
Happy reading ....
Amanda saat ini tengah berada di jalan untuk menuju rumah Fitri, dan Darius menengok keadaan wanita itu.
Tidak lupa Amanda juga membawa buah-buahan untuk Fitri, dan saat sampai di sana dia berpapasan dengan Darius yang baru akan berangkat bekerja.
"Amanda!" kaget Darius.
"Selamat pagi Mas, aku ke sini mau menengok keadaannya Fitri, apa boleh?" tanya Amanda kepada pria tersebut.
"Iya boleh, dia ada di dalam," jawab Darius. "Silakan masuk!" Pria itu mempersilahkan Amanda dan juga Ethan. untuk masuk ke dalam.
Terlihat Fitri sedang duduk di depan TV sementara bayinya tertidur di samping yang ada di dalam box bayi
"Assalamualaikum," ucap Amanda dan Ethan.
"Waalaikumsal--" Ucapan Fitri terhenti saat tiba-tiba saja dia melihat Amanda dan Ethan berada di sana. "Buat apa kalian ke sini?" tanya Fitri dengan ketus.
Amanda kemudian berjalan ke arah Fitri dan dia melihat memang kedua kaki wanita itu sudah diamputasi.
Melihat tatapan Amanda yang mengarah kepada kakinya, Fitri hanya tersenyum sinis. "Puas kamu sekarang, hah? Kamu senang kan melihat kakiku seperti ini?" tuduh Fitri.
"Tidak Fitri, kamu salah paham. Aku ke sini dan juga mas Ethan untuk menengok keadaan kamu."
"Halah ... bohong banget. Bilang aja kalau kamu itu senang melihat keadaanku sekarang! Di dalam hati kamu menyumpahi aku kan?" tuduh Fitri.
Amanda menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan cara jalan pikiran Fitri seperti apa, bahkan di saat seperti itu Fitri masih saja membenci dirinya.
"Fitri, kamu itu apaan sih? Amanda dan juga Ethan ke sini datang baik-baik untuk menjenguk keadaan kamu, kenapa kamu malah menuduh mereka seperti itu?" ucap Darius.
"Kamu juga Mas. Kenapa kamu membela dia, hah? Oh ... atau jangan-jangan kamu berniat untuk balikan lagi sama dia, setelah melihat keadaan aku seperti ini? Terus kamu membandingkan aku dengan dia? Iya!" teriak Fitri dengan emosi sambil menunjuk wajah Amanda.
"Sayang ... sebaiknya kita pergi aja yuk dari sini! Lihat! Bahkan dia tidak tahu caranya berterima kasih seperti apa. Kita datang ke sini dengan niat baik-baik, tapi dianya malah ngegas. Pantas aja Tuhan memberikan karma seperti itu kepadanya? Tapi dengan keadaannya seperti ini saja tidak membuat dia bahkan menyadari kesalahannya dan masih memaki dan membenci orang lain?" sindir Ethan sambil mengajak Amanda untuk pulang.
"Jangan bicara seperti itu ah," bisik Amanda merasa tak enak.
"Ya udah pergi aja kalian dari sini, hah! Ngapain ke sini? Aku nggak minta kalian untuk nengok keadaan aku ya! Dalam hati, kalian itu pasti tertawa bukan? Menyumpahi aku kan!" bentak Fitri.
__ADS_1
"Pergi kalian! PERGI!" teriak Fitri dengan nada yang tinggi sambil menunjuk pintu.
Bayi yang ada di sampingnya seketika menangis saat mendengar teriakan Fitri. Darius yang melihat itu pun segera menggendong anaknya.
"Kamu itu benar-benar keterlaluan ya, Fitri! Lihat anak kita jadi nangis kan? Mbak ..." panggil Darius memanggil baby sitter-nya. Kemudian memberikan anaknya kepada babysitter karena dia harus pergi ke kantor.
"Ya sudah, kalau gitu mbak sama Mas Ethan pergi dulu ya. Semoga kamu cepat sembuh. mbak berharap kamu bisa merenungi kesalahan kamu Fitri." Setelah mengatakan itu Amanda pun pergi dari sana bersama dengan Ethan.
"Pergi kalian! Pergi! Aku tidak butuh kalian di sini, pergi!" teriak Fitri dengan frustasi.
Dia merasa marah dengan keadaannya saat ini, apalagi saat melihat kebahagiaan Amanda membuatnya benar-benar memaki di dalam hati.
"Kenapa Tuhan? Kenapa Kau begitu jahat kepada aku? Kenapa Kau mau ngambil kedua kakiku? Kenapa!" teriak Fitri dengan histeris sambil memukul kakinya. "Aku tidak mau buntung. Aku tidak mau!" tangis Fitri seketika pecah.
Darius mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian dia berjongkok di hadapan Fitri. "Seharusnya kamu bisa menyadari kesalahanmu. Tuhan sudah memberikanmu peringatan dan pelajaran seharusnya kamu bisa menjadi lebih baik lagi, kenapa kamu masih menyalahkannya? Sudahlah Fitri, perbaiki hidupmu," ucap Darius dengan bijak.
Fitri yang mendengar itu pun malah berdecih. "Ciih! Apa kamu bilang? Perbaiki hidupku? Mas, hidupmu saja tidak baik. Apakah kamu pikir, hidupmu itu baik, hah? Kau bahkan tidak jauh beda denganku Mas. Kamu juga orang jahat! Kita itu sama!" teriak Fitri.
"Iya aku tahu aku juga pernah menyakiti Amanda, aku pernah berbuat jahat kepadanya, tapi sekarang aku sadar. Dan seharusnya kamu juga bisa seperti itu, sudahlah ... sebaiknya tenangkan dulu pikiran kamu dan berpikirlah dengan jernih. Aku mau ke kantor." Darius pun pergi dari sana.
Dia juga tidak habis pikir kenapa Fitri tidak pernah menyadari kesalahannya? Dan setelah kakinya diamputasi, bukannya dia meminta maaf kepada Amanda tetapi malah memakiwanita itu.
.
.
Amanda masih terdiam di dalam mobil. Sejujurnya dia sangat kasihan saat melihat keadaan Fitri, tapi wanita itu malah terus saja menuduhnya.
"Apa aku bilang sayang? Dia bahkan tidak mau merenungi kesalahannya, dan masih saja menuduh kamu yang tidak-tidak. Biarkan saja! Mungkin Allah sudah memberikannya hati yang keras seperti batu. Setelah diberikan Hidayah, wanita itu masih belum menyadari perbuatannya selama ini," ucap Ethan sambil menggenggam tangan Amanda.
Wanita itu hanya diam sambil menyandarkan kepalanya di pundak kekar sang suami. Terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut Amanda, dan Ethan tahu seberapa berat wanita itu menyimpan kegelisahan di dalam hatinya.
Ting! Ponsel lamanda berdenting.
Wanita itu pun membaca pesan dari sahabatnya, yaitu Lulu.
(Nanti jam 10.00 gue tunggu lo di cafe. Ada hal yang ingin gue bicarain sama lo!)
__ADS_1
Dahi Amanda mangkerut heran saat membaca pesan tersebut.
"Kenapa sayang?" tanya Ethan.
"Ini Mas, Luku ngajak aku ketemu di cafe nanti, apa ada hal penting ya?"
"Datang aja, siapa tahu memang hal itu penting. sekalian kita makan siang bareng, double date," jawab Ethan sambil menaik turunkan alisnya.
Amanda hanya tersenyum sambil mencubit pinggang Ethan, kemudian mobil melaju pergi ke butik Amanda, karena dia sudah satu minggu itu tidak masuk ke sana.
Saat wanita itu masuk dia disambut oleh Gisel dan beberapa karyawannya. "Selamat pagi Mbak Amanda! Selamat datang kembali."
"Terima kasih ... ih ya, ini oleh-oleh buat kalian," ucap Amanda sambil memberikan oleh-oleh untuk karyawannya.
"Wah! Terima kasih Mbak," ucap salah satu karyawan
"Gisel, apa Lulu tidak masuk ke sini?",
"Tidak Mbak, kemarin Mbak Lulu itu sakit."
"Apa! Sakit?" kaget Amanda dan langsung dibalas sanggupan oleh Gisel..
Dia merasa heran sebab tadi dari pesan yang Lulu kirim wanita itu tidak mengatakan apapun.
"Tadi si Lulu nggak ngasih tahu kamu kalau dia lagi sakit sayang?" tanya Ethan dan namanya langsung menggeleng.
"Tidak Mas. Aneh sih menurut aku. Ya udah deh, kalau gitu aku kerja dulu ya. Kamu hati-hati di jalan," jawab Amanda sambil mencium tangan suaminya.
Ethan menangkup kedua pipi Amanda kemudian dia mencium kening wanita itu, beralih ke pipi hidung, kedua mata dan terakhir bibirnya.
"Iiihh ... kamu ini. Di sini banyak orang juga," ucap Amanda sambil mencubit perut Ethan, karena dia merasa malu sebab di sana ada karyawannya.
"Tidak apa-apa, toh kita sudah halal," jawab Ethan sambil mengedipkan sebelah matanya.
BERSAMBUNG....
Mentang mentang dah halal, sosor terus🤣🤣
__ADS_1