Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Rival


__ADS_3

Happy reading.....


"Mah, Pah, Amanda pergi dulu ke butik ya," ucap Amanda setelah dia selesai sarapan.


"Iya sayang, hati-hati di jalan ya," jawab Tante Anjani.


Amanda mengangguk, kemudian dia pergi setelah mencium tangan kedua orang tuanya, masuk ke dalam mobil untuk menuju butik.


Hari-hari Amanda terasa begitu bahagia, karena dia merasa tak ada beban hidup di dalam dirinya. Tidak peduli pandangan orang terhadapnya apa, karena menyandang gelar seorang janda.


Saat sampai di butik, Amanda melihat di sana sudah ada Lulu. "Pagi kembarannya ikan lele," sapa Amanda.


"Pagi calon istrinya Tuan Ethan."


Amanda langsung melirik ke arah Lulu saat wanita itu mengatakan jika dirinya adalah calon istrinya Ethan.


"Maksudnya apaan?"


"Halaah ... nggak usah pura-pura. Gue lihat-lihat, kalian itu mirip loh. Apa jangan-jangan, kalian jodoh ya?" ledek Lulu, namun dia tidak menatap ke arah Amanda karena saat ini dirinya sedang sibuk mendesain baju.


"Haduh! Kumat deh." Amanda menggelengkan kepalanya.


Pagi ini dia enggan untuk saling melempar ledekan bersama dengan Lulu, karena pesanan di butik lumayan banyak.


Lulu berjalan ke arah meja untuk mengambil kopi, lalu dia menatap ke arah Amanda. "Oh iya, ada yang mau gue bicarain sama lo."


"Soal apa?" jawab Amanda tanpa menatap ke arah Lulu, karena saat ini dia sedang fokus ke laptopnya.


"Gue mau ambil cuti ya, sampai hari H. Soalnya kan lo tahu gue bentar lagi mau nikah tuh sama kembarannya udel, jadi dia meminta gue untuk cuti."


Amanda seketika menatap ke arah Lulu, melihat wanita itu dengan lekat. Tanpa menjawab Amanda pun menganggukkan kepalanya, membuat Lulu kebingungan antara ia dan tidak.


"Gimana Bu Bos? Lo ngizinin gue, nggak?"


"Iya gue izinin, udah libur aja. Lagian pesanan baju juga kan masih lama, jadi masih ada waktu luang."


Saat keduanya tengah sibuk, tiba-tiba ponsel Amanda berdenting, dan ternyata ada pesan masuk dari Akmal yang mengatakan jika dia sudah berada di butiknya.


Wanita itu mengerutkan kening karena jam masih menunjukkan pukul 11.00 siang, sementara mereka janjian jam 13.00 untuk makan siang, sebab Amanda memang ingin membicarakan perihal bunga yang dikirim oleh Akmal semalam.


Amanda menutup laptopnya, kemudian dia berjalan ke arah luar. Sementara Lulu hanya memandanginya saja, karena dia saat ini sedang fokus pada pekerjaannya untuk cuti selama hari pernikahannya.


Wanita itu melihat Akmal sedang duduk di kursi yang ada di butik, kemudian dia menghampirinya lalu duduk di sebelah Akmal.


"Kita kan janjiannya jam 01.00, Kak?"


"Memangnya kenapa kalau aku datang lebih awal? Aku pikir ini sudah jam 13.00," kelakar Akmal.


Amanda hanya menggelengkan kepalanya saja, karena pria itu selalu saja seperti itu, jika janjian pasti datang lebih awal dengan alasan jamnya rusak dan lain-lain.


"Oh ya Kak, apa bunga semalam dan juga bunga kemarin itu dari Kakak?" tanya Amanda to the point.

__ADS_1


Akmal menganggukkan kepalanya. Karena dia pikir untuk apa berbohong, biar saja Amanda tahu bahwa semua itu dari dirinya, karena memang itu tujuan Akmal untuk mendekati Amanda.


Melihat pria itu mengiyakan pertanyaannya, wanita tersebut hanya tersenyum. Karena Amanda pikir itu hanyalah bunga persahabatan saja. Kemudian dia kembali ke ruangannya untuk mengambil tas, karena mereka akan pergi keluar melakukan makan siang.


"Lo mau ke mana?" tanya Lulu dengan heran saat melihat Amanda akan keluar.


"Itu, Kak Akmal ke sini mau ngajakin gue makan siang. Ya udah kalau gitu gue duluan ya. Lo nggak apa-apa kan makan sendirian?"


"Iya Nggak apa-apa, udah biasa juga gue makan sendiri. Eh .. tapi ngemeng-ngemeng, gimana sama calon suami lo?"


"Ngomong-ngomong. Sejak kapan berubah jadi ngemeng-ngemeng? Lagian calon suami siapa sih? Gue belum punya calon. Udah ah, gue pergi dulu ya, bye!" Amanda melambaikan tangannya sementara Lulu hanya merengut dengan kesal.


Padahal dia ingin sekali curhat tentang hubungannya bersama dengan Rizal, tapi Amanda malah pergi.


Saat Amanda akan masuk ke dalam mobil Akmal, tiba-tiba Ethan datang dan langsung menarik tangannya, membuat wanita itu tersentak kaget.


"Ethan!" kaget Amanda.


Akmal menatap ke arah Ethan dengan rasa tak suka, saat melihat pria itu memegang tangan Amanda.


Memang tadi Ethan berencana ke butik Amanda untuk mengajak wanitanya makan siang, karena mereka juga sedang dalam masa pendekatan. Jadi Ethan harus menggunakan kesempatan itu untuk membuat Amanda jatuh cinta kepadanya.


"Kamu mau ke mana sama dia?" tanya Ethan sambil menatap ke arah Akmal dengan sinis.


"Aku mau makan siang, kemarin sudah janjian jadi tidak enak kalau ingkar," jawab Amanda sambil menggaruk belakang lehernya, karena dia merasa tak enak juga kepada Ethan.


"Kalau begitu aku ikut," ujar Ethan.


"Ingat, kita ini sedang dalam masa pendekatan. Sekarang gini saja, kamu pilih makan siang sama dia atau sama aku!" Ethan menatap sinis ke arah Akmal.


Sementara pria itu menatap menantang, karena dia yakin sudah pasti Amanda memilih dirinya. Akan tetapi yang membuat Akmal merasa heran adalah, saat Ethan mengatakan jika mereka sedang dalam masa pendekatan.


"Amanda, pria ini siapa sih? Dia bukan kekasih kamu kan?" tanya Akmal memastikan.


"Dia--"


"Aku calon suaminya." potong Ethan, membuat Amanda seketika menatapnya dengan kaget.


"Oh ya! Tapi kok aku nggak yakin ya kalau kamu itu calon suami Amanda?" Akmal seakan tidak percaya dengan ucapan Ethan, karena dia pun seorang laki-laki.


Mendengar ketidakpercayaan dari pria yang menjadi rivalnya, Ethan berjalan mendekat ke arah Akmal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Aku dan Amanda sudah dijodohkan, dan saat ini kami sedang dalam masa pendekatan. So, jangan ikut campur dalam hubungan kami ya! Jangan jadi penghalang dan jangan jadi Duri!" jelas Ethan dengan tatapan yang sengit.


Akmal cukup terkejut saat dia mendengar penjelasan dari pria yang dianggap sebagai saingannya. Namun seketika tatapan itu mengarah kepada Amanda, di mana wanita tersebut hanya diam dengan mata membulat kaget.


Jujur saja Amanda tidak menyangka jika ternyata Ethan seagresif itu. Padahal mereka masih dalam masa pendekatan selama 2 bulan.


"Amanda, apa benar yang dikatakan dia?" Akmal menatap ke arah wanitanya dengan lekat.


Membuat Amanda seketika menjadi gugup, namun wanita itu menganggukan kepala. "Iya, yang dikatakannya memang benar. Aku dan dia selama dua bulan dalam masa pendekatan."

__ADS_1


Rasanya hati Akmal kembali patah saat mendengar Amanda mengiyakan perkataan dari pria yang ada di hadapannya. Lagi-lagi Akmal harus hancur untuk kedua kalinya.


Namun kali ini Akmal tidak mau menyerah, karena dia pikir mereka berdua sedang dalam masa pendekatan, jadi belum ada kata deal untuk memutuskan ke jenjang yang lebih serius.


"It's okay! Selagi janur kuning belum melengkung, semua bisa terjadi bukan?" Akmal mengangkat kedua bahunya sambil menatap tajam ke arah Ethan.


"Cukup besar juga ternyatanya nyali mu?" Ethan tersenyum sinis, kemudian dia berjalan ke arah Amanda dan menggenggam tangan wanita itu.


"Kita makan siang bersama!" ajak Ethan.


Namun saat Amanda akan memasuki mobil pria tersebut, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Akmal. "Kamu sudah berjanji kepadaku, Amanda. Tidak bisa kamu ingkar seperti ini. Kamu kan lebih dulu janji makan siang sama aku, bukan sama dia!" tunjuk Akmal dengan dagunya ke arah Ethan.


"Hei! Aku ini calon suaminya." bantah Ethan.


"Baru calon kan, bukan suami? Lagi pula, belum ada kata deal untuk kalian menikah. Jadi Amanda masih milik bersama!"


Kedua pria itu pun debat saling memperebutkan dengan siapa Amanda akan makan siang, membuat wanita yang berada di tengahnya merasa pusing.


'Astaga! Aku benar-benar seperti seorang wanita yang tengah diperebutkan oleh dua pangeran.' batin Amanda sambil memutar bola matanya.


Tangannya ditarik ke kanan dan ke kiri seperti sebuah boneka yang sedang diperebutkan oleh dua orang anak yang ingin bermain.


"Cukup! Apa kalian mau membuat tanganku patah? Kalian ini macam anak kecil saja sih. Sudahlah, mood ku sudah hilang. Aku tidak ingin makan siang bersama siapapun. Aku mau di butik saja! Sebaiknya sekarang kamu Ethan, dan kamu ke Akmal, pergi aja dari sini! Aku mau makan siang sama Lulu." Amanda menghentakkan kakinya dengan kesal.


Kemudian dia menghempaskan kedua tangan pria itu di lengannya, lalu wanita tersebut masuk kembali ke dalam butik dengan perasaan yang gondok.


Dia tidak sadar jika dalam butiknya ada Lulu yang sedang memperhatikan dirinya sejak tadi, bahkan wanita itu tertawa terbahak-bahak saat melihat Amanda sedang diperebutkan oleh dua pria.


Akmal dan juga Etan saling melirik satu sama lain dengan tajam, karena mereka gagal untuk makan siang bersama dengan Amanda. Kedua pria itu mendekat hingga tak ada jarak sedikitpun, kemudian kening mereka menyatu dengan nafas memburu menahan kekesalan.


"Sebaiknya kau mundur saja! Karena di sini aku yang akan menang, paham!" gertak Ethan sambil menunjuk dada milik Akmal.


"Sebaiknya kau yang mundur! Karena Amanda sudah pasti akan memilihku. Dan aku tidak akan menyerah sebelum janur kuning melengkung." Akmal membalas Ethan sambil menunjuk dada pria itu.


Sementara Amanda masuk ke dalam ruangannya, namun yang membuat Amanda merasa heran adalah, saat Lulu tengah menari dengan musik yang sedang viral di dunia maya, yaitu lagu Janda pirang.


"Astaga Lulu! Ini masih siang, kenapa lo nyetel dangdut sih? Matiin gak!" pinta Amanda, karena saat ini perasaannya benar-benar sangat kesal.


"Nggak mau! Karena gue rasa lagu ini cocok deh untuk lo, seorang janda yang sedang diperebutkan oleh dua pangeran? Untung rambut lo nggak pirang, bisa-bisa kalau lo keluar dari butik jadi pusat perhatian," kekeh Lulu dan langsung mendapat lemparan bantal dari Amanda.


"Eh lele, jangan samain gue sama lagu itu ya! Enak aja kalau ngomong. Sembarangan!" kesal Amanda dengan wajah cemberut.


Sementara Lulu makin tertawa saat melihat kekesalan di wajah sahabatnya, karena menurut Lulu, lagu itu pantas untuk Amanda. Hanya saja yang membedakan rambut wanita itu yang hitam, sedangkan di lagu tersebut warnanya pirang.


"Janda mana janda mana tuan senangi,


Janda yang putih janda yang putih berambut pirang." Lulu malah menyanyikan lagunya dan dia semakin gencar meledek, apalagi tarian bebek nya yang mirip Zaskia itik, membuat Amanda kesal.


"Luluuuu!" teriak Amanda dengan kesal, kemudian dia lagi-lagi melempar bantal yang ada di sofa, membuat Lulu seketika berlarian di dalam ruangannya sambil tertawa terbahak-bahak.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2