
Happy reading....
Rizal kembali ke rumah dengan pakaian yang sedikit kotor karena lumpur, ditambah dia menenteng satu plastik keong tutut pesanan Lulu.
Wanita itu sedang menunggunya di ruang tamu dan saat melihat Rizal pulang Lulu menatapnya dengan sumringah. "Akhirnya kamu pulang juga Mas. Mana pesanan aku?" Lulu menengadahkan tangannya
"Ini pesanan kamu ... aku mau bersih-bersih dulu ya," ujar Rizal.
Lulu mengangguk sambil membawa keong tutut itu, tapi seketika dia menghentikan langkah Rizal. "Tunggu dulu Mas!" cegah Lulu.
Jantung Rizal seketika berdetak kencang, dia takut jika Lulu curiga kepada dirinya.
"Kamu bajunya kotor, tapi kok kayak nggak masuk ke lumpur ya? Biasanya kalau orang masuk ke lumpur Itu ... otomatis kaki celana setengah betis itu pasti kotor sama lumpur, tapi kamu kok nggak ya_ Mas?" heran Lulu sambil mengitari tubuh Rizal.
GLEK!
Pria tersebut menelan ludahnya dengan kasar, terlihat wajahnya begitu gugup. Kemudian Rizal pun menjawab, "Kamu itu curigaan terus, udah mah suami nyebur ke sawah ... sekarang kamu menuduh aku yang tidak-tidak? Jelas-jelas aku mengambilnya sayang .. ya memang sebelum aku naik ke mobil aku tidak membersihkan diri dulu? Aku tidak mempunyai celana ganti, iya? Udah aku mau ke kamar dulu." Rizal pun segera beranjak meninggalkan Lulu.
Dia tidak ingin jika istrinya merasa curiga, dan sesampainya di kamar Rizal mengusap dadanya sambil menghela nafas dengan lega.
"Syukurlah dia tidak curiga, hampir saja aku kepergok," gumam Rizal.
__ADS_1
Jelas aja, sebab pria itu tidak masuk ke dalam sawah dia hanya mengotori bajunya saja dengan lumpur, karena Rizal pikir itu akan membuat Lulu percaya tapi ternyata istrinya sangat jeli.
Setelah membersihkan diri Rizal pun turun ke lantai bawah, dia akan berangkat ke kantor, namun tiba-tiba Lulu kembali menghentikannya.
"Apalagi sih sayang? Aku harus ke kantor ini, ada meeting."
"Kakanda ... aku mau kanda masakin buat Adinda. Kan kamu sudah janji mau masakin keongnya, jadi aku mau sekarang! Kanda masakin tutut nya ya ... di sate enak tahu Kakanda!" pinta Lulu dengan wajah memelas.
Rizal melirik ke arah sang mama yang sedang duduk dengan manis di kursi ruang makan, sambil meminum tehnya dengan cemilan kue.
Rizal meminta bantuan dari mamanya, tetapi tante Lena seolah tidak perduli, dia ingin mengerjai Putra tercintanya.
'Si Mamah malah diem aja kayak patung, bukannya ngebantuin anaknya. Sengaja Mama ini nggak mau bantuin aku. Lagi pula mana bisa sih aku masak tutut kayak gitu? Namanya juga aneh kayak kentut bau jigong!' gerutu Rizal di dalam hati.
"Iya iya," jawab Rizal dengan pasrah. "Kalau bukan karena bayi yang ada di dalam kandungan istriku sudah kupetes dia!" geram Rizal.
Sementara tante Lena hanya terkekeh saja melihat penderitaan putranya. "Sayang ini yang benar aja dong ... Ini gimana bikin satenya! Mana namanya juga aneh lagi? Kamu kalau kebanyakan makan ini yang ada kentut terus."
"Kok kentut terus sih, Mas?"
"Ya iyalah ... namanya kan tutut, udah pasti kamu bakalan kentut," celetuk Rizal.
__ADS_1
"Enggak lah, emangnya makan ubi kentut terus apalagi makan telur kentutnya bau banget. Udah mendingan sekarang kamu bikin satenya," ujar Lulu.
.
.
Amanda sedang menunggu di ruang tunggu dan tak lama orang yang dia tunggu pun telah datang.
"Mau ngapain kamu ke sini?" ketus Mona sambil tersenyum miring dan menatap sinis ke arah Amanda. "Aku pikir kau telah mati, rupanya kau masih hidup? Kenapa tidak sekalian mati saja!"
"Jaga ya ucapanmu!" bentak Ethan.
"Kenapa? Apa yang aku ucapin itu benar kan? Seharusnya dia mati saja. Lelah lelah aku menabraknya sampai harus berakhir di sini, kenapa dia masih hidup? Benar-benar membagongkan!" gerutu Mona.
Amanda menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan arah jalan pikiran Mona yang benar-benar sudah dikuasai oleh dendam. Padahal dirinya tidak pernah membuat salah kepada wanita itu, bahkan mereka tidak pernah mengenal sama sekali.
"Kenapa kamu menginginkan aku mati? Kita awalnya tidak saling mengenal, kamu dan juga Ethan pun sudah putus dan kalian tidak sedang menjalin hubungan, tapi kenapa kamu begitu membenciku Mona? Apa salahku kepadamu?"
"Pake nanya lagi. Aku itu ingin memiliki Ethan, tapi kau yang menang. Pokoknya walaupun aku di sini, aku tidak akan membiarkan hidup kalian bahagia. Jika aku tidak bisa memiliki Ethan, maka kau pun tidak akan bisa!"
"Cukup Mona!" bentak seseorang yang baru saja masuk ke sana
__ADS_1
BERSAMBUNG .....