
Happy reading.....
Amanda saat ini sudah mulai tidak pergi ke butik, karena dia dilarang oleh Ethan. Sebab pria itu tidak ingin Amanda kelelahan sampai hari pernikahan mereka dilangsungkan.
Saat Amanda tengah membuat puding untuk dikirimkan ke kantor Ethan melalui pelayannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Amanda! Gue bener-bener rindu sama lo!" teriak seseorang yang tak lain adalah Lulu.
Amanda segera melepaskan pelukan wanita itu, kemudian dia menggosok telinganya yang terasa penging, karena teriakan Lulu tepat di sebelah telinganya.
"Lo ini bisa nggak sih, nggak usah teriak. Kalau mau teriak ya ... dari jauh-jauh, jangan pas di samping telinga guenlo teriak, sakit tau nggak sih! Vue nggak budeg!" kesal Amanda.
Lulu terkekeh, kemudian dia merangkul pundak wanita itu. "Yeea ... jangan marah dong! Kan gue kangen sama lo. Emang lo nggak kangen apa sama gue?" Wanita itu menaik turunkan alisnya.
"Kangen. Kangen banget malah. Saking kangennya, gue pengen tau, yang desain baju pengantin itu lo. Tapi sayang, lo-nya lagi bulan madu kan? Oleh-olehnya mana?" Amanda menengadahkan tangannya minta oleh-oleh dari Lulu.
"Bagian oleh-oleh aja lo cepat." Lulu menyerahkan paper bag kepada Amanda dengan wajah cemberut.
Akan tetapi wanita itu malah menerimanya dengan wajah yang riang. Dia melihat ada sebuah jam tangan yang terlihat begitu sangat cantik, dan dia langsung memasangnya di tangan kirinya.
"Wow! Jamnya cantik banget. Thanks ya, lo emang temen gue yang paling perfect."
"Ya ... gue memang perfect." Lulu memasang wajah genitnya, membuat Amanda seketika memutar bola matanya dengan malas.
"Lo bikin puding buat siapa?" tanya Lulu saat melihat Amanda sedang membuat puding.
"Buat Ethan, nanti siang mau gue kirim lewat pelayan."
Lulu hanya ber-oh saja, kemudian sambil menunggu pudingnya dingin keduanya berjalan menuju ruang tv sambil membawa beberapa cemilan.
Amanda juga ingin mendengar bulan madu sahabatnya di luar negeri, dan di mana Lulu menceritakan semua tempat yang ia singgahi bersama dengan Rizal
Terlihat pancaran kebahagiaan dari wajah Lulu, di mana dia terlihat begitu antusias saat menceritakan kebersamaannya bersama dengan Rizal. Dan itu membuat Amanda tersenyum tipis, karena dia merasa bersyukur sebab Lulu sudah bisa menerima Rizal di sisinya.
"Jadi, intinya lo udah jatuh cinta nih sama suami lo sendiri?" Amanda menatap ke arah Lulu sambil memasukkan camilan ke dalam mulutnya.
"Iya begitulah. Memangnya salah ya kalau cinta sama suami sendiri? Kan nggak," kekeh Lulu.
Kemudian dia melihat Amanda yang terus memakan camilannya, seketika membuat dulu langsung merebut toples yang ada di tangan Amanda.
__ADS_1
"Loh, kok diambil sih? Gue belum selesai!" protes Amanda dengan wajah cemberut.
"Heh, lo itu mau nikah jangan kebanyakan ngemil! Seharusnya lo itu makan makanan yang sehat, terus lo harus jogging, lo harus gym, biar nanti baju pengantin lo itu muat. Kalau lo kebanyakan ngemil, baju pengantinnya nggak muat gimana?" Lulu mengingatkan Amanda dengan wajah yang garang.
Seketika wanita tersebut menampilkan cengiran kudanya.nDia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena apa yang dikatakan Lulu benar.
"Tapi gue di rumah bosen tahu, Lu. Nggak kemana-mana. Soalnya Ethan ngelarang gue buat keluar, katanya biar gue nggak capek lah, ini, itulah. Tapi nyatanya gue bosan, jadi ya udah nyemil deh ujung-ujungnya."
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall?" usul Lulu sambil mau naik turunkan alisnya.
Amanda menggerakkan bibirnya ke kanan dan ke kiri dengan mata yang mendelik ke atas, mencoba memikirkan tawaran dari sahabatnya. Dan melihat reaksi Amabda membuat Lulu menjadi kesal.
Kemudian dia melempar bantal sofa mengenai wajah wanita tersebut, sehingga Amanda pun terkekeh.
"Nggak usah banyak mikir! Udah cepetan sana siap-siap. Jangan lupa, lo juga izin tuh sama calon suami lo, biar dia nggak nyariin." kelakar Lulu.
"Siap laksanakan komandan! Kalau gitu gue mau dandan, gue mau siap-siap dulu ya ... bye!" Amanda melambaikan tangannya kemudian dia berjalan menuju kamar.
"Jangan dandan! Ntar ada pria yang naksir sama lo, kelabakan dah tuh si Ethan!" teriak Lulu
Tiba-tiba ponselnya berdering, dan ternyata itu panggilan dari suaminya, di mana Lulu memberi nama Rizal di ponselnya dengan 'my lovely.
"Iya halo assalamualaikum suamiku tercinta my honey, bunny, my husband, my Imam."
"Waalaikumsalam kekasih hatiku, kamu lagi di rumahnya Mbak Amanda?"
"Iya nih, lagi di rumahnya calon pengantin. Kenapa my lovely?"
"Makan siang yuk!"
"Aduh! Nggak bisa. Soalnya aku mau jalan-jalan ke mall sama Amanda, boleh ya sayang. Kasihan dia dilarang keluar rumah sama calon imamnya."
"Begitu ya ... ya udah deh nggak apa-apa. Tapi nanti malam kita makan malam bersama ya setelah itu aku mau memakan daging."
"Hah! Tiap malam juga makan daging!" gerutu Lulu, "Ya udah, aku tutup dulu ya? Bye my lovely!"
Dia menghela nafas dengan kasar saat mendengar kata makan daging, di mana artinya Lulu nanti malam akan menjadi santapan Rizal.
Sejujurnya Lulu merasa heran, kenapa Rizal selalu meminta jatah setiap malam, tidak ada bosan-bosannya sama sekali. Apa mungkin karena mereka masih pengantin baru dan masih hangat-hangatnya, seperti apa yang dikatakan oleh orang lain.
'Aku berharap rumah tangga aku dan juga Mas Rizal akan langgeng sampai tua.' batin Lulu penuh harap.
__ADS_1
"Dor!" Amanda mengagetkan sahabatnya.
"Dasar anak bocah. Udah yuk berangkat sekarang! Mau siapa yang bawa mobil? Gue apa lo?"
"Lo aja deh. Gue soalnya belum kelar dandan," ujar Amanda sambil terkekeh.
Akan tetapi, sebelum Amanda pergi dari sana, dia berpesan kepada sang mama untuk menyuruh pelayan mengantarkan udin ke kantornya Ethan.
Lulu memayunkan bibirnya, kemudian mereka berpamitan kepada tante Anjani untuk pergi ke mall. Tapi sebelum itu di dalam mobil Amanda mengirimkan pesan kepada Ethan, meminta izin untuk pergi ke mall bersama dengan Lulu.
(Boleh, asal kamu jangan lama-lama ya! Ingat, jangan mengerjakan hal yang membuat kamu capek. Aku tidak mau kalau kamu kecapean!😘)
Terlihat balasan Ethan disematkan dengan emotion mencium.
(Iya sayang, nggak akan kok cuma jalan-jalan aja😘).
"Biasa aja kali kalau bales chat, nggak usah senyum-senyum kayak gitu! Macam anak ABG yang baru jatuh cinta saja kau ini." Lulu berkata sambil menyetir mobilnya.
Amanda memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Iri Bos? Bilang dong!" jawab Amanda sambil memakai lipstik yang tadi belum sempat ya pakai.
Sesampainya mereka di mall, keduanya naik ke lantai atas di mana beberapa toko pakaian tak sepatu berjajar.
Rencananya Amanda dan Lulu ingin memberi beberapa helai pakaian, dan saat sampai di sana Lulu menatap jail ke arah Amanda saat dia melihat sebuah pakaian dinas yang begitu menantang namun juga menggairahkan.
"Amanda?" panggil Lulu. Wanita itu pun langsung menengok, "Sepertinya itu cocok tuh buat MP lo sama Tuan Ethan nanti." Lulu menaik turunkan alisnya sambil menunjuk baju dinas dengan dagunya.
Ekor mata Amanda melirik ke arah benda yang ditunjuk oleh Lulu, dan seketika matanya membulat kemudian dia mencubit lengan Lulu dengan gemas.
Seketika wajah Amanda memerah dengan pikiran yang sudah traveling.
"Jangan ngada-ngada ah! Malu tau di sini banyak orang!" kesal Amanda dengan nada yang rendah, namun dibalas tawa oleh Lulu.
Setelah mereka selesai berbelanja keduanya pun keluar dari toko tersebut, akan tetapi saat Amanda melewati pintu ia tidak sengaja menabrak seseorang, karena tadi Amanda terlalu fokus mengecek barang yang ada di dalam paper bag.
BRUK!
"Aaww!" ringis seseorang sambil memegangi pundaknya.
"Maaf_ saya tidak se--" ucapan Amanda terhenti saat dia melihat siapa orang yang baru saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG....