
"Mas Ethan!" teriak Amanda saat melihat suaminya tengah digoda oleh seorang wanita.
Wanita itu pun mengalungkan tangannya di leher kekar Ethan, dan melihat hal tersebut tentu saja Amanda sangat murka. Dia mendekat kemudian menarik kasar tangan wanita tersebut lalu menghempaskannya hingga wanita itu pun tersungkur ke lantai.
"Aawwh!" ringisnya.
"Jangan berani-berani kamu menggoda suami saya, ya! Kamu itu seperti wanita yang tidak mempunyai harga diri. Sudah tahu bos kamu itu beristri, tapi kamu malah menggodanya!" marah Amanda dengan tatapan tajam bak burung hantu.
Dia tidak mau menjadi wanita lemah lagi, diselingkuhi hanya bisa diam. Saat ada orang ketiga yang akan masuk ke dalam rumah tangganya, Amanda akan langsung bertindak, sebab rumah tangganya bersama dengan Darius memberikan pelajaran langkah demi langkah yang harus diambil.
"Sayang ..." Ethan memegang lengan Amanda, akan tetapi langsung ditepis kasar oleh wanita itu. Dari tatapan matanya Amanda memancarkan kekecewaan terhadap pria yang menyandang status sebagai suaminya. "Sayang, kamu salah paham."
"Salah paham kamu bilang? Salah paham bagaimana maksud kamu, Mas? Jelas-jelas dia lagi menggoda kamu, dan kamu malah diam saja." sentaknya.
"Tunggu dulu! Kamu dengarkan dulu penjelasan aku. Dia itu tidak sedang menggodaku."
"Kamu membelanya, Mas? Kamu membela dia? Aku di sini adalah istri kamu, dan kamu malah membelanya!" bentak Amanda dengan air mata yang sudah mengenang di kedua pelupuk netranya.
Dia tidak menyangka jika rumah tangganya akan bernasib sama seperti dengan Darius, di mana ia diselingkuhi kembali, namun Ethan segera menggelengkan kepala.
"Tidak. Aku tidak selingkuh, dan dia bukanlah selingkuhanku. Dia juga tidak sedang menggodaku. Kamu salah paham--"
"Cukup!" Amanda mengangkat tangannya kemudian dia mendelik tajam ke arah Ethan dan wanita itu bergantian. "Kalau kalian memang ada hubungan, katakan saja tidak usah menutupi apapun." Air mata akhirnya lolos membasahi kedua pipi mulus milik Amanda.
Rasa sakitnya masih sama saat Darius mengkhianati dirinya, dan Amanda tidak menyangka jika kisah cintanya akan terus-menerus terhianati.
__ADS_1
Saat wanita itu akan pergi dari sana, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Ethan. "Lepaskan Mas! Aku tidak mau mendengar penjelasanmu."
Saking marahnya Amanda sampai membanting rantang yang berada di tangannya, hingga makan siang yang telah Ia buat untuk Ethan pun berhamburan di lantai.
Melihat itu tentu saja Ethan dan wanita yang tadi berada di ruangannya sangat syok, kemudian Ethan mengajak Amanda untuk duduk, tapi wanita itu menolak dengan tegas.
"Maaf, sepertinya Mbak salah paham. Kami--"
"Cukup! Tidak usah kamu menjelaskan apapun. Saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri, kamu sedang menggoda suami saya dan kamu ingin menyangkalnya?" Amanda menggelengkan kepalanya kemudian dia tersenyum miring. "Oh ... jangan-jangan, kalian ini sudah bekerja sama? Kalau kalian memang saling mencintai dan kalian ingin bersama, silakan! Saya tidak akan melarang kok."
"Sayang, kamu ini bicara apa sih? Kok ngelantur." Ethan mencoba merengkuh sang istri, tapi Amanda menolak. Kendati tenaganya sangat kuat hingga Amanda pun tidak bisa untuk berontak kembali.
"Jangan marah-marah. Pikirkan bayi yang ada di dalam kandunganmu, kalau sampai terjadi apa-apa dengan anak kita--"
"Itu adalah salahmu!" potong Amanda dengan nada yang begitu ketus. Dia mencoba untuk tidak menangis, akan tetapi air mata sialan itu terus saja mengalir tanpa bisa dicegah, seolah mewakilkan rasa yang saat ini tengah mendominasi hatinya.
"Tidak." tolak Amanda sambil melengos ke arah lain. "Tidak perlu menjelaskan apapun. Penglihatanku tidak buta, tidak buram, bahkan tidak salah. Jadi pembelaan apapun yang akan kalian lontarkan, tidak akan membuatku percaya."
Ethan menghembuskan nafasnya dengan kasar, kekeras kepalaan sang istri membuatnya gemas. Kemudian dia menggendong tubuh Amanda lalu mendudukannya di sofa, namun wanita itu malah memalingkan wajahnya enggan menatap Ethan.
Entah kenapa rasa cintanya kini berubah menjadi kekecewaan dan kebencian. Apalagi Ethan malah membela wanita tersebut dibandingkan dengan dirinya, bahkan saat ini Amanda tengah mengandung.
"Kamu benar-benar salah paham, sayang. Aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun. Dan asal kamu tahu ... dia bukanlah selingkuhan ataupun mencoba untuk menggodaku, tapi dia adalah Viona, sepupuku dari Inggris."
Amanda seketika langsung menatap ke arah Ethan. "Sepupu?" kagetnya, namun seketika dia pun terkekeh kecil. "Tidak usah menganggapnya sepupu, hanya untuk melindunginya. Hanya untuk menutupi kebusukan kalian, penghianatan kalian Untuk apa? Aku pun tidak akan marah dan aku tidak akan melarang kalian berhubungan, silakan!"
__ADS_1
Amanda masih belum percaya, kemudian Ethan menggenggam tangannya dan satu tangan dia memegang dagu Amanda, sehingga membuat wanita itu menatap lekat ke arah pria tampan tersebut.
"Lihat mataku! Apakah ada kebohongan di sana? Apakah kamu percaya jika aku mampu untuk mendua? Apa kamu lupa dengan janji-janji kita? Janjiku selama ini kepadamu? Apa aku tipe pria penghianat seperti Darius?" Mendengar itu Amanda terdiam
Dia pun sebenarnya ragu jika Ethan sudah berselingkuh darinya, akan tetapi kenyataan yang ia lihat barusan membuatnya tidak bisa mengontrol emosi dan mungkin itu juga faktor dari hormon kehamilannya.
"Kamu tidak sedang membohongiku, kan?" Amanda mencoba meyakinkan dan langsung dibalas anggukkan mantap oleh Ethan. "Of course, baba. Dia adalah sepupuku, Viona, anak dari adiknya Mama yang tinggal di Inggris."
Wanita yang bernama Viona itu pun mendekat ke arah Amanda lalu mengulurkan tangannya. "Hai ... aku Viona. Jangan salah paham! Aku tidak berselingkuh dengan Ethan, dan aku sudah sangat merindukannya, karena sudah hampir 7 tahun kami tidak bertemu. Jadi kamu jangan salah paham ya! Soal tadi, itu memang sudah hal biasa antara aku dan Ethan. Maaf jika itu melukaimu."
Amanda masih merasa kesal kepada Viona, tapi dia mencoba untuk mengangguk dan memaafkan, walaupun hatinya masih merasa dongkol dengan kejadian barusan.
"Oh iya, sayang, kamu ke sini kok nggak ngabarin aku dulu?"
"Iya, tadi aku ke sini mau nganterin kamu makan siang, tapi sayang makanannya udah berserakan di lantai." Amanda menekuk wajahnya sambil melipat tangan di depan dada dengan tatapan kesal.
"Kamu sih nggak mau dengerin penjelasan suamimu dulu, langsung emosi aja. Sekarang lihat, makanan penuh cinta ini sampai berserakan di lantai. Kan aku udah nahan lapar dari tadi."
Mendengar keluhan suaminya Amanda merasa tak tega, dia pun merasa bersalah karena tadi tidak ingin mendengar penjelasan dari suaminya sebab Amanda langsung tersulut emosi.
"Iya maaf, aku pun nggak tahu kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri. Mungkin memang benar kata dokter, bahwa ini adalah hormonnya ibu hamil, jadi kamu harus memakluminya." Amanda mengangkat satu alisnya dengan tersenyum penuh kemenangan ke arah Ethan, sementara pria itu hanya bisa pasrah
"Ya sudah, kalau gitu kita makan di luar bareng yuk!" ajak Viona, "Kebetulan aku juga mau ngenalin kalian sama seseorang."
"Siapa itu?" tanya Ethan penasaran.
__ADS_1
BERSAMBUNG......