
Happy reading....
Amanda menuruni tangga digandeng oleh tante Anjani dan juga Lulu, di sana sudah ada Ethan yang duduk di hadapan penghulu.
Pria itu menatap lekat ke arah Amanda, dia benar-benar kagum karena wanitanya saat ini terlihat begitu sangat cantik dan menawan, sehingga mampu menghipnotis setiap tamu undangan.
'Bidadariku memang sangat menawan. Hari ini dia bahkan membuatku tidak berkedip sama sekali,' batin Ethan.
Amanda duduk di samping Ethan, dia menundukkan kepalanya saat sedari tadi Ethan terus saja melirik ke arahnya.
"Kamu jangan menatapnya seperti itu! Nanti aja, sebaiknya fokus untuk ijab kabul," bisik tante Inggit di telinga pria tersebut.
Kemudian penghulu menjabat tangan Ethan, lalu mengucapkan Ijab, "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ethan Louise Bin Duke Louise, dengan Amanda Dwi Hardiyanta binti Umar Hardiyanta, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu buah mobil serta satu set berlian seharga 700 juta, dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Amanda Dwi Hardiyanta binti Umar Hardiyanta, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi? Sah?"
"SAAAH!" seru semua orang.
Amanda tersenyum, air matanya menetes karena dia merasa bahagia sebab sekarang statusnya bukan janda lagi, namun sudah kembali menjadi seorang istri.
Kemudian Amanda mengulurkan tangannya, di mana Ethan menyematkan cincin lalu pria itu mengecup kening Amanda, setelahnya Amanda juga menyematkan cincin di tangan pria itu.
Suasana begitu haru saat keduanya meminta restu dari orang tua masing-masing. Air mata tidak tertahankan lagi, bahkan Lulu langsung memeluk tubuh suaminya karena dia tak kuasa menahan tangis.
"Istri bar barku ternyata cengeng juga," ledek Rizal, dan langsung mendapat cubitan manja di perutnya.
Setelah acara meminta restu, keduanya naik ke pelaminan yang disediakan untuk menyambut tamu undangan mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai tersebut
Sedangkan di luar rumah ada seseorang yang sedang bertengkar dengan satpam, dan dia adalah Mona. Wanita itu tidak diizinkan masuk ke tempat acara oleh Ethan, karena kebetulan pria tersebut juga mengerahkan semua anak buahnya untuk berjaga di sana.
Dia sudah memperkirakan jika Mona pasti akan datang, sebab selama ini Ethan memantau Mona. Akan tetapi tidak ada reaksi apapun dari wanita itu menunjukkan foto yang pernah ia jadikan bahan ancaman..
Fitri dan juga Darius datang, karena mereka diajak oleh Tante Dina dan juga Om Samuel. Keduanya naik ke pelaminan, sementara Fitri hanya menekuk wajahnya sebab Ia tidak berhasil mendapatkan Ethan.
Bahkan mendengar Ethan memberikan mas kawin yang begitu besar kepada Amanda, membuat Fitri merasa iri.
"Selamat ya untuk pernikahan kalian! Aku doakan semoga kamu langgeng sampai kakek nenek. Maafkan aku Amanda, karena dulu aku pernah menyia-nyiakanmu," ucap Darius sambil menatap ke arah Amanda, bergantian kepada. "Ethan ... aku berharap kamu menjaga Amanda! Jangan pernah menyakitinya, seperti aku dulu." Darius menepuk pundak Ethan.
"Tenang saja! Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu. Karena untuk mendapatkan wanita seperti Amanda sangat susah," jawab Ethan sambil melirik ke arah wanita yang kini sudah menyandang gelar sebagai Nyonya Louise.
__ADS_1
"Apaan sih Mas." Amanda berkata sambil tersenyum malu, sementara Fitri hanya berdecih melihat kebahagiaan wanita itu.
"Ayo Mas turun! Laper, aku mau makan," ajak Fitri dengan ketus, sementara Amanda hanya menautkan kedua alisnya saja.
Dia tahu pasti wanita itu merasa sangat kesal karena tidak bisa mendapatkan Ethan, dan sekarang karena Ethan sudah menjadi suaminya Amanda tidak akan membiarkan wanita manapun berusaha untuk menghancurkan keluarga mereka.
Dulu Amanda diam saja, tapi tidak dengan sekarang. Dia akan menjadi singa betina.
Tepat jam 02.00 sore acara selesai, semua tamu undangan sudah pulang. Amanda juga harus bersiap-siap untuk menuju gedung hotel karena resepsi akan dilaksanakan tepat jam 19.00 malam.
Saat hanya ada keluarga dari Lulu, Amanda dan juga Ethan, wanita yang di luar berhasil menerobos masuk yang tak lain adalah Mona.
"Ethaan ... di mana kamu!" teriak Mona. "Etaan!"
Amanda, Ethan serta beberapa orang yang saat ini sedang berada di ruang keluarga seketika terdiam, kemudian mereka berdiri saat melihat Mona datang sambil tersenyum sinis.
"Dasar satpam tidak becus" batin Ethan.
"Mona? Kenapa kamu teriak-teriak manggil Ethan?" tanya Tante Inggit.
"Saya mau meminta pertanggungjawaban Ethan, Tante."
Tante Anjani menatap heran, begitupun dengan semua orang di sana, akan tetapi Mona malah tersenyum sini.
'Kamu lihat saja! Aku akan membuat rumah tangga kalian berantakan.' batin Mona dengan jahat.
Ethan hanya berwajah dingin, dia ingin melihat sejauh mana Mona melakukan apa yang dia mau, dan dia juga ingin melihat bagaimana tanggapan Amanda terhadapnya jika Mona memberikan foto tersebut.
Akan tetapi tetap saja rasa khawatir singgah di hatinya, takut jika nanti Amanda akan percaya dan malah meninggalkannya.
"Mona, sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang! Jangan mengacau Ethan sudah menikah dengan Amanda, dia sudah menjadi suami orang. Kamu tidak berhak meminta pertanggungjawaban," ujar tante Inggit mengusir Mona secara halus.
"Kenapa tidak? Dia sudah melecehkan Mona, ini buktinya!" Mona memperlihatkan foto dia bersama dengan Ethan.
Tante Ringgit mengambil ponsel tersebut, seketika dia menutup mulut dengan tatapan membulat, lalu menatap melekat ke arah Ethan. Akan tetapi tatapan itu memancarkan kemarahan.
"Ethan ... apa ini?!" teriak tante Inggit sambil menyerahkan ponsel tersebut.
Amanda meraih ponsel itu dan melihat foto tersebut, hatinya berdenyut sakit, dia memejamkan mata kemudian menatap ke arah Ethan yang hanya menatapnya dengan senyuman. Terlihat wajah pria itu bahkan sangat tenang
"Mas, jawab! Apa ini? Kamu sudah tidur dengan dia?" tanya Amanda dengan nada membentak sambil menunjuk wajah Mona.
__ADS_1
Wanita itu melancarkan aksinya, dia menangis sementara semua orang di sana bergantian mengambil ponsel tersebut dan melihat foto yang sudah diambil oleh Mona.
"Benar-benar menjijikan!" marah tante Inggit, kemudian dia menampar wajah Ethan.
Pria tersebut hanya diam sambil menatap ke arah Amanda. "Aku percaya kamu bukan wanita bodoh. Aku percaya bahwa kamu bisa menilai semuanya."
Mendengar hal itu Amanda mengerutkan kening, kemudian dia mengambil ponsel tersebut dan meneliti fotonya. Seketika wanita itu melempar HP tersebut hingga hancur, membuat Mona menjerit.
"Berani sekali kau membanting hp-ku, hah? Tapi tidak apa-apa ... yang penting Ethan harus bertanggung jawab, karena aku sekarang lagi hamil."
Amanda malah tertawa saat mendengar ucapan Mona, membuat semua orang seketika menatap heran ke arahnya. Sementara Ethan hanya tersenyum tipis.
"Kau pikir aku percaya dengan foto yang kau ambil? Mas Ethan tentu akan tanggung jawab, tapi di mimpimu! Benar yang suamiku bilang, aku ini bukan wanita bodoh yang gampang percaya dengan hal-hal seperti itu. Aku lebih percaya suamiku." Amanda mengapit lengan Ethan sambil menyandarkan kepalanya.
"Percaya tidak percaya, tapi itu fakta. Dia sudah meniduriku!" bentak Mona, karena dia merasa kesal sebab Amanda tidak percaya kepadanya.
Kemudian Amanda melepaskan tangannya lalu berjalan ke arah Mona.
PLAK!
Satu buah tamparan mendarat keras di pipi wanita itu. "Dasar wanita jalaang! Wanita murahan. egitu tidak ada harga dirinya dirimu, sampai harus merendahkan diri sendiri di hadapan banyak orang? Apa kau pikir, dengan foto seperti itu aku percaya? Trik seperti ini sudah sering dilakukan banyak film, di banyak novel, aku awalnya akan percaya, tapi melihat ketenangan auamiku ... aku sangat yakin jika dia tidak melakukan itu."
Tante Anjani menghampiri Amanda. "Nak, tapi foto itu ..."
"Mah, Pah, semuanya dengar ya! Jika memang Mas Ethan melakukan itu, dia pasti akan terlihat gugup saat ini. Tapi lihat wajahnya! Bahkan dia bisa bersikap tenang. Aku tidak melihat kebohongan di kedua netra milik uamiku, aku ini sudah pengalaman dalam menghadapi sebuah penghianatan, aku tahu mana orang berbohong dan mana orang jujur. Tapi suamiku tidak pernah melakukan itu, tapi dia!" tunjuk Amanda ke hadapan Mona, "merendahkan harga dirinya hanya untuk mendapatkan suami orang? Benar-benar menjijikan!"
Mona mengepalkan tangannya, usahanya benar-benar sia-sia untuk menghancurkan keluarga Amanda dan juga Ethan.
"Sebaiknya kau pergi saja dari sini! Karena usahamu sia-sia. Dan ingat satu hal! Aku tidak akan membiarkan seekor ular masuk ke dalam rumah tanggaku. Karena aku akan menjadi singa betina yang akan berjaga di gerbang paling depan untuk menerkam mereka, termasuk dirimu!" gertak Amanda dengan nada yang rendah namun terkesan tajam, kemudian dia mendorong tubuh Mona hingga tersungkur ke lantai.
Amanda tidak akan mempercayai ucapan Mona, terlebih wanita itu sangat licik, ditambah melihat ketenangan suaminya. Dia percaya bahwa Ethan tidak pernah melakukan hal di luar batas, kalaupun foto itu memang benar pasti adalah sebuah jebakan.
"Tapi foto itu asli, Nak," timpal Om Umar
"Papa benar, foto itu memang asli bukan hasil editan. Tapi ... bayangkan saja! Kalau memang mereka tidur bersama, tidak mungkin Mas Ethan masih memakai kemeja, dan di sofa. Seharusnya kan adanya di hotel? Kalau dia tidak memakai baju, ya itu urusannya dia. Tapi aku percaya suamiku tidak mungkin melakukan hal itu, jebakan seperti ini sudah sering dilakukan di film-film atau novel-novel. Jadi kita sudah bisa menebak alur seperti itu." Amanda hanya mengangkat kedua bahunya dengan cuek.
Akan tetapi tatapannya tajam ke arah Mona, membuat wanita itu seketika pergi dari sana, karena dia tidak berhasil menghancurkan keluarga Amanda.
"Suatu hari aku akan menghancurkan keluarga kalian!" bentak Mona dengan sorot mata yang penuh dendam, kemudian dia menghilang di balik tembok dan keluar dari rumah itu.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1