
Happy reading....
Amanda sudah datang di tempat di mana dia janjian bersama dengan Ethan, dan saat wanita itu masuk dia melihat Ethan sudah menunggu dirinya. Jujur saja Amanda merasa gugup, karena setelah sekian lama dia kembali makan bersama dengan seorang pria, apalagi saat ini statusnya menyandang sebagai Janda.
"Maaf ya lama," ucap Amanda sambil duduk di hadapan Ethan.
"No problem! Kamu mau makan apa?" tanya Etan sambil menyodorkan menu pesanan kepada Amanda.
"Aku pasta barbeque saja, sama jus jeruk."
Ethan pun memanggil pelayan, kemudian memesan makanan yang dipesan oleh Amanda.
"Terima kasih ya, sudah mau untuk makan siang denganku," ujar Ethan.
Amanda mengganggukan kepalanya, dan mereka kembali terdiam sebab keduanya bingung harus berbicara apa dan mulai dari mana.
Apalagi saat ini jantung Ethan kembali berdebar dengan kencang. 'Astaga jantung! Apa aku mempunyai riwayat jantung jika bersama dengan Amanda? Atau memang benar kata Nancy, jika aku sudah jatuh cinta kepada wanita ini? Tapi masa iya sih?' Ethan masih bingung dengan perasaannya sendiri.
"Oh ya, besok malam kamu ada acara nggak?" tanya Ethan.
Amanda menatap heran ke arah pria tersebut, kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada sih, memangnya kenapa?"
Kemudian Ethan pun mengutarakan niatnya jika besok malam dia ada acara pertemuan bisnis dengan beberapa rekannya, dan pria itu meminta Amanda untuk menemaninya.
Tentu saja Amanda sangat syok saat mendengar ucapan dari Ethan, karena dia bukanlah kekasih dari pria itu, namun entah kenapa Ethan malah mengajak dirinya.
"Kenapa tidak ajak kekasih kamu aja?" tanya Amanda dengan bingung.
Ethan terdiam saat mendengar pertanyaan Amanda. Entah kenapa hatinya selalu sakit saat mendengar kata kekasih, sebab dari dulu dia tidak mempunyai pacar.
Pertama kali Ethan menjalin hubungan bersama dengan Mona, itupun karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. Dan Ethan rasa dia menyukai Mona dan menginginkan wanita itu, sehingga apapun yang mau Mona mau selalu dituruti oleh Ethan, tapi ternyata wanita tersebut tidak pernah mencintainya.
__ADS_1
"Aku tidak mempunyai kekasih. Lagi pula kamu kan juga tahu aku batal menikah," jawab Ethan sambil tersenyum miris
Amanda merutuki kebodohannya, karena sudah melontarkan kata-kata yang fatal. Dia takut jika perkataannya tadi menyinggung perasaan Ethan.
"Maaf ya kalau pertanyaanku tadi menyinggung, tapi sepertinya aku tidak bisa, soalnya besok lusa aku mau pergi pagi-pagi sekali."
"Pergi ke mana?" Ethan merasa penasaran.
"Ke Jakarta Utara, aku kebetulan buka kedai kopi di sana. Ya ... ingin melimpir aja sih ke berbagai bisnis, siapa tahu kan hoki." Amanda mengangkat kedua bahunya.
Ethan semakin dibuat kagum oleh prinsip hidup Amanda, di mana wanita itu selalu berusaha tanpa mau menyerah. Sifat yang sangat langka dimiliki oleh wanita lain.
Biasanya saat orang bercerai pasti akan sibuk untuk mencari pasangan hidup kembali, itu bagi laki-laki. Tetapi bagi seorang wanita, saat dia berpisah dari pasangannya, maka yang utama dicari bukanlah teman hidup, tetapi kesuksesan.
Karena wanita seringkali diinjak-injak harga dirinya sebab terlalu bergantung kepada pria, dan Amanda ingin membuktikan bahwa dia bisa hidup, berdiri kokoh tanpa harus mendapat belas kasihan dari seorang pria.
Amanda ingin menunjukkan kepada semua wanita yang menyandang sebagai janda tanpa anak atau seorang single parent, bahwa walaupun mereka hidup tanpa suami, mereka bisa untuk bertahan dan mencari nafkah.
.
.
Sementara di tempat lain Lulu dan juga Rizal sedang duduk di sebuah kursi yang ada di restoran setelah memesan makanan, keduanya pun terdiam karena Lulu juga malas untuk bertanya kepada Rizal.
Padahal itu adalah kesempatannya untuk mengenal lebih jauh, tapi entah kenapa Lulu merasa sungkan untuk bertanya kepada Rizal, ditambah pria itu sangat menyebalkan.
"Apa kau sudah lama bekerja dengan Nona Amanda?" tanya Rizal memulai pembicaraan.
Lulu menunjuk dirinya sendiri. "Kau berbicara denganku?"
"Tidak. Tapi aku berbicara pada meja. Jelas-jelas di sini manusia selain aku itu siapa? Ya kamu!" Rizal menghela nafas dengan kasar sambil memutar bola matanya.
__ADS_1
"Yee ... gitu aja ngambek!" ketus Lulu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi. "Iya aku sudah cukup lama kerja bersama dengan Amanda, memangnya kenapa? Kau mau merekrut jadi karyawan?" ledek Lulu sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya, setelah menjadi istri kau akan menjadi karyawanku. Aku akan menggajimu, jadi kau tidak usah kerja!"
"What! Memangnya berapa kau berani menggaji diriku, sampai kau melarangku untuk bekerja?" Lulu berkata dengan tatapan menantang ke arah Rizal.
Membuat pria itu tersenyum menyeringai, karena mendapat tawaran tantangan dari Lulu.
"Berapa yang kau mau?" tanya Rizal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kalau kau sanggup 150 juta per bulan?"
Mendengar itu Rizal malah terkekeh, membuat Lulu seketika merasa bingung, karena dia pikir 150 juta per bulan itu nominal yang cukup sangat besar, karena gajinya pun di butik tidak ada 10 juta.
"Kenapa kau tertawa? Memangnya ucapanku ada yang salah?" Lulu merengut dengan kesal.
"Bahkan aku bisa memberikanmu 500 juta per bulan."
Lulu menganga saat mendengar ucapan dari Rizal, tiba-tiba jarinya menghitung 500 juta dikali 1 tahun, dan itu membuatnya benar-benar tidak percaya.
'Apa dia sekaya itu? Sampai bisa memberikan nafkah aku begitu banyak?' batin Lulu
Sementara Rizal merasa gemas saat melihat wajah Lulu yang kaget dicampur tak percaya. Entah kenapa dia merasa bahwa Lulu adalah wanita yang begitu langka, di mana dia tak pernah jaim saat berhadapan dengannya.
Padahal biasanya seorang wanita akan merasa jaim saat berhadapan dengan seorang pria, tapi tidak dengan Lulu. Bahkan wanita itu menampilkan ketidaksukaannya terhadap Rizal, dan itu menjadi daya tarik sendiri baginya.
Saat Lulu akan membuka ucapannya kembali, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyapa Rizal dan langsung memeluk tubuhnya, membuat Lulu seketika menatap bulat dengan wajah yang kaget.
Begitu pula dengan Rizal, dia tak menyangka jika tiba-tiba saja tubuhnya dipeluk oleh seseorang. Apalagi saat mengetahui orang itu siapa.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1