Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Menolak


__ADS_3

Happy reading....


Lulu diam menyimak, dia juga penasaran dengan cerita dari sahabatnya.


"Sebenarnya, akhir-akhir ini aku selalu saja bernegatif thinking kepada mas Darius." Terlihat wajah Amanda begitu lesu saat mengatakan hal tersebut.


Sementara Lulu menautkan kedua alisnya dengan heran, tatapannya menyipit ke arah wanita tersebut, "Bernegatif thinking? Maksudnya?"


Amanda tidak langsung menjawab, dia menghela nafas dengan kasar, kemudian menopang wajahnya dengan satu tangan di atas meja.


"Entahlah, Lu. Aku juga tidak tahu, akhir-akhir ini aku selalu merasa Mas Darius menyembunyikan sesuatu dariku. Entah kenapa, aku merasa ada hal yang janggal, namun aku juga tidak mau bernegatif thinking. Tapi perasaan itu selalu ada."


"Gimana sih maksudnya? Gue nggak paham deh," ucap Lulu yang seakan tidak paham dengan ucapan dari sahabatnya.


Amanda bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan ke arah kaca yang langsung menuju pemandangan ke arah jalanan di luar.


"Akhir-akhir ini gue selalu mengira Mas Darius bermain api di belakang gue, dari mulai parfum wanita yang menempel di kemejanya, sampai gue menemukan sapu tangan berwarna pink di dalam tas kerja suami gue, Lu. Dan kemarin malam, Mas Darius itu entah hilang ke mana. Dia tidak tidur di kamar dan malah pagi-pagi jam 05.00 baru masuk, setelah gue tanya, katanya dia ketiduran di atap. Tapi entah kenapa ya Lu, hati kecil gue menolak untuk percaya. Apa gue dosa ya terlalu bernegatif thinking kepada suami gue sendiri?" Amanda menatap ke arah Lulu.


Sedangkan wanita itu hanya manggut-manggut sambil mengetuk jari telunjuknya di dagu, menyimak dan menyerap semua ucapan dari sahabatnya.


Kemudian Lulu bangkit dari duduknya, mendekat ke arah Amanda dan memegang bahu wanita itu. "Mungkin, itu emang karena lo terlalu mencintai Darius, sampai lo takut kehilangan dia. Tapi tunggu! Tadi lo bilang, sapu tangan? Lo udah tanyain belum sama dia?"


Mendengar pertanyaan itu, Amanda menggelengkan kepalanya.


"Belum, kemarin pas gue mau langsung nanyain ke Mas Darius tentang saputangan itu, tapi saat gue mau masuk ke dalam ruang kerjanya gue mendengar ada suara seorang wanita di dalam, dan saat gue masuk, tidak ada siapapun. Kata Mas Darius sih, dia lagi meeting sama sekretaris yang bernama Kim, dan gue nggak sempat untuk nanyain sapu tangan itu, karena Haris udah keburu masuk buat ngomongin pekerjaan. Dan sampai saat ini waktunya belum tepat," jawab Amanda panjang lebar.


Lulu mengangguk mengerti, dengan masalah sahabatnya, kemudian dia pun menggenggam kedua tangan Amanda menatap wanita itu dengan lekat.


"Gue tahu apa yang lo rasain saat ini, tapi ada baiknya jika ada apa-apa lo bicarain sama Darius dari hati ke hati, tapi jangan sampai menyinggung perasaan suami lo sendiri. Mungkin memang lo terlalu bernegatif thinking, karena lo terlalu banyak menonton film dari Indosiram. Tapi sebagai seorang istri, waspada juga harus, karena dari novel-novel yang gue baca nih ya, terkadang petunjuk-petunjuk seperti itu menandakan adanya permainan api di belakang kita. Tapi semoga saja suami lo tidak ya, karena yang gue lihat kan selama ini Darius itu laki-laki yang setia. Jadi mana mungkin dia mengkhianati cinta, lo?"

__ADS_1


Amanda mengangguk, "Ya, semoga itu yang gue takutkan. Karena jujur, kalau sampai Mas Darius berkhianat di belakang gue, entahlah, mungkin gue akan hancur. Karena gue terlalu mencintainya, amat sangat mencintainya, sampai tidak ada laki-laki yang bisa menggantikan dia di hati gue."


Mendengar ucapan dari sahabatnya, Lulu malah terkekeh, dan itu malah membuat Amanda merasa bingung, karena sahabatnya malah menertawakan dirinya yang sedang galau.


"Lu, kok lo malah ngetawain gue sih? Bukannya ngasih solusi!" kesal Amanda.


"Ya sorry, bukannya gue ngetawain masalah lo ya, cuma lucu aja. Gini. Kita ini sebagai manusia memang diciptakan untuk saling mencintai, melengkapi pasangan masing-masing, ibarat kata jodoh kita api yang satunya air, kayak gitu. Dan ada pepatah yang mengatakan, jangan pernah mencintai seseorang melebihi penciptanya, karena bisa jadi yang terbaik untuk kita, belum tentu terbaik di mata Allah. Jadi saran gue sih, lo jangan terlalu mencintai atau jangan terlalu percaya pada suami lo sendiri. Jangan sampai cinta lo melebihi kecintaan lo kepada penciptaNya, karena terkadang saat kita mengklaim jika dia adalah milik kita, dan saat itu Allah mengambilnya, bahkan kita akan sangat hancur. Tapi jika cinta kita lebih besar kepada penciptaNya, saat Allah mengambilnya atau memberikan kita cobaan, maka rasa sakit itu tidak akan terasa ," jelas Lulu.


Amanda terdiam, dia menatap ke arah Lulu yang kembali duduk di kursi kebesarannya, mendesain baju untuk langganan mereka.


Apa yang dikatakan Lulu memang benar, dia terlalu mencintai Darius sampai takut kehilangan pria itu. Amanda sampai lupa jika sang pencipta bisa saja mengambil apa yang dia cintai dan sayangi.


Setelah mendapat wejangan dan juga nasihat dari sahabatnya, Amanda pun pulang ke rumah, karena hari juga sudah mulai sore.


.


.


Dia melihat Darius yang sedang berganti pakaian, tidur wanita itu memandang dari arah belakang, namun tatapannya sangat lekat bahkan tidak berkedip sama sekali.


'Gestur tubuh Mas Darius, sama dengan pria yang duduk bersama dengan Fitri..Apa iya itu mas Darius? Tapi buat apa mereka bertemu?' batin Amanda sambil terbengong.


Darius yang sudah duduk di samping istrinya merasa heran, kemudian dia menepuk pundak Amanda hingga membuat wanita itu terjingkat kaget.


"Astagfirullah! Mas ngagetin aja sih." Amanda mengelus dadanya.


"Ya kamu, kenapa melamun malam-malam? Ada apa sih? Apa yang kamu pikirkan, sayang?" tanya Darius.


Amanda menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, hanya soal pekerjaan aja. Oh ya Mas, ada yang mau aku bicarain sama kamu."

__ADS_1


"Soal apa itu, sayang?" tanya Darius sambil menarik selimut.


"Besok rencananya aku mau ke rumah mama dan papa. Udah lama juga kan aku nggak pulang ke sana, apa boleh?" tanya Amanda sambil menutup laptopnya lalu menatap ke arah Darius.


"Boleh, kenapa tidak. Masa kamu pulang aku nggak izinin," jawab Darius sambil tersenyum manis.


"Lalu, kamu ikut nggak, Mas?"


Mendengar itu Darius menatap lekat ke arah kedua manik istrinya, lalu dia menggenggam tangan Amanda. "Sayang, aku minta maaf ya, aku sepertinya tidak bisa ikut, soalnya kerjaan akhir-akhir ini banyak banget. Jadi aku terpaksa harus lembur, tidak apa-apa kan? Tapi nanti saat kamu pulang, aku akan menjemput kamu."


Sejujurnya Amanda sangat kecewa saat mendengar jawaban dari suaminya. Dia berharap Darius bisa ikut pulang ke sana dan menginap beberapa hari. Namun, ternyata harapan Amanda pupus.


Akan tetapi, ia juga tidak bisa egois, sebab Amanda harus mengerti tentang pekerjaan Darius yang sangat padat.


"Iya Mas, tidak apa-apa, aku ngerti kok," jawab Amanda sambil tersenyum manis. Kemudian mereka pun menarik selimut.


"Oh iya, apa kamu tidak mau meminta jatah dulu sebelum aku pergi ke rumah mama?*


Mendengar itu Darius malah berdehem kecil. "Kayaknya nggak deh sayang, soalnya aku juga badannya akhir-akhir ini kurang fit, takut nanti malah ngecewain kamu."


Amanda malah terkekeh, "Ya sudah tidak apa-apa, tapi kalau kamu mau, aku tidak akan menolak."


"Iya istriku sayang. Ya sudah, yuk tidur ini udah malam!"


Amanda mengangguk, kemudian mereka pun memejamkan matanya. Namun Amanda tidak bisa tidur, dia merasa aneh sebab tidak biasanya Darius menolak jika diajak untuk bercocok tanam. Biasanya pria itu akan semangat 45, tapi ini aneh sekali bahkan Darius menolak dengan alasan tidak enak badan.


Akan tetapi Amanda tidak mau untuk bernegatif thingking, dia mencoba untuk mengerti dan berpikir positif.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2