Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 74


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


sudah sebulan dari kejadian itu namun Kiki dan bar malah semakin akrab membuat Alvin sangat kesal, setiap kali melihat kakaknya,


apa lagi jika kakaknya sedang berbincang dengan Nara melalui telepon


"kenapa Nara masih mau dengan Abang, kan aku sudah memperingati dia" batin Alvin


Alvin" bang


Kiki" apa ?


Alvin" Lo abis teleponan sama siapa?


Kiki" dih Lo kepo deh


Alvin" oooo jadi gak mau cerita lagi sama gue


Kiki" (tertawa) Lo tumben sih dek nanya , biasanya Lo cuek, kalo gak gue yang cerita Lo gak bakal nanya


Alvin" terserah bang


Kiki"(terkekeh) sama Nara lah, sama siapa lagi makin suka gue sama dia, kira kira kapan ya dek gue enak nya nembak Nara


Alvin" apa nembak? enggak bang enggak


Kiki" kenapa ?


Alvin" ya kan Lo temen kerja, masa mau jadian, emang boleh


Kiki" ya boleh lah, malah lebih enak kan kalo temen kerja,(tertawa)


"****** Lo Vin, rasain makan tuh ego Lo"


dalam hati Kiki


Kiki sangat senang melihat alvin merasakan cemburu ...


Kiki"ya udah lah gue mau tidur, mau mimoiin Nara , bye bye


Kiki meninggalkan Alvin , yang sangat kesal dengan dirinya itu ...


"gue harus cari cara biar Nara, gak terima Abang" batin Alvin


pagi ini di kediaman taya dan Rara ,Rara sedang berada di kamar mandi dirinya sedang harap harap cemas

__ADS_1


rara mengambil alat tes kehamilan itu


dan melihat hasilnya, Rara memejamkan matanya, sambil memegang alt itu di tangannya


rara menarik nafasnya, Dnegan harap harap cemas dirinya membuka kedua matanya untuk melihat hasilnya


rara" satu,dua,tiga


rara melihat hasil dari alat itu,


rara" Hem, ternyata masih negatif, maaf mas aku belum bisa penuhin keinginan kamu untuk jadi seorang Daddy (sedih)


rara keluar dari kamar mandi dengan wajah sedih


taya" bagaimana sayang, apa hasilnya?(bersemangat)


rara" maaf sayang, kita masih harus berusaha lagi, (menunjukan alat tes)


taya" ya tidak apa apa sayang, kita akan berusaha dan berdoa agar Allah, menitipkan malaikat kecil untuk kita ya


rara" maaf sayang (sedih)


taya" sudah lah sayang tidak apa apa, jangan bersedih, aku saja tidak Maslah (tersenyum)


"aku tahu kamu hanya ingin menghiburku saja, aku tahu kamu juga sedih, kamu sangat berharap, maaf" batin Rara


taya" ya sudah sayang, aku pergi bekerja dulu ya, kamu baik baik di sini, ingat jangan bersedih, (mencium kening)


rara" iya hati hati sayang


taya pergi meninggalkan taya, sesampainya di depan lift apartemen taya menghela nafasnya


sesampainya di kantor taya mulai bekerja, dan menyibukan dirinya, agar dirinya bisa merasa lebih baik,


Steven" pak, pak, pak,


taya" oooo ada apa stev (terkejut)


Steven" maaf pak saya mau memberi berkas ini pada bapak


taya" berkas apa ini stev


Steven" pak bukan kah tadi bapak yang meminta berkas keuangan ini


taya" benarkah, oooo maaf aku salah stev, aku meminta laporan pengiriman stev


Steven memperhatikan bosnya itu yang terlihat tidak konsen


Steven" pak, apakah bapak sedang bertengkar dengan nyonya Dimitri ?


taya menatap Steven dengan bingung


taya" maksud mu ?


Steven" maaf pak bukan nya ikut campur, tapi bapak sangat tidak konsen sekarang,


taya" benarkah, tidak, aku tidak bertengkar dengan istri ku stev, terimakasih atas perhatian mu stev

__ADS_1


Steven" iya pak sama sama


Steven meninggalkan taya,yang masih melamun entah memikirkan tentang apa


taya" kenapa aku menjadi seperti ini, ayolah ataya semangat jangan memikirkan hal itu, kalian masih banyak kesempatan


taya merutuki dirinya sendiri


waktu sudah sangat larut namun taya belum juga kembali ke rumahnya, Karan iya merasa jika iya tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya


taya" stev jika kamu ingin pulang , pulang lah aku masih ingin di sini


Steven" tidak apa apa pak, saya tetap di sini, siapa tahu bapak memerlukan sesuatu, Karan para ob sudah tidak ada


taya" tidak apa apa stev, aku sebentar lagi juga akan pulang , kamu pulang lah


Steven" baiklah pak, saya akan pulang


tapi pak jika ada sesuatu dan membutuh kan saya saya siap pak ..


taya"(tersenyum) baik lah stev terimakasih


Steven meninggalkan taya,


sementara Rara, menunggu taya kembali, Rara melihat jam di dinding yang sudah menunjukan pukul sebelas malam,


rara" kenapa mas taya belum juga pulang?


rara mondar mandir di depan pintu menunggu taya pulang ... pukul dua belas belum ada juga tanda tanda jika taya akan pulang


rara mulai mengantuk, dan kini dirinya sudah memejamkan matanya


pukul satu taya kembali ke rumahnya, dengan ke adaan lusuh,dan bajunya berantakan


taya masuk kedalam apartemen dan melihat Rara yang sedang tertidur di sofa


taya" maaf sayang, aku membuat mu harus tidur di sini,


taya membawa Rara menuju ke kamar mereka, saat meletakan Rara di atas tempat tidur Rara membuka matanya


rara" mas kamu sudah pulang (serak ciri khas bangun tidur) maaf aku ke tiduran,


taya" tidak apa apa sayang, aku yang harusnya meminta maaf, aku tidak mengabari jika aku lembur, kamu kembali lah tidur


rara" kamu sudah makan mas, mau aku buatkan kopi


taya" tidak usah, kamu tidur saja, ini sudah sangat larut, aku akan mandi kemudian tidur


rara" baiklah (tersenyum)


"kamu kenapa mas, kenapa kamu seperti menyembunyikan sesuatu dari ku" batin Rara yang merasa aneh dengan sikap taya yang terkesan dingin padanya


------------------------------------------------


TBC


next

__ADS_1


kita begadang ya heheh


jangan lupa kasih like dan komen setelah membaca ya


__ADS_2