
Happy reading....
Amanda mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata yang datang adalah Ethan.
Wanita itu cukup terkejut, dia tidak menyangka jika mamanya dan juga tante Inggit mengundang Ethan untuk makan siang bersama. Begitu pula dengan pria tersebut yang tak kalah terkejut saat melihat Amanda, namun entah kenapa Ethan merasa dia sangat senang saat melihat ada Amanda di sana.
"Amanda," sapa Ethan.
"Tuan Ethan." Amanda menganggukan kepalanya.
Kemudian mereka pun langsung makan siang bersama, namun sedari tadi Ethan terus aja melirik ke arah Amanda. Entah dia pun tidak tahu kenapa wanita itu begitu menarik di matanya.
Selain Amanda wanita yang tangguh dan juga cantik, Ethan melihat jika Amanda adalah wanita yang mandiri, pekerja keras dan penyayang.
'Ada apa dengan diriku? Kenapa Amanda seperti mempunyai magnet yang selalu menarik perhatianku?' batin Ethan yang bingung pada dirinya sendiri.
Tante Anjani dan tante Inggit saling melirik satu sama lain sambil memberikan kode lewat mata, dan Amanda yang melihat itu pun merasa heran.
"Mah, Mama kenapa matanya? Kelilipan?" tanya Amanda.
"Ah iya nih, kelilipan. Mungkin tadi ke cipratan sama saus," jawab Tante Anjani dengan sedikit gugup.
Amanda hanya membulatkan mulutnya saja, kemudian dia melanjutkan makannya kembali.
tTnpa disadari oleh Amanda dan Ethan, jika kedua orang tua mereka telah menjodohkan keduanya, dan semua sudah diatur dari makan siang dan juga pertemuan itu.
Karena semenjak pertemuan makan malam beberapa waktu yang lalu di rumahnya tante Inggit, membuat tante Anjani dan juga tante Inggit berencana untuk menjodohkan Ethan dan Amanda. Akan tetapi, tante Anjani tahu jika sampai sekarang Amanda masih trauma dengan sebuah kata pernikahan, jadi mereka ingin mendekatkan Ethan dan Amanda satu sama lain.
Bagi tante Inggit juga tidak masalah dengan status Amanda yang sudah janda, karena bagi dia status bukanlah sebuah garis besar yang mencerminkan sebuah sifat dan juga karakter.
__ADS_1
Saat mereka selesai makan siang, tiba-tiba ada seseorang yang menyapa Ethan dan juga tante Inggit.
"Tante Inggit, Ethan, kalian apa kabar?" tanya seorang wanita yang saat ini tengah berdiri tak jauh dari meja mereka.
Keduanya menatap ke arah sumber suara, dan tentu saja Ethan serta tante Inggit merasa terkejut saat melihat orang itu yang tak lain adalah mantan calon istri dari Ethan.
"Mona!" kaget tante Inggit dan juga Ethan bersamaan.
Qanita itu tersenyum kemudian dia mendekat ke arah Ethan dan mengapit lengan pria itu. "Ethan, aku minta maaf ya atas perlakuanku kemarin sama kamu. Aku---"
"Sku sudah memaafkanmu, dan jangan menyentuhku!" Ethan memotong ucapan Mona, lalu melepaskan dengan paksa tangan wanita itu.
"Kamu pasti marah sama aku, iya kan?" tanya Mona, kemudian dia melirik ke arah tante Inggit. "Tante, Mona minta maaf ya. Mona tahu jika Mona salah, tapi--"
"Sudahlah Mona, lagi pula Ethan sudah mempunyai calon istri, dan dia adalah calon istrinya Ethan." Lagi-lagi tante Inggit memotong ucapan Mona sambil melirik ke arah Amanda.
UHUUK UUHUK!
"Apa secepat itu?" Kaget Mona, kemudian dia melihat ke arah Amanda. "Tunggu dulu! Kamu bukannya desainer yang waktu itu mendesain baju pengantin aku sama Eyhan?" Mona baru sadar jika Amanda adalah desainernya.
"Iya, saya desainernya," jawab Amanda.
"Benar-benar wanita tidak tahu diri! Ternyata kamu merebut Ethan dari saya!" tuduh Mona.
Amanda mengerutkan keningnya, dia merasa tak terima jika disebut sebagai perebut pasangan orang. Padahal sama sekali dia tidak mempunyai hubungan apapun dengan Ethan.
Namun saat Amanda akan mengangkat bicara, tiba-tiba sudah terhenti karena Ethan membela dirinya.
"Cukup ya Mona! Jangan kamu melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Di sini jelas-jelas kamu yang selingkuh, kamu yang menduakanku, tapi kamu malah menuduh orang lain? Memangnya salah kalau aku mencari penggantimu? Salah kalau aku mendapatkannya? Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, jangan ganggu makan siang kami!" usir Ethan dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
Mona mendengkus dengan kesal, menghentakkan kaki ke lantai, kemudian dia pergi dari sana. Entah kenapa wanita itu merasa tidak rela jika Ethan menemukan pengganti dirinya.
Mona baru menyadari jika dia rugi telah kehilangan pria sebaik Ethan, karena Ethan selalu saja menuruti keinginannya, tapi Mona malah menyia-nyiakannya.
Kemudian Amanda menatap ke arah tante Anjani dan juga tante Inggit. "Maksudnya apa? Kok bilang kalau aku calonnya Tuan Ethan? Itu kan dia jadinya salah paham, nanti kalau namaku jelek gimana?" protes Amanda.
"Maaf ya Sayang, tante terpaksa bilang seperti itu agar Mona tidak mengganggu Ethan lagi. Sebab sudah pasti wanita itu akan selalu mengejar-ngejar Ethan, dan tante tidak ingin wanita seperti dia masuk ke dalam kehidupan keluarga Tante. Jadi Tante minta maaf ya," jelas tante Inggit.
Amanda mengangguk paham, dia pun tidak ingin protes lagi.nDan Amanda juga tahu tipekal wanita seperti Mona itu tidak jauh sifatnya dengan Fitri.
.
.
Malam ini Haris memutuskan untuk membawa Alea ke rumah orang tuanya, karena sudah beberapa hari ini dia benar-benar sibuk dan tidak sempat membawa Alea. Apalagi mamanya terus aja menelpon untuk mengklarifikasi wanita yang di bawah Harris tempo hari.
Sesampainya mereka di kediaman orang tua Harris, Alea benar-benar sangat gugup. Dan Haris yang melihat itu pun segera menggenggam tangan wanita tersebut.
"Tidak usah gugup! Orang tuaku tidak makan manusia kok," kelakar Haris.
"Apaan sih Tuan. Saya benar-benar gugup tahu, nanti kalau Tuan ditonjok bagaimana? Seperti yang ada di novel-novel atau film-film, kalau mereka tahu jika Tuan menghamili saya," jawab Alea dengan wajah yang sedih.
"Tidak apa, itu adalah resiko karena aku harus mempertanggungjawabkannya. Sudah kita masuk yuk!" ajak Haris lalu keluar dari mobil.
Bohong jika dia pun tidak deg-degan, karena Haris pun merasa takut jika nanti orang tuanya akan marah. Tapi sebagai cowok yang gentle, dia harus mengungkapkan semua kebenarannya.
'Ayo Haris, kamu pasti bisa. Ungkapkan semua kepada mama dan papamu. Tentang keputusannya nanti, itu belakangan saja.' batin Haris.
Kemudian dia menggandeng tangan Alea masuk ke dalam rumah mewah tersebut, di mana saat ini Tante Dina dan juga Om Samuel sudah menunggunya di ruang tamu, karena mereka sudah tahu jika Haris akan datang malam ini bersama dengan Alea.
__ADS_1
'Ya Tuhan! Semoga Tuan Haris tidak bonyok macam telur kocok. Semoga wajah tampannya masih bisa untuk dinikmati.' batin Alea.
BERSAMBUNG.....