Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Jika Sudah Watak, Susah Dirubah


__ADS_3

Happy reading.....


Hari ini Amanda tidak pergi ke butik, karena nanti malam keluarga Ethan akan datang ke rumahnya. Ditambah juga dia merasa kepalanya masih sedikit pusing, jadi wanita itu memutuskan untuk memantau pekerjaan dari laptop.


Akan tetapi, Amanda merasa gelisah dengan keputusannya yang akan diambil. Wanita itu memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak keluar, dia ingin membeli es krim kesukaannya di salah satu Cafe.


Amanda mengendarai mobil dengan perlahan sambil menikmati jalanan yang padat, hingga setelah 30 menit dia pun sampai di sebuah Cafe, lalu memesan es krim dan juga beberapa cemilan.


Saat dirinya tengah menunggu pesanannya, tiba-tiba tatapannya bersibobrok dengan seseorang yang tak lain adalah Darius.


'Loh! Itu kan Mas Darius? Dia sama siapa?Kenapa wanita itu menyuapinya?' batin Amanda.


Dia melihat Darius sedang duduk bersama dengan seorang perempuan, dan terlihat mereka begitu mesra ditambah perempuan itu juga sedang menyuapinya.


Akan tetapi, Amanda hanya mengangkat kedua bahunya saja. Dia tidak mau untuk ikut campur urusan rumah tangga Darius dan Fitri. Walaupun memang jika pria itu berselingkuh kembali, bagi Amanda sudah tidak perduli karena itu bukan urusannya.


Tak lama pesanannya pun datang, Amanda dengan santai menikmatinya hingga tiba-tiba saja seseorang duduk di hadapannya yang tak lain adalah Darius.


"Hai_ sudah lama ya kita tidak bertemu." Darius mengulurkan tangannya, "Bagaimana kabarmu?"


"Alhamdulillah kabarku baik." Amanda menjawab uluran tangan Darius, kemudian dia langsung menariknya lagi.


Sementara wanita yang duduk di meja Darius merasa kesal saat melihat Darius menghampiri Amanda.


"Oh ya, sebaiknya kamu pergi lagi ke sana! Nanti wanita itu marah. Lihat! Wajahnya bahkan sudah kesal." Amanda melirik ke arah wanita yang sedang menekuk wajahnya.


"Itu ... dia ..." terlihat Darius begitu gugup.


"Tidak usah segugup itu, Mas. Mau kamu selingkuh, mau kamu bermain wanita sekalipun, itu bukan urusanku. Aku tidak akan berbicara dengan Fitri, marena bagiku Itu semua tidak penting. Kalian hanyalah masa lalu, dan apapun yang terjadi dalam rumah tangga kalian berdua, aku tidak ingin ikut campur." Amanda berujar dengan nada yang begitu cuek.


Darius yang mendengar ucapan Amanda yang begitu acuh membuatnya sedikit terkejut. Dia pikir Amanda akan mengadu kepada Fitri, tapi ternyata Amanda malah terlihat masa bodo.


Entah kenapa Darius tidak mau Amanda salah paham, namun dia pun segera berbalik untuk menuju meja di mana wanita tersebut berada.


Saat Amanda tengah menikmati camilan beserta es krimnya, tiba-tiba saja dia mendengar keributan Ternyata Fitri datang lalu menampar wajah Darius.


PLAK!


"Tega kamu ya Mas, selingkuh dari aku! Apa kurangnya aku sama kamu?! Kamu tega menyelingkuhi aku, karena dia! Kita itu sudah punya anak Mas! Kamu ingat nggak anak sama istrimu di rumah, hah!" bentak Fitri dengan berang.


Amanda cukup terkejut, tapi dia tidak mau untuk ikut campur. Dia hanya memantau dan melihat dari kejauhan.

__ADS_1


"Fitri, kenapa kamu bisa ada di sini?" kaget Darius.


Dia tak menyangka jika Fitri ada di sana, saat ia bersama dengan selingkuhannya.


"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, Mas! Aku selama ini curiga kalau kamu mendua. Ternyata benar! Jahat kamu! JAHAT!"


"Jangan membuat keributan di sini! Jangan membuat malu aku!" Darius mencoba menenangkan sang istri, dan menarik tangan Fitri untuk keluar dari sana. Sebab semua mata sudah menatap ke arahnya.


Bahkan ada beberapa yang mem-videokan kejadian itu.


"Apa kamu bilang? Jangan membuat keributan! Jelas-jelas kamu selingkuh. Dasar kau wanita pelakor! Tidak tahu diri kau!" Fitri menjambak rambut wanita yang berada di samping Darius,


hingga menimbulkan keributan di sana.


"Aawhh! Sakiit!" ringis wanita itu.


"Rasakan kau wanita jahanaam!" geram Fitri yang sudah ngamuk.


"Suamimu tak akan sekingkuh, jika kau bisa membuatnya puas!" bentak wanita itu tak mau kalah.


Darius menatap ke arah Amanda, dia merasa jika Amanda melapor pada Fitri tentang keberadaannya. Namun, saat ini dia harus memisahkan Fitri dengan selingkuhannya dulu.


Amanda hanya memutar bola matanya dengan malas saat melihat keributan tersebut. Kemudian dia beranjak menuju kasir untuk membayar makanannya, lalu dia pun keluar dari Cafe.


Memang benar, orang yang sudah sekali selingkuh pasti akan ketagihan. Kesetiaan itu memang mahal harganya, tetapi jika sudah sifat dan watak tidak akan pernah bisa dirubah, kecuali khilaf. Tetapi nyatanya, selingkuh tidak ada ya namanya kekhilafan, karena itu dilakukan secara sengaja.


Saat dia sampai di parkiran, Amanda tidak sengaja mendengar seseorang memanggil dirinya, dan saat dia menengok ternyata Fitri.


Wanita itu keluar sambil menyeret tangan Darius. Akan tetapi dia melihat Amanda baru saja memasuki mobil.


"Kenapa kamu ada di sini, hah?!" tanya Fitri dengan ketus.


"Aku habis makan."


"Apa kamu melihat keributan kami? Puas kamu?!"


Amanda hanya tersenyum miring, "aku rasa bukan hanya aku, tapi semua orang juga. Tapi aku tidak peduli, kalian yang membina rumah tangga jadi selesaikan saja, jangan menyangkut pautkan dengan diriku! Kamu Ingatkan Fitri kata-kataku! Seseorang yang pernah selingkuh, pasti akan lagi dan lagi." Amanda pun masuk ke dalam mobilnya tanpa memperdulikan kekesalan Fitri dan tatapan Darius.


Dia melihat lagi-lagi Fitri menampar wajah Darius, dan mereka sedang beradu mulut di parkiran. Sedangkan wanita yang Amanda duga sebagai selingkuhannya Darius pun tidak tahu ke mana, mungkin saja ditinggal di dalam saat terakhir kali Amanda melihat jika wanita tersebut sedang adu jambakan bersama dengan Fitri.


Mobil melaju meninggalkan cafe di mana saat ini suami istri tersebut tengah bertengkar di parkiran. Amanda menghela nafasnya dengan pelan.

__ADS_1


Dia sangat bersyukur karena sudah dipisahkan dengan Darius, dan dia berharap Ethan akan menjadi pria yang setia, bahkan menjunjung tinggi pernikahan.


'Semoga Ethan tidak seperti Darius yang doyan untuk selingkuh. Dan semoga rumah tangga Fitri bersama dengan Darius langgeng, walaupun sekarang Fitri mamagoki suaminya selingkuh, tapi semoga saja mereka masih bisa bertahan demi anak mereka," gumam Amanda.


Hari sudah semakin sore, Jam menunjukkan pukul 17.00. Saat mobil Amanda sampai di pekarangan rumah, dia melihat ada mobil Tante Dina dan juga Om Samuel, mantan mertuanya.


Merasa heran Amanda pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Benar saja, di sana ada Tante Dina dan juga Om Samuel yang sedang bertamu.


"Mama? Papa? Apa kabar?" tanya Amanda dengan senang sambil mencium tangan keduanya.


"Alhamdulillah mama dan Papa baik. Kamu gimana kabarnya, Nak?" tanya Tante Dina sambil mengusap kepala Amanda.


"Alhamdulillah Mah, Amanda juga baik. Oh iya, Haris mana? Maaf ya waktu itu Amanda tidak datang ke pernikahannya Haris dan Alea?"


"Haris dan Alea saat ini sedang berbulan madu di Bali, sekalian ada kerjaan di sana. Mungkin besok mereka juga pulang." Amanda yang mendengar itu tentu saja sangat senang.


Dia berharap rumah tangga Haris dan juga Alea langgeng sampai mereka kakek-nenek.


"Oh ya, Nak. Sua minggu lagi acara 4 bulanannya kehamilan Alea, nanti kamu datang ya!"


"Hah! Secepat itu, Mah? Kan kemarin mereka baru menikah?" Amanda memang tidak mengetahui jika hari setelah menghamili Alea


Kemudian Tante Dina pun menceritakan kepada Amanda tentang apa yang terjadi kepada Haris, dan mendengar itu Amanda benar-benar merasa miris, karena dari perselingkuhan Darius dan Fitri banyak korban yang tersakiti.


.


.


Malam telah tiba.


Saat ini Amanda sudah siap bersama dengan keluarganya menyambut Ethan dan juga mamanya, karena sebentar lagi mereka akan sampai.


'Ya ampun! Kenapa jantungku berdetak terus ya dari tadi? Belum juga bertatap muka sama Ethan aku sudah deg-degan kayak gini? Macam anak ABG saja.' batin Amanda sambil memegangi dadanya.


Tante Anjani mengusap pundak putrinya, dia tahu jika saat ini Amanda sedang gugup dan itu sangat terlihat jelas di wajah cantiknya.


"Jangan gugup! Berikan jawaban apapun yang sesuai dengan hati kamu. Jangan memaksakan sesuatu yang kamu sendiri tidak kehendaki, karena hasilnya tidak akan baik," ucap Om Umar memberi pengertian dan juga saran kepada putrinya.


"Iya Pah, Insya Allah Amanda sudah menyiapkan jawabannya," jawab Amanda sambil mengapit lengan Om Umar dengan manja..


Dia benar-benar bersyukur, dalam kehidupannya dia masih memiliki orang tua yang lengkap. Di mana disaat Amanda terpuruk, kedua orang tuanya mengulurkan tangan dan merengkuhnya serta menguatkan dirinya.

__ADS_1


'Bismillah Ya Allah. Semoga memang keputusanku yang terbaik. Tapi kenapa dada ini selalu berdebar ya? Ya ampun! Sudahlah jantung, kau beristirahat dulu. Nanti saja dari debarannya saat malam pertama," kekeh Amanda di dalam hati.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2