Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bab 156


__ADS_3

Fitri menatap nanar ke arah Darius saat pria itu mendorong tubuhnya. Air mata mulai mengembun dengan tatapan penuh kebencian kepada Naura, apalagi saat melihat Darius sedang memperhatikan Naura dan mengusap rambutnya.


"Mas Darius!" teriak Fitri dengan marah, "kamu mendorongku dan malah membela wanita sialan itu? Kamu sadarkah apa yang kamu lakukan, Mas?"


Darius berpaling ke arah Fitri yang saat ini tengah menatapnya dengan marah. Dia kemudian membantu wanita itu, akan tetapi tangannya langsung di sentak kasar oleh Fitri, karena dia merasa benar-benar murka pada pria tersebut.


"Lepaskan Mas! Kamu mendorongku demi dia!" tunjuknya kepada Naura, "sadar nggak kamu! Aku ini istrimu, sedangkan dia apa? Hanya pelakor!"


"Tutup mulut kamu!" bentak Naura yang tidak terima jika dirinya dinamakan pelakor. "Jaga mulut busukmu itu! Kau menamakanku pelakor, sedangkan kau sendiri apa? Iblis. Kau menusuk saudaramu dari belakang, dan kau merebut Darius darinya? Sampai kau harus kehilangan kaki karena mencelakai kedua wanita itu!" Naura menatap ke arah Amanda dan juga Alea, kemudian dia berganti menatap ke arah Fitri kembali.


"Kau tidak tahu apapun, jadi diamlah jangan ikut campur!"


Suasana di sana semakin memanas, bahkan panasnya AC pun terkalahkan oleh ucapan pedas Fitri dan kemarahan dari wanita itu yang tidak mengizinkan Darius untuk menikah lagi bersama dengan Naura.


"Cukup Fitri! Aku akan tetap menikahi, Naura."


Mulut Fitri ternganga, dia menatap tak percaya ke arah Darius saat mendengar ucapan pria itu yang mengatakan bahwa akan setuju untuk menikahi Naura.


"Apa kau sudah gila, Mas? Kau ingin menikahinya karena permintaan mama dan papamu?"

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Kami adalah orang tuanya," ujar Mama Dina.


"Nggak. Pokoknya aku nggak setuju!"


"Setuju atau enggak setuju ... aku akan tetap menikahi Naura, dan ini adalah keputusanku. Jika memang kamu masih mau bertahan denganku, maka kamu harus rela dimadu. Tapi jika tidak, aku akan menceraikanmu." Darius mengatakan itu sambil menutup matanya.


Bukan dia ingin menyakiti Fitri, akan tetapi Darius juga mempunyai rasa tanggung jawab karena telah meniduri Naura walaupun tanpa sengaja.


Sementara Fitri sedari tadi terus saja menggeleng. Air matanya tidak tertahan lagi, dia menangis sejadi-jadinya. "Kenapa kalian begitu jahat kepadaku? Kenapa?! Pertama Amanda yang merebut Mas Darius dariku, lalu Alea yang merebut Haris, sekarang mama dan papa malah meminta Mas Darius untuk menikahi wanita itu? Kenapa kalian begitu jahat kepadaku? KENAPA?!" Fitri berteriak sambil menangis tersedu-sedu.


Dia merasa takdir begitu jahat kepadanya, seolah tengah mempermainkan jalan hidupnya, di mana di dalam percintaan dia selalu saja gagal dan selalu tersakiti.


"Kami bukannya jahat kepada kamu, Fitri. Tapi hidup itu butuh masa depan. Kamu juga tidak pernah menyadari semua kesalahanmu. Mama dan papa selama ini mengizinkan kamu bersama dengan Darius. Mama dan Papa juga ingin kamu intropeksi diri, tapi apa? Kamu malah tidak pernah menyadari kesalahanmu, hingga akhirnya kami harus membuat keputusan yang mungkin memang menyakitimu, tetapi kamu tidak mempunyai pilihan lain."


Darius menggendong tubuh Fitri dan mendudukannya di kursi roda. Sementara wanita itu hanya menunduk sambil menangis. Amanda ingin mendekat, tapi dia sangat tahu jika Fitri dalam keadaan seperti itu pasti tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Puas kau, hah?" Dia mendelik tajam ke arah Amanda. "Kau pasti tengah menertawakan diriku di dalam hatimu, kan? Kau puas melihat keadaanku seperti ini, dan melihat penderitaanku sekarang?" tuduhnya dengan nada membentak sambil menatap tajam ke arah Amanda.


Tentu saja wanita hamil itu menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Fitri mempunyai pemikiran negatif seperti itu kepadanya. Padahal sama sekali tidak pernah terlintas di benak Amanda mentertawakan Fitri, bahkan sebaliknya ia merasa kasihan saat saudaranya menderita seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa kau malah menuduhku seperti itu, Fitri? Aku sama sekali tidak pernah berpikiran jelek tentangmu, walaupun kau menyakitiku. Tapi aku tidak pernah membencimu. Aku tidak pernah tertawa di atas penderitaanmu. Seharusnya kau sadar apa yang kau alami sekarang itu adalah buah dari kejahatanmu sendiri, dan untuk perjodohannya Darius ... aku sama sekali tidak ikut campur."


"Bohong. Kau pikir aku percaya? Kau itu hanyalah wanita busuk bertopeng dua. Kau pura-pura baik di hadapan semua orang, tapi apa? Di dalamnya sama saja, kau seperti iblis yang menikam dari belakang." Fitri melampiaskan kemarahannya kepada Amanda.


Dia berpikir apa yang terjadi di dalam hidupnya itu karena Amanda. Dari awal dia menikah dengan Darius, sudah membuatnya menderita, dan Fitri juga sangat yakin bahwa Amanda sangat senang melihat penderitaannya sekarang.


"Tutup mulutmu wanita siluman! Kau menuduh Istriku yang bukan-bukan, padahal di sini kau sendiri yang mempunyai masalah dengan hatimu. Jika apa yang terjadi dengan hidupmu sekarang sangat menyakitkan, seharusnya kau lihat pada hatimu sendiri! Pada dirimu. Apakah kau sudah membersihkannya? Apakah kau selalu berpikir positif terhadap orang lain? Tidak Tapi sebaliknya ... jadi jangan pernah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepadamu, paham! Jika sekali lagi kau menuduh Istriku yang bukan-bukan, maka aku tidak akan segan-segan untuk menjebloskanmu ke penjara!" ancam Ethan dengan tatapan yang begitu tegas dan dingin.


Tetapi itu tidak membuat Fitri gentar, dia terus saja mendesak Amanda, menuduhnya dan memojokkannya. Namun semua orang tentu saja membela Amanda, dan itu semakin membuat Fitri murka.


Setelah drama yang panjang, akhirnya Fitri pun setuju dengan syarat bahwa Darius tidak boleh pilih kasih, bahwa dia harus mengutamakan Fitri ketimbang dengan Naura. Bahwa jatahnya harus lebih banyak daripada Naura, entah itu dari jatah tidur ataupun jatah perekonomian.


Naura hanya mengangguk, dia tidak masalah akan hal itu ... karena dia pun menerima perjodohan tersebut karena ingin membeli pelajaran kepada Fitri. Entah kenapa dia merasa tak suka kepada seorang wanita yang tega menusuk saudarinya dari belakang, apalagi soal perekonomian. Naura adalah orang yang kaya, tentu saja dia tidak mempermasalahkan itu.


'Lihat saja apa yang akan aku lakukan saat kau menjadi istri dari Mas Darius. Kau pikir, akan hidup bahagia? Dan kau pikir, aku akan membiarkan kalian merajut cinta, begitu? Tidak.' Fitri mengepalkan tangannya dengan tatapan mendelik ke arah Naura yang saat ini tengah tersenyum bahagia. 'Kalian akan melihat bagaimana racunku yang mematikan akan membuat wanita itu bungkam. Bahkan membuat semua orang akan tahu siapa Fitri sebenarnya.'


Dia sudah mempersiapkan hal jahat apa yang akan dilakukannya saat Darius menikahi Naura, dan pernikahan mereka juga akan dilangsungkan bulan depan.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2