Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
S2. Sekertaris Baru


__ADS_3

"Tuan, ini rumah siapa?" tanya Olivia kembali saat tak mendapat jawaban dari Max.


"Ini adalah rumahku. Jika kau mau ... kau bisa bekerja di sini, tapi aku akan jarang ke sini karena ini bukan rumah utama."


Mendengar itu Olivia seketika menatap ke arah Max dengan lekat. Dia tak menyangka jika pria yang berada di hadapannya adalah orang yang sangat kaya, dan Olivia menatap dari atas sampai ke bawah. Dia baru menyadari penampilan Max yang terkesan sangat mewah dan juga berwibawa, ditambah juga pakaian yang dipakainya branded semua.


'Kenapa aku baru menyadari bahwa Tuan ini adalah orang yang terpandang. Malunya aku ... sampai tidak mengucapkan terima kasih saat dia menolongku.'


Melihat Olivia hanya diam sambil menatap ke arah dirinya, Max pun berkata, "apa kau tidak mau? Jika kau tidak mau, tidak apa-apa, kau bisa keluar dari sini! Tapi jika kau mau ... semua keluargamu juga boleh tinggal di sini, maksudku, adik dan juga ibumu."


Seketika Olivia menatap ke arah Ibunya, dan wanita itu mengedipkan kedua matanya tanda setuju, begitu pula dengan Azura.


"Baiklah, saya mau Tuan. Tapi bolehkah saya juga bekerja di luar, Tuan? Karena beberapa hari yang lalu saya sudah mengajukan pekerjaan ke salah satu perusahaan."


"Tentu saja. Lagi pula di sini banyak pelayan. Kau bisa bekerja setelah kau pulang dari pekerjaanmu."


"Terima kasih Tuan. Terima kasih banyak!" Olivia memegang tangan Max, akan tetapi pria itu hanya diam terpaku karena baru kali ini ada seorang wanita yang berani menyentuhnya.


Menyadari hal itu, Olivia langsung melepaskan tangannya. "Maafkan saya Tuan, saya sangat bahagia. Anda sudah banyak menolong saya, sedangkan saya pernah berlaku tidak berkenan di hati Anda. Jadi maafkan perilaku saya, Tuan." Olivia menundukkan kepalanya.


"Ya, tidak apa-apa, saya memaklumi. Ya sudah, kalau gitu kalian ke kamar saja istirahat! Pelayan!" panggil Max kepada kepala pelayan di sana. "Tolong tunjukkan kamar mereka ya!"


"Baik Tuan muda," jawab kepala pelayan yang bernama Tere.

__ADS_1


"Silakan Nona," ucap kepala pelayan Tere.


Olivia mengangguk, namun seketika Max menghentikan langkahnya, membuat wanita itu seketika menoleh. "Iya Tuan, apa ada yang perlu saya kerjakan?"


"Tidak. Namamu siapa?"


Olivia menepuk keningnya, dia baru sadar jika belum memperkenalkan namanya beserta dengan keluarganya. "Nama saya Olivia, Tuan, ini adik saya Azura dan ini Ibu saya namanya Yulia."


Max hanya mengangguk, kemudian dia menggerakkan tangannya meminta Olivia untuk pergi. Lalu Max mengajak Reza untuk pulang, karena sudah pasti mamanya akan mengomel sebab Ia pulang terlambat.


.


.


Dia tahu bahwa Max sudah besar dan bukan anak kecil lagi yang harus ditanya kapan pulang, sedang di mana dan lagi apa. Tetapi Amanda sebagai seorang ibu hanya ingin yang terbaik untuk putra dan juga putrinya, dia tidak ingin kedua anaknya berbelok ke jalan yang salah.


"Tadi aku habis dari rumahku, Mah."


"Oh begitu ... ya sudah, kalau gitu kamu bersih-bersih terus istirahat ya!" Max mengangguk lalu dia berjalan ke arah Amanda dan mengecup pipinya.


"Good night mom!"


"Good night sayang. Oh ya, Max, besok malam akan ada acara makan malam di sini, keluarga tante Lulu mau datang, jadi kamu jangan telat ya!" Amanda sambil mengusap kepala Max.

__ADS_1


"Oke, Mom sayang." Max mengacungkan jempolnya.


Sesampainya di kamar Max merentangkan tubuhnya di atas kasur setelah membersihkan diri, dia menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan menerawang, memikirkan Kejadian beberapa jam yang lalu.


"Wanita itu memang sangat menarik, baru pertama kali ini ada yang berani menyentuhku. Tapi melihat keluarganya seperti itu, aku jadi tak tega."


.


.


Pagi hari Max sudah berada di kantor, kemudian dia mengangkat teleponnya menyuruh Reza untuk masuk ke dalam ruangan. Tak lama pria itu pun datang. "Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Apakah sekretaris baru yang kau pilih hari ini datang?"


"Iya Tuan, mungkin sebentar lagi dia akan datang." Benar saja, tak lama pintu ruangan Max diketuk. "Mungkin itu dia, Tuan. Sebentar biar saya bukakan."


"Selamat pagi Tu--" Ucapan wanita yang berada di hadapan Reza seketika terhenti saat melihat pria itu.


"Anda!" kaget wanita tersebut.


"Kau!" kaget Reza kembali.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


Maaf ya, Hari ini Othor Up 1 bab dulu🙏🏻Soalnya lagi ada acara🙏🏻


__ADS_2