
Amanda cukup terkejut saat melihat wanita itu. Wanita yang sudah sejak lama tidak pernah ia temui, karena walaupun sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu tapi ingatan Amanda masih sangat tajam.
Wanita tersebut mendekat ke arah Amanda dan juga Ethan, namun tatapannya begitu bingung saat melihat kemesraan mereka berdua.
'Siapa pria itu? Kenapa Amanda sangat mesra sekali dengannya? Bukankah dia istrinya Darius, kenapa malah mesra dengan pria lain? Atau jangan-jangan ... pria ini adalah selingkuhannya Amanda?' tebak wanita itu di dalam hati.
Dia memang tidak mengetahui jika Amanda telah bercerai bersama dengan Darius, itu kenapa dia mengira bahwa Ethan adalah selingkuhannya Amanda.
"Kamu Naura kan?" Amanda berkata sambil menatap lekat ke arah wanita tersebut.
Iya, wanita itu adalah Naura. Dia juga datang karena salah satu tamu di restoran tersebut, dan tidak menyangka saat akan pulang dia malah bertemu dengan Amanda dan juga suaminya.
"Iya, aku Naura. Kamu apa kabar?" Wanita itu mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Amanda, kemudian keduanya pun berpelukan dan bersipika-cipiki.
"Alhamdulillah kabarku baik. Kamu sendiri?"
"Alhamdulillah aku juga baik kok," jawab Naura sambil tersenyum canggung, kemudian dia menatap ke arah Ethan. "Dia siapa? Terus Darius mana? Kamu ke sini nggak sama Darius?" tanyanya dengan nada memancing.
Amanda menggelengkan kepala, "tidak. Aku ke sini sama Mas Ethan," jawab Amanda sambil tersenyum ke arah suaminya.
'Oh ... jadi selingkuhannya Amanda namanya Ethan. Apa Darius sudah tahu ya?' batin Naura.
"Kamu sendiri ke sini sendirian atau sama teman, mungkin sama suami?"
"Tidak. Aku ke sini sendiri. Aku belum nikah juga mungkin belum ada jodohnya," jawab Naura sambil tersenyum ke arah Amanda. "Tapi. apakah dia temanmu? Apa Darius--"
"Aku dan Darius sudah bercerai, sudah lama," potong Amanda karena dia tidak ingin Naura salah paham.
Wanita itu tentu saja sangat terkejut saat mendengar jika Amanda sudah bercerai dengan Darius. Dia fikir pria tersebut adalah selingkuhannya Amanda, tapi ternyata dia salah. Bahkan kemarin Naura sempat tidur bersama dengan Darius, dan dia pikir dirinya sudah menghianati Amanda, tetapi ternyata tidak.
"Jadi kamu dan Darius sudah bercerai? Maaf, aku tidak tahu. Lalu ... dia?" Naura melihat ke arah Ethan, "Apakah dia adalah pacar kamu, atau ...?"
"Dia adalah suamiku. Oh ya Mas Ethan, sini!" panggil Amanda, "kenalin, dia ini Naura, teman Mas Darius dulu."
Ethan mengulurkan tangannya ke arah Naura dan tentu saja langsung disambut oleh wanita itu. "Saya Ethan, suaminya Amanda."
__ADS_1
"Saya Naura," jawabnya.
Kemudian tatapan Naura mengarah kepada perutnya Amanda yang membuncit. "Apa kamu sedang hamil?" tanyanya penasaran dan tentu saja langsung dibalas anggukan oleh Amanda. "Iya, alhamdulillah aku sudah hamil."
"Selamat ya! Aku ikut bahagia. Semoga pernikahan kalian langgeng. Kalau begitu aku duluan soalnya masih ada kerjaan." Naura pamit setelah dia memeluk Amanda.
Wanita itu berjalan meninggalkan restoran, dan sesampainya di dalam mobil dia termenung dengan tatapan lurus.bTidak menyangka jika ternyata Darius sudah bercerai dengan Amanda.
"Jika Darius sudah bercerai dengannya, lalu istri siapa yang dia maksud waktu itu? Kenapa Darius berkata bahwa dia masih memiliki istri? Apa dia juga sudah menikah lagi?" Naura terlihat begitu penasaran, karena memang sudah sangat lama sekali mereka tidak bertemu.
"Tapi suaminya Amanda juga tampan namun entah kenapa wajahnya sangat familiar. Aku seperti mengenalnya dan pernah melihatnya, tapi entah di mana?" Naura mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di kepala, seolah sedang mengingat di mana ia pernah bertemu dengan Ethan tapi entah kenapa pikirannya saat ini sedang buntu.
.
.
"Itu tadi teman kamu?" tanya Ethan kepada Amanda, "sepertinya kalian tidak terlalu akrab."
"Iya Mas, dia itu wanita yang pernah suka sama Mas Darius, tapi dulu Mas Darius malah memilih aku ketimbang dirinya.nTapi mungkin juga sekarang udah move-on, karena kan waktu terus aja berputar. Tapi aku nggak nyangka juga sih, kalau dia masih belum nikah sampai sekarang." Amanda menyuap es krim ke dalam mulutnya.
Melihat istrinya makan dengan berantakan, tanpa pikir panjang Ethan langsung mengusap sudut bibir Amanda dengan jari jempolnya, membuat siapa saja wanita yang berada di sana meleleh melihat perhatian pria tersebut.
"Nggak papa. Kan ada suamiku yang bisa membersihkan," goda Amanda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Setelah mereka makan siang, keduanya pun pamit kepada Reza, sementara Ethan menjaga jarak, sebab Reza selalu menatapnya dengan ca-bul. Dam itu membuatnya jijik. Kemudian masuk ke dalam mobil untuk menuju kantor, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus Ethan selesaikan.
Namun melihat istrinya seperti sudah kelelahan dia pun merasa tak tega. "Aku antar kamu pulang aja ya!"
Amanda sempat menolak, tetapi Ethan bersikeras karena dia tidak ingin sang istri dan juga calon bayi mereka kenapa-napa. Akhirnya Amanda pun mengerti dan menurut.
Tetapi saat di perjalanan, Amanda malah tertidur karena selain perutnya yang kenyang, kehamilannya yang semakin membesar juga membuat Amanda gampang lelah dan juga gampang mengantuk.
"Buka pintunya!" titah Ethan kepada sopir, lalu dia menggendong tubuh Amanda dengan perlahan dan masuk ke dalam kamar yang berada di lantai 1, karena dia tidak ingin Amanda naik turun tangga yang akan membahayakan kandungannya.
"Eh, Tante Dina!" Ethan begitu kaget saat mendapati ada mama Dina di sana.
__ADS_1
"Amanda Kenapa?" bisik Mama Dina.
"Tidak apa-apa, Tante, hanya kelelahan saja. Saya tidurin Amanda dulu di kamar ya." Kemudian dia pun menuju kamarnya, setelah selesai Ethan kembali keluar dan menemui Mama Dina.
"Kalau gitu Ethan pamit dulu ya Mah, Tante. Titip Amanda." Pria tersebut pun akhirnya keluar dari rumah.
Sejujurnya dia cukup terkejut saat melihat kedatangan Mama Dina di sana, tapi Ethan juga tahu wanita itu masih sangat menyayangi Amanda, bahkan sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri, jadi Ethan tidak ingin melarang apapun.
Tepat jam setengah 15.00 sore, Amanda terbangun. Dia meregangkan ototnya dan menguap melihat ke sekeliling kamar dan ternyata dia sudah berada di rumah.
"Kebiasaan deh mas Ethan, gak mau bangunin aku." gerutu Amanda dengan wajah bantalnya.
Dia turun dari ranjang keluar dari kamar karena rasanya ingin sekali meminum jus mangga, sebab setelah tidur malah tenggorokannya kering.
"Bi," panggil Amanda, "Tolong buatin jus mangga dong!" pintarnya sambil duduk di meja makan.
"Ini, Mama udah dibuatin," ucap Mama Dina sambil duduk di sampingnya.
Wanita itu menoleh ke arah samping. "Mama!" kagetnya, "kok Mama ke sini nggak bilang dulu sama Amanda? Sejak kapan datang?"
"Udah dari siang, nungguin kamu bangun tidur."
"Ya ampun! Maaf ya Mah. Amanda nggak tahu kalau mama datang," sesal wanita itu.
"Tidak apa-apa. Udah, diminum dulu jusnya!" Amanda mengangguk, lalu menegak jus tersebut secara perlahan. Dan melihat itu Mama Dina langsung mengusap kepalanya dengan begitu lembut dan penuh kasih.
"Sebenarnya Mama ke sini bukan hanya ingin bertemu kamu dan juga calon cucu Mama tapi Mama ingin mengundang kamu makan malam."
Seketika Amanda menoleh ke arahnya. "Makan malam? Memangnya ada acara apa, Mah! Apa Mama dan papa universary pernikahan? Atau Alea sedang hamil?" tebak Amanda, tetapi langsung dibalas gilingan oleh Mama Dina.
"Bukan. Nanti malam itu sahabat Mama dari Turki mau datang. Kebetulan udah beberapa hari ini dia pulang ke Indonesia, dan ulang tahun pernikahannya, jadi dia ingin dirayakan di rumah Mama, karena katanya udah lama sekali nggak bertemu juga. Jadi mama ingin kamu datang sama Ethan ya! Bukan acara besar sih, hanya makan malam biasa saja. Siapa tahu kan nanti Ethan mau bekerja sama juga kantornya dengan teman Mama itu."
Amanda mengangguk setuju, "Iya Mah, aku pasti nanti akan datang sama Mas Ethan."
"Alhamdulillah, tapi sebenarnya sih Mama ngadain makan malam itu juga karena ada sesuatu."
__ADS_1
"Sesuatu hal?" Apa itu?" tanya Amanda dengan penasaran.
BERSAMBUNG.....