
Amanda dan Ethan sudah sampai di salah satu gedung, di sana juga sudah ada Lulu yang sedang menunggu mereka.
"Eh ikan lele. Gue pikir lo nggak bakalan datang? Apalagi dengan kehamilan lo yang cukup besar, memangnya tidak kebelet kencing terus?" celetuk Amanda saat sudah duduk di samping Lulu.
"Gue pakai pampers," jawab Lulu dengan begitu aja.
Seketika Amanda menyuburkan minumannya dia menatap kaget ke arah Lulu. "What! Serius lo?"
"Daripada gue bolak-balik terus ke kamar mandi. Lo pikir kagak cape?"
Seketika wanita itu menegak saliva dengan kasar, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika kehamilannya nanti juga seperti Lulu yang sedikit demi sedikit harus ke kamar mandi. 'Sepertinya alamat gue juga bakalan pakai pampers nih.' batin Amanda.
"Ya udah, gue ke panggung dulu ya mau ngucapin selamat sama pengantin." Amanda berpamitan, "eh ... tapi ngomong-ngomong lo udah ke sana belum?"
"Udah kali ... lo kelamaan datangnya, pasti habis nano-nano ya sama Ethan?"
Amanda memutar bola matanya kemudian dia menyentil kening ibu hamil itu. "Heh, ikan lele yang tengah tedung. Pikiran lo sama Mama Inggit itu benar-benar harus direndam sama pemutih."
Lulu hanya tertawa melihat kekesalan sahabatnya, dia begitu senang saat menggoda Amanda, karena sehari saja tidak membuat Amanda kesal rasanya sangat hambar.
"Selamat ya untuk pernikahan kalian! Semoga langgeng sampai kakek nenek, dan Kak ..." Amanda melirik ke arah pria yang pernah mempunyai rasa kepadanya. "Jangan pernah menyakiti Sania! Cintai dia. Terimalah apa adanya, jangan pernah tergoda oleh wanita manapun, karena sesungguhnya yang haram itu adalah kenikmatan yang sesaat."
Akmal mengangguk, "Iya Manda, terima kasih. Aku tidak akan pernah menduakan Sania. Kami akan selalu bersama dalam ikatan cinta. Mau wanita di luar wanita seseksi apapun, aku tidak akan pernah tergoda. Karena aku tahu rasanya sakit hati itu seperti apa."
Amanda sangat kagum kepada Akmal yang mempunyai pendirian seperti itu, kemudian dia kembali ke meja di mana Lulu berada sambil membawa makanan.
"Buset dah ibu-ibu hamil itu memang doyan makan ya ... nggak sekalian tuh ada jengkol, habisin aja ama lo," ejek Lulu.
"Pengennya sih gue habisin semua, sayang perut gue udah begah."
Sementara Ethan berpamitan karena ada rekan bisnisnya di sana dan dia ingin mengobrol soal bisnis, tentu Amanda mengizinkan itu. Namun setelah beberapa saat Lulu menyenggol bahwa Amanda.
__ADS_1
"Apaan?" tanya Amanda sambil menyuap cake ke dalam mulutnya.
"Tuh! Laki lo lagi bicara sama siapa sih?" tunjuk lulu dengan dagunya.
Seketika Amanda menatap ke arah sang suami, dan dia melihat ada Sasa di sana. Memang Ethan tidak mengobrol berdua saja dengan Sasa, melainkan ada yang lain kembali. Akan tetapi, Amanda melihat Sasha yang sejak tadi terus saja memperhatikan suaminya.
"Itu si merk micin bener-bener ya, bikin gue gedeg. Sudah gue kasih peringatan masih juga belum jera. Sepertinya memang harus gue beri pelajaran," lirih Amanda dengan tatapan yang kesal, apalagi saat melihat Sasa pura-pura keseleo sehingga Ethan menangkap tubuhnya.
"Emang dia siapa?" tanya Lulu kepo.
Amanda pun menjelaskan kepada Lulu siapa Sasa dan mendengar itu Lulu pun ikut geram. "Lo benar. Sepertinya memang harus diberi pelajaran bukan peringatan saja. Tapi lo tenang saja ya ... gue akan membantu lo untuk memberikan pelajaran kepada kutu kupret itu. Tapi ngemeng-ngemeng ... kenapa lo namain dia merek micin?"
"Ya karena nama dia Sasa. Sasa kan bukannya mereknya micin?"
"Iya juga, ya. Ya udah, kalau gitu lo samperin gih laki lo sebelum itu ulat kerbau menempel terus."
Amanda mengangguk, dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah Ethan dan langsung bergelayut manja di lengan pria itu. "Sayang, kamu kok lama banget sih? Aku dari tadi nungguin kamu loh buat makan."
"Iya, kalau begitu nanti kita bicara lagi soal bisnis ya Tuan Ethan." Pria itu mengangguk.
"Pak Ethan," panggil Sasa, "saya boleh ikut bergabung?"
Ethan nampak berpikir, dia melihat ke arah Amanda. "Oh_ ya tentu saja boleh," jawab Amanda sambil tersenyum namun penuh arti.
Sasa merasa curiga dengan sikap Amanda yang membolehkannya, kemudian mereka berjalan ke meja di mana Lulu masih duduk dengan cantik bersama dengan Rizal yang baru saja gabung.
"Nona Sasa perkenalkan, ini teman saya namanya Lulu. Oh ya, Lulu, kenalin dia adalah Nona Sasa rekan bisnis dari suami tersayangku." Amanda memperkenalkan Sasa kepada sahabatnya.
Lulu langsung mengulurkan tangannya. "Hai, aku Lulu. Senang berkenalan dengan anda nona cantik."
"Saya Sasa," jawabnya, akan tetapi sedari tadi Sasa terus saja mencuri-curi pandang ke arah Ethan dan Amanda serta Lulu melihat hal itu.
__ADS_1
'Sepertinya seru juga kalau ngerjain ini cewek biar dia Jera dan tidak mengganggu suamiku lagi.'
"Oh ya Lu ... tangan gue itu rasanya gatel deh."
"Gatal kenapa?" tanya Lulu dengan heran.
"Sudah lama gue nggak memutilasi orang. Terakhir gue mutilasi, waktu ada pelakor yang masuk dalam rumah tangga gue. Lo kan tahu gue itu anti banget sama pelakor, jadi kayaknya tangan gue itu udah pengen memegang gergaji dan beberapa pisau deh. Lo kan tahu Lu, dulu mantan pelakor dalam rumah tangga gue itu pernah gue apain?"
"Memangnya lo ngapain?"
"Seingat gue sih ... dulu gue cekik, terus gue gorok lehernya, gue congkel matanya, gue potong lidahnya, terus gue kasih makan ke buaya. Terus badannya gue potong-potong jadi 8 bagian setelah itu gue sayat-sayat sampai menjadi potongan kecil seperti sate, lalu gue jual ke tempat sate dan dibakar."
GLUK!
Sasa meneguk salivanya saat mendengar ucapan Amanda, wajahnya seketika menjadi pucat, keringat dingin mulai mengucur di punggungnya, sehingga membuat gaun wanita itu sedikit basah.
"kalau itu mah kurang sadis. Menurut gue lebih seru lagi sebelum lo mutilasi, lo pisahin kulit dan juga tulangnya, tapi sebelum itu kalau gue jadi lo ... bagian asetnya gue sodok pakai cangkul. Gue korek-korek sampai jeroannya keluar."
Ethan dan juga Rizal terpaku mendengar ucapan istri-istri mereka.ereka melirik satu sama lain sambil menegak saliva dengan kasar. 'Kenapa Amanda berbicara sebar bar itu?' batin Ethan.
'Ternyata istrinya pak Ethan benar-benar kanibal dan juga psikopat.' batin Sasa yang mulai ketakutan, kemudian dia bangkit dari duduknya. "Maaf Tuan, aepertinya saya ada urusan mendadak. Saya duluan ya," ucapnya dengan sedikit gugup.
Ethan hanya mengangguk, sementara Lulu terkekeh begitu pula dengan Amanda. Dan melihat itu akhirnya suami mereka pun mengerti apa yang sedang membuat kedua istri mereka itu berdrama dengan begitu sadis.
"Jadi kamu berbicara seperti itu untuk menakuti dia?" tebak Ethan.
"Ya, mau bagaimana lagi Mas ... daripada ada pelakor masuk ke dalam rumah tangga kita, mendingan kutendang lebih dulu. Emang gak lihat wajah pucatnya tadi sampai keringetan kayak gitu tahu." Seketika tawa Amanda pecah bersama dengan Lulu saat melihat reaksi Sasa yang sudah pucat pasi dengan keringat yang mulai menetes di dahi.
BERSAMBUNG.....
3 Bab lagi nyusul sore sampe malam ya😘
__ADS_1