Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Kembaran Minyak Literan


__ADS_3

Happy reading....


Lulu merasa heran saat tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memeluk calon suaminya. Entah kenapa dia merasa tidak suka, bahkan tak rela saat wanita itu memeluk erat tubuh Rizal.


'Ada apa denganku? Kenapa rasanya aku tidak menyukai wanita itu ya? Dan siapa dia? Kenapa tiba-tiba aja memeluk tubuh si kulkas 6 pintu?' batin Lulu bertanya-tanya.


Sementara Rizal yang menyadari siapa wanita itu segera mendorong tubuhnya, hingga pelukan itu pun terlepas.


"Sayang, kok kamu kayak gitu sih? Aku selama ini rindu lho sama kamu," ucap wanita tersebut.


"Maaf aku tidak mengenalmu. Ayo Lulu kita pergi dari sini!" ajak Rizal sambil menggandeng tangan Lulu.


Wanita itu pun segera mengambil tasnya dan mengikuti langkah Rizal yang cepat. Lulu berjalan sedikit terseret, karena menyeimbangi langkah lebar milik pria itu.


Dan saat sampai di parkiran, wanita tersebut lagi-lagi menahan tangan Rizal sambil menatap tajam ke arah Lulu.


"Siapa dia? Kamu jangan pura-pura tidak mengenalku ya! Kita pernah bersama selama 4 tahun, dan kamu sama sekali berpura-pura untuk tidak mengenalku. Ayolah! Aku tahu kamu masih mencintaiku kan?" Wanita itu menggenggam tangan Rizal dan berkata dengan pedenya


Namun langsung dihempaskan begitu saja oleh pria tersebut. Dia menatap tajam ke arah wanita yang pernah mengisi hatinya selama 4 tahun.


"4 tahun itu adalah masa lalu, dan sekarang aku sudah menemukan penggantimu. Dia jauh lebih baik darimu, dan jangan pernah mengganggu hidupku, paham! Ayo sayang kita pergi dari sini!" ajak Rizal sambil merangkul pinggang Lulu dengan posesif.


Lulu sedikit terkejut dan terpaku, seketika jantungnya bukan hanya berdebar, tapi lutut Lulu terasa lemas saat tiba-tiba saja Rizal merangkul pinggangnya.

__ADS_1


'Astaga! Kenapa dengan pria ini? Tiba-tiba saja dia menjadi sangat posesif. Apakah wanita ini adalah masa lalunya yang diceritakan oleh tante Ami?' batin Lulu.


Lagi-lagi wanita itu menarik tangan Rizal. "Tidak! Tidak mungkin. Kamu pasti masih mencintai aku kan, Rizal? Aku tahu, selama ini aku sudah meninggalkanmu. Tapi kan kamu tahu itu semua demi karirku."


"Cukup ya, Sania! Kita itu sudah berakhir, apa kamu pikir selama kamu meninggalkanku, aku tidak punya masa depan? Apa wanita di dunia ini hanya kamu saja!" bentak Rizal untuk pertama kalinya.


Lulu melihat ke agresifan dari wanita yang bernama Sania itu, yang tak lain adalah mantan kekasih Rizal. Dia juga sudah mendengar semuanya dari Tante Ami, dan Lulu merasa geram.


Kemudian dia mengapit lengan Rizal dengan manja, membuat pria itu seketika menatap ke arahnya, lalu Lulu menyandarkan kepalanya di pundak kekar sang calon suami.


"Eh kembarannya minyak literan. Seharusnya kamu itu ngaca dong! Kamu yang udah ninggalin calon suamiku, dan sekarang kamu mengemis cinta darinya? Kamu bilang apa tadi? Dia tidak bisa melupakanmu dan masih mencintaimu? Anda ini mimpi jangan terlalu tinggi! Apa Anda tidak malu menjilat ludah sendiri? Sekarang saya ini dan juga kekasih saya mau menikah, apa Anda mau jadi pelakor? Kalau tidak ada kaca, maka sendal saya siap melayang di wajah Anda!" Lulu berkata dengan nada yang sarkas dan tatapan yang mengejek.


Mendengar dirinya disebut kembaran minyak literan, membuat Sania seketika menjadi marah. Dia tidak terima karena Lulu menghinanya.


Kemudian Sania mendorong pundak Lulu hingga membuat wanita itu mundur satu langkah


"Dan apa selama 4 tahun itu bisa menjamin Anda menikah dengan Rizal? Tidak bukan. Anda hanya menjaga jodoh orang, jadi sekarang minggir! Biarkan kami pergi, dasar kembarannya minyak literan!" geram Lulu. "Ayo sayang! Nggak usah kamu ladenin orang kayak gini, nggak waras. Kayaknya kemarin dia healing ke rumah sakit jiwa deh!" sindir Lulu sambil masuk ke dalam mobil bersama dengan Rizal.


Pria itu masih terpaku dan tidak menyangka dengan tindakan Lulu, di mana dia membelanya. Padahal tadinya Rizal pikir Lulu akan marah, tapi ternyata wanita itu malah balik memaki Sania.


Apalagi tadi saat Lulu memanggilnya dengan kata sayang. Entah kenapa ada rasa yang bahagia di dalam hati pria tersebut.


Sania menatap ke arah kepergian mobil itu dengan tangan mengepal dan rahang mengeras. "Aku tidak sudi ya kamu menikah dengannya. Lihat saja Rizal! Aku akan kembali mendapatkanmu! Dan ku yakin kamu masih mencintaiku," gumam Sania dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


sementara selama dalam perjalanan Lulu masih menekuk wajahnya sambil menatap ke arah samping, dan Rizal pun merasa heran walaupun sebenarnya tadi dia merasa senang, karena tiba-tiba Lulu bersikap manja kepadanya.


"Kenapa kau menyebutnya dengan kembaran minyak literan?" tanya Rizal sambil menatap sekilas ke arah Lulu.


"Jelaslah aku menamakannya dengan kembaran minyak literan, nama dia kan Sania, bukannya itu merek minyak ya?" Jawab Lulu dengan datar.


Mendengar hal tersebut Rizal tak kuasa menahan tawanya, membuat lulus seketika menatap ke arahnya. Dan wanita itu sedikit terpukau saat melihat tawa renyah dari pria yang selama ini selalu menampilkan kulkas 6 pintu.


'Ya ampun! Dia tampan sekali kalau lagi tertawa seperti itu. Aduh ... kok aku jadi terpesona ya?' batin Lulu.


Rizal yang selama ini hanya bermuka datar tidak bisa lagi menahan geli di bagian perutnya, karena mendengar ucapan calon istrinya, di mana dia menamakan Sania dengan kembaran minyak liter. Dan alasannya karena nama Sania adalah merek minyak.


"Astaga! Kamu itu kocak sekali ya. Nama orang kamu jadikan merek minyak. Lalu apa bedanya kamu? Kembarannya lele," kelakar Rizal sambil kembali tertawa.


Mendengar itu Lulu menatap tajam dengan mata melotot, kemudian dia mencubit pinggang Rizal bertubi-tubi hingga membuat pria itu mengaduh.


"Dasar kau kembarannya udel. Enak aja main samain kembaran lele. Lele sama aku itu masih mendingan aku, cantik lah. Lsle ada kumisnya, aku nggak ada kumisnya. Kecuali aku ini kembarannya Iis Dahola!" kesal Lulu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kenapa kau juga menamakanku kembaran udel?" bingung Rizal yang tidak terima karena nama plesetannya begitu sangat menggelikan.


"Rizal dan udel itu kan tidak jauh berbeda, jadi apa salahnya?" Lulu mengangkat kedua bahunya sambil berkata dengan nada mengejek, membuat Rizal seketika menjadi gemas. Tapi dia juga tak terima dinamakan dengan nama yang begitu jelek.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Selamat merayakan hari raya Idul Adha semua🙏🏻Maaf untuk besok Author akan telat up ya, soalnya sibuk. Kalian tahu sendirilah cewek-cewek kalau udah di dapur Pasti sangat sibuk, jadi UP habis maghrib Oke😘


JANGAN LUPA NYATE🤣🤣Dan kirim ke Author ya😁


__ADS_2