
"Sayang, kamu itu apa-apaan sih? Ngapain keluar pakai baju kayak gitu coba? Di luar kan lagi banyak orang ... kalau mereka tergoda dengan body kamu gimana?" Ethan mengerucut kesal karena dia tidak ingin dan tidak rela jika tubuh istrinya dipandang oleh pria lain.
Amanda yang mendengar itu semakin kesal. "Ini semua salah siapa?" Dia menunjuk dada Ethan, "salah kamu! Kamu yang sudah merobek bajuku Kan aku sudah bilang beliin baju ganti, tapi mana? Nggak ada kan." Wanita itu marah-marah karena dia tidak terima Etgan memarahinya. Sudah jelas-jelas itu adalah kesalahan Ethan, tapi di sini dialah yang disalahkan.
"Ya tapi kan seharusnya sebelum kamu keluar kamu bisa--"
"Bisa melihat dulu, gitu? Iya? Seharusnya kamu tidak usah menyobek bajuku. Sudah tahu aku tidak bawa baju ganti. Kamu ini kalau menatap tubuhku macam orang kelaparan." Wanita itu melengoskan wajahnya sambil melipat tangan di depan dada. "Mana kutahu kalau ada mereka. Lagian kalau aku tahu pun, aku tidak akan keluar."
Melihat istrinya sudah marah-marah akhirnya Ethan pun memeluk Amanda. Namun wanita itu malah berontak. "Ya udah, maaf aku tadi hanya tidak suka saja saat mereka menatap kamu tidak berkedip."
"Ya wajar sih ... namanya juga pria normal. Lagian mereka punya mata kali."
"Kamu Kok ngomongnya gitu sih, Sayang? Aku kan nggak mau kalau tubuh seksi istriku ini diminati dan juga dinikmati oleh pria lain. Pokoknya kamu dan tubuhmu hanya milik aku seorang! Tidak boleh ada yang melihatnya selain aku!" ucap paten pria itu.
"Dasar serakah."
"Biarin aja ... yang penting tidak boleh ada orang lain yang boleh menikmatinya selain mataku dan juga diriku." Amanda mendengar itu pun terkekeh, dia menjewer telinga Ethan dengan gemas saat melihat kebucinan suaminya.
Kemudian Ethan meminta Amanda untuk pulang lebih dulu setelah sekretarisnya membelikan baju, karena dia sepertinya akan lembur dan mungkin pulang sedikit terlambat.
Wanita itu hanya menurut saja karena dia pun sudah lelah. Dan setelah sampai di rumah, Amanda cukup kaget karena di sana ada Viona yang sedang mengobrol dengan mama Inggit. Dia sedikit cemas karena takut jika Viona sudah mengatakannya kepada Mama Inggit soal kehamilannya dan juga soal hubungannya bersama dengan Edward.
"Akhirnya kamu pulang juga sayang. Ini ... Viona dari tadi nungguin dan nyariin kamu," ucap Mama Inggit saat Amanda memasuki ruang tamu.
"Iya Mah, tadi habis dari kantornya Mas ketan dulu. Ada apa Vio?" tanya Amanda sambil menatap lekat ke arah wanita itu.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin nanya soal kehamilan aja sama kamu, sekaligus mencari teman mebgobrol agar rasa sakitku teralihkan."
Amanda cukup kaget saat mendengar ucapan Viona yang begitu blak-blakan. Seketika dia menatap ke arah Mama Inggit dan wanita itu hanya tersenyum dengan tipis. Dan Amanda baru menyadari bahwa Mama Inggit matanya sembab seperti habis menangis.
__ADS_1
"Mama sudah tahu semuanya," ucap Mama Inggit yang seakan tahu kode mata Amanda. "Viona sudah mengatakannya kepada mama, dan mama cukup terkejut serta tidak menyangka bahwa Edward bisa melakukan itu." Dia mendekat ke arah Amanda lalu memegang tangannya. "Kamu bantu Viona untuk bangkit ya! Karena kamu kan juga pernah berada di posisinya, jadi kamu harus membantunya untuk bisa keluar dari masalah dan juga tekanan ini."
Amanda tersenyum lega, "Iya Mah, tenang aja. Amanda akan membantu Viona kok Ya udah, kalau gitu Amanda mau ke kamar dulu ya Mah, ganti baju sekalian mandi, setelah itu kita Masak untuk makan malam."
"Jangan! Kan kamu lagi hamil. Kamu juga baru pulang nanti kecapean." larangnya.
.
.
Malam ini Amanda dan juga Viona menonton film drakor kesukaan mereka, apalagi yang bermain film adalah Oppa Lee Min Ho Tentu saja itu membuat keduanya histeris dengan senang, sementara Mama Inggit hanya duduk sambil menyimak saja.
"Oppaku ganteng sekali," ucap Vio dengan mata berbinar.
"Eh ... itu oppaku. Kamu Song Joong Ki saja sana!"
"Enggak ah! Song Joong Ki itu suami keduaku, kalau Oppa Lee Min Ho itu suami pertamaku. Kalau Song Joong Ki hanya cadangan saja."
Tak lama terdengar suara bel pintu. "Sayang, sepertinya itu Ethan pulang deh. Kamu bukain pintunya gih!" titah mama Inggit.
"Tapi Mah, ini lagi seru. Tuh ceweknya mau celaka Mah, ntar dulu ... Opa Lee Min Ho datang nggak nyelametin. Suruh di pending dulu deh. Apa Mas ketan nya kembaliin dulu ke kantor! Pulangnya nantian aja kalau filmnya udah selesai."
Seketika Viona dan juga mama Inggit menatap kaget ke arah Amanda, lalu Viona pun menggeplak lengan wanita itu. "Kau ini ada-ada saja. Masa orang sudah pulang disuruh balik lagi ke kantor? Sudah sana bukain dulu! Nanti Ethan marah-marah lho."
"Iiih ... pengganggu!" gerutu Amanda, sementara Mama Inggit hanya tertawa kecil melihat tingkah menantunya yang berjalan namun kepalanya masih melihat ke arah TV.
Amanda berjalan sedikit cepat dia membuka pintu, dan ternyata benar di sana sudah ada Ethan yang sedang menunggu dirinya untuk disambut.
Saat dia merentangkan tangan, Ethan dibuat kaget saat melihat Amanda kembali masuk ke dalam rumah seperti seseorang yang terburu-buru. "Jangan iklan dulu Oppa!" teriak Amanda.
__ADS_1
Ethan mengerutkan keningnya. "Sepertinya dia sedang menonton drama korengan lagi. Apa gantengnya si opak-opak itu? Apa aku tidak kalah ganteng dan atlantis? Mata sipit saja di idolakan!" gerutu Ethan dengan kesal.
Amanda kembali duduk di samping Viona, mereka berdua kembali fokus sementara Mama Inggit menatap ke arah belakang Amanda tetapi melihat Ethan belum juga masuk.
"Sayang, suami kamu ke mana? Kok belum masuk sih?"
"Lagi buka sepatu kali Mah," jawab Amanda tanpa menoleh ke arah Mama Inggit.
Sudah 10 menit lamanya Ethan masih belum masuk juga ke dalam rumah, dan itu membuat mama Inggit merasa heran. "Nak, ini udah 10 menit loh ... tapi Ethan kok belum masuk ke dalam rumah ya? Tadi beneran dia yang pulang kan?"
"Iya Mah, aku juga bukain pintu kok tadi. Beneran Mas Ethan yang pulang, nggak mungkin hantu."
"Huust! Ibu hamil kalau ngomong sembarangan." Amanda pun hanya nyengir kuda sambil menggaruk belakang lehernya. "Maaf Mah, lagi fokus ini ... bentar dulu ngajak ngobrolnya, di pending dulu ya, Mah."
Mama Inggit menghela nafas dengan pelan sambil menggelengkan kepalanya. "Ibu hamil itu kalau ngidam Oppa Oppa benar-benar tidak bisa untuk ditanya, jawabannya selalu saja ngelantur."
Tak lama film pun iklan, Amanda dan juga Viona terlihat begitu kecewa. "Mas Ethan ke mana? Kok dia belum masuk juga?"
"Dari tadi juga Mama udah ngomong sama kamu. Suamimu ke mana? Udah mau 15 menit ini kenapa dia belum masuk juga ke dalam rumah. Coba cek ke depan, dia udah masuk belum!"
Amanda kembali turun dari sofa, dia berjalan ke arah pintu utama, dan melihat Ethan masih berdiri di sana sambil menatapnya dengan lekat. Seketika membuat Amanda menepuk jidatnya. "Astaga sayang! Kamu ngapain berdiri di situ kayak patung? Kan tadi aku udah bukain pintunya, kenapa kamu nggak masuk?" heran Amanda.
Ethan tidak menjawab, tetapi tatapannya begitu dingin membuat Amanda seketika menegak salivanya dengan kasar. 'Apa ada yang salah ya dengan ucapanku?'
"Tutup kembali pintunya, dan buka lagi!" titah Ethan dengan suara yang dingin.
Amanda manga, "kamu ini apaan sih, Mas? Ini tuh pintunya udah dibuka, kamu tinggal melangkah masuk aja kenapa harus ditutup dan dibuka kembali? Ribet banget."
"Tutup dan buka kembali!" Mendengar titah suaminya, Amanda berdecak kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Kemudian dia menutup pintu itu dengan wajah cemberut lalu membukanya kembali. Walaupun sebenarnya dia merasa bingung kenapa harus melakukan hal itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG......