Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Mencoba Menghasut


__ADS_3

Happy reading...


Saat acara sudah selesai dan beberapa tamu juga sudah pulang, kini Amanda bersama dengan Tante Dina dan Alea sedang mengobrol di taman samping rumah.


Sedangkan Ethan sedang menelpon, karena tadi sekretarisnya tiba-tiba mengabarkan tentang sesuatu hal pekerjaan.


Setelah dia selesai dengan benda pipih tersebut, pria tersebut hendak menghampiri Amanda. Namun, tiba-tiba saja tubuhnya menabrak seseorang hingga membuat minuman yang ada di tangan orang itu pun tumpah.


"Maaf, saya tidak sengaja," ucap Ethan.


"Oh, tidak apa-apa Tuan. Maaf juga saya tidak sengaja. Tuan ini ... calon suaminya Kak Amanda, kah?" tanya wanita yang tak lain adalah Fitri.


Tadi dia melihat Amanda sedang mengobrol di taman bersama dengan Alea dan juga mertuanya, sedangkan dia tidak melihat keberadaan pria tampan tersebut. Akhirnya Fitri berinisiatif untuk mencari Ethan. Sementara suaminya sedang menidurkan putranya di dalam kamar.


"Iya, maaf, siapa ya?"


"Masa Tuan lupa sih? Kita dulu pernah bertemu loh," ucap Fitri dengan penuh harap, mengingatkan jika mereka pernah satu kali bertemu.


"Oh ya? Di mana? Maaf, sepertinya saya lupa." Ethan pun beranjak dan hendak pergi dari sana, namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh Fitri.


"Tunggu Tuan!"


Tatapan Ethan seketika mengarah kepada tangannya, dan melihat itu Fitri langsung menariknya. "Maaf," ucapnya dengan wajah malu-malu.


Sementara Ethan hanya tersenyum canggung. Dia tidak menyukai wanita yang berada di hadapannya ini, karena sudah lancang memegang lengannya. Ethan bukanlah pria yang gampang untuk ditaklukan, dan dia tidak suka dengan wanita yang mencoba untuk mendekati dirinya.


Dia lebih suka, jika ia yang mengejar. Bukan ia yang di kejar.


"Maaf, saya harus bertemu dengan calon istri saya. Kalau begitu saya pamit." Ethan mencoba untuk pergi, tapi lagi-lagi Fitri menahan lengan pria itu.


"Tunggu Tuan! Ada yang mau saya bicarakan."

__ADS_1


"Soal apa ya?" Tatapan Ethan sangat datar dan dingin. Akan tetapi tidak menyurutkan semangat Fitri untuk mendapatkan pria itu.


"Sebelumnya perkenalkan, nama saya Fitri." Wanita itu mengulurkan tangannya.


"Saya Ethan." Mau tidak mau Etan pun menjawab uluran tangan tersebut, namun dia segera menariknya kembali saat Fitri mulai menggenggamnya.


Gerak-gerik Fitri yang seperti itu membuat Ethan jengah. Karena dia sudah tahu tipekal wanita seperti Fitri itu kayak apa. Sebab Ia sudah banyak mengenal bagaimana karakter wanita.


"Maaf jika saya mengganggu waktu Anda. Tapi Tuan Ethan, saya ingin bertanya, apakah Anda serius ingin menikah dengan Kak Amanda?" tanya Fitri dengan senyuman miring di bibirnya.


Mendengar wanita itu menyebut nama Amanda dengan sebutan kakak, membuat Ethan seketika menatapnya dengan heran. Karena memang dia tidak mengetahui adik Amanda rupanya seperti apa? Dia hanya tahu tentang persoalan rumah tangga calon istrinya.


"Iyax sangat yakin. Memangnya kenapa ya?"


Fitri mendekat ke arah Ethan.


"Begini ya Tuan, sebaiknya Anda batalkan saja deh pernikahan Anda dengan Kak Amanda!"


"Dia itu wanita mandul. Percuma saja jika Tuan menikah dengannya, dan Tuan tidak diberikan anak? Begini ya! Rumah tangga itu bukannya akan sempurna jika kita mendapatkan kehadiran anak? Tapi saya mengenal Kak Amanda selama ini, dan dia ternyata wanita yang mandul, tidak bisa memberikan keturunan. Apakah Tuan ingin orang tua Tuan nantinya kecewa?" Fitri mencoba mengompori hati Ethan.


Dia tersenyum licik, berharap jika Ethan termakan ucapannya. Karena itulah tujuan Fitri, yaitu membuat Ethan benci kepada Amanda, dengan mengatakan jika wanita itu mandul. Karena pastinya seorang pria ingin mendapatkan keturunan.


"Keturunan itu rahasia Tuhan. Ada atau tidaknya, itu adalah sebuah Anugerah. Walau kita berusaha sekuat apapun, jika Tuhan belum berkehendak dan belum mengizinkan, jadi kita tidak bisa apa-apa," jawab Ethan masih dengan wajah yang datar.


"Tuan benar. Tapi mungkin Tuan juga tahu, Kak Amanda itu seorang janda. Dan dia diceraikan oleh suaminya karena beliau itu mandul."


Rasanya Ethan ingin tertawa saat mendengar ucapan Fitri. Dia sudah tahu pasti wanita itu ingin mengompori dirinya agar Ethan membenci Amanda.


Kemudian pria tersebut tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya. Mereka bahkan tidak sadar ada seseorang yang sedang berdiri menyandarkan tubuhnya di tembok sambil menatap ke arah keduanya, dan orang itu adalah Amanda.


Dia ingin melihat seberapa jauh Fitri menjelekkan namanya, dan seberapa jauh pula Ethan membelanya. Dia ingin tahu, apakah calon suaminya itu akan terhasut oleh omongan Fitri atau tidak.

__ADS_1


Akan tetapi, yang membuat Amanda semakin tidak menyangka adalah ... Fitri sudah merebut Darius darinya, dan sekarang dia mencoba merebut Ethan. Entah apa yang ada di dalam pikiran wanita itu? Sehingga selalu saja mengusik hidup Amanda, padahal Ia tak pernah mengusik hidup Fitri dan juga Darius setelah mereka bercerai.


"Maaf ya Nona! Jika kamu menghasutku untuk membenci Amanda, maka itu tidak akan mempan. Aku mencintai Amanda Itu tulus, tidak perduli mau dia mandul, mau dia kekurangan apapun, I don't care! Karena cintaku tak pernah memandang dia dari segi harta atau fisik. Cinta tulus itu datangnya dari hati, bukan nafsu. Dan soal anak, selagi kami masih bisa berusaha kenapa tidak? Tapi bukan berarti aku akan meninggalkan Amanda, seperti mantan suaminya." Ethan berkata dengan nada yang begitu menohok, membuat Fitri seketika terdiam.


Dia berbalik hendak meninggalkan Fitri, akan tetapi langkah pria itu berhenti. Kemudian dia menatap ke arah Fitri kembali, membuat wanita itu tersenyum karena dia pikir Ethan berubah pikiran.


"Dan satu hal lagi! Amanda diceraikan oleh suaminya bukan karena dia mandul tapi karena dia yang menggugat suaminya, sebab selingkuh bersama adiknya sendiri. Oh ... dan kamu tahu! Amanda adalah wanita berkelas dan juga hebat yang pernah aku temui dan pernah aku kenal. Jadi jangan pernah menghasutku! Karena itu semua tidak akan mempan!"


Perkataan Ethan yang begitu tajam membuat mulut Fitri seketika terkunci. Dia merutuki dirinya yang sudah gagal menghasut pria itu, padahal tadinya Fitri berharap Ethan akan membenci Amanda dan meninggalkan wanita itu.


Namun saat Fitri akan mengangkat bicara, tiba-tiba sebuah tepukan tangan terdengar, dan seorang wanita mendekat dengan senyum miring di bibirnya.


PROK! PROK! PROK!


"Wow! Wow! Wow. Ternyata kamu itu tidak ada kapoknya ya Fitri? Pertama sudah merebut Mas Darius dariku. Kamu sudah hidup bahagia bersamanya, dan aku tak pernah mengusik kalian. Dan sekarang ... kamu mau merebut Mas Ethan dariku juga? Heran aku sama kamu? Kenapa sih doyan sekali mengganggu hidupku? Padahal aku sama sekali tidak pernah mengganggu kalian. Bahkan aku memberikan jalan yang besar nan lebar untuk kalian bersama. Dan sekarang, kamu menjelekkan aku di hadapan calon suamiku? Kamu menghasutnya agar dia meninggalkanku? Begitu? Ckckck! Sayangnya itu tidak akan mempan, sebab Mas Ethan tidak sama dengan mas Darius yang mudah terpancing dengan selangkangaan."


Amanda berkata sambil memeluk lengan Ethan dengan manja, sehingga buah semangka kembarnya yang terasa begitu kenyal menempel di lengan pria itu, dan membuat Ethan meneguk ludahnya dengan kasar.


"Lihat dia! Tampan bukan?" Tangan Amanda terulur mengusap pipi mulus Ethan. "Bahkan lebih tampan dari Mas Darius. Tapi tampannya bukan hanya di luar, namun di dalam juga. Jadi jangan pernah berharap kalau Mas Ethan akan berpindah haluan kepada wanita sepertimu! Dia bukan pecinta selangkangaan, mengerti!" tekan Amanda sambil mengalungkan tangannya di leher Ethan dengan manja.


Dia ingin menekankan kepada Fitri, bahwa Ethan tidak seperti Darius yang mudah untuk berpaling. Dan Ethan yang melihat sikap Amanda yang begitu agresif membuatnya merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.


"Sayangx kamu jangan membuatku khilaf ya!" bisik Ethan, akan tetapi Amanda malah mengedipkan sebelah matanya.


Dia ingin memberikan kode kepada Ethan bahwa harus membantu dirinya untuk memanasi Fitri. Tapi Ethan ternyata berpikir lain. Dia pikir, kalau Amanda sedang menggoda dirinya hingga pria itu pun tersenyum menyeringai.


Sementara Fitri yang melihat perlakuan manja Amanda kepada Ethan membuatnya geram, tangannya terkepal dengan sorot mata yang tajam


'Berani sekali dia mempermalukanku. Lihat saja! Aku pasti akan bisa mendapatkan Tuan Ethan, dan aku akan menghancurkan hubungan kalian, seperti halnya hubunganmu dengan mas Darius! Begitu pula sebaliknya, aku akan merebut Ethan darimu, seperti Mas Darius dulu yang ku rebut.' batin fitri


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2