi ternyata Amanda hanya berpura-pura, karena dia tidak bisa membayangkan bagaimana semalam bisa menghabiskan sebanyak 5 ronde, sedangkan 3 ronde saja sudah membuatnya begitu sangat kelelahan.
Tidak Amanda sangka, ternyata Ethan cukup kuat saat berada di atas ranjang walaupun pria itu belum pengalaman.
BERSAMBUNG....
__ADS_1