Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bab 173


__ADS_3

Bukannya menjawab, Viona malah kembali menangis dan itu membuat Ethan frustasi. "Ayolah Vio! Kau ingin aku membantumu atau tidak? Katakan! Ini adalah anaknya Edward bukan? Kamu hamil dengannya, kan?"


"Iya benar. Ini adalah anaknya Edward."


"Lalu kenapa kau menangis? Bukankah kalian melakukannya suka sama suka? Seharusnya tidak perlu ada yang disesali bukan?"


Lagi-lagi Vio menangis dan itu membuat Ethan benar-benar gemas. Ingin sekali dia meremas mulut Vio agar berhenti mewek. Akan tetapi, Amanda memberikan kode lewat matanya bahwa pria itu harus lebih sedikit bersabar menghadapi wanita yang sedang frustasi dan galau.


Terdengar helaan nafas yang begitu panjang dari Ethan, kemudian dia menggenggam tangan Viona. "Come on, bicaralah! Kenapa menangis? Apakah Edward tidak ingin tanggung jawab? Apa dia meninggalkanmu atau dia memperkosamu?"


"Iya, kami memang melakukannya suka sama suka. Tetapi saat aku akan mengatakan bahwa aku sedang hamil, aku mendapati Edward sedang berselingkuh dengan wanita lain."


"APA!" kaget Ethan dengan mata membulat. "Jadi dia menduakanmu?" Tangannya terkepal dengan dada bergemuruh menahan amarah, karena dia tidak terima Edward sudah menyakiti sepupunya.


"Awalnya aku tidak percaya, tapi pas aku lihat ponselnya dia benar-benar telah menduakanku. Dan ternyata mereka sudah menjalin hubungan selama setengah tahun di belakangku. Aku sakit Ethan! Aku hancur. Aku sedang mengandung anaknya, tapi kenapa dia malah melakukan itu kepadaku? Kenapa? Apa yang harus kulakukan? Kami sudah bertunangan dan kami akan menikah tapi dia malah melakukan ini kepadaku. Bagaimana dengan keluargaku? Bagaimana dengan mama dan papa? Jika mereka mengetahui ini, pasti mereka akan sangat kecewa kepadaku."


Viona menangis tersedu-sedu, dia mencurahkan semua isi hatinya. Rasa sakit di dalam hatinya begitu sangat dalam, di mana dia diselingkuhi dalam keadaan tengah berbadan dua tentu saja wanita manapun pasti akan hancur dan merasa bahwa dunia tidak adil kepadanya.


"Aku tidak ingin hidup lagi,bEthan. Aku rasanya malu. Aku tidak ingin membuat mama dan papa kecewa."


"Hei ..m apa yang kamu katakan? Sadarlah! Kamu tidak boleh seperti itu. Mama dan papamu pasti akan lebih kehilangan kamu. Dan soal Edward, kamu tenanga saja, aku akan memberikan pelajaran kepadanya."

__ADS_1


Viona menggeleng sambil menatap ke arah Ethan, tetapi pria itu segera melenggang hendak keluar dari apartemen, namun tangannya ditahan oleh Viona. "Please ... jangan!"


"Why? Kamu masih cinta sama dia? Masih mempunyai rasa pada lelaki b4jingan seperti itu? Dengar ya Viona! Aku tidak akan pernah membiarkan seseorang menghancurkan keluargaku. Kamu seharusnya tidak menangis hanya untuk pria seperti itu!"


"Iya, aku memang masih mencintainya. Tapi kumohon kamu jangan menyakitinya!"


"Hanya sedikit memberikan pelajaran kepadanya, agar dia jera dan menjadi pria yang lebih baik lagi." Ethan memberikan kode kepada Amanda agar wanita itu menenangkan Viona, sementara dia keluar dari sana membawa amarah yang memuncak sampai ubun-ubunnya.


"Aku tidak akan membiarkan seseorang hidup dengan tenang setelah menyakiti keluargaku! Lihat saja, kau akan tahu siapa aku Edward." batin Etan dengan tangan terkepal dan langkah yang begitu tegap menaiki lift


Sorot matanya begitu tajam memancarkan kemarahan seperti seekor singa betina yang tengah mengancam musuhnya saat akan menculik seorang anak.


Sementara Amanda mendekati Vio, membawanya kembali duduk di sofa lalu menggenggam tangannya. "Tenanglah! Mas Ethan akan melakukan yang terbaik. Dia tidak akan sampai menghabisi Edward hanya akan memberikan pelajaran kepadanya."


Amanda mengerti perasaan Viona, sebab dia pun pernah berada di posisi wanita itu. Kemudian Amanda menghapus air mata Viona dengan tisu mengangkat dagunya agar menatap lekat kedua netranya.


"Kau tahu ... aku juga pernah berada di posisimu. Diselingkuhi oleh orang tersayangku, dan lebih parahnya lagi wanita itu adalah adikku sendiri."


"Apa! Jadi kau pernah berada di posisiku?" Amanda mengangguk kemudian dia menegakkan tubuhnya menghadap lurus ke arah depan.


Kenangan pahit di mana dia bersama dengan Darius kembali terbayang di kepalanya. Rasa sakit itu mencuat di dalam hati, namun seketika lenyap dengan cinta yang ia rasakan kepada Ethan.

__ADS_1


"Yaaa ... memang sakit rasanya diselingkuhi oleh orang yang paling kita cintai, sementara kita sudah sangat percaya kepada mereka, tapi ternyata mereka malah menusuk kita dari belakang. Rasanya dunia ini benar-benar tidak adil, ingin aku mengakhiri hidup, tapi kehidupan pula yang memberiku pelajaran, bahwa kita sebagai wanita tidak boleh lemah. Jika kita lemah, kita akan diinjak-injak oleh laki-laki. Itu kenapa kita harus menjadi kuat. Jika kita disakiti, menangis, itu boleh aja ... tapi jangan pernah berlarut-larut, karena sesungguhnya pria yang baik tidak akan pernah mendua."


Viona hanya mendengarkan saja, dia tidak menyangka jika Amanda juga pernah disakiti bahkan lebih parah darinya. Tapi entah kenapa dia tidak bisa sekuat Amanda menghadapi kehidupan ini.


"Tapi bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandunganku? Apa aku harus menggugurkannya?"


"Jangan!" cegah Amanda, "dia itu tidak bersalah. Dia adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kamu. Mungkin saja Edward sekarang tidak mau bertanggung jawab, dia menyakitimu. Tapi siapa yang tahu jika kelak anakmu adalah kebahagiaanmu. Kalau kamu menggugurkannya, sama saja kamu menanggung dosa yang sangat besar, dan itu sangat dilaknat dan dibenci oleh Allah. Kamu harus bangkit, walaupun sulit tapi bertahan demi anak ini. Intinya begini ... kalau kamu terus-terusan memikirkan pria brengsek itu, maka kamu akan selamanya berpatok kepada dia. Kamu tidak akan pernah bisa maju, dan kamu akan terus terkurung di dalam rasa sakit dan tidak pernah terbebas."


Viona hanya bisa terdiam, menyerap setiap ucapan Amanda. Yang dikatakan wanita itu memang benar, bahwa dirinya harus menjadi kuat tidak boleh lemah, karena sejatinya wanita itu lebih kuat daripada laki-laki, hanya saja hatinya yang begitu rapuh.


Dia menghapus air matanya dengan kasar, menatap tegas ke arah Amanda lalu mengangguk dengan mantap. "Kamu benar. Aku harus bangkit aku tidak boleh seperti ini. Aku tidak akan membiarkan seseorang menghinaku." Kemudian dia memeluk tubuh Amanda, "Aku mau kamu membimbingku!"


"Aku akan selalu berada di sisimu, dan aku akan selalu menggandeng tanganmu."


B"agaimana dengan anak ini, Amanda? Bagaimana jika kedua orang tuaku tahu? Mereka pasti akan sangat malu. Sedangkan Edward sudah berselingkuh, dan aku tidak ingin dengan pria itu. Karena aku percaya, seseorang yang sudah mendua pasti akan terus mendua."


"Aku akan berbicara dengan mas Ethan soal ini, semoga dia mempunyai solusinya. Jadi kamu tenang saja! Ingat, jangan akhiri hidup kamu. Masih banyak orang-orang yang menyayangimu jangan karena satu orang kamu melupakan orang-orang yang ada di sekitarmu yang peduli kepadamu."


Viona benar-benar beruntung bisa mengenal Amanda, wanita dewasa, bijak yang bisa menenangkan hatinya di saat dia rapuh. "Thanks ya! Aku benar-benar beruntung memiliki kamu. Wanita yang baik budi pekerti serta cara pikirnya kamu wanita yang tangguh Amanda. Aku ingin seperti dirimu."


"Jangan seperti diriku. Jadilah diri sendiri."

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2