
Happy reading....
Semua mata tertuju kepada orang yang sedang bertepuk tangan, yang tak lain adalah Amanda. Wanita itu menepuk tangannya sambil tersenyum sinis dengan alis terangkat satu, berjalan mendekat ke arah Darius dan juga Fitri.
Darius yang melihat itu pun segera mendekat ke arah Amanda, kemudian dia menggenggam tangan wanita itu.
"Sayang, aku bisa jelaskan semuanya. Ini semua bohong. Ini semua fitnah. Video itu tidak benar. Aku dan juga Fitri tidak---"
"Cukup Mas! Apa yang ingin kamu jelaskan? Apa yang ingin kamu dan Fitri enak lagi, setelah rekaman itu, chat mesra itu, apa bukti-bukti yang ku berikan belum cukup?" ujar Amanda sambil tersenyum sinis.
Darius menatap heran dengan alis terangkat. "Bukti-bukti yang kamu berikan? Maksudnya ini semua ..." Darius menggantungkan ucapan nya.
"Ya. Ini semua adalah ulahku. Aku ingin semua orang tahu siapa kalian berdua sebenarnya!"
"Apa kau sudah gila, hah! Kau ingin membuatku malu?! Kau sama saja membuang kotoran ke wajahku, Amanda! Aku ini adalah suamimu. Aku---"
"Hentikan omong kosong dari mulut busukmu itu, Mas! Kau bilang aku yang membuang kotoran? No. No. No! Tapi kau sendiri Mas. Kau tahu Mas! Aku sudah mengetahui perselingkuhan kalian dari Fitri hamil, semua kejanggalan yang aku temukan, awalnya aku tidak percaya. Tapi kamu ingat! Seorang Amanda Dwi Hardiyanta itu bukanlah wanita yang bodoh. Apa kau pikir, aku akan diam saja setelah mengetahui perselingkuhan suamiku sendiri? Dan yang lebih menjijikan adalah ... Suamiku berselingkuh dengan adikku sendiri. Kalian ini lebih kotor daripada hewan. Bahkan lebih menjijikan dibandingkan kotoran manusia!" Amanda menunjuk dada Darius.
Pria itu menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya jika Fitri melakukan hal yang membuatnya malu, bahkan membuat keluarganya malu.
"Apa kau tahu, apa yang kau lakukan ini hah! Kau membuatku dan juga keluarga kita malu, Amanda!" geram Darius dengan rahang mengeras
"Hey. Hey, diamlah! Apa kau masih mempunyai malu Mas, setelah semua ini? Hahaha! Aku pikir wajahmu dan juga si pelakor itu sudah tidak mempunyai malu sedikitpun? Kalian bahkan melakukan adegan yang begitu menjijikkan di kantor. Dan saat Papa dan juga Haris memergoki kalian berdua, dengan pandainya Fitri bersembunyi. Apa kalian tahu perasaanku seperti apa, hah! Tahu tidak!" teriak Amanda.
"Aku selama ini menurut padamu. Ku pikir kau suami yang bisa membawaku ke surga. Selama ini aku bangga, sebab mempunyai suami yabg begitu amat sangat mencintaiku! Namu. nyatanya, semua itu palsu! Air susu ku, kau balas air tuba!"
Darius ingin mengangkat bicara, namun Amanda menaruh tangannya di bibir pria itu. Kemudian dia berjalan mengelilingi tubuh Darius dan kembali berhenti di hadapannya, lalu tamparan yang begitu keras mendarat di wajah Darius.
PLAK!
"Itu untuk pengkhianatan cinta suciku."
PLAK!
"Dan ini untuk rasa sakit yang kamu torehkan kepadaku."
BUGH!
Kali ini Amanda menendang ular kebanggaan milik Darius, membuat pria itu seketika meringis. "Dan itu untuk belutmu yang tidak bisa diam hanya dalam satu lubang. Dan agar kau bisa menjaga burungmu untuk tidak berkeliaran ke lain gua lagi!" marah Amanda.
__ADS_1
Setelah itu Amanda berjalan ke arah Fitri, kemudian dia mencengkram rahang wanita itu, membuat Fitri meringis. Lalu dia menatap tajam ke arah sang adik dan menghempaskannya dengan kasar.
PLAK! PLAK!
Dua tamparan mendarat di pipi mulus Fitri, membuat sudut bibirnya berdarah. Namun Amanda masih belum puas, kemudian dia menjambak rambut Fitri hingga membuat wajah wanita itu menengadah ke atas.
"Dua tamparan itu belum cukup untuk membalas rasa sakitku. Namun aku tentu saja tidak akan mengotori tanganku, hanya untuk membalas wanita kotor seperti dirimu!" ucap Amanda dengan nada yang begitu tajam.
Kemudian dia berjalan beberapa langkah menatap Darius dan juga Fitri bergantian, sementara semua orang hanya diam menyaksikan drama yang sedang berlangsung.
Mereka semu tak bisa mengangkat suara.bSemua fokus pada pikiran dan drama yang sedang berlangsung seru. Apalagi mereka mebyoraki Fitri dan Darius.
"Maafkan aku Mah, Pah, Haris. Jika aku membuat kalian semua malu. Di sini, bisa kalian bayangkan bagaimana berada di posisiku yang selama ini mengetahui tentang perselingkuhan suamiku sendiri dengan adik kandungku? Bagaimana perasaan kalian saat mengetahui orang yang kita sayang, ternyata menusuk dari belakang. Mungkin jika Mas Darius berselingkuh dengan wanita lain, aku masih akan menerimanya. Tapi ini dengan adikku sendiri,nkenapa harus Fitri, Mas! Kenapa!" teriak Amanda sambil menunjuk Fitri.
Bahkan air mata sudah habis dan kering di kedua netra indah Amanda.
"Karena kami saling mencintai," jawab Fitri dengan lantang, membuat semua mata memandang ke arahnya.
"Saling mencintai?"
"Iya. Aku dan Mas Darius itu dulu mempunyai hubungan, tapi mama dan Papah malah menjodohkan kalian dan memisahkanku dengan mas Darius. Apa salahnya jika kami bersatu kembali? Tidak salah bukan? Di sini kalianlah yang salah, yang telah memisahkan kami berdua. Dan disini aku dan Mas Darius hanya Ingin menggapai kebahagiaan kami, apa itu salah? Apa itu salah!" teriak Fitri.
"Wow! Jadi kamu menikah dengan Haris bukan karena kamu mencintainya? Tapi karena kamu ingin bersama dengan mas Darius, iya! Ya ... aku sudah bisa menebak rencanamu, rencana kalian berdua. Dan kamu Mas Darius! Seharusnya kamu menolak perjodohan kita dulu, kenapa kamu harus mengorbankan perasaanmu dan sekarang kalian malah berselingkuh dan membuat keluarga kalian sendiri menjadi malu? Menggapai tak salah, hanya xmcara kalian lah yang salah," tutur Amanda.
"Cukup!" ucap Om Samuel membuka suara.
"Saya mohon, untuk tamu undangan ini adalah masalah keluarga kami, jadi saya mohon pengertian kalian untuk pergi dari sini! Kami akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," ucap Om Samuel dengan nada yang sedikit bergetar.
Sementara Tante Dina beserta dengan tante Anjani sudah saling berpelukan, mereka tidak menyangka kenyataan yang baru diketahui begitu sangat mengejutkan bagi keduanya. Dan tentu saja itu mengguncang batin mereka berdua sebagai seorang ibu.
Semua tamu pun akhirnya pulang, Namun ada satu pasang mata yang sedari tadi terus menatap lekat ke arah Amanda.
'Kasihan wanita itu.' batin seseorang sambil meninggalkan tempat tersebut.
Setelah semua tamu undangan pergi, kini hanya ada Amanda, Darius, Haris, Fitri kedua orang tua Amanda serta mertuanya.
Haris masih terdiam, air matanya mengalir tanpa bisa ia cegah. Rasa sakit begitu sangat menyesakkan dadanya. Bagaimana tidak? Mengetahui tentang perselingkuhan kakak dan juga istrinya, membuat Haris benar-benar amat sangat hancur.
Apalagi saat dia mengetahui tentang kenyataan yang baru saja dilontarkan oleh Fitri, bahwa wanita itu tak pernah mencintainya, dan hanya memanfaatkannya untuk kembali bersama dengan Darius.
__ADS_1
Tangannya terkepal, kemudian dia menampar wajah Fitri untuk pertama kalinya. Membuat semua mata seketika menatap kaget saat melihat perlakuan Haris.
"Untuk pertama kalinya, tangan ini aku layangkan melukaimu Fitri. Jangan-jangan ... anak yang ada di dalam kandunganmu, bukanlah anakku, Iya!" teriak Haris dengan dada yang sudah naik turun menahan amarah yang begitu membara di dalam hatinya.
"Iya, karena anak ini adalah anaknya Mas Darius," jawab Fitri tanpa rasa malu lagi.
Sudah kepalang tanggung dan sudah kepalang basah. Jadi Fitri pikir tidak ada salahnya dia mengungkapkan semua kebenaran yang selama ini ditutupi. Toh semua sudah pada tahu tentang perselingkuhannya bersama dengan Darius.
Haris hendak melayangkan tamparannya lagi, namun tangannya ditahan oleh om Samuel. "Hentikan Haris! Dia sedang mengandung, jangan kau pukul lagi. Nanti terjadi apa-apa dengan anak dalam kandungannya, bagaimana?"
"Biarkan saja Pah. Biarkan dia mati bersama anaknya. Toh anak itu bukanlah anakku. Aku benar-benar merasa jijik dengan kalian berdua, tak kusangka ternyata kalian itu lebih menjijikan daripada binatang. Dan entah di mana rasa malu kalian, secara tidak langsung Kakak dan juga kamu wanita jahanam, sudah melempar kotoran ke wajah kedua orang tuaku! Apa kalian puas!" teriak Haris dengan suara bergetar karena menahan emosi.
Tante Anjani yang sejak tadi diam berjalan ke arah Fitri sambil menggelengkan kepalanya. Air mata terus saja mengalir di kedua netra milik wanita paruh baya itu.
Dia tak menyangka anak yang dibesarkannya malah menjadi duri dalam rumah tangga Kakaknya sendiri.
Tangannya melayang dan menampar wajah Fitri. Dia tidak peduli saat wanita itu sedang hamil, karena tante Anjani begitu sangat kecewa kepada Fitri.
"Sudah Mah. Sudah. Kasihan dia sedang hamil." om Umar menghentikan amarah sang istri.
"Bagaimana Papa bisa bilang sudah, hah! Anak menjijikan ini benar-benar tak tahu malu! Dia bukan hanya menoreh kotoran di wajah kita, Pah! Tapi dia juga menghianati anak kita! Mama tidak bisa memaafkan itu!" teriak tante Anjani dengan histeris.
Fitri merasakan keram di bagian perutnya, apalagi kepalabya terasa pusing sebab sedari tadi terus mendapat tamparan dari Amanda, mertua dan mamanya.
"Kenapa kalian menyalahkanku dan Mas Darius, hah! Di sini kami tidak salah, justru kami korban. Mah, seharusnya Mama juga memikirkan perasaanku! Jangan cuma--"
"CUKUP! Jangan panggil aku Mama! Aku benar-benar jijik dan tak sudi di panggil mama olehmu! Dasar kau anak tak tahu di untung! Anak tak tahu diri! Susah payah aku membesarkanmu, tapi kau malah menyakiti putriku, hah!" teriak tante Anjani dengan emosi.
Om Umar yang melihat kemarahan sang istri pun mencoba untuk menenangkan, namun tante Anjani sudah tak bisa lagi menahan amarahnya. Dia dapat merasakan bagaimana sakitnya saat berada di posisi Amanda.
"Sudah Mah!" ucap Om Umar.
"Kenapa Papa terus saja menghalangi Mama, Hah! Biarkan dia tahu, kalau dia bukanlah anak kita. Wanita ini tidak tahu di untung. Sudah kita urus dari bayi, kita ambil dari orang jembatan, bukannya berterima kasih, malah melemparkan kotoran ke wajah kita!" marah tante Anjani.
Semua yang ada di sana di buat kembali terkejut, dengan pernyataan dari wanita itu, termasuk Fitri.
"A-apa maksud Mama?" tanya Fitri dengan bingung.
BERSAMBUNG ....
__ADS_1
Hari ini 2 bab dulu ya😘Lanjut esok. Tenang masih ada kejutan. Dramanya belom kelar😂