
Happy reading.....
Lulu saat ini tengah berada di kediaman orang tua Rizal, karena kebetulan mereka akan melakukan bulan madu ke negara Prancis, di mana negara itu selalu diimpikan oleh Lulu.
"Ingat ya! Pokoknya nanti di sana kamu jangan jauh-jauh dari aku," ucap Rizal sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Memangnya aku mau ke mana?" jawab Lulu sambil menekuk wajahnya.
"Iya siapa tahu kan, kalau nanti di sana kamu malah pergi lagi dari aku, dan malah berpaling pada bule-bule tampan?"
Mendengar itu Lulu malah terkekeh, kemudian mereka pun tertidur karena kecapean, sebab keduanya habis bertempur. Bahkan seperti apa kata ucapan Rizal tempo hari saat mereka baru pertama kali melakukannya, bahwa Rizal akan terus meminta haknya setiap hari.
Pria itu sudah ketagihan dengan namanya surga dunia. Jadi dia tidak pernah absen satu hari pun dari Lulu, membuat wanita itu harus pasrah jika setiap hari dia harus mengeluarkan tenaga untuk melayani sang suami di atas panjang.
.
.
Amanda dan juga Ethan saat ini sedang berada di jalan untuk pulang. Keduanya sama-sama terdiam, tidak ada obrolan apapun, sebab Amanda juga merasa risih dengan ciumaan mereka kemarin.
Rasa bibir milik Ethan masih saja terngiang di pikiran Amanda, bahkan rasanya masih begitu melekat. Sebab sudah lama dia tidak melakukan penyatuan bibir, namun entah kenapa Amanda merasa jika sangat berbeda saat dia berciumaan dengan Darius.
"Kamu akan langsung ke butik atau pulang ke rumah?" tanya Ethan membayarkan lamunan wanita tersebut.
"Kita langsung pulang aja ya! Aku juga mau istirahat biar butik diurus dulu sama Gisel," jawab Amanda
"Kamu kenapa sih? Apa kepalanya masih sakit?"
Amanda menggelengkan kepalanya, setelah Itu dia mencoba untuk memejamkan mata. Sebab Amanda menghindari obrolan dengan Ethan, karena saat ini jantungnya tiba-tiba berdebar dengan kencang saat mengingat ciumaan mereka kemarin.
Setelah mobil sampai di kediaman orang tua Amanda, wanita itu pun langsung turun dibantu oleh Ethan. Dan setelah mengantar Amanda, Ethan pergi dari sana karena ada.
'Rasanya dari Bogor ke Jakarta saja seperti dari Surabaya ke Jakarta, jauh banget, sampai aku harus pura-pura tidur.' batin Amanda saat duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Tante Anjani melihat ke arah putrinya, dia merasa senang karena Amanda pulang dalam keadaan sehat. Wanita itu tidak mengetahui keadaan Amanda yang kemarin sempat sakit dan pingsan, karena Ethan tidak memberitahukannya. Sebab dia tidak mau membuat tante Anjani ataupun Om Umar merasa khawatir. Ethan hanya mengatakan jika mereka menginap di luar kota sebab ada kerjaan.
"Mah, aku masuk dulu ya ke kamar. Badanku rasanya kurang enak," ujar Amanda.
Tante Anjani mengangguk, padahal dia ingin berbicara beberapa hal dengan putrinya. Tapi melihat keadaan Amanda yang kurang enak badan tante Anjani pun membiarkan wanita tersebut untuk masuk ke dalam kamar.
Saat Amanda akan merebahkan tubuhnya di ranjang, tiba-tiba sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya, dan ternyata itu dari Ethan.
(Besok sudahh genap 2 bulan. Sesuai perjanjian kita, dalam tahap pendekatan. Dan besok malam aku dan juga Mama akan datang ke rumah orang tuamu untuk mendapatkan jawaban darimu. Jdi bersiap-siaplah! Apapun itu jawabannya, aku akan menerima dengan lapang dada. Tapi besar harapanku kamu menerima perjodohan kita, dan bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius).
Amanda membaca pesan itu dengan teliti, kemudian dia menaruh kembali ponselnya di atas nakas. Tatapannya menerawang sambil melihat langit-langit kamarnya.
Dia bahkan lupa Jika ternyata masa pengenalannya bersama dengan Ethan sudah 2 bulan lamanya. Wanita itu pun harus memutuskan apakah dia akan menikah dengan Ethan atau tidak.
.
.
Saat Ethan akan menaiki anak tangga tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar ucapan tante Inggit yang memanggil dirinya.
"Ethan, tunggu! Ada yang Mama mau bicarakan sama kamu."
"Nanti aja ya, Mah. Aku mandi dulu, soalnya badan gerah banget," jawab Ethan.
"Oke, selepas mandi mama menunggu kamu di samping rumah ya." Ethan menganggukan kepalanya, kemudian dia melanjutkan langkahnya kembal.
Sebenarnya Ethan merasa penasaran apa yang akan diucapkan oleh mamanya, tapi rasa gerah di tubuhnya tidak bisa ia tolak. Kemudian pria tersebut pun masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat Ethan sudah turun ke lantai bawah dengan kaos oblong putih dan celana pendek selutut, kemudian dia menuju samping rumah di kolam renang, di mana saat ini Tante Inggit sedang menunggu dirinya.
"Ada apa, Mah?" tanya Ethan sambil duduk di samping sang mama.
"Ada yang mau mama tanyakan sama kamu, dan mama mau kamu menjawabnya dengan jujur!"
__ADS_1
"Soal apa itu?" tanya Ethan dengan penasaran.
Dia melihat tatapan mamanya begitu lekat bahkan terlihat begitu sangat serius.
"Tadi pagi Mona datang ke sini, dan dia mengatakan jika kamu menamparnya. Apakah itu benar?"
Ethan cukup terkejut saat mendengar ucapan tante Inggit, yang mengatakan jika Mona mengadu soal penamparan itu.
"Iya, aku memang menamparnya," jawab Ethan dengan enteng.
Sebab dia rasa tidak perlu ada yang disembunyikan dari ang mamah, karena percuma saja. Toh Mona sudah mengatakan semuanya.
Sementara tante Inggit merasa tak percaya saat mendengar jika Ethan yang benar-benar menampar Mona.
"Apa! Jadi benar kalau kamu menamparnya? Tapi kenapa, Nak? Mona itu kan perempuan. Mama tidak pernah loh melihat kamu menampar seorang wanita seperti itu. Ada apa!" kaget tante Inggit yang tidak percaya dengan jawaban Ethan.
Kemudian pria itu pun menjelaskan kepada mamanya tentang apa yang terjadi di villa, dan tidak ada yang ditambah-tambah oleh Ethan.
Mendengar hal tersebut tante Inggit tidak menyangka jika Mona bisa membolak-balikkan fakta. Wanita itu mengatakan jika ia tidak sengaja mendorong Amanda, sementara dari pengakuannya Ethan adalah, Mona sengaja mendorong Amanda hingga membuat kepala wanita itu terbentur ke lemari.
"Mona benar-benar ya. Sepertinya dia berambisi untuk mendapatkan kamu kembali, hingga harus mencelakai Amanda. Tadi dia juga dia minta Mama untuk menjodohkan kalian lagi."
"Lalu, apa Mama setuju?" tanya Ethan dengan wajah yang kaget.
Tante Inggit menggelengkan kepalanya, "Bagaimana mungkin mama bisa setuju. Kamu dan Amanda kan sudah dijodohkan, apa Mama akan membatalkannya begitu saja? Tidak. Mama rasa kamu dan Amanda sudah sangat cocok. Oh iya, ini kan sudah 2 bulan kalian dalam masa pengenalan, apa sudah ada jawaban dari Amanda?" tanya Tante Inggit dengan tatapan penuh harap.
"Besok malam kita ke rumahnya orang tua Amanda untuk mendapatkan jawabannya ya, Mah. Aku juga berharap kalau Amanda akan menerimaku."
Tante Inggit mengaminkan ucapan putranya kemudian dia menepuk pundak Ethan memberikan semangat kepada pria itu. Setelahnya tante Inggit pun masuk ke dalam untuk mempersiapkan makan malam.
'Semoga saja besok Amanda mau menerima diriku, sehingga kamu bisa melangkah ke pelaminan. Karena aku sudah tidak sabar ingin segera mempersuntingnya, mengingat ciumaanku dan dia kemarin di Villa, rasanya aku ingin sekali merasakannya lagi.' batin Ethan sambil membayangkan ciumaan panas mereka kemarin saat berada di villa.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1