Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bertemu


__ADS_3

Happy reading....


Amanda tidak bisa tidur sampai jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, dan dia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan nya.


Wanita itu mencoba untuk membuka ponsel dan dia mengirim pesan kepada Lulu, ternyata sahabatnya juga belum tertidur.


"Tumben banget nih anak belum tidur? Padahal kan harusnya dia lagi senang, soalnya baru dinner sama calon jodohnya," kekeh Amanda.


Amanda: (Eh Sarkiem, tumben lo belum tidur jam segini?)


Lulu: (Gue belum mengantuk)


Amanda: (Gimana soal dinner lo sama calon jodoh lo, itu? Lancar kan?)


Lulu: (Please oke, jangan bahas dia! Males tau nggak!)


Amanda: (Why?)


Lulu: (Besok deh gue ceritain sama lo, ini udah malem gue ngantuk mau tidur dulu)


Amanda: (Oke, good night and good sleeping my bestie)


Amanda menaruh ponselnya di atas nakas, kemudian dia mencoba untuk memejamkan matanya dan akhirnya dia bisa menyelam ke alam mimpi.


.


.


Pagi hari wanita tersebut memutuskan untuk jogging, sebab sudah lama sekali Amanda tidak melakukan olahraga tersebut.


Dia menaiki mobil nya untuk pergi ke sebuah taman yang tak jauh dari sana, dan setelah sampai Amanda mulai mengelilingi taman tersebut. Namun tiba-tiba saja tubuhnya tidak sengaja menabrak seorang wanita.


"Maaf Tante, saya tidak sengaja," ucap Amanda.


"Tidak papa, saya juga tadi tidak lihat lihat larinya," jawab wanita tersebut yang Amanda tapsir seumuran dengan mamanya.


"Ya sudah Tante, kalau gitu saya duluan ya," ucap a


Amanda kembali.


Namun, saat Manda akan pergi meninggalkan wanita tersebut, tiba-tiba ada sebuah gerobak cilok yang berjalan tidak beraturan, sepertinya tidak ada yang memegang dan itu tepat mengarah kepada wanita tersebut.

__ADS_1


Amanda yang melihat hal itupun langsung menarik wanita yang tak jauh darinya. "Tante, awas!" teriak Amanda dan akhirnya mereka pun terjatuh ke rumput.


"Aawh!" ringis Amanda saat merasakan tangannya tergores.


BRAK!


Gerobak cilok itu jatuh dan berserakan, bahkan terlihat airnya begitu panas dengan uap yang mengepul. Amanda yang melihat hal tersebut tidak bisa membayangkan bagaimana jika air panas yang ada dalam panci di cilok itu tumpah menyiram ke tubuh wanita yang berada di sampingnya.


"Tante tidak papa?" tanya Amanda sambil duduk di atas rumput.


"Tidak apa-apa, terima kasih ya Nak, kamu sudah menolong tante. Ya ampun! Tangan kamu terluka," ucap wanita itu dengan panik.


"Tidak apa-apa Tante, cuma luka gores aja," jawab Amanda sambil sedikit meringis, karena tangannya terasa perih.


Tiba-tiba seorang pria datang setengah berlari ke arah mereka berdua. "Mah, Mama tidak papa?" tanya pria itu dengan panik.


Amanda seperti tidak asing dengan suara tersebut, kemudian dia menengadahkan wajahnya, dan seketika kedua netra nya membulat kaget saat melihat jika pria yang ada di hadapannya adalah tuan Ethan.


"Lho, Tuan Ethan!" kaget Amanda.


"Amanda!" Ethan tak kalah kaget.


Sedangkan wanita yang berada di samping Amanda menatap keduanya dengan tatapan yang bingung. "Kalian saling mengenal?" tanyanya.


Sementara Ethan menatap bingung kenapa Amanda bisa berada di sana, dan dia juga melihat jika tangan Amanda sedang terluka dan disampingnya ada sang mama.


Iya, wanita itu adalah mamanya Ethan. Mereka sedang lari pagi di taman tersebut, dan Ethan tadi sedang mengambil minum di mobil untuk sang mama.


"Ethan?" Wanita tersebut menatap kearah Ethan dengan alis bertaut heran.


"Iya Mah, dia ini nona Amanda, yang mendesain baju pengantin antara aku dan juga Mona," jelas Ethan.


Mendengar hal tersebut wanita itu mengangguk paham, sementara Amanda menatap keduanya dengan lekat. Dan dia baru menyadari jika Ethan dan juga wanita itu mirip, ternyata mereka adalah anak dan ibu.


Amanda tidak menyangka jika pagi ini dia kan bertemu dengan Ethan di taman, dan lebih tidak menyangka nya lagi adalah, wanita itu menyelamatkan mamanya Ethan secara tidak sengaja.


"Ethan, kamu tolong ambilkan kotak p3k di mobil ya! Tangannya terluka tadi, soalnya dia menyelamatkan mama. Untung saja ada dia, kalau tidak, mungkin mama sudah tersiram oleh kuah panas dari cilok tersebut," ucap sang Mama.


Ethan menganggukkan kepalanya, kemudian dia berjalan meninggalkan dua wanita itu yang sedang terduduk di kursi taman, lalu Ethan menuju mobil untuk mengambil kotak p3k.


"Oh iya, nama saya tante Inggit, saya mamanya Revan." Wanita tersebut mengulurkan tangannya ke arah Amanda.

__ADS_1


"Saya Amanda, Tante, senang bisa berkenalan dengan Tante," ujar Amanda sambil tersenyum manis.


"Terima kasih ya Nak, kamu sudah menyelamatkan tante. Entah apa yang akan terjadi jika kuah itu sampai menimpa tubuh tante."


Amanda mengganggu kan kepalanya, "Sama-sama Tante, tadi kebetulan aja," jelas Amanda.


Tak lama Ethan kembali dan membawa kotak p3k di tangannya, lalu tante Inggit langsung mengobati luka di lengan Amanda, membuat wanita itu sedikit meringis menahan perih.


Sementara sedari tadi Ethan terus aja menatap kearah Amanda. Dia yang sudah sering jogging di taman tersebut baru ini bertemu dengan wanita itu.


Setelah mengobati luka yang ada di lengan Amanda, tiba-tiba ponsel di aku celananya berdering dan ternyata itu telpon dari Lulu.


"Bentar ya Tante, saya angkat telpon dulu," ucap Amanda dan langsung dibalas angguk kan oleh tante Inggit.


"Iy halo assalamualaikum, kenapa Lu?" tanya Amanda saat telepon sudah tersambung.


"Waalaikumsalam, eh Juminten. Lo lagi di mana sih? Jam segini belum datang ke butik? Ini gue udah sampai, katanya mau ngerjain pekerjaan yang belum kelar kemarin?" Terdengar suara Lulu kesal di seberang telepon.


Kemudian Amanda menatap ke arah jam tangannya, dan sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Seketika wanita itu menepuk jidat, karena dia sudah janjian bersama dengan Lulu akan sarapan bersama sambil membahas pekerjaan.


"Astaga! Iya gue lupa, gue masih ada di taman nih habis jogging."


"Yasallam! Nih anak, kebiasaan banget. Udah cepetan ditunggu nih di butik, gue juga udah pesenin sarapan."


"Iya bawel, ya udah gua pulang sekarang bye!"


Setelah itu telepon pun terputus, kemudian Amanda pamit kepada Ethan dan juga tante Inggit sebab dia harus segera pulang dan pergi ke butik.


"Tante, Tuan Ethan, saya pamit dulu ya. Soalnya sudah ditunggu sama rekan saya di butik. Oh iya tante, terima kasih sudah mengobati luka saya. Kalau begitu saya pamit dulu, assalamualaikum," ucapan Amanda.


"Waalaikumsalam, terima kasih juga ya Nak, kamu sudah menolong tante. Tante benar-benar mempunyai hutang budi sama kamu," ujar tante Inggit sambil menggenggam tangan Amanda.


"Tidak usah Tante. Itu kan memang kewajiban kita sebagai manusia, harus saling tolong-menolong. Kalau begitu saya duluan ya." Kemudian Amanda pun pergi dari sana meninggalkan Ethan dan juga tante Inggit yang menatapnya.


"Sepertinya dia gadis yang baik ya?" ujar tante inggit kepada sang putra.


"Dia bukan gadis Ma. Dia baru saja cerai dengan suaminya," jawab Ethan sambil membereskan kotak p3k.


Tante Inggit tersentak kaget saat mendengar jawaban dari putranya. Dia tidak menyangka jika ternyata Amanda seorang janda padahal dilihat dari dekat wanita itu seperti gadis yang masih sangat muda.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE NYA YA All😘😘


__ADS_2