Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Ketemu Kulkas 6 Pintu


__ADS_3

Happy reading....


"Elo!" kaget Lulu sambil menunjuk wajah orang tersebut.


Orang tersebut langsung menjatuhkan tubuh Lulu, hingga membentur ke lantai, membuat Lulu meringis kesakitan karena pantaatnya yang mendarat lebih dulu.


"Aduh! Daging empuk gue sakit banget," ringis Lulu.


Kemudian dia bangkit dari duduknya, lalu menatap tajam ke arah orang yang tadi menangkap tubuhnya lalu menjatuhkannya.


"Eh kembarannya udel. Lo kenapa ngejatuhin tubuh gue? Sakit tau nggak sih!" kesal Lulu sambil menunjuk wajah seorang pria yang saat ini tengah berada di hadapannya.


Sementara Amanda merasa heran, sebab Lulu mengenal orang tersebut. "Eh Juminten. Lo kenal sama dia?" tanya Amanda.


"Jelas kenal lah, dia selama ini cowok yang bikin gue kesel, yang selalu buat mood gue itu hancur setiap hari nya," jawab dulu dengan ketus


Amanda membulatkan mata dengan mulut menganga saat mendapat jawaban dari Lulu tentang pria itu.


"Oalah ... jadi ini calon lo? Gimana sih, bukannya ketemu calon itu seneng, malah marah-marah? Oh ya Tuan, kayaknya kita pernah ketemu ya? Tapi di mana?" bingung Amanda sambil menatap ke arah pria yang tak lain adalah Rizal.

__ADS_1


"Saya Rizal, Nona, sekretarisnya Tuan Haris. Kita pernah beberapa kali ketemu," jawaban Rizal sambil tersenyum ke arah Amanda.


Lulu menganga saat melihat pria itu tersenyum ke arah sahabatnya, di mana tak pernah sekalipun Rizal tersenyum ke arahnya. Bahkan selalu menampilkan wajah kulkas 6 pintu di hadapannya.


'Nih cowok bener-bener nyebelin ya. Bagian Amanda aja dia senyum, tapi bagian ke gue, calon istrinya, boro-boro senyum yang ada kulkasnya nggak dibuka-buka!' batin Lulu menggerutu.


Amanda menepuk keningnya, dia baru ingat jika memang Rizal adalah sekretarisnya Haris. Pantas saja wajah pria itu tidak asing baginya.


"Oh iya maaf Tuan, aku lupa. Senang bisa bertemu lagi," ucap Amanda. "Oh ... jadi Tuan Rizal Ini calon suaminya sahabat saya, Lulu?" Amanda melirik ke arah Lulu sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Lulu mendengkus dengan kesal.


"Iya Nona Nona sendiri di sini sedang apa?" tanya Rizal.


"Kami di sini sedang nangkep ikan. Sudah tahu di sini festival makanan, ya berburu makanan lah, ngapain lagi?" Lulu yang menjawab pertanyaan Rizal dengan ketus.


"Biarin aja. Lagian emang dia itu kulkas 6 pintu. Sama lo aja senyum, ama gue mana ada? Pintunya nggak dibuka-buka!" kesal Lulu dengan wajah ditekuk.


Rizal hanya menampilkan wajah datar, akan tetapi siapa yang tahu jika pria itu tengah tersenyum tipis, sangat tipis, sehingga tidak nampak, saat melihat tingkah Lulu yang begitu menggemaskan di matanya.


Kemudian Amanda mengajak Rizal untuk bergabung, akan tetapi Lulu menariknya untuk segera pulang. Mau tidak mau, Amanda pun menurut. Padahal dia ingin sekali melihat Rizal dan juga sahabatnya dekat dan tidak terus-terusan bertengkar.

__ADS_1


"Ya sudah Tuan Rizal, kalau begitu saya dan Lulu pamit dulu ya. Have fun untuk harinya, dan jangan dengarkan sahabat saya! Dia emang otaknya sedikit gesrek, maklum cewek somplak, makanya nggak laku-laku," ujar Amanda sambil terkekeh.


Lulu menatap tajam ke arah Amanda saat wanita itu berkata yang menjelekkan pamor dirinya di hadapan Rizal, kemudian dia menginjak kaki Amanda dengan kesal.


"Dasar Markonah. Bukan nya ngebelain sahabat, malah lo ngejatuhin famor gue! Udah ah, gue duluan, bye!" Lulu pun meninggalkan Amanda dan juga Rizal dengan wajah yang sudah ditekuk menahan kekesalan.


Sementara Amanda hanya tertawa saja melihat kelakuan sahabatnya, begitu pula dengan Rizal.


'Wanita itu benar-benar unik dan menggemaskan. Entah kenapa aku suka sekali membuatnya kesal?' batin Rizal.


Kemudian Amanda pun pamit kepada Rizal untuk menyusul Lulu, dan langsung dibalas angkutan oleh pria itu.


Setelah sampai di mobil Amanda melihat Lulu yang sedang memalingkan wajahnya, karena wanita itu masih saja kesal kepadanya. Sementara Amanda tidak peduli, namun kekehannya masih terdengar kecil di telinga Lulu, membuat kekesalannya semakin bertambah.


"Jangan terlalu benci sama orang! Nanti lo udah jatuh cinta berat baru tahu?" ledek Amanda


Lulu yang mendengar itu pun menoleh ke arah sahabatnya, kemudian dia menunjuk wajahnya sendiri. "Gue jatuh cinta sama kulkas 6 pintu itu? Ogah! Amit-amit, jangan sampai!"


"Iya mana kita tahu kan?" Amanda mengangkat kedua bahunya, membuat Lulu semakin dilanda kekesalan.

__ADS_1


Dia berpikir mana mungkin bisa jatuh cinta kepada pria seperti Rizal? Wajahnya datar bahkan tidak ada senyum, sekalinya senyum malah ke arah Amanda, jika dekat dirinya dia menampilkan kulkas 6 pintu, membuatnya Lulu saja merasa kesal.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2