Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Terjatuh


__ADS_3

"Fitri, stop!" Amanda terus mundur sampai tubuhnya terpentok di dinding. Dia melihat ke arah Fitri yang saat ini tengah menyeringai dengan begitu jahat.


Jujur saja yang Amanda takutkan hanyalah Fitri berbuat nekat dan mencelakai kandungannya. Walaupun saat ini wanita itu sudah tidak memiliki kaki, namun jika seseorang sudah terbalut dengan kabut emosi jangankan untuk mencelakai, bahkan menghabisi seseorang pun mampu.


"Kalian sudah membuat hidupku menderita. Maka kalian harus merasakan akibatnya!" teriak Fitri dengan begitu keras.


Teriakan wanita itu membuat satpam yang sedang berjaga di gerbang seketika menoleh ke arah lantai atas, dan terlihat saat ini Fitri akan mencelakai Amanda. "Ibu Amanda!" teriak satpam tersebut.


Amanda mencoba untuk pergi dari sana, akan tetapi tangannya ditahan oleh Fitri, hingga membuat wanita itu pun memberontak. "Lepaskan! Jangan membuat aku nekat!" ancam Amanda.


"Emangnya kau bisa apa? Selain lemah, kau itu hanyalah manusia munafik dan tak berdaya. Bahkan, aedari dulu aku selalu menang darimu, dan aku tidak akan pernah membiarkan posisi itu tergeser olehmu, Alea ataupun pelakor itu!" geram Fitri.


Dia terus menarik tangan Amanda, begitu pula dengan wanita itu yang terus saja berontak. Dia berpegangan kepada pintu, karena takut terjatuh yang pada akhirnya akan mengakibatkan kandungannya terluka.


"Lepaskan aku! Lepas!" bentak Amanda dengan marah, bahkan saat ini perutnya terasa begitu keram, namun dia mencoba untuk menahannya.


"Hahaha! Kenapa? Apakah perutmu sakit? Rasakan. Dulu aku harus kehilangan anakku, sekarang kau pun harus merasakan hal yang sama." Fitri tersenyum miring, kemudian dia maju mendekat ke arah Amanda, namun wanita itu segera menghindar hingga tubuhnya terpantok di balkon sebatas paha.


Memang kamar Ethan sengaja di desain dengan balkon tidak memiliki pagar yang terlalu tinggi, karena pria itu lebih suka menatap luasnya pemandangan yang berada di hadapannya tanpa penghalang. Karena di sana juga tidak ada anak kecil, jadi Ethan pikir tidak akan ada seseorang yang sampai loncat dari sana.


Fitri terus mendekat sementara Amanda terus aja mundur. Tangannya terulur untuk menonjok perut Amanda, akan tetapi wanita itu berhasil mengelak sehingga tonjokan itu pun mengenai udara.


Sementara di lantai bawah ... Ethan sedang celingak-celinguk mencari keberadaan istrinya. "Mah, Mama lihat Amanda nggak sih?"


"Oh ... istri kamu lagi ada di kamar, istirahat. Lagian kamu itu punya istri lagi hamil, bukannya dijagain malah ngobrol sama teman. Udah sana samperin! Kasihan tahu ... pijitin tuh kakinya, kayaknya dia pegel," jawab mama Inggit sambil sedikit mendorong pundak Ethan.

__ADS_1


"Pah, kok perasaan Mama tiba-tiba nggak enak ya?" lirih tante Anjani kepada Om Umar.


"Nggak enak gimana, Mah?"


"Nggak tahu, Pah. Kok tiba-tiba mama kepikiran sama Amanda ya?"


"Kan tadi Amanda pamit untuk tidur. Mungkin sekarang dia lagi istirahat. Udah ... Mama jangan berpikir yang aneh-aneh!" Om Umar mencoba untuk menenangkan kegelisahan istrinya.


Dia berpikir, tidak mungkin terjadi hal yang buruk kepada Amanda, apalagi di sana sedang banyak orang. Jadi kemungkinan sangat kecil jika Amanda terluka.


"Iya juga sih, Pah. Tapi perasaan ini entah kenapa Mama pun tidak tahu, Pah. Apa sebaiknya mama lihat Amanda dulu ya buat memastikan?"


"Nggak usah. Dia lagi istirahat, jangan diganggu kasihan, Mah."


Tante Anjani akhirnya menurut, tapi entah kenapa perasaannya terus saja tertuju kepada Amanda. Tidak pernah dia merasakan hal yang seperti itu, kecuali terjadi sesuatu kepada keluarganya atau orang yang ia sangat sayangi.


Wanita itu pun mendekat ke arah Darius. "Eekhm!" Dia berdehem sehingga membuat Darius dan Naura seketika menoleh. "Oh ya, Darius, istri pertama kamu ke mana?"


Darius yang tadinya sedang mengobrol asik dengan Naura, tiba-tiba teringat kepada Fitri. Dia baru sadar jika sedari tadi pria itu tidak melihat keberadaan Fitri. "Iya Mah, Fitri di mana ya?"


Mendengar jawaban dari mantan menantunya tersebut, tante Anjani hanya menggeleng sambil tersenyum kecil. "Kamu ini gimana sih? Seorang suami harusnya menjaga istrinya, apalagi Fitri kan saat ini keadaannya seperti itu. Kalau terjadi apa-apa sama dia, gimana? Kamu bukannya harus mengurusi madumu saja, tapi istrimu juga perlu."


Naura merasa tersentil, akan tetapi dia hanya bisa diam. "Sebaiknya kita cari saja yuk!" ajak Naura, "takutnya dia malah buat ulah."


"Membuat ulah bagaimana? Kaki dia saja sudah tidak ada."

__ADS_1


"Jangan salah. Seseorang itu bisa berbuat jahat walaupun dengan keadaan tubuhnya yang tidak sempurna, karena setan yang berada di dalam jiwanya pasti akan menemukan berbagai cara untuk mencelakai seseorang. Yaa ... siapa tahu aja kan? K,amu seperti tidak mengenal tabiat istrimu saja." Naura memiringkan senyumnya sambil terkekeh.


Sementara Tante Anjani enggan untuk ikut campur, dia tidak bisa menahan langkahnya untuk melihat keadaan Amanda di lantai atas. Entah kenapa pikiran dan hatinya terus tertuju kepada putrinya yang ia sangat cintai.


.


.


Amanda terus aja memundurkan langkahnya, dia menepis tangan Fitri yang hendak memegang perutnya. "Pergilah! alepaskan tanganku!" bentak Amanda saat Fitri tiba-tiba saja mencengkram tangannya dengan kuat.


"Hahaha! Tidak akan. Kamu harus lenyap dan enyah dari dunia ini, Amanda!" teriak Fitri.


Amanda menggeleng dengan kuat, satu tangannya melindungi perut sedangkan tangan yang satunya dicengkram oleh Fitri.


Wanita itu berencana akan mendorong tubuh Amanda sampai terjatuh ke lantai bawah. Dia berharap bukan hanya bayi yang ada di dalam kandungannya saja yang akan lenyap, tetapi bersama dengan ibunya juga.


"Jangan nekat! Harusnya keadaan kamu seperti ini membuat kamu tobat, tapi kamu malah semakin menjadi. Sebenarnya iblis apa yang telah merasuki jiwa kamu, Fitri? Jangan sampai kejahatan kamu ini malah akan membuat kamu menyesal pada akhirnya. Allah maha pemaaf, jadi sebaiknya kamu minta ampun!" bentak Amanda terus aja menyadarkan wanita setan itu.


"Hahaha! Percaya apa dengan Tuhan? Persetan. Kau tahu ... bahkan mungkin saja dia tengah tertawa melihat keadaanku seperti ini. Dia tidak pernah tuh berpihak kepadaku. Dia tidak pernah mendukungku. Jadi untuk apa aku menyembahnya?"


Amanda hanya menggelengkan kepala sambil beristighfar. Dia terus saja berontak hingga tiba-tiba saja Fitri menarik tangannya dengan kuat


"Sayang, kamu ... Astaga! Amanda!" teriak Ethan saat melihat istrinya ditarik oleh Fitri.


"Aaaghhh!" jerit seseorang saat terlempar begitu bebas dari lantai 2 Ke depan teras.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2