
Happy reading....
Sebuah cahaya menyilaukan membuat kedua kelopak matang seorang wanita cantik yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit mengedipkan matanya, hingga saat dia membuka kedua netra itu, seketika sinar dari lampu langsung masuk menembus celah matanya hingga membuat wanita tersebut pun memalingkan wajah.
"Eeeuh ..." Suara lenguhan terdengar begitu lirih tatkala wanita itu mencoba menggerakkan tubuhnya, dan saat mata sudah terbuka sempurna, dia menatap ke arah langit-langit serta isi dalam ruangan tersebut.
"Aku di mana? Apakah aku ada di rumah sakit?" ucap wanita itu dengan lirih.
"Iya, kamu sedang berada di rumah sakit," jawab seorang pria yang sedang duduk di sebelahnya.
Wanita itu yang tak lain adalah Amanda, dia menoleh ke arah samping dan cukup terkejut saat melihat seorang pria tengah tersenyum manis ke arah dirinya.
Namun seketika kedua netra Amanda membulat dengan tatapan kaget, saat melihat siapa pria yang saat ini sedang duduk di sampingnya.
"Kak Akmal!" kaget Amanda.
"Hai, apa kabar? Senang bisa bertemu denganmu lagi Amanda. Tapi sangat disayangkan, pertemuan kita malah dengan hal yang tak terduga, di mana aku menemukanmu pingsan di pinggir jalan," jawab Akmal sambil terkekeh kecil.
Mendengar itu Amanda terdiam, dia ingat jika semalam dirinya merasa pusing, lalu hampir saja menabrak seorang bapak-bapak setelah itu Amanda tidak ingat apapun.
Dia tidak menyangka jika Akmal yang menolong dirinya, karena sudah lama sekali mereka berdua tidak bertemu. Terakhir keduanya saling sapa dan saling bertatap muka saat lulus kuliah.
"Tapi bagaimana bisa Kakak ada di Indonesia? Bukankah selama ini Kakak ada di Belanda?" tanya Amanda sambil mencoba untuk bangkit.
Melihat itu Akmal secara spontan membantu Amanda untuk duduk di ranjang dengan posisi bersandar, kemudian dia memberikan air putih lalu memanggil dokter dan suster untuk mengecek keadaan Amanda, apakah sudah pulih atau belum.
Tak lama dokter dan suster datang dan langsung memeriksa keadaan Amanda dengan teliti.
"Bagaimana, Dok? Apakah keadaanya sudah jauh lebih baik?" tanya Akmal kepada sang dokter.
"Keadaannya sudah jauh lebih baik, dan hari ini juga sudah boleh pulang. Hanya saja, saya sarankan Ibu Amanda jangan sampai kelelahan, karena nanti keadaannya bisa drop kembali," jawab dokter sambil menatap ke arah Amanda.
Wanita itu menganggukan kepalanya, kemudian dia mengucapkan terima kasih lalu dokter serta suster pun keluar dari ruangan itu.
Akmal mengambil mangkuk yang berada di atas meja, kemudian dia mulai menyuapi Amanda. Akan tetapi wanita itu menolak, rasanya dia segan jika harus disuapi oleh pria yang sudah lama tidak ia temui. Walaupun semasa kuliah mereka cukup sangat dekat.
"Aku bisa sendiri Kak," ucap Amanda sambil tersenyum canggung.
"Tidak apa-apa, kamu kan lagi sakit jangan merasa segan seperti baru mengenalku satu dua hari saja. Mentang-mentang kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu," kekeh Akmal sambil kembali menyuapi Amanda.
Wanita itu pun tidak bisa menolak, akhirnya dia memakan bubur yang disuapi oleh Akmal. "Kakak belum menjawab pertanyaanku," ujar Amanda.
Akmal tersenyum tipis, kemudian dia pun menjelaskan kepada Amanda jika pria itu harus mengurus cabang perusahaannya yang berada di Indonesia. Tapi selain dari itu, Akmal juga ingin menengok sang mama yang sedang sakit. Jadi dia terpaksa pulang ke tanah air.
Namun saat Akmal baru saja pulang dari kantor, dia tidak sengaja melewati jalanan yang sepi dan melihat seorang wanita tengah tergeletak di pinggir jalan. Awalnya Akmal tidak memperdulikan, tapi dia merasa kasihan hingga saat dirinya melihat jika itu adalah Amanda, tentu saja Akmal langsung membawa wanita itu ke rumah sakit.
__ADS_1
"Jadi tante Lena sedang sakit?" kaget Amanda.
Dia sudah lama sekali tidak bertemu dengan orang tua dari Akmal, karena terakhir mereka bertemu saat perpisahan wisuda Akmal.
"Iya, Mama kena serangan jantung. Jadi aku harus stay di Indonesia sampai keadaan Mama pulih," jawab Akmal dengan wajah yang sedih.
"Aku turut berduka ya Kak, nanti aku main deh untuk menengok keadaannya tante Lena. Sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya." Amanda tersenyum. "By the way, makasih ya Kak udah nolongin aku."
"Sama-sama, tapi ngomong-ngomong ... kamu kok bisa pingsan di jalan sih? Memangnya gqk bisa ya, kalau pingsan itu yang etis sedikit? Misalnya di kantor atau saat ada pria di sisimu, jadi mereka bisa langsung menangkapnya," kelakar Akmal dan langsung mendapat cubitan dari Amanda.
Wanita itu tidak pernah menyangka jika Akmal masih terlihat sangat humoris, bahkan sudah sekian lama mereka tidak bertemu, sifat Akmal tak pernah berubah sedikitpun, masih suka bercanda dan juga meledek dirinya.
"Lagian siapa yang mau sih Kak pingsan di pinggir jalan? Aku juga nggak mau, cuma ya gimana lagi, udah harusnya begitu. Kepalaku pusing banget sampai aku udah nggak ingat apa-apa. Eh taunya diselamatin sama pangeran ketek," kekeh Amanda.
Akmal tertawa, sebab sebutan itu masih di ingat oleh Amanda. Dimana dulu wanita itu selalu menyebutnya dengan pangeran ketek.
Tiba-tiba pintu terbuka, dan masuklah seorang wanita dengan wajah yang begitu sangat panik. Melihat Amanda tengah bersandar di ranjang rumah sakit, dia pun langsung memeluk tubuh wanita itu, membuat Amanda seketika tercekik karena pelukannya sangat erat.
"Uhuuk! Uuhuuk! Astaga kembarannya lele! Lo mau buat gue mati atau gimana sih? Jangan erat erat meluknya. Gue nggak bisa nafas." Amanda memukul punggung Lulu.
Iya, wanita itu adalah Lulu. Semalam Akmal melihat pesan dari Lulu masuk ke dalam ponsel Amanda, dan pria itu yakin jika wanita yang bernama Lulu adalah teman baiknya Amanda. Lalu dia pun langsung mengabarkan keadaan Amanda kepada Lulu.
"Kok lo bisa tahu sih gue ada di sini?" tanya Amanda dengan heran.
"Iya, karena lo semalam ngirim pesan sama gue. Katanya lo ada di rumah sakit, ya udah gue langsung ke sini deh. Masa lo nggak ingat sih?" heran Lulu dengan wajah cemberut.
"Oh, itu pasti gara-gara Kak Akmal, dia yang mengirimkan pesan, Iya kan Kak?" Amanda menatap ke arah pria tampan tersebut, dan tentu saja Akmal langsung menganggukan kepalanya.
Lulu membalikkan badannya, kemudian dia menatap Akmal dari atas sampai bawah. Sejenak wanita itu terdiam menatap kagum dengan ketampanan pria blasteran Jawa Australia tersebut.
Memang papanya Akmal dari Australia sedangkan ibunya dari Jawa, jadi wajah blasterannya begitu sangat memukau dan memikat para wanita.
"Eekhm!" Suara demen terdengar nyaring di ruangan itu, dari seorang pria yang tak lain adalah Rizal.
Dia merasa tak suka saat Lulu menatap ke arah Akmal dengan tatapan penuh kagum, dan wajahnya langsung berubah menjadi datar serta dingin.
"Kenapa kamu? Kulkasmu kehabisan air sampai tenggorokan kering begitu?" celetuk Lulu.
Sedangkan Amanda yang mendengar itu pun langsung menyenggol dengan sahabatnya. "Kau ini kebiasaan, sama calon suami nggak ada romantis-romantisnya. Mungkin Tuan Rizal cemburu kamu menatap Kak Akmal begitu dalam? Dasar mata jelalatan," ledek Amanda.
Lulu langsung menatap tajam ke arah sahabatnya dengan wajah cemberut, dan itu malah membuat Amanda semakin terkekeh. Sementara Akmal hanya diam saja.
Rizal menatap tak suka ke arah pria yang berada di sampingnya, karena tadi Lulu menatapnya dengan kagum. Tentu saja pria itu merasa cemburu, karena Lulu tak pernah menatapnya seperti itu.
'Awas aja, kalau dia berani mendekati calon istriku. Ku colok matanya!' batin Rizal.
__ADS_1
Sementara Lulu merasa heran, bagaimana bisa Amanda dekat dengan pria lain dan dia juga baru melihat Akmal.
"Oh iya Manda, pria ini siapa? Kok kamu kenal dengannya? Apa kalian berteman?" tanya Lulu sambil menatap Amanda dan juga Akmal bergantian.
Kemudian Amanda pun menjelaskan kepada Lulu bahwa dia dan Akmal bersahabat sejak kuliah dan mereka berpisah saat pria itu pindah ke Belanda untuk mengurus perusahaan dari Papahnya.
"Wah! Jadi kalian ini sahabat? Kalau begitu Tuan Ethan punya saingan dong?" ledek Lulu sambil mengedipkan matanya.
Amanda menatap tajam dengan mata menyipit saat mendengar ucapan ngelantur dari sahabatnya tersebut, di mana Lulu selalu saja membawa-bawa Ethan di dalam hidup Amanda. Padahal wanita itu tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya.
"Ethan? Siapa dia? Apakah dia kekasihnya Amanda?" tanya Akmal yang penasaran
Dia sudah lama sekali tidak mendengar tentang cerita hidup Amanda, karena pria itu selalu disibukkan dengan pekerjaannya di Belanda. Dan Akmal tidak mencari tahu tentang hidup Amanda, karena kekangan dari Papanya begitu sangat ketat, sehingga hanya ada pekerjaan dan pekerjaan saja.
Namun Akmal merasa tak suka saat ada seorang pria yang dekat dengan Amanda. Dia pun belum mengetahui jika Amanda pernah menikah bahkan sudah bercerai.
"Dia itu--"
"Bukan siapa-siapa, Kak. Hanya teman saja! Kebetulan kedua orang tua kami itu bersahabat, jangan didengarkan Lulu! Terkadang ngomongnya kayak orang mabok, ngelantur kemana-mana," jawab Amanda memotong ucapan Lulu, membuat wanita itu melengos dengan cemberut.
Kemudian Rizal mengajak Lulu untuk berpamitan, sebab dia harus ke kantor, ditambah Lulu juga harus ke butik karena Amanda tidak bisa masuk untuk hari ini.
"Aku sudah mengabari tante Anjani. Mungkin sebentar lagi dia akan ke sini," ucap Lulu saat wanita itu akan pergi.
"Makasih ya, mungkin untuk 2 hari ini aku akan bedrest dan tidak masuk dulu ke butik jadi. Aku titip butik dulu ya!"
"Siap Bu Bos, tidak usah khawatir. Aku tidak akan korupsi kok," kekeh Lulu dan langsung mendapat lemparan buah kelengkeng oleh Amanda.
Amanda begitu beruntung karena dia memiliki Lulu yang selalu ada untuknya, dan kali ini wanita itu lagi-lagi membantunya saat Amanda tidak bisa pergi. Dan kali ini wanita itu lagi-lagi membantunya saat Amanda tidak bisa pergi ke butik.
Akmal duduk di samping Amanda sambil mengupas buah apel, tiba-tiba saja pintu ruangan itu pun terbuka dab nampaklah tante Anjani dengan raut wajah yang begitu cemas dan panik. Dia langsung berlari ke arah Amanda dan memeluk tubuh putrinya.
"Sayang?" panggil tante Anjani. "Kamu kenapa? Semalaman Mama tidak bisa tidur memikirkanmu, dan ternyata kamu ada di sini. Kenapa tidak mengabari Mama? Lagi pula, kalau kamu badannya tidak enak seharusnya tidak usah berangkat bekerja! Kan mama sudah bilang, jangan pergi kalau kamu merasa tak enak badan, kenapa kamu bandel sekali sih!" tante Anjani langsung memarahi Amanda karena dia merasa cemas dengan keadaan putrinya.
"Mama, bukannya tanyain keadaan Amanda, kok malah marah-marah sih?" Jawab Amanda sambil memanyunkan bibirnya
Gante Anjani pun mengecup kening Amanda. "Maaf, Mama terlalu khawatir sama kamu. Mama takut jika kamu kenapa-napa, dan ..." ucapan wanita itu terhenti saat melihat seorang pria yang tengah tersenyum sambil menganggukan kepala ke arahnya.
"Dia siapa, Amanda?" tanya Tante Anjani, karena dia sudah lupa kepada Akmal sebab dulu waktu kuliah hanya bertemu beberapa kali saja.
"Dia Kak Akmal Mah, teman aku waktu kuliah. Dia yang sudah selamatkan aku," jawab Amanda sambil tersenyum ke arah mamanya.
Namun tiba-tiba tatapan Amanda terpaku saat melihat seseorang yang sedang berdiri di dekat pintu dengan tatapan lurus ke arah dirinya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Maaf ya Author baru Up🙏🏻Kmrin 2 harian libur🤭Jangan lupa sendal jepitnya di tinggal ya😁Love sekebon buat kalian😘❤❤❤