Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Permintaan Aneh


__ADS_3

Happy reading.....


Malam hari Amanda beranjak dari tempat tidur untuk menuju ruang ganti, namun seketika tubuhnya diangkat oleh Ethan.


"Kamu ngapain sih Mas?" tanya Amanda. "Lepasin! Turunin ... aku bisa jalan sendiri kok."


"Sayang, badan kamu itu masih lemah. Udah biar aku gendong, kamu mau ngapain?"


"Mau ganti baju."


Mendengar itu Ethan tersenyum menyeringai. "Kalau gitu biar aku aja yang ganti ya."


"Eeh ... tidak tidak. Kalau kamu yang ganti, nanti tangannya malah kemana-mana. Udah biar aku sendiri aja. Lagi pula aku bukan bayi. Aku bisa ganti sendiri," jawab Amanda sambil memanyunkan bibirnya.


Dia sudah sangat hafal dengan watak Ethan, karena sudah pasti pria itu akan menjamah tubuhnya, bukan hanya menggantikan baju saja namun pada akhirnya akan berakhir di ranjang dengan pergumulan yang panas.


"Ya ampun sayang! Dikit aja, nggak papa kali, toel-toel mainin dikit nggak papa," goda Ethan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Nggak ada. Aku kan baru keluar dari rumah sakit Mas ... nunggu keadaanku pulih dulu ya."


"Tapi ini udah satu minggu loh? Apa kamu nggak kasihan ya sama si Junior sedari seminggu terus berpuasa? Bahkan untuk solo karir aja aku malas." Ethan menjawab dengan nada yang begitu lesu.


Amanda terkekeh saat mendengar penderitaan dari suaminya. "Sabar ya sayang, sebentar lagi. Lusa aku pasti akan memberikan kamu jatah, janji!"; Amanda mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V.


"Bener ya lusa?"


"Iya."


"Nanti aku mau permainan gaya kangguru, terus gaya kodok, gaya--" ucapan Ethan terhenti saat Amanda tiba-tiba saja menaruh jari telunjuknya di bibir pria itu.


"Jangan aneh-aneh deh Mas. Mana ada gaya kangguru dan gaya kodok? Emangnya mau loncat-loncat? Emang bisa kalau bermain sambil loncat? Kamu mah ada-ada aja deh!"


"Ada dong sayang. Orang lain aja nih gaya cicak yaitu nempel di dinding, kita nyoba gaya baru dong, gaya yang tidak pernah dilakuin sama yang lain."


Amanda tidak menanggapi ucapan Ethan, sementara pria itu mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu memikirkan gaya yang paling enak, namun tidak pernah dilakukan oleh pasangan lainnya.

__ADS_1


"Sudah dibersihin dulu otaknya. Nanti aja mikir gaya-gayanya, aku mau tidur udah malam ini." Amanda pun berjalan menuju ranjang diikuti oleh Ethan.


.


.


Pagi hari Ethan sudah siap untuk pergi ke kanto,r sementara untuk Amanda tidak pergi ke butik dan rencananya Ethan akan merekrut seseorang kepercayaannya untuk mengurus butik Amanda.


"Sayang ... apa kamu yakin akan mempercayakan butik itu kepada Gisel?" tanya Tante Anjani saat berada di meja makan.


"Iya Mah, Amanda sangat yakin. Dan lagi pula, nanti mas Ethan juga akan menyuruh orang kepercayaannya untuk membantu Gisel," jawab Amanda.


"Ya sudah, tapi kamu juga jangan capek-capek supaya nanti bisa cepat hamil ya. Mama dan Papa sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu," ujar tante Anjani dengan wajah berbinar.


"Aamiin ... Mama dan Papa doakan saja ya semoga aku dan juga Mas Ethan segera diberi kepercayaan untuk memiliki anak."


Saat sarapan selesai Amanda baru ingat bahwa hari ini dia akan menengok Mona ke penjara karena wanita itu ingin melihat apakah Mona menyadari kesalahannya atau tidak. Dia juga ingin mendengarkan kenapa Mona sampai melakukan hal senekat itu yang merugikan dirinya sendiri.


"Sayang, apa kamu yakin akan ke penjara? Tidak usah lah. Buat apa sih nggak penting banget nemuin orang seperti itu! Percuma ... nggak bakalan sadar dengan kejahatannya. Orang kalau hatinya sudah tertutup sama dendam itu, nggak bakalan mendapatkan hidayah," ujar Ethan sambil meminum kopinya.,


"Nggak papa Mas, kita tengok aja ayo!" ajak Amanda.


.


.


Di kediaman orang tua Rizal.


Saat ini Lulu tengah merajuk karena Rizal menolak permintaannya. Dia mengunci diri di kamar sebab wanita itu merasa kesal dan juga marah


"Rizal, da apa sih? Kenapa Lulu tidak mau sarapan?" tanya Tante Lena.


"Dia lagi marah Mah_ sama aku."


"Marah kenapa?"

__ADS_1


"Itu ... masa pagi-pagi dia minta kerang dari sawah."


"Kerang dari sawah? Emang ada kerang berasal dari sawah?" bingung tante Lena sambil menggaruk kepalanya.


"Nggak tau ah ... mama tanya aja sama dia! Nyari di mana coba kerang itu? Kalau kerang ijo sih mungkin nyari di penjual ikan banyak."


Kemudian tante Lena mengetuk pintu kamar Lulu dan setelah beberapa menit pintu pun dibuka. "Kamu kenapa sayang? Katanya kamu minta kerang sawah? Maksudnya gimana?" tanya Tante Lena kepada menantunya.


"Itu Mah, aku minta Mas Rizal turun ke sawah buat ngambil tutut."


"Tutut? Tutut itu apaan? Mobil butut?" tanya Tante Lena dan seketika dia teringat dengan satu buah lagu lawas yang judulnya mobil butut.


"Bukan Mah."


"Lah ... terus apa? Kentut?"


Lulu malah merengut saat mendengar jawaban Ibu mertuanya. "Bukan ... bukan itu maksud Lulu. Tapi itu loh ... keong yang warnanya hitam yang berada di sawah. Lulu mau Mas Rizal turun ke sana mengambilnya sendiri, terus dia masakin deh buat Lulu."


Mendengar itu mulut tante Lena dan juga Rizal menganga. "Sayang ... are you crazy? Kenapa kamu minta aku buat turun ke sawah? Yang benar aja dong. Seumur-umur aku tidak pernah lo turun ke sawah, jangankan ke sawah, ke ladang aja nggak pernah." protes Rizal.


"Nggak mau tahu. Pokoknya kamu harus dapat, kalau kamu nggak dapet dan mengambilnya di sawah, ya udah aku nggak mau makan sampai tutut itu didapatkan!"


Tante Lena seketika menatap ke arah Rizal. "Udahlah Nak, kabulkan saja. Ibu hamil kalau udah minta satu permintaan jika itu tidak dituruti maka dia tidak akan makan. Kamu mau memangnya anak di dalam kandungan Lulu kenapa-napa?"


"Ya tapi kan Mah ... masa Rizal harus turun ke sawah? Mama kan tahu jangankan ke sawah, di kota ini nyari sawah di mana, Mah?"


"Cari aja di pinggiran kampung." celetuk Lulu


Akhirnya mau tidak mau Rizal pun keluar dari rumah dengan badan yang lesu. Bagaimana tidak? Dia belum pernah sekalipun main di lumpur dan sekarang istrinya meminta dia harus turun secara langsung.


"Aku harus menemukan cara agar tidak turun ke sawah, gimana caranya ya?" gumam Rizal saat berada di dalam mobil.


"Ahaa! Aku punya ide yang cemerlang." Kemudian Rizal pun melajukan mobilnya dengan senyum sumringah di bibirnya.


Dia mempunyai ide agar tidak turun secara langsung ke sawah. Pria itu akan menyewa orang lain untuk mengambil tutut dan membayarnya, jadi pria tersebut tidak usah capek-capek memunguti hewan itu dan berkotor-kotoran.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Eaalaah ada² aja si Bumil😂😂Sabar ya Zal, kalau abis kesabaran beli di apotek🤣


__ADS_2