Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Memulai


__ADS_3

Happy reading.....


Darius memasuki kamar dan melihat Amanda sedang memakai lengrie berwarna hitam, membuat pria itu meneguk ludahnya dengan kasar.


Amanda menaruh ponselnya di atas ranjang, kemudian dia berjalan berlenggak-lenggok ke arah Darius, lalu mengalungkan tangannya di leher kekar milik suaminya.


Satu tangannya mengusap wajah dengan gerakan yang begitu eksotis, membuka kancing piyama dari pria itu, membuat Darius menahan nafas saat melihat tingkah agresif dari istrinya.


"Aku kangen sama kamu," ucap Amanda berbisik di telinga Darius sambil meniupnya, membuat seketika bulu kuduk Darius meremang.


Sesuatu di bawah sana bergerak hendak bangkit saat mendapatkan sentuhan yang begitu sensual, yang tak pernah Amanda lakukan.


Biasanya dia yang selalu pertama kali meminta dan selalu berinisiatif untuk melakukannya, tapi kali ini Darius merasa heran saat melihat ke agresipan sang istri.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Darius dengan suara serak.


"Kenapa apanya? Memangnya aku tidak boleh ya menggoda suamiku sendiri," jawab Amanda sambil mengibaskan rambutnya, kemudian mengedipkan sebelah matanya.


Dia membuka baju pria itu, membuangnya ke sembarang arah, kemudian menjatuhkan tubuh Darius di atas ranjang lalu dia pun naik ke atas tubuh pria tersebut.


Darius meneguk ludahnya beberapa kali saat melihat tubuh indah milik Amanda di balik kain yang begitu sangat tipis, bahkan dua gundukan di hadapannya terlihat begitu jelas.


"Sayang, kamu benar-benar seksi malam ini," ucap Darius.


Manda hanya tersenyum saja, kemudian dia mulai menuruni perut suaminya dan mengecupnya dengan lembut, membuat pria itu memejamkan matanya. Lalu tangannya menarik celana Darius hingga terlepas, dan kini tinggallah kain segitiga yang menutupi burung kakak tua milik Darius.


Sebenarnya Amanda merasa jijik melakukan itu, apalagi mengingat jika tubuh suaminya sudah dijamah oleh wanita lain. Namun, tetap dia harus menjalankan misinya.


Amanda merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana, dan dia melihat burung kakak tua milik Darius sudah mengeras dan ingin segera dibebaskan dari sangkarnya.


Namun, wanita itu tidak langsung menerkam Darius. Dia membuat pemanasan dulu dari mulai telinga, leher sampai dada bidang pria itu tak luput dari kecupannya, membuat Darius meremas sprei dan memejamkan mata, menikmati sentuhan yang begitu eksotis dari sang istri.


"Sayang, kamu membuatku tidak kuat. Kamu sangat nakal," ucap Darius dengan suara yang berat.


Sementara Amanda hanya tersenyum sinis saja saat mendengar suara itu. Biasanya Amanda akan senang saat Darius memuji dirinya, tapi tidak untuk kali ini, dia bahkan merasa jijik.


Saat Darius sudah tidak tahan, dia pun membalikkan tubuh Amanda berada di bawah, dan saat pria itu sudah membuka celananya dan siap untuk mulai menyelam ke dalam gua belut kesayangannya, tiba-tiba saja ponsel Amanda berdering.

__ADS_1


Namun Darius tidak menghiraukan, hingga beberapa kali ponsel itu lagi-lagi berdering, membuat konsentrasinya seketika buyar.


"Siapa sih? Ganggu aja. Nggak tahu apa orang lagi senang!" geram Darius dengan kesal.


"Sabar dong sayang, sebentar ya aku angkat teleponnya dulu."


Amanda bangkit dari duduknya, kemudian dia mengambil ponselnya. Namun tersenyum sinis sambil melirik ke arah belakang.


"Apa! Harus secepat itu kah? Ya udah, lo kirim ke email gue ya," ucap Amanda saat telepon tersambung, setelah itu telepon pun terputus.


"Kenapa sayang?" tanya Darius.


"Ini sayang, Lulu nelpon katanya malam ini aku harus ketemu sama dia di cafe, ada yang harus dikerjain dan dadakan banget buat besok katanya. Soalnya ada klien yang pengen bajunya tuh cepet-cepet di desain gitu," jelas Amanda.


Darius yang mendengar itu pun tentu saja sangat kaget. "Terus ini gimana?" tunjuk Darius pada burung kakak tua miliknya yang sedang tegak berdiri seperti tiang bendera.


Amanda hanya mengangkat kedua bahunya saja, "Terpaksa harus dipending. Kalau mau ditidurin air dingin ada di kamar mandi," kekeh Amanda, kemudian dia melenggang menuju ruang ganti.


Darius menganga saat mendengar jawaban dari istrinya. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Dengan kesal Darius kembali memakai celana segitiganya, kemudian dia duduk di ranjang dan tak lama Amanda sudah siap.


"Kamu beneran akan pergi?" tanya Darius yang akan masih ingin untuk dilanjutkan permainannya.


"Mau gimana lagi? Aku pergi dulu ya, bye," jawab Amanda sambil melambaikan tangannya.


Padahal wajah Darius sudah merah menahan gairaah, namun harus tertahan. "Casar sahabat lacknat! Dia mengganggu saja sih, tidak tahu apa orang baru akan masuk ke dalam gua!" gerutu Darius dengan kesal.


Kemudian dia berjalan gontai ke arah kamar mandi, mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air dingin. Dan akhirnya burung kakak tua pun bisa tertidur kembali namun hasraatnya masih belum tersalurkan..


Setelah mandi dia mengambil ponselnya di atas nakas, lalu mengirim pesan kepada seseorang yang tak lain adalah Fitri.


(Sayang, nanti malam seperti biasa ya, gara-gara si Amanda hasratku tidak tersalurkan).


(Memangnya kenapa). Tak lama balasan Fitri pun masuk.


(Dia tadi menggoda diriku, tapi tiba-tiba saja sahabatnya menelpon dan akhirnya dia pun pergi. Kamu mau kan menemaniku malam ini?)

__ADS_1


(Mau dong Sayang. Aku akan selalu ada untuk kamu).


Setelah mengirim pesan tersebut, Darius terduduk di tepi ranjang sambil menghela nafasnya. Dia benar-benar beruntung memiliki Fitri l, karena bisa diandalkan saat dirinya sedang menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuh.


Sementara di dalam mobil Amanda mendengar suara hp-nya yang berdenting seperti beberapa sebuah pesan yang masuk.


Namun wanita itu tidak ingin mengeceknya sebelum ia sampai di Cafe, dan sesampainya di sana dia langsung menemui Lulu di mana wanita itu sudah menunggu dirinya.


Saat sampai di sana, Lulu langsung terkekeh. "Gimana ekspresi suami lo?" tanya Lulu yang sudah penasaran.


"Jangan ditanya, Lu! Lo bisa bayangin lah saat gairaah sudah di ubun-ubun, seketika ada gangguan. Gimana nggak meleyot itu burung kakatua? Cuma terpaksa dia harus mandi di guyuran air dingin," kekeh Amanda.


Kedua wanita itu pun tertawa terbahak-bahak saat mengingat ekspresi dari Darius. Apalagi Lulu yang tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi pria itu saat dirinya mengganggu momen, yang di mana dia sudah tidak tahan ingin segera menyalurkan sesuatu di dalam tubuhnya.


Namun seketika Amanda ingat, jika tadi di jalan hp-nya terus saja berbunyi, kemudian dia pun merogohnya di dalam tasm


"Tadi ponsel gue berbunyi terus, sepertinya ada pesan masuk. Bentar gue cek dulu ya," ujar Amanda.


Namun saat ponsel terbuka, tiba-tiba wanita itu merasa geram saat melihat chat mesra antara Fitri dan juga Darius. Sebab Amanda menyadap ponsel milik suaminya.


Seperti dugaannya, jika pria itu pasti akan meminta haknya kepada Fitri. Dan Lulu yang melihat ekspresi sahabatnya pun merasa penasaran, kemudian dia menggeser kursinya untuk mendekat ke arah Fitri dan melihat apa yang dibaca oleh wanita itu.


"Gila! Nggak dapat jatah dari lo, dia minta dari si ular betina," ujar Lulu tak percaya.


"Yah, itulah sampah dengan sampah. Tapi kayaknya seru kalau gue kerjain mereka saat lagi indehoy," tutur Amanda sambil tersenyum menyeringai.


"Apa yang akan lo lakukan?" tanya Lulu dengan penasaran.


Kemudian Amanda membisikan sesuatu ke telinga sahabatnya, membuat Lulu seketika membulatkan matanya, namun berbinar. Dia tidak menyangka jika seorang istri saat disakiti oleh suaminya ternyata bisa lebih licik, bahkan lebih bisa lebih pintar berkali-kali lipat.


"Wow! Ide lo itu benar-benar brilian. Gue nggak nyangka, ternyata lo sepintar itu ya dalam sebuah kelicikan? Kenapa nggak dari dulu aja," kekeh Lulu.


"Ini juga gue licik gara-gara mereka yang mulai, kalau mereka nya baik, ya gue juga baik," jawab Amanda sambil meminum jusnya.


Rasanya dia sudah tidak sabar ingin segera mengerjai dua ular itu yang sedang melakukan adegan yang tak seharusnya mereka lakukan.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2