
Happy reading....
Tante Inggit saat ini sedang menyiram tanaman di halaman depan. Dia sangat senang sekali mengoleksi berbagai bunga, apalagi jika Ethan sedang keluar Negeri, tidak lupa pria itu pun memberikan bunga dan membawanya pulang untuk sang mama.
"Assalamualaikum Tante," ucap seorang wanita di belakang tante Inggit.
Wanita itu pun menoleh, dan ternyata yang datang adalah Mona. Namun tante Inggit tidak menaruh dendam pada wanita yang sudah menjadi mantan dari putranya tersebut.
"Waalikumussalam. Eh, Mona. Ayo masuk!" ajak tante Inggit.
Mona mengangguk, kemudian dia mengikuti langkah tante Inggit masuk ke dalam rumah mewah tersebut, kemudian mereka duduk di ruang tamu.
"Ini Tante, Mona bawain brownies kesukaan tante." Wanita itu menyerahkan satu buah kotak brownies coklat kesukaan tante Inggit.
"Wah! Terima kasih ya. Masih ingat aja kamu sama kesukaannya tante."
"Tentu aja masih ingat dong, Tante. Masak Mona lupa," jawab Mona sambil tersenyum manis.
Tak lama pelayan datang membawakan minuman. "Oh iya, kamu ada perlua apa ke sini?"
"Enggak ada apa-apa sih, Tante. Tadi kebetulan lewat aja, terus sebenarnya main ke sini mau bicara sama Tante."
"Soal apa itu?" Tante Inggit menatap ke arah Mona dengan menyipit.
Mona diam, dia memikirkan kata-kata yang pas untuk memulainya. Karena kedatangan Mona ke sana tentu saja untuk menarik simpati dari Tante Inggit, ditambah dia juga ingin mengadu tentang perlakuan Ethan yang kemarin menampar wajahnya.
Tentu saja Mona ingin membuat Ethan dan juga Amanda menjauh. Dia tidak rela jika Ethan dimiliki oleh wanita lain, karena hanya boleh dirinya yang menikah dengan Ethan.
"Begini Tante, sebelumnya Mona mau minta maaf kalau selama ini Mona mempunyai salah sama Tante. Dulu Mona dijodohkan dengan Ethan karena tidak ada cinta. Mona meninggalkan Ethan karena dulu terbuai oleh rayuan pria itu, tapi sekarang Mona sadar, bahwa Ethan adalah pria yang baik. Tapi Tante tahu apa yang sudah Ethan lakukan pada Mona?"
Terlihat wajah wanita itu dibuat sesedih mungkin, agar menarik simpatik dari Tante Inggit.
__ADS_1
"Apa yang sudah Ethan lakukan pada kamu?"
"Dia menampar aku Tante. Lihat! Bahkan pipiku masih bengkak dan merah." Mona memperlihatkan pipinya yang masih merah dan bengkak kepada tante Inggit.
Wanita itu menutup mulutnya dengan satu tangan dengan tatapan membulat. Dia tak percaya jika Ethan bisa melakukan hal seperti itu kepada seorang wanita.
"Tidak mungkin Ethan melakukan itu. Ksnapa dia harus menampar kamu? Ethan tidak pernah berbuat kasar pada wanita." bantah tante Inggit yang tidak percaya dengan ucapan Mona.
"Buat apa Mona bohong sama Tante? Bahkan bi Sarkiyen juga menjadi saksinya, dan Tante tahu Ethan menampar Mona hanya untuk membela wanita janda itu?"
"Maksud kamu?" Tante Inggit berbicara dengan dahi mengkerut, karena dia tidak mengetahui tentang apa yang terjadi.
"Kemarin Mona sedang liburan ke Puncak, dan melihat ada mobil Ethan yang masuk ke Villa. Akhirnya Mona pun ke sana, tapi saat Mona masuk Ethan malah mengusir Mona. Dan yang membuat Mona merasa sakit adalah, saat Ethan menampar wajah ini hanya karena membela wanita janda itu! Mona tidak sengaja tersandung dan mendorong tubuh wanita itu, tapi Ethan malah marah dan menampar wajah Mona. Sakit tante!"
Mona memperlihatkan wajah sedihnya sambil menangis. Air matanya berjatuhan membasahi pipi, membuat tante Inggit seketika menatapnya dengan nanar.
Dia tidak menyangka jika Ethan bisa berlaku sekasar itu pada seorang wanita, di mana tak pernah sekalipun dia mendengar jika Ethan menampar wanita dalam keadaan marah.
"Iya Tante, tidak papa. Mona hanya tidak menyangka aja jika Ethan bisa berlaku kasar seperti itu. Tante, apa Mona boleh minta sesuatu?"
"Apa itu?"
"Apa Tante bisa menjodohkan Mona dengan Ethan lagi?"
Mendengar hal tersebut tante Inggit terkejut, karena dia tidak mungkin menjodohkan Mona dan juga Ethan, sebab putranya sudah dijodohkan dengan Amanda.
"Tante, aku tahu kok kalau Ethan sudah dijodohkan sama wanita itu. Tapi apa Tante tidak malu jika Ethan menikah dengan seorang janda? Begini ya Tante. Ethan itu adalah pengusaha muda, sedangkan wanita tersebut adalah janda. Bukan maksud Mona untuk menghina, tapi apa tidak Tante pikirkan ke depannya seperti apa? Orang-orang pasti akan mencemooh jika Ethan memiliki pasangan yang sudah menggelar sebagai seorang janda. Pasti keluarga Tante akan malu." Mona mencoba untuk menghasut tante Inggit.
Sementara wanita itu hanya diam saja, memang apa yang dikatakan Mona itu benar. Ethan adalah perjaka, sedangkan Amanda seorang janda, tapi bagi tante Inggit itu tidak masalah.
"Maaf ya Mona, tapi Tante sudah menjodohkan Ethan dengan Amanda. Apapun status Amanda bagi tante tidak masalah. Yang penting adalah karakternya dan juga pribadinya yang baik. Kalau kamu tidak ada hal lain lagi, silakan pulang! Karena tante kurang enak badan, jadi Tante mau istirahat." Tante Inggit mengusir Mona secara halus.
__ADS_1
Akhirnya wanita itu pun berpamitan, namun saat sampai di luar dia merasa kesal karena Mona gagal untuk menghasilkan.
Akan tetapi, dia tidak akan menyerah. Mona akan terus datang ke kediaman tante Inggit dan menghasut wanita itu agar membenci Amanda.
Setelah kepergian Mona, tante Inggit baru ingat jika tadi Mona mengatakan bahwa Ethan berada di Villa bersama dengan Amanda. Dahi wanita itu pun mengkerut heran, karena dia sama sekali tidak mendapatkan kabar apapun dari Ethan.
Kemudian tante Inggit mencoba untuk menelpon putranya, namun nomornya malah tidak aktif.
"Ya ampun! Di saat seperti ini Ethan malah tidak aktif nomornya. Ya sudah, biar aku tunggu dia saja pulang. Akan ku tanyakan bener atau tidak dia menampar Mona," gumam tante Inggit.
.
.
Di kediaman orang tua Akmal.
Saat ini Tante Lena sedang menatap putranya dengan tajam, karena kemarin Akmal malah tidak datang ke restoran di mana dia dan juga sahabatnya sudah janjian untuk bertemu.
"Kenapa kemarin kamu tidak datang, hah?! Mama kan sudah bilang kamu datang!" bentak tante Lena dengan marah.
"Maaf mah, kemarin Akmal ketiduran di kantor karena terlalu lelah," jawab Akmal dengan acuh.
"Baiklah, hari ini kamu tidak boleh ke kantor. Bawa saja kerjaanmu ke rumah! Karena nanti malam Mama akan mengundang sahabat mama dan juga putrinya untuk makan malam di rumah, paham!"
Akmal hanya bisa menganggukkan kepalanya karena menolak pun tidak ada guna. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar, duduk di tepi ranjang sambil melihat foto Amanda di dalam ponselnya.
Terdengar helaan nafas yang begitu berat keluar dari mulut pria itu. Akmal akan mencoba menerima perjodohan tersebut, walaupun dia tidak mencintai wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya. Akan tetapi Akmal harus menerima jika dia tidak bisa mendapatkan Amanda.
"Semoga wanita itu memang jodohku, dan dia bisa membantuku untuk melupakan Amanda. Walaupun tidak ada yang bisa menggantikannya di hatiku," gumam Akmal sambil memejamkan matanya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1