Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 10


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


.


.


happy reading


-----------------------------------------------------------------


rara berusaha menguat kan hatinya melihat pemandangan yang sangat memilukan


fahri yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangan Rara


fahri" em bagai mana kalo kita makan siang di luar saja, saya yang traktir


rara seperti tidak bernafsu lagi untuk makan, karena kini ia merasakan sakit di hatinya


Nara" Ra di ajakin makan tuh, jawab jangan bengong (berbisik)


rara" iya pak mari


rara berjalan mendahului Nara dan Fahri


"lah kenapa tuh bocah, kok jadi ninggalin gue sama pak Fahri" batin Nara


mereka berjalan menuju ke arah lift dimana taya dan Sarah berada


rara pura pura tidak melihat kedua orang itu


sampai Sarah menegurnya lebih dulu


Sarah" oooo anak manja ini kerja disini


Nara merasa bingung dengan ucapan Sarah yang di tujukan pada Rara


fahri" kak Sarah gak pemotretan (mengalihkan pembicaraan)


Sarah" tidak, hari ini gue mau melepas rindu sama om Lo


fahri hanya tersenyum


semetara Rara masih menatap pintu lift yang tertutup itu, seakan-akan pintu itu adalah pemandangan yang paling indah saat ini


Nara" Ra Lo kenapa? (berbisik )


namun Rara tak merespon perkataan Nara , Rara masih asik diam dan menatap pintu itu


taya" kalian mau kemana ?


fahri" makan siang di luar om


Sarah" kita boleh gabung dong , (menatap Rara)


fahri" oooo boleh,jika mau (merasa tidak enak)


akhirnya taya dan Sarah bergabung dengan mereka bertiga


sepanjang perjalanan Rara hanya diam saja tak berkata apa pun


sesampainya di tempat mereka bertiga langsung turun dan mencari tempat duduk


setelah mendapatkan nya mereka berlima langsung duduk

__ADS_1


seorang pelayan datang dan membawa buku menu di tempat itu


fahri" silahkan kalian pesan saja


Nara langsung mengambil menu dan melihat lihat berbeda dengan Rara yang hanya diam


Nara" em saya mau pesan mie goreng sepesial nya mas, sama air mineral dingin nya


Ra pesen apa ?


namun Rara seakan tak mendengar perkataan Nara


Nara menyikut Rara dan Rara tersadar dari lamunannya


rara" ada apa ?


Nara" mau pesen apa?


belum rara menjawab taya lebih dulu menjawab


taya" nasi goreng, dan jus jeruk untuk mba ini mas


rara menatap taya dengan tidak suka


hal itu membuat Nara semakin penasaran dan menimbulkan tanda tanya besar


Sarah" dasar manja memesan makan saja harus dipesan kan


Nara benar-benar geram mendengar perkataan Nara yang selalu menjuluki Rara anak manja itu


rara menatap Sarah tajam


Sarah" aduh takut deh, di tatap sama anak manja begitu


nara yang sudah kesal melihat temannya di perlakukan seperti itu langsung bangkit dan menyiram segelas air ke arah Sarah


byur ..


rara yang melihat itu sontak langsung menghalangi Nara yang ingin mencakar wajah Sarah


rara" Nara udah-udah, (menghalangi)


taya pun melakukan hal itu karena Sarah pun ingin menyerang Nara


Sarah" dasar Lo, ya ****** Lo,gak tahu diri,(melihat Nara) pantesan Lo bisa temanan sama orang tidak berguna kayak dia (menunjuk Rara)


rara" saya rasa yang ******, dan tidak tahu malu bukan teman saya, tapi anda nona Sarah, yang tidak punya etika sedikit pun, ayo Nara kita pergi dari sini, disini tidak baik buat ank baik sepeti kita


rara menarik tangan Nara dan meninggalkan tempat itu


semetara Fahri dan taya masih di tempat itu, dan Fahri sangat syok melihat Rara,yang berkata seperti itu,semetara taya masih menenangkan Sarah yang masih sangat emosi itu


rara dan Nara masih berjalan dan tidak mau kemana Samapi mereka melihat taman dan memilih duduk di salah satu kursi


rara kini mulai menangis karena iya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakitnya


Nara yang melihat itu hanya bisa diam karena iya pun tak tahu harus berbuat apa,


karena merasa sedih aKhirnya Nara memeluk Rara, Rara semakin kencang menangis seperti mengeluarkan semua rasa sakit,sedih selama ini yang iya pendam sendiri


setelah beberapa lama Rara mulai tenang dan mulai berhenti menangis


Nara memberanikan dirinya untuk bertanya


Nara" Ra... sebenar nya ada apa sih, bukan gue mau ikut campur cuma, gue beneran gak ngerti sama situasi ini


rara masih diam dengan sesegukkan setelah menangis


"apakah dia bisa di percaya, apakah dia orang baik, apakah dia bisa menjaga rahasia ku" saat ini itulah yang terlintas di pikiran rara


Nara" gak apa-apa kok, kalo Lo gak bisa cerita, tapi asal Lo tahu gue selalu siap buat denger semua cerita Lo Ra (tersenyum)

__ADS_1


rara" na...


Nara" iya


rara" kamu bisa di percaya, kamu bisa jaga rahasia,kamu siap tahu semuanya


Nara menatap Rara dengan serius,


"gue udah nganggep Lo kayak saudara gue, Lo bisa percaya sama gue Ra" dalam hati Nara yang tidak bisa iya ungkapkan


Nara" iya Ra, Lo bisa percaya gue


rara mulai bercerita siapa dirinya, apa hubungan nya dengan Fahri,dan keluarga Nugroho,dan cerita tentang taya


Nara merasa terkejut tak percaya jika gadis cantik, yang selalu ceria dan pintar di hadapannya bukan lah orang sembarangan


Nara" Lo serius dari keluarga Brawijaya Ra


rara" iya ... (menundukkan kepala)


Nara" Lo hebat bisa sembunyikan itu semua, gue kira Lo anak biasa Ra, tapi gue sih tahu semua barang-barang yang melekat di badan lu barang-barang branded, tahu gak Ra gue pikir tuh pak Fahri suka sama Lo , ternyata Lo sepupu, berarti Lo masuk kerja lewat orang dalem ya (tertawa)


rara"(tersenyum) enak saja, aku usaha sendiri tau, kalo pake orang dalem mah aku gak jadi pegawai begitu


Nara" tapi Ra gue rasa buat hubungan Lo sama bapak Inggris itu sapa tadi namanya gue lupa , Lo belajar deh buat move on dari pada Lo kayak gini, lagian ya itu orang mau amat sama nenek lampir kayak gitu heran gue apa bagus nya coba


rara" jodoh nya mungkin na (tersenyum)


Nara" gue yakin, itu bapak Inggris pasti marah sama Lo Ra, gara-gara Lo bela gue tadi


rara" mungkin , biar saja lah, lagian aku juga jarang bertemu, tapi omong-omong terimakasih na, udah belain aku


Nara" sama-sama Ra, Lo kan sahabat gue jadi gue wajib bela Lo dong (tertawa)


percakapan mereka terhenti karena ponsel Rara berdering ...


"Rey" batin Rara


rara mengangkat panggilan tersebut


rey* halo kak, dimana ?


rara* sedang di kantor


Rey* jangan bohong sama Rey kak, Fahri udah cerita, kakak dimana ?


rara*(menarik nafas) kakak sedang di taman didekat kafe ******* gak usah kesini kakak sama teman kakak, sebentar lagi juga balik ke kantor, kalo mau nanya nanti aja pas jemput jangan ajak Dion


Rey" Dion juga udah tahu, dia pasti mau ikut kak,


rara"(menarik nafas dalam-dalam ) oke terserah kalian


rara langsung mematikan panggilan itu dan menatap Nara yang masih menatapnya juga


Nara" jadi kita balik ke kantor, Lo yakin udah kuat


rara" nyimpan masalah ini bertahun-tahun saja bisa, masa cuma masalah kecil gini tidak bisa na (tersenyum)


Nara" gue suka gaya Lo , ya udah kita pergi ke buru adek sepupu Lo nelepon polisi nyariin Lo (tertawa)


mereka kembali ke kantor dengan perasan lega, karena akhirnya Rara bisa membagi keluh kesah nya pada seseorang


"semoga kamu bisa di percaya na, aku yakin kamu orang baik " batin Rara


________________________________________


TBC


next semua


jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen nya ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2