
enjoy
.
.
.
.
.
.
happy reading
-----------------------------------------------------------------
rara berusaha menguat kan hatinya melihat pemandangan yang sangat memilukan
fahri yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangan Rara
fahri" em bagai mana kalo kita makan siang di luar saja, saya yang traktir
rara seperti tidak bernafsu lagi untuk makan, karena kini ia merasakan sakit di hatinya
Nara" Ra di ajakin makan tuh, jawab jangan bengong (berbisik)
rara" iya pak mari
rara berjalan mendahului Nara dan Fahri
"lah kenapa tuh bocah, kok jadi ninggalin gue sama pak Fahri" batin Nara
mereka berjalan menuju ke arah lift dimana taya dan Sarah berada
rara pura pura tidak melihat kedua orang itu
sampai Sarah menegurnya lebih dulu
Sarah" oooo anak manja ini kerja disini
Nara merasa bingung dengan ucapan Sarah yang di tujukan pada Rara
fahri" kak Sarah gak pemotretan (mengalihkan pembicaraan)
Sarah" tidak, hari ini gue mau melepas rindu sama om Lo
fahri hanya tersenyum
semetara Rara masih menatap pintu lift yang tertutup itu, seakan-akan pintu itu adalah pemandangan yang paling indah saat ini
Nara" Ra Lo kenapa? (berbisik )
namun Rara tak merespon perkataan Nara , Rara masih asik diam dan menatap pintu itu
taya" kalian mau kemana ?
fahri" makan siang di luar om
Sarah" kita boleh gabung dong , (menatap Rara)
fahri" oooo boleh,jika mau (merasa tidak enak)
akhirnya taya dan Sarah bergabung dengan mereka bertiga
sepanjang perjalanan Rara hanya diam saja tak berkata apa pun
sesampainya di tempat mereka bertiga langsung turun dan mencari tempat duduk
setelah mendapatkan nya mereka berlima langsung duduk
__ADS_1
seorang pelayan datang dan membawa buku menu di tempat itu
fahri" silahkan kalian pesan saja
Nara langsung mengambil menu dan melihat lihat berbeda dengan Rara yang hanya diam
Nara" em saya mau pesan mie goreng sepesial nya mas, sama air mineral dingin nya
Ra pesen apa ?
namun Rara seakan tak mendengar perkataan Nara
Nara menyikut Rara dan Rara tersadar dari lamunannya
rara" ada apa ?
Nara" mau pesen apa?
belum rara menjawab taya lebih dulu menjawab
taya" nasi goreng, dan jus jeruk untuk mba ini mas
rara menatap taya dengan tidak suka
hal itu membuat Nara semakin penasaran dan menimbulkan tanda tanya besar
Sarah" dasar manja memesan makan saja harus dipesan kan
Nara benar-benar geram mendengar perkataan Nara yang selalu menjuluki Rara anak manja itu
rara menatap Sarah tajam
Sarah" aduh takut deh, di tatap sama anak manja begitu
nara yang sudah kesal melihat temannya di perlakukan seperti itu langsung bangkit dan menyiram segelas air ke arah Sarah
byur ..
rara yang melihat itu sontak langsung menghalangi Nara yang ingin mencakar wajah Sarah
rara" Nara udah-udah, (menghalangi)
taya pun melakukan hal itu karena Sarah pun ingin menyerang Nara
Sarah" dasar Lo, ya ****** Lo,gak tahu diri,(melihat Nara) pantesan Lo bisa temanan sama orang tidak berguna kayak dia (menunjuk Rara)
rara" saya rasa yang ******, dan tidak tahu malu bukan teman saya, tapi anda nona Sarah, yang tidak punya etika sedikit pun, ayo Nara kita pergi dari sini, disini tidak baik buat ank baik sepeti kita
rara menarik tangan Nara dan meninggalkan tempat itu
semetara Fahri dan taya masih di tempat itu, dan Fahri sangat syok melihat Rara,yang berkata seperti itu,semetara taya masih menenangkan Sarah yang masih sangat emosi itu
rara dan Nara masih berjalan dan tidak mau kemana Samapi mereka melihat taman dan memilih duduk di salah satu kursi
rara kini mulai menangis karena iya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakitnya
Nara yang melihat itu hanya bisa diam karena iya pun tak tahu harus berbuat apa,
karena merasa sedih aKhirnya Nara memeluk Rara, Rara semakin kencang menangis seperti mengeluarkan semua rasa sakit,sedih selama ini yang iya pendam sendiri
setelah beberapa lama Rara mulai tenang dan mulai berhenti menangis
Nara memberanikan dirinya untuk bertanya
Nara" Ra... sebenar nya ada apa sih, bukan gue mau ikut campur cuma, gue beneran gak ngerti sama situasi ini
rara masih diam dengan sesegukkan setelah menangis
"apakah dia bisa di percaya, apakah dia orang baik, apakah dia bisa menjaga rahasia ku" saat ini itulah yang terlintas di pikiran rara
Nara" gak apa-apa kok, kalo Lo gak bisa cerita, tapi asal Lo tahu gue selalu siap buat denger semua cerita Lo Ra (tersenyum)
__ADS_1
rara" na...
Nara" iya
rara" kamu bisa di percaya, kamu bisa jaga rahasia,kamu siap tahu semuanya
Nara menatap Rara dengan serius,
"gue udah nganggep Lo kayak saudara gue, Lo bisa percaya sama gue Ra" dalam hati Nara yang tidak bisa iya ungkapkan
Nara" iya Ra, Lo bisa percaya gue
rara mulai bercerita siapa dirinya, apa hubungan nya dengan Fahri,dan keluarga Nugroho,dan cerita tentang taya
Nara merasa terkejut tak percaya jika gadis cantik, yang selalu ceria dan pintar di hadapannya bukan lah orang sembarangan
Nara" Lo serius dari keluarga Brawijaya Ra
rara" iya ... (menundukkan kepala)
Nara" Lo hebat bisa sembunyikan itu semua, gue kira Lo anak biasa Ra, tapi gue sih tahu semua barang-barang yang melekat di badan lu barang-barang branded, tahu gak Ra gue pikir tuh pak Fahri suka sama Lo , ternyata Lo sepupu, berarti Lo masuk kerja lewat orang dalem ya (tertawa)
rara"(tersenyum) enak saja, aku usaha sendiri tau, kalo pake orang dalem mah aku gak jadi pegawai begitu
Nara" tapi Ra gue rasa buat hubungan Lo sama bapak Inggris itu sapa tadi namanya gue lupa , Lo belajar deh buat move on dari pada Lo kayak gini, lagian ya itu orang mau amat sama nenek lampir kayak gitu heran gue apa bagus nya coba
rara" jodoh nya mungkin na (tersenyum)
Nara" gue yakin, itu bapak Inggris pasti marah sama Lo Ra, gara-gara Lo bela gue tadi
rara" mungkin , biar saja lah, lagian aku juga jarang bertemu, tapi omong-omong terimakasih na, udah belain aku
Nara" sama-sama Ra, Lo kan sahabat gue jadi gue wajib bela Lo dong (tertawa)
percakapan mereka terhenti karena ponsel Rara berdering ...
"Rey" batin Rara
rara mengangkat panggilan tersebut
rey* halo kak, dimana ?
rara* sedang di kantor
Rey* jangan bohong sama Rey kak, Fahri udah cerita, kakak dimana ?
rara*(menarik nafas) kakak sedang di taman didekat kafe ******* gak usah kesini kakak sama teman kakak, sebentar lagi juga balik ke kantor, kalo mau nanya nanti aja pas jemput jangan ajak Dion
Rey" Dion juga udah tahu, dia pasti mau ikut kak,
rara"(menarik nafas dalam-dalam ) oke terserah kalian
rara langsung mematikan panggilan itu dan menatap Nara yang masih menatapnya juga
Nara" jadi kita balik ke kantor, Lo yakin udah kuat
rara" nyimpan masalah ini bertahun-tahun saja bisa, masa cuma masalah kecil gini tidak bisa na (tersenyum)
Nara" gue suka gaya Lo , ya udah kita pergi ke buru adek sepupu Lo nelepon polisi nyariin Lo (tertawa)
mereka kembali ke kantor dengan perasan lega, karena akhirnya Rara bisa membagi keluh kesah nya pada seseorang
"semoga kamu bisa di percaya na, aku yakin kamu orang baik " batin Rara
________________________________________
TBC
next semua
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen nya ya
__ADS_1
terimakasih