Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Ketakutan Alea


__ADS_3

Happy reading....


Amanda baru saja sampai di butik dan dia langsung masuk ke dalam ruangan nya, di mana Lulu saat ini tengah menunggu dirinya dengan wajah di tekuk.


"Tuan bos baru datang?" sindir Lulu.


"Iya sorry, lagian tadi gue jogging," jawab Amanda sambil menaruh tasnya di sofa.


Kemudian Lulu mengajak sahabatnya untuk sarapan terlebih dahulu, setelah itu mereka baru akan mengerjakan pekerjaannya, karena bekerja dengan perut kosong itu hasilnya tidak akan baik, itu yang selalu dikatakan oleh Lulu.


Akan tetapi, tatapannya mengarah kepada lengan Amanda yang terluka. "Hei! Tangan lo kenapa? Kok dikasih perban begitu sih?" tanya Lulu dengan heran.


"Oh ini, tadi gue nolongin mamanya tuan Ethan saat jogging," jawaban Manda dengan cuek.


"What! Mamahnya tuan Ethan? Kalian jogging bareng?" kaget Lulu dengan tatapan membulat.


Mendengar itu Amanda menggelengkan kepalanya, kemudian dia menjelaskan tentang kejadian tadi pagi, di mana saat Amanda menabrak tante Inggit lalu dia menyelamatkan nya saat akan tertimpa gerobak cilok.


"Waah! Kayaknya calon jodoh lo udah otw nih?" goda Lulu sambil menyenggol bahu Amanda.


"Dih! Apaan sih lo. Gue masih belum siap untuk menjalin hubungan kembali. Dan lagi pula, gue masih sedikit trauma dengan kejadian kemarin," jawab Manda dengan sendu.


Lulu mengerti perasaan sahabatnya, kemudian dia merangkul pundak Amanda. "Jangan seperti itu! Jodoh itu tidak ada yang tahu datangnya dari mana. Mau lo bersikeras untuk tidak membuka hati, tapi saat Allah sudah menentukan bahwa dia jodoh li, bagaimana? Percuma, lo nggak akan bisa menolak," jelas Lulu.


"Wow! Pakar percintaan mulai kumat. Sedangkan sendirinya aja saat ini sedang Andilau, gara-gara dijodohkan sama orang tuanya. Eh ngomong ngomong, gimana soal dinner semalem? Pasti romantis ya?" Kali ini Amanda berbalik menggoda Lulu.


"Romantis pala lo peang! Kan gue udah bilang, itu cowok kulkas enam pintu. Boro-boro buat romantis, lo tahu nggak! Semalem gue kejatuhan sama minuman aja, nggak ada tuh refleks ngasi tisu atau nanya, kamu nggak papa? Gak ada sama sekali, nyebelin!" kesal Lulu sambil menekuk wajahnya dengan bibir manyun.


Sementara Amanda yang mendengar itu malah terkekeh, membuat Lulu semakin dilanda kekesalan, karena entah kenapa hari-hari nya menjadi badmood saat mengingat pria kulkas 6 pintu tersebut.


"Gue jadi penasaran deh. By the way, nama cowok itu siapa sih?" tanya Amanda dengan penasaran.


"Namanya Rizal, masih mending Rizal Armada daripada dia!" jawab Lulu dengan sedikit ketus.

__ADS_1


Amanda terdiam, dia seperti pernah mendengar nama itu dan tidak asing di telinganya. Akan tetapi, Amanda lupa pernah mengenal atau mendengar nama Rizal di mana.


Lulu yang melihat keterdiaman sahabatanya merasa heran. "Lo kenapa? Kenal sama dia?"


Amanda menggelengkan kepalanya. "Entahlah, tapi nama itu seperti tidak asing di telinga gue. Kayaknya gue pernah dengar nama tu cowok, tapi entahlah. Mungkin memang nama yang pasaran."


"Jelaslah pasaran, diobral nya aja di pasar lowak!" ketus Lulu.


.


.


Saat ini Haris tengah duduk dengan senyum yang terus aja mengembang di bibirnya, dan tak lama pintu ruangannya terbuka, seseorang yang tak lain adalah asistennya pun masuk.


"Pak, ada yang ingin bertemu. Katanya ingin melamar kerja," ucap asisten Haris.


"Suruh dia masuk!" jawa Haris.


Wanita itu menganggukkan kepalanya, kemudian dia keluar. Tak lama seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan harris dengan dada berdebar dan perasaan yang gugup, karena untuk pertama kalinya iya bekerja di kantor.


DEGH!


Jantung wanita itu seperti berhenti berdetak saat mendengar suara Harris, di mana suara itu begitu familiar baginya.


'Astaga! Suara ini suara ini seperti orang yang sudah merenggut kesucian ku.' batin wanita tersebut.


Dia tentu saja tidak akan melupakan suara yang sudah membuatnya kehilangan kesucian yang begitu berharga di dalam hidupnya, di mana yang selalu ia jaga selama ini.


Walaupun saat itu lampu terlihat gelap dan wajahnya tidak terlalu jelas, akan tetapi suaranya masih terngiang di kepala wanita tersebut yang tak lain adalah Alea.


Haris membalikkan kursinya, membuat Alea yang seketika terbelalak. Dia tidak menyangka jika pria tersebut amat sangat tampan, namun seketika Alea mengepalkan tangannya saat mengingat kejadian yang begitu mengenaskan di hidupnya.


"Anda! Anda yang sudah merebut kesucian saya kan?" tuduh Alea dengan tajam.

__ADS_1


Haris tersenyum, kemudian dia berjalan ke arah Alea, membuat wanita itu merasa ketakutan lalu dia berjalan mundur hingga tubuhnya terpentok di dinding.


"Tidak usah takut. Sudah 1 bulan aku mencarimu, kenapa waktu itu kamu pergi dariku?" tanya Harris


"Untuk apa Anda mencari saya? Anda sudah merenggut yang paling berharga dalam hidup saya, sekarang Anda hadir kembali. Untuk apa Tuan? Apa Anda tidak puas!" teriak Alea yang sudah berlinangan air mata.


Haris mendekat mengikis jarak antara mereka berdua, hingga beberapa senti. Sementara Alea menatapnya dengan ketakutan, walaupun dia marah tapi Alea takut jika Harris melakukan hal yang tidak-tidak kepada dirinya lagi.


Melihat ketakutan di kedua netra gadis itu, Haris pun memundurkan langkahnya. "Tidak usah takut. Aku tidak akan melakukan apapun. Maaf jika waktu itu aku melakukan hal yang tidak seharusnya, karena malam itu aku sedang di bawah alam sadar ku, karena minuman. Aku tidak sadar jika kau bukanlah wanita yang ku pesan, maafkan aku," ucap Harris dengan tulus.


Kata-kata itu selalu ingin dia ucapkan pada gadis yang berada dihadapannya, dan saat ini Haris sudah mengucapkannya. Dan itu membuat hatinya sedikit lega, dia merasa seperti sudah mengeluarkan sebuah beban yang begitu berat.


"Tidak. Pergi Anda dari sini jangan mendekat! Tolong tuan, saya tidak punya siapa-siapa. Jangan sakiti saya tuan!" teriak Alea sambil menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Air mata sudah membanjiri pipinya, dia benar-benar ketakutan melihat Harris, dan melihat itu Haris pun merasa tak tega.


"Aku tidak akan macam-macam, aku tahu kau sedang butuh pekerjaan jadi--"


"Saya tidak akan melamar kerja di sini Tuan, tolong lepaskan saya! Saya akan melamar di tempat lain saja," ucap Alea dengan histeris.


Haris tidak menyangka jika dia sudah membuat sikis dari gadis itu berantakan, sehingga melihat wajahnya saja Alea sudah histeris. Dia ketakutan seperti dirinya adalah monster.


Sementara Alea waktu itu memang langsung pergi saat Haris sudah terlelap tidur. Dia langsung resign dari pekerjaannya karena Alea tidak mau mengingat malam yang begitu kelam bagi dirinya.


Dia pikir dengan pergi keluar kota bisa melupakan dan tidak mempertemukan mereka, tetapi Tuhan berkata lain. Alea malah dipertemukan lagi dengan Harris.


"Aku ingin menebus nya dengan memberikanmu pekerjaan di sini," ucap Harris dengan nada lembut.


"Tidak Tuqn. Saya tidak ingin terus bersama dengan Anda. Anda sudah membuat kehidupan saya hancur, jadi biarkan saya pergi Tuan! Saya mohon, jangan apa-apa kan saya!" pinta Alea dengan ketakutan.


Saat Harris mendekat membuat Alea benar-benar dilanda ketakutan yang teramat sangat. Hingga tiba-tiba saja wanita itu pun pingsan, membuat Haris seketika menjadi panik.


"Hey! Kamu kenapa?" ucap Harris dengan cemas, sambil menangkap tubuh Alea yang hampir saja jatuh ke lantai.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2