
Happy reading ....
Akhirnya Amanda dan juga Ethan pun keluar dari rumah untuk pergi ke kediaman Lulu.
"Kalian mau ke mana malam-malam seperti ini?" tanya Tante Inggit.
"Ini Mah ... si Lulu minta aku ke rumahnya, nggak tahu kenapa," jawab Amanda.
"Ya sudah, tapi jangan malam-malam pulangnya ya!" Amanda mengangguk, lalu mereka berpamitan pada tante Inggit dan keluar dari rumah.
Sepanjang perjalanan Amanda tidak banyak bicara, dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil karena Amanda benar-benar merasa kepalanya sedikit pening.
"Teman bar-bar kamu itu ngapain sih malam-malam minta kamu ke rumahnya? Heran aku. Dia lagi hamil dan permintaannya suka yang aneh-aneh, jangan sampai aja dia hamil tapi nyusahin kita," gerutu Ethan.
Amanda memiringkan badannya "Mas, kalau semisalnya aku hamil nanti, terus aku kayak Lulu, gimana?"
"Yaa ... mau nggak mau harus turutin, daripada anakku ileran. Asalkan ngidam kamu itu masih di batas wajar," jawab Ethan sambil mencubit dagu Amanda. "Kalau seperti teman kamu itu ... bukan di atas wajar, tapi di atas tidak wajar. Bahkan orang yang tadinya suka cendol seketika ... uwweek!" Ethan langsung mual saat mengingat ucapan Lulu tempo hari.
Dia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian dia keluar dan lagi-lagi pria itu mual, perutnya terasa diaduk-aduk saat mengingat ucapan Lulu.
"Kamu ngapain muntah-muntah Mas? Kamu sakit?" tanya Amanda dengan cemas.
"Bukannya sakit sayang, tapi setiap aku mengingat ucapan Lulu yang mengatakan, bahwa es cendol itu adalah ingus yang mengental, membuat aku seperti ingin muntah dan perutku langsung diaduk-aduk, uweeek," ujar Ethan sambil menutup mulutnya karena tiba-tiba dia ingin muntah kembali.
__ADS_1
"Ya sudah ... ya sudah, jangan dipikirin dan jangan diomongin lagi. Lagian itu anak ada-ada aja deh, kalau ngomong nggak pernah disaring dulu." Amanda menggelengkan kepalanya.
Hingga tidak terasa mobil pun sudah sampai di kediaman Lulu, wanita itu langsung memencet bel dan Lulu membuka pintu dengan wajah yang sumringah.
"Wah! Thank you ya ... akhirnya lo datang juga." Lulu menarik tangan Amanda.
"Emang mau ngapain sih Lu, lo nyuruh gue malam-malam ke sini?" tanya Amanda dengan lemas.
"Udah duduk dulu!"
"Suami lo mana?" tanya Amanda sambil melihat ke arah kanan dan kiri mencari keberadaan Rizal.
"Tadi gue minta Mas Rizal keluar buat cari seblak, tapi udah 1 jam belum balik. Pokoknya dia nggak boleh pulang sebelum mendapatkan seblak, gimanapun itu ..." Lulu mengangkat kedua bahunya.
"Kok malah bengong sih?" tanya Lulu.
"Apa lo nggak terlalu menyusahkan suami lo, Lu? Maksud gue ... ini kan udah malam, di mana ada penjual seblak? Yang ada itu, nasi goreng banyak di pinggir jalan, tapi kalau seblak gue nggak yakin. Mungkin 10/90%," terang Amanda.
"Ya ... mau gimana lagi. Gue lagi kepengen seblak. Ya udah nanti juga dapet, sekarang mendingan kita nonton film horor yuk!" ajak Lulu.
"What! Nonton film horor?" kaget Amanda dengan mata membulat. "Enak aja. Lo kan tahu kalau gue itu nggak suka horor?" Amanda menggeleng dengan tegas.
Sedari kecil dia tidak suka film horor, karena baginya film itu sangat menakutkan. Walaupun dia tahu itu bohongan, namun tetap saja riasan dari para pemain di film tersebut membuatnya jantungan, apalagi saat ada musik yang begitu mengagetkan.
__ADS_1
"Ayolah ... please! Itu kenapa gue nyuruh lo ke sini, buat temenin gue nonton film horor. Gue tuh lagi pengen tahu ..."
"Are you crazy? Jadi lo nyuruh gue ke sini malam-malam untuk nonton film horor? Lo gila, Lu! Ini udah malem dan lo malah nonton film kayak gituan? Astaga ... parah sih ngidam lo itu benar-benar kelewat parah banget! Ada ya orang ngidam nontonnya film horor? Biasanya tuh orang ngidam sukanya tuh India, Korea, aktor-aktor China, yang ganteng-ganteng yang tampan nan sixpack. Lah lo ...?" Amanda tidak habis pikir dengan sahabatnya.
Begitu pula dengan Ethan, dia hanya memutar bola matanya sambil menghela nafas dengan kasar. 'Untung saja bukan aku suaminya. Kalau aku suaminya, sungguh aku akan menderita seperti Rizal.' batin Ethan.
"Ayolah ... please! Lagian di sini ada suami lo ini kan?" Lulu mencoba untuk membujuk Amanda.
Wanita itu awalnya menolak, tapi melihat Lulu yang hendak menangis akhirnya Amanda pun tidak tega.
"Oke ... oke, tapi jangan keras-keras volumenya! Mas ... sini!" Amanda menyuruh edan mendekat ke arahnya.
"Ada apa, sayang?"
"Kamu duduk agak majuan ya, biar aku bisa ngumpet di belakang punggung kamu," ucap Amanda dengan lirih.
"Jangan di belakang punggung dong! Kalau perlu kamu peluk aku aja." Ethan menaik turunkan alisnya.
Amanda terdiam, kemudian dia menganggukkan kepala. 'Sepertinya gue juga harus kerjain tuh si Lulu. Enak aja dia nyuruh gue malam-malam ke sini untuk nonton film horor. Gue kerjain lo ... gue panasin lo, mumpung laki lo nggak ada di rumah, hehehe ...' batin Amanda terkekeh di dalam hati saat ide jailnya muncul seketika.
BERSAMBUNG.....
Maaf ya Kalau Amanda jarang Up🙏🏻Soalnya Author lagi fokus di sebelah. Jadi Up santai di Sini🙏🏻
__ADS_1
Author juga mau ngucapin selamat untuk ke-5 Para pemenang GIVEAWAY dari Novel ini. RAHASIA WITH IPAR. Semoga berkah ya🤲🏻Doakan selalu Author sukses dan selalu bisa berkarya, agar bisa membagi rezeki dengan para reader🤲🏻❤❤