Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Penolakan Amanda


__ADS_3

Happy reading....


Amanda sudah siap dan Akmal sedang menunggunya di depan. Mereka pun langsung melaju meninggalkan butik, tanpa disadari jika Ethan melihatnya.


Pria itu sengaja datang ke butik Amanda untuk mengantarkan makan siang, sebab saat tadi membaca pesan dari calon istrinya membuat Ethan khawatir. Amanda malah sibuk dan melupakan kesehatannya.


"Tadi Amanda bilang banyak pekerjaan, tapi ternyata dia pergi bersama dengan Akmal? Kenapa dia harus berbohong sama aku?" gumam Etan dengan nada yang kesal.


Dia merasa Amanda sudah membohongi dirinya, dan sudah tidak jujur. Padahal mereka sedang dalam masa pendekatan, namun Ethan tidak ingin berspekulasi terlebih dahulu, dia ingin melihat kenapa Amanda membohongi dirinya.


Setelah sampai di restoran, Akmal mengajak Amanda untuk duduk. Setelah itu mereka pun memesan makanan.


"Sebenarnya apa sih Kak yang ingin dibicarakan? Sepertinya penting sekali?" tanya Amanda dengan penasaran.


Sebab dia sudah tak sabar dengan apa yang akan diucapkan oleh Akmal.


"Nanti setelah makan aku akan membicarakannya sama kamu, sebaiknya kita makan siang dulu ya!" ajak Akmal.


Amanda pun hanya bisa menghela nafas. Dia tidak bisa menolak, dan tak lama makanan yang dipesan pun datang, kemudian mereka mulai menyantapnya.


Sementara di belakang tubuh Amanda, hanya tersekap oleh pembatas, di sana ada Ethan dia penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh Akmal.


'Apa yang ingin pria itu ucapkan sampai Amanda harus membatalkan makan siangnya denganku? Atau jangan-jangan ...' batin Etan menerka-nerka.


Entah kenapa dia merasa jika Akmal akan mengungkapkan perasaannya kepada Amanda. Sebab dia adalah seorang pria, dan tahu arah tujuan jika mengajak seorang perempuan untuk makan siang.


Setelah makanan habis, Amanda mengelap mulutnya dengan tisu. Kemudian dia menatap ke arah Akmal sambil menopang dagunya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Jadi, apa yang ingin Kakak ucapkan? Hal penting apa itu?" tanya Amanda to the point.


Akmal tidak bisa lagi mengelak, kemudian dia mengeluarkan setangkai mawar merah, lalu memberikannya kepada Amanda.


Wanita itu menatap heran, kemudian dia menerima bunga tersebut. "Ini bunga untukku?" tanya Amanda.


"Menurutmu untuk siapa?" kekeh Akmal.


Lalu pria itu memberanikan diri memegang tangan Amanda, membuat jantung wanita tersebut seketika berpacu dengan cepat, karena entah kenapa perasaan Amanda seketika menjadi tak enak.


sementara Ethan mengepalkan tangannya di atas meja, sorot matanya begitu tajam dengan rahang mengeras, saat dia melihat Akmal memegang tangan Amanda. Dan feelingnya benar, ternyata pria itu pasti akan mengungkapkan perasaannya kepada Amanda.


Namun Ethan mengurungkan niat untuk menghampiri mereka berdua, karena jujur dia ingin mendengar jawaban dari Amanda. Apakah wanita itu akan menerima Akmal atau tidak.


"Amanda, aku tahu mungkin ini sangat mendadak. Tapi jujur, aku sudah menyimpan perasaan ini saat kita kuliah dulu. Namun, aku yang tidak pernah bisa untuk mengungkapkannya, ditambah tuntutan dari pekerjaan. Aku tak pernah bisa menggantikanmu di hatiku dengan wanita lain. Sekuat apapun aku berusaha, tapi tidak ada wanita yang bisa untuk menggeser posisimu di hatiku--"


"Tunggu! Ini maksudnya apa, Kak?" Amanda memotong ucapan Akmal.


"Amanda Dwi Hardiyanta, aku sangat mencintaimu. Bahkan perasaan ini tumbuh jauh sebelum saat ini jadi aku mau bertanya, apakah kamu mau menjadi calon istriku? Iya, aku tahu kamu sudah dijodohkan dengan Ethan, tapi aku tidak peduli. Selagi janur kuning belum melengkung."


Amanda manga saat mendengar ucapan dan pengakuan dari Akmal. Wajahnya terlihat begitu syok, karena dia tidak menyangka jika pria yang berada di hadapannya selama ini mempunyai rasa kepada Amanda.


Dia pikir kedekatan mereka selama kuliah itu hanya sebatas adik dan kakak serta sahabat saja, namun ternyata Amanda salah mengartikan. Dia memang tidak terlalu peka dengan perasaan orang lain terhadapnya.


Kemudian Amanda menarik tangannya dari genggaman Akmal, membuat pria itu seketika menatap sendu.


"Kak, aku sudah menganggap kamu sebagai Kakakku. Kita sudah bersahabat dari sejak kuliah. Kedekatan kita selama ini, aku pikir hanya sebatas sahabat, tidak lebih. Sehingga aku pun tidak mempunyai perasaan apapun sama kamu Kak. Aku tahu mungkin ini sangat menyakitkan, tapi ... maaf, aku tidak bisa. Maafkan aku Kak, jika aku hanya menganggap kau sebagai seorang sahabat dan seorang kakak. Aku tidak ingin karena masalah ini, kedekatan kita renggang." Amanda merasa tak enak kepada Akmal

__ADS_1


Dia tahu penolakannya pasti akan membuat hati pria itu hancur. Akan tetapi, Amanda tidak mempunyai pilihan lain. Dia harus tegas sebagai seorang wanita, tidak ingin mempermainkan hati pria lain.


Mendengar hal tersebut, tentu saja Akmal kecewa. Hatinya patah untuk kesekian kali, namun dia mencoba untuk tegar di hadapan Amanda dan tidak terlihat begitu sangat menyedihkan. Padahal siapa yang tahu jika Akmal rasanya ingin menangis.


"Maaf Kak! Aku hanya tidak mau mempermainkan perasaan orang lain. Aku tidak mau memberikan harapan palsu. Kakak juga tahu, jika aku sudah dijodohkan dengan Etan, dan--"


"Dan kamu sudah mempunyai perasaan sama dia? Jawab Amanda! Jika memang itu benar, maka aku akan sangat bahagia merelakanmu dengannya."


Amanda terdiam, namun kemudian dia menganggukkan kepalanya, "Iya Kak, mungkin belum perasaan cinta, hanya perasaan suka. Karena aku pun masih bertahap untuk mencintainya."


Akmal memejamkan matanya, satu tangan meremas celana yang dia pakai, seolah hatinya saat ini sedang remuk berkeping-keping. Dia tahu ini adalah konsekuensi yang harus diterima saat Amanda menolaknya.


"Tidak apa, jika kau memang bahagia bersamanya maka aku akan senang. Tapi setidaknya aku lega, karena sudah mengungkapkan perasaan yang sudah kupendam bertahun-tahun. Aku minta maaf, jika membuatmu sangat terkejut dengan pernyataanku. Tapi aku sebagai seorang laki-laki juga harus gentle bukan?"


Amanda menggenggam tangan Akmal. "Makasih ya Kak, atas pengertiannya. Dan Kakak adalah orang yang paling gentle, sebab mau mengungkapkan perasaannya kepadaku, di saat Kakak mengetahui kalau aku sudah dijodohkan dengan pria lain. Aku yakin kok, Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik. Dan aku berharap, ini tidak menjadi hubungan kita renggang sebagai seorang sahabat."


Akmal mengangguk, dia juga berharap seperti itu. Walaupun nantinya dia akan sakit melihat kebersamaan Ethan bersama dengan Amanda, akan tetapi dia harus mengikhlaskan semuanya.


Ethan yang mendengar jika Amanda lebih memilih dirinya pun merasa senang. Senyum terus terukir lebar di bibirnya, kemudian dia berjalan dengan langkah yang tegap di mana Amanda dan juga Akmal saat ini sedang duduk.


"Eekhm!" Sebuah deheman membuat keduanya seketika menoleh ke arah samping.


Dan alangkah terkejutnya Amanda, saat melihat jika di sana ada Etgan. Dia tidak menyangka jika pria itu berada di restoran yang sama.


"Ethan! Kenapa kamu bisa ada di sini?" Kaget Amanda, karena dia takut jika pria tersebut pasti akan marah kepadanya, sebab Amanda sudah berbohong.


Tanpa menjawab, Ethan berjalan ke arah Akmal yang sedang berdiri menatapnya juga. Dan itu membuat hati Amanda seketika berdetak kencang, karena dia takut jika keduanya saling adu jotos dan membuat keributan di restoran tersebut.

__ADS_1


'Astaga! Apa Ethan akan menghajar Kak Akmal? Tidak! Aku harus menghalanginya. Aku tidak ingin mereka membuat keributan di sini!' batin Amanda yang merasa panik.


BERSAMBUNG......


__ADS_2