Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Ajakan Akmal


__ADS_3

Happy reading...


Pagi hari Lulu terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Dia merasakan perih di bagian intinya, dengan perlahan wanita itu pun berjalan karena rasanya begitu sakit.


"Aaawh! Sssshh!" ringis Lulu.


HAP!


Tiba-tiba saja tubuhnya melayang, dan ternyata itu adalah kelakuan Rizal. Dia melihat Lulu berjalan dengan tertatih dan itu membuatnya tak tega. Pria tersebut pun memutuskan untuk menggendong Lulu ke kamar mandi.


"Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri!" pinta Lulu dengan wajah yang sudah merona.


"Sudah jangan gengsi! Lagi sakit aja gengsinya tinggi banget."


Setelah Rizal mendudukkan Lulu di kloset, dia pun mengisi air bethub dengan air hangat agar rasa sakit yang di bagian inti milik istrinya bisa lebih reda.


"Apa kamu mau mandi bersama?" goda Rizal sambil mengedipkan matanya.


"Tidak! Aku bisa mandi sendiri," tolak Lulu sambil membuang pandangannya.


Rizal terkekeh kecil, kemudian dia mengusap pucuk kepala Lulu. "Mandilah! Aku akan menunggu di luar. Aku juga akan memesan makanan, kamu pasti lapar 'kan?"


Lulu mengangguk, karena memang saat ini perutnya terasa keroncongan. Semalam dia hanya makan sedikit dan langsung digempur oleh suaminya.


Rizal meninggalkan Lulu, kemudian dia mengambil ponselnya dan memesan beberapa makanan, padahal Jam sudah menunjukkan pukul 09.00.


Seketika Rizal teringat dengan keadaan dari Sania, namun ia tidak peduli. Tapi yang membuatnya bingung adalah, dari mana Lulu bisa mendapatkan minyak goreng.


'Aneh sih, bagaimana bisa dia mendapatkan minyak goreng? Aku nanti harus menanyakannya.' batin Rizal


.


.


Amanda sudah berada di butik, karena dia saat ini harus ekstra untuk bekerja, sebab Lulu masih libur. Untung saja Amanda sudah mendapatkan pengganti Lulu untuk membantunya dalam bekerja.


"Pagi Mbak?" sapa Gisel.


"Pagi," jawab Amanda.


"Oh ya Mbak, ini ada titipan buat Mbak." Gisel menyerahkan sebuah kotak berisi coklat, membuat Netral wanita itu kebingungan.

__ADS_1


"Ini coklat dari siapa?"


"Tadi ada seorang pria tampan yang nyariin Mbak, saya pikir mungkin itu kekasihnya Mbak?"


"Namanya?"


"Kalau tidak salah, tadi Tuan Ethan."


Amanda mengangguk saat mendengar nama Ethan, kemudian dia membuka kotak itu dan ternyata tertulis di sana jika nanti siang Ethan jam 11.00 akan menjemput Amanda untuk makan siang bersama.


Wanita itu pun fokus pada pekerjaannya dan dia menaruh coklat itu di atas meja tanpa memakannya sama sekali, dan itu membuat Gisel merasa heran.


"Mbak, ini kenapa coklatnya gak dimakan? Sayang loh dari kekasihnya, nanti marah," ucap Gisel sambil melukis gaun di atas kertas putih.


"Saya tidak suka coklat. Saya lebih suka es krim, kamu makan aja ya! Daripada mubazir nggak dimakan, yang penting saya sudah menerimanya."


Mendengar itu tentu saja Gisel mengangguk bahagia, karena memang dia sangat menyukai coklat. Kemudian wanita itu langsung memakannya sambil sesekali dia menggerakkan jarinya di atas kertas putih.


.


.


Di kantor Akmal.


Akmal yang melihat itu pun tahu jika pasti kedatangan sang mama tidak serta-merta karena urusan sepele, pasti ada hubungannya dengan kata perjodohan.


"Akmal waktu kamu sudah habis. Tapi kamu masih belum membawa calon istrimu ke rumah. Nanti malam Mama akan mengadakan makan malam beserta dengan anak dari sahabat Mama, jadi kamu jangan lupa untuk pulang lebih cepat!"


"Apa aku akan dijodohkan dengannya?"


"Jika kamu sudah tahu, kenapa masih bertanya? Pokoknya Mama akan tetap menjodohkan mu, jadi tidak ada penolakan apapun, oke!"


Akmal hanya menghela nafasnya, kemudian tante Lena pergi dari sana, karena tadi dia habis belanja dan sekalian mampir ke kantor putranya.


Pria tersebut menyandarkan tubuhnya di kursi, kemudian dia menatap langit-langit kantornya. Akmal bukannya tidak ingin membawa Amanda di hadapan kedua orang tuanya, namun dia juga mengetahui jika Amanda sudah dijodohkan dengan Ethan.


"Baiklah, aku akan mengajaknya makan siang. Aku akan menyatakan perasaanku kepadanya, jika Amanda menolak, maka aku akan mundur. Tapi jika tidak, maka aku yang akan membatalkan perjodohan itu, dan membawanya nanti malam," gumam Akmal.


Kemudian dia mengirimkan sebuah pesan kepada Amanda.


(Manda, aku akan menjemputmu untuk makan siang nanti, karena ada sesuatu hal yang penting yang ingin aku bicarakan. Dan aku harap kamu tidak menolak! Karena ini sangat penting!)

__ADS_1


Setelah mengirim pesan itu Akmal hanya berharap jika Amanda mau untuk makan siang dengannya, dan tak lama ponselnya berdenting, sebuah balasan pesan masuk dari wanita yang selama ini mencuri hatinya.


(Hal penting apa itu, Kak Akmal?)


(Nanti juga kamu akan tahu, aku mohon jangan menolak. Karena ini benar-benar penting!)


Tidak ada balasan lagi dari Amanda, namun sudah centang biru dan artinya Amanda sudah membacanya.


Sementara di tempat lain, Amanda merasa kebingungan. Sebab di satu sisi Ethan akan mengajaknya makan siang, tapi di sisi lain dia juga penasaran dengan apa yang akan diungkapkan oleh Akmal.


Dia benar-benar dilanda dilema, di mana harus memilih antara Akmal atau Ethan. Karena wanita itu tahu jika Ethan tidak bisa dibantah, sedangkan Akmal ingin mengatakan hal yang begitu penting.


"Mbak, kenapa kok terlihat bingung kayak gitu?" tanya Gisel yang sedari tadi memperhatikan raut wajah bosnya.


"Tidak apa-apa," bohong Amanda.


Gisel terkekeh, kemudian dia pun berkata, "kalau Mbak memang bingung antara dua pria, pilih salah satunya yang membuat Mbak sepertinya harus datang."


Amanda menganga saat mendengar ucapan Gisel. Dia tidak menyangka jika wanita itu tahu dengan isi pikirannya, membuat Amanda seketika menatapnya dengan bingung.


"Kok kamu bisa baca pikiran aku sih? Memang aku lagi bingung mau makan siang dengan siapa."


"Tidak bisa, Mbak. Aku bukan cenayang. Cuma melihat dari ekspresi Mbak, aku sudah tahu. Soalnya aku berkecimpung di dunia Cinta itu bukan satu atau dua kali saja Mbak, jadi hal-hal seperti itu sudah biasa," jawab Gisel sambil terkekeh kecil.


Amanda merasa ketidakhadiran Lulu digantikan oleh Gisel, dan dia tidak terlalu canggung.


"Lalu menurutmu, aku harus bagaimana?" Amanda meminta pendapat pada asistennya.


"Ya menurut aku sih, Mbak harus memilih mana yang Mbak ingin temui terlebih dahulu. Tapi Mbak juga harus mengabari pada salah satunya, biar tidak ada perdebatan antara Rival."


"Kamu ini bisa aja."


Gisel hanya terkekeh, sementara Amanda memikirkan saran dari wanita itu. Lalu Amanda memutuskan untuk membatalkan makan siang bersama dengan Ethan, karena jujur dia sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Akmal.


Kemudian Amanda mengirimkan pesan kepada Ethan, bahwa ia tidak bisa makan siang bersamanya. Sebab ada pekerjaan yang harus diselesaikan, padahal tidak.


Amanda bukannya ingin berbohong, hanya dia tidak mau membuat Ethan malah marah saat mengetahui jika ia makan siang bersama dengan Akmal.


'Maafkan aku! Bukannya aku ingin berbohong, tapi aku tahu kau pasti akan marah besar karena kau tidak pernah menyukai Akmal. Aku hanya penasaran dengan hal penting apa yang akan diucapkan Akmal padaku.' batin Amanda sambil memandangi ponselnya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


Maaf ya kemarin gak Up🙏🏻Othor lagi Istrhat🙏🏻


__ADS_2