Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Makan Malam


__ADS_3

"Mama," lirih Amanda saat melihat mantan mertuanya yang datang.


Tante Dina cukup terkejut, karena tadinya dia datang ke rumah itu untuk silaturahmi dengan mantan besannya, karena walau bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan sebagai keluarga, namun tidak menyangka ternyata di sana juga ada Amanda serta mertuanya.


"Amanda, kamu juga di sini?"


Amanda mengangguk, lalu dia mencium tangan Mama Dina ,kemudian wanita itu pun duduk di sebelah Amanda.


Ada sekelebat rasa rindu di hati wanita itu saat melihat Amanda. Apalagi terlihat wajahnya begitu berbinar bahagia. 'Sepertinya Amanda memang sudah bahagia bersama suaminya sekarang. Mama sangat bersyukur, karena sekarang kamu sudah menemukan jodoh yang sempurna.' batin Mama Dina.


"Mama, apa kabar sama papa? Terus kabarnya Haris sama Mas Darius gimana?"


"Alhamdulillah kabar Mama baik, begitu pula dengan kabar Papa dan juga Haris. Namun, Darius ..." mama Dina menggantungkan ucapannya, lalu dia menggelengkan kepala seolah ada beban berat yang saat ini tengah menimpa pikirannya.


"Mama masih marah dengannya?" tebak Amanda.


"Sejujurnya Mama dan Papa sudah memaafkan mereka. Tapi saat kemarin menengok Fitri ke rumah sakit, dia malah terus-terusan menyalahkan kamu. Bahkan dia menuduh Mama yang tidak-tidak, bahwa mama senang melihat keadaannya seperti itu. Padahal, tadinya mama ke sana ingin bersimpati, tapi ternyata dugaan Mama salah. Fitri tidak pernah berubah dan tidak pernah merenungi kesalahannya." Terlihat gurat kesedihan di wajah wanita setengah baya itu.


Amanda langsung mendekat duduk di sebelahnya dan langsung memeluk tubuh Mama Dina, mengusap punggungnya dengan lembut. "Mama yang sabar ya! Mungkin saja memang Fitri masih beradaptasi dengan Hidayah dari Tuhan. Dia tidak bisa menerima keadaannya sekarang yang tidak mempunyai kaki. Dan kita harus bisa menyadarkannya."


Tetapi Mama Dina langsung menggeleng dengan tegas. "Tidak. Mama tidak ingin membantunya. Biarkan saja dia merenungi kesalahannya. Lagi pula, wanita itu sangat angkuh, sombong dan takabur. Mama tidak suka akan hal itu ... dan mama juga sangat yakin, Darius tidak akan betah berlama-lama dengan dia." Terdengar dari nada suaranya terlihat ada kekecewaan serta kemarahan.


Mama Inggit serta tante Anjani hanya bisa saling berpandangan. Mereka ingin memberi masukan tetapi takut jika akan semakin melukai hati wanita itu, jadi keduanya hanya bisa terdiam.


"Mah, aku tahu mungkin Mama itu sangat kecewa pada Fitri. Tapi, jika bukan kita, lalu siapa lagi? Apa kita tidak jahat jika meninggalkannya dalam keadaan seperti itu? Justru kalau kita semakin membencinya dan semakin memojokkannya, dia malah tidak akan pernah menyadari kesalahannya."


Seketika Mama Dina menatap ke arah Amanda dengan lekat, dia merutuki kebodohan Darius yang sudah menyia-nyiakan wanita seperti Amanda, di mana semakin ke sini Amanda malah semakin bijak dan juga dewasa.


"Kamu benar, Nak. Tapi mama rasanya belum siap."


"Tidak apa-apa, pelan-pelan saja, Mah. Tapi memang itu juga yang aku takutkan, jika Mas Darius pasti akan meninggalkan Fitri. Apalagi dengan kondisinya seperti itu ... tapi, aku berharap Mas Darius tidak akan pernah berpaling, walaupun keadaan Fitri tidak sempurna."


"Makasih ya sayang, kamu benar-benar sangat bijak dan dewasa. Sungguh Ethan benar-benar beruntung memiliki kamu. Tapi ... mama juga bahagia karena saat ini melihat kamu semakin berisi badannya."


Amanda tersipu malu, dia menunduk sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Oh iya, Mama ke sini ada apa?" Amanda mengalihkan pembicaraan


"Astagfirullah! Iya, sampai lupa. Mama ke sini ingin silaturahmi saja sama mama kamu, karena kan sudah lama juga tidak ke sini. Lagi pula, walaupun sudah tidak menjadi besan, namun tali silaturahmi tidak boleh putus kan," jelasnya.


Amanda mengangguk, kemudian mereka berjalan ke arah ruang makan di mana Tante Anjani tadi baru saja selesai membuat brownies lumer coklat kesukaan Amanda.


Melihat itu tentu saja mata Amanda berbinar bahagia. Dia langsung menyantapnya tanpa dipersilahkan, dan melihat itu membuat tante Anjani serta Mama Dina tersentak dengan wajah kaget, bahkan keduanya hanya bisa terpaku diam.

__ADS_1


"Ya ampun, Sayang! Pelan-pelan dong. Kamu ini kayak nggak dikasih makan 1 bulan aja?"


"Bukannya nggak dikasih makan, Mah, tapi aku kangen sama brownies lumer buatan Mama. Enak banget," jawab Amanda sambil mengunyah brownies tersebut di mulutnya, hingga coklat yang ada di dalam kue itu meleleh hingga ke sudut bibirnya.


Tante Anjani langsung mengambil tisu lalu mengelapnya. "Kamu itu dari dulu tidak pernah berubah ya kalau makan ... selalu saja berantakan."


"Nggak apa-apa, Mah. Semakin berantakan, semakin disayang sama suami," kelakar Amanda dan langsung dibalas kekehan oleh ketiga wanita yang berada di hadapannya.


Setelah makan brownies dan meminum teh, Amanda pun mengutarakan niatnya ke sana, bahwa dia dan juga mama Inggit akan mengadakan acara nanti malam, karena di sana juga ada mama Dina jadi Amanda langsung mengundangnya. Dia juga ingin berbagi kebahagiaan bersama denganmu mantan mertuanya tersebut yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.


"Memangnya ada acara apa, Sayang?" tanya Tante Anjani


"Nggak ada acara apa-apa sih, Mah. Cuma nanti malam bakalan ada hal yang begitu sangat penting yang akan aku sampaikan."


"Wah! Sepertinya ini bakalan surprise," timpal Mama Dina.


"Iya Mah, makanya nanti Mama sama papa datang ya! Kalau bisa nggak papa ajak Haris sama Alea juga."


"Iya, nanti mama ajak Haris sama Alea ya."


Setelah bercengkrama dengan mama dan juga mantan mertuanya, Amanda dan juga mama Inggit pun pulang, karena mereka juga harus bersiap-siap karena jam juga sudah menunjukkan pukul 17.00 sore.


.


.


"Kalian habis dari mana?" Ethan bertanya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding sedangkan tangannya dilipat di depan dada.


"Kami habis dari rumah Mama dan Papa," jawab Amanda.


"Kamu ini punya anak buah memangnya tidak diperintahkan untuk memantau istrimu?" Mama Inggit memutar bola matanya dengan malas, kemudian dia melenggang begitu saja. "Lain kali, kalau punya anak buah banyak itu ya disuruh untuk memantau kegiatan istrimu. Kalau terjadi apa-apa dengan dia, gimana?"


"Lho! Kok mamah yang marah? Seharusnya kan aku!" bingung Ethan sambil menggaruk kepalanya.


Amanda hanya bisa tertawa di dalam hati, kemudian dia langsung melenggang menaiki tangga untuk menuju lantai atas dengan pelan-pelan, karena takut terpeleset dan malah akan melukai janinnya.


.


.


Malam ini sesuai dengan apa yang Amanda ucapkan, mereka sedang berada di restoran untuk makan malam. Akan tetapi Ethan bingung karena mereka tak kunjung menyantap makanan.

__ADS_1


"Kita menunggu Siapa lagi sih, Mah?" tanya Ethan dengan bingung.


"Ada tamu spesial yang sengaja mama dan Amanda undang. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai," jawab Mama Inggit.


Ethan hanya ber-oh ria saja sambil menganggukan kepalanya, lalu dia membuka ponsel untuk mengecek pekerjaan sejenak. Setelah beberapa saat terdengar suara seseorang yang sangat familiar di telinga edan..


"Assalamualaikum ... aduh, maaf ya sedikit terlambat. Tadi soalnya jalanan agak macet," ucap Mama Dina sambil menyalami Mama Inggit dan mencium pipi kanan dan kirinya.


Amanda yang melihat kedatangan kedua mantan mertuanya, dia segera bangkit kemudian mencium tangan Mama Dina serta Om Samuel.


Sementara Haris dan Alea tidak datang. Dan Ethan menatap ke arah sang istri dengan bingung, karena dia tidak menyangka jika ternyata makan malam itu akan kedatangan mantan mertua dari istrinya.


"Mas," senggol Amanda.


Ethan yang mengerti segera mencium tangan Om Samuel serta Mama Dina bergantian, kemudian dia duduk kembali di samping Amanda dan berbisik di telinga wanita itu, "kenapa kamu mengundang mereka? Dan kenapa kamu tidak bicara sama aku?"


"Begini loh, Mas. Tadi saat aku ke rumahnya mama, kebetulan ada mama Dina di sana, jadi sekalian aku undang. Tapi ngomong-ngomong mama sama papa kenapa belum datang ya?" Amanda melihat ke kanan dan ke kiri tapi belum terlihat kedua orang tuanya.


Hingga setelah beberapa menit orang yang Amanda tunggu pun telah datang, dia tersenyum bahagia karena semua sudah lengkap dan sebentar lagi mereka akan mendapatkan sebuah kejutan yang pastinya membuat bahagia.


"Sebenarnya ada apa sih kita dikumpulkan di sini? Surprise apa yang bakal kamu berikan sayang?" ujar tante Anjani sambil mengusap kepala Amanda.


"Surprise?" bingung Ethan, karena dia sama sekali tidak mengetahui jika Amanda dan juga mama Inggit akan memberikan kejutan.


"Iya Ethan. Tadi sore Amanda bilang bahwa makan malam ini bukan hanya makan malam biasa, tapi ada sesuatu hal yang penting yang ingin dia bicarakan sama kita. Entah ... Mama juga belum mengetahui apa itu," jawab Tante Anjani.


Seketika Ethan menatap ke arah sang istri, dan melihat itu Amanda langsung tersenyum. "Sudah, kita makan dulu saja! Nanti setelah makan baru aku akan sampaikan kenapa makan malam ini diadakan."


Akhirnya tak banyak protes mereka pun makan, walaupun sebenarnya Ethan juga sangat penasaran tentang hal apa yang akan disampaikan oleh sang istri sehingga mengundang semua orang.


Setelah makanan selesai, Amanda memberikan sebuah kotak kepada Ethan, dan semua yang ada di sana pun menatap bingung. "Ini apa, sayang? Ponsel?" tanyanya, karena menebak kotak tersebut yang berukuran dengan ponsel.


"Kamu buka saja!" Jawab Amanda sambil tersenyum penuh arti


Kedua alis Ethan bertaut heran, dia pun penasaran dengan isi di dalam kotak tersebut. Akhirnya Ethan membuka kertas kado yang berada di tangannya dan secara perlahan dia membuka kotak itu, akan tetapi seketika matanya membulat kaget saat melihat sebuah benda yang sangat familiar dan dia mengetahui benda apa itu.


"Sayang, ini ... kenapa ada di sini? Dan ini kertas apa?" tanya Ethan, tapi urung mengeluarkan benda tersebut sehingga membuat tante Anjani serta Mama Dina merasa penasaran.


Ethan terlebih dahulu mengambil surat yang ada di dalam kotak itu, bamun ternyata di bawahnya ada selembar foto hitam putih.


"Sayang, kamu ...?" kaget Ethan dengan tatapan penuh binar bahagia.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


1 bab Lagi habis Maghrib ya All😘


__ADS_2