Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Ada Syaratnya!


__ADS_3

Amanda memutar bola matanya dengan malas sambil membuang nafasnya dengan kasar, kemudian Ethan tersenyum lalu melangkah maju ke arah Amanda dan merentangkan tangannya.


"Ratu ketekku ... suami ketanmu pulang," ucap Ethan sambil tersenyum senang.


Amanda menganga dengan mata sedikit membulat, tak lama dahinya mengkerut heran. "Apa kamu bilang? Ratu ketek? Kok kamu manggil aku seenak jidat sih, Mas? Mana jelek banget panggilannya," protes Manda.


"Anggaplah itu panggilan kesayangan aku untuk kamu. Lagi pula, ketek kamu kan bikin aku candu. Ayo peluk dulu suamimu!" Ethan menaik turunkan alisnya sambil terus tersenyum.


Dengan terpaksa Manda langsung menghambur memeluk tubuh Ethan, kemudian pria tersebut mengecup keningnya. "Mulai besok dan seterusnya, kamu harus selalu membukakan aku pintu dan menyambut suami tertampanmu ini, oke!"


Setelah mengatakan itu dia pun melenggang pergi masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, meninggalkan Amanda yang masih terpaku dengan sikap suaminya yang terasa begitu aneh.


"Suamiku kenapa tiba-tiba berubah dan sikapnya jadi manis begitu? Apa dia salah minum vitamin ya? Tapi menyebalkan sekali. Drakor aku kan jadinya ketinggalan. Apalagi kalau harus membukakan dia pintu setiap waktu, iiiih!" Amanda menghentakkan kakinya dengan kesal ke lantai, kemudian dia memegangi perutnya. "Astaga! Aku lupa lagi hamil. Maafkan bunda ya sayang," ucapnya sambil mengusap perut.


Wanita itu kembali ke ruang tamu, dia duduk dengan wajah cemberutnya. Seketika seleranya untuk menonton drama kesayangannya pun sudah hilang.


"Eh Jengkelin ... kenapa mukamu ditekuk begitu? Bukannya suamimu baru pulang? Seharusnya kau senang?" tanya Viona sambil menatap sekilas ke arah Amanda, kemudian dia kembali fokus pada layar TV.


"Gimana nggak kesel. Dia nggak mau masuk sebelum aku bukain pintunya, dan lebih parahnya lagi ... dia manggil aku ratu ketek."


"Bwahaha!" Seketika Mama Inggit dan juga Viona terbahak-bahak saat mendengar ucapan Amanda, sementara wanita itu hanya merenggut dengan kesal karena menurutnya tidak ada yang lucu.


"Apa? Ratu ketek? Hahaha! Kamu ini dan Ethan benar-benar kocak ya. Yang satu suami ketan, yang satunya lagi istri ketek. Kalian ini pasangan yang somplak," ujar Viona sambil terus tertawa.


Namun di hatinya yang paling dalam, dia pun menginginkan pasangan seperti Ethan yang humoris, bahkan menyayangi serta mencintai istrinya. 'Andai aku bisa menemukan pasangan seperti itu, pasti aku akan sangat bahagia walaupun selalu dibuat kesal setiap hari.'

__ADS_1


"Ya sudah, sebaiknya kita ke ruang makan sekarang yuk!" ajak mama Inggit, "Panggil suami ketanmu itu, Nak!"


"Iya Mah," jawab Amanda sambil berjalan menuju kamar. Dia melihat Ethan baru saja selesai mandi dan sedang mengenakan pakaian.


Namun saat Ethan baru saja memakai bajunya, tiba-tiba dia melepasnya kembali, membuat dahi Amanda seketika bertaut saat melihat tingkah suaminya.


"Kenapa dibuka lagi, Mas?" tanya Manda dengan bingung.


Ethan memperlihatkan perut roti sobeknya, dia menatap ke arah Amanda dengan alis terangkat satu, tangannya berkacak di pinggang. Sementara Amanda yang ditatap seperti itu pun kebingungan, karena dia rasa tidak ada yang salah dengan dirinya.


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Aku mau tanya deh sama kamu, sayang?" Ethan maju beberapa langkah sehingga jaraknya lumayan dekat dengan Amanda. "Apakah tubuhku ini masih kurang atlantis? Atau wajahku masih kurang tampan?"


Mendengar ucapan suaminya, Amanda malah terkekeh kecil. "Kamu ini bicara apa sih, Mas? Iya jelas-jelas kamu itu tampan, kalau nggak tampan, mana aku mau sama kamu?" kelakarnya, "lagi pula, badan kamu sudah sangat atletis. Kenapa sih bicara seperti itum? Aneh."


"Melirik cowok lain? Maksud kamu?"


"Ya iyalah ... ngapain kamu ngefans sama si opak-opak korengan? Kalau aku sudah sangat tampan dan badanku atlantis, kenapa kamu masih mengidolakan dia? Memangnya suami kamu ini ketampanannya kalah sama artis sipit itu?" ketus Ethan.


Sudut bibir Amanda tertarik ke atas saat melihat wajah jengkel suaminya, kemudian dia mendekat ke arah Ethan lalu menarik wajah pria itu dan mengecup pipinya.


"Rupanya suamiku ini sedang ngambek." Dia mengalungkan tangannya di leher kekar Ethan, akan tetapi pria itu tidak membalas. "Kamu cemburu ya?" Amanda menaikkan alisnya. "Ciiie ... suami ketanku cemburu."


"Nggak. Siapa juga yang cemburu." Sanggah Ethan, "aku tidak cemburu, hanya saja merasa heran. Apa bagusnya sih mereka? Badan atlantis aku punya, soal rupa juga masih tampanan aku. Bahkan, mataku lebih besar daripada mereka."

__ADS_1


Amanda mencubit kedua pipi Ethan dengan gemas, kemudian dia mengecup singkat bibirnya. "Jangan marah dong! Itu kan hanya idola saja, tapi bukan berarti aku juga menyukai mereka. Hanya mengidolakan saja, tidak ada salahnya bukan?"


"Tidak ada salahnya sih ... tapi terkadang para cewek-cewek kalau udah mengidolakan oppa-oppa, mereka sampai menganggap suami lah, selingkuhan lah, pacar lah, sedangkan oppa-oppa itu sendiri pun tidak kenal dengan kalian."


Amanda hanya menggaruk belakang lehernya yang dikatakan. Ethan memang benar, tapi entah kenapa dia pun sangat menyukai artis Korea, walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu tampan.


"Sudah, jangan cemburuan kayak gitu. Mendingan sekarang kita turun terus makan, ayo pakai dulu bajunya!"


"Nggak mau!" tolak Ethan, membuat Amanda merasa bingung. "Memangnya kenapa, kok kamu nggak mau pakai baju?"


"Biar kayak oppa-oppa kamu itu ... memperlihatkan roti sobeknya dan juga tubuh atletisnya."


"Sayang ... kamu jangan gitu dong! Udah, sekarang pakai bajunya ya!"


Seketika Ethan menatap ke arah Amanda. "Oke, aku akan pakai baju. Tapi dengan satu syarat!"


Mendengar kata 'syarat, membuat Amanda mendengkus dengan kasar. "Syarat apa sih, sayang? Udah deh jangan ngada-ngada ... timbang pakai baju aja, jangan kayak orok gede."


Artinya ( Bayi Besar)


"Mau atau enggak? Kalau kamu nggak mau menerima syarat dariku, ya udah, aku nggak akan pakai baju walaupun ke kantor. Biar semua wanita memandang tubuhku ini!" ancam Ethan dengan tatapan menantang ke arah Amanda.


Mendengar itu tentu saja Amanda tidak terima, dia tidak ingin tubuh kekar dan juga atletis milik suaminya dinikmati oleh wanita lain, bahkan menjadi bahan khayalan.


"Ya udah, apa syaratnya?"

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2