
selamat membaca
.
.
.
.
.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
sudah sebulan dari kejadian itu namun Kiki dan bar malah semakin akrab membuat Alvin sangat kesal, setiap kali melihat kakaknya,
apa lagi jika kakaknya sedang berbincang dengan Nara melalui telepon
"kenapa Nara masih mau dengan Abang, kan aku sudah memperingati dia" batin Alvin
Alvin" bang
Kiki" apa ?
Alvin" Lo abis teleponan sama siapa?
Kiki" dih Lo kepo deh
Alvin" oooo jadi gak mau cerita lagi sama gue
Kiki" (tertawa) Lo tumben sih dek nanya , biasanya Lo cuek, kalo gak gue yang cerita Lo gak bakal nanya
Alvin" terserah bang
Kiki"(terkekeh) sama Nara lah, sama siapa lagi makin suka gue sama dia, kira kira kapan ya dek gue enak nya nembak Nara
Alvin" apa nembak? enggak bang enggak
Kiki" kenapa ?
Alvin" ya kan Lo temen kerja, masa mau jadian, emang boleh
Kiki" ya boleh lah, malah lebih enak kan kalo temen kerja,(tertawa)
"****** Lo Vin, rasain makan tuh ego Lo"
dalam hati Kiki
Kiki sangat senang melihat alvin merasakan cemburu ...
Kiki"ya udah lah gue mau tidur, mau mimoiin Nara , bye bye
Kiki meninggalkan Alvin , yang sangat kesal dengan dirinya itu ...
"gue harus cari cara biar Nara, gak terima Abang" batin Alvin
pagi ini di kediaman taya dan Rara ,Rara sedang berada di kamar mandi dirinya sedang harap harap cemas
__ADS_1
rara mengambil alat tes kehamilan itu
dan melihat hasilnya, Rara memejamkan matanya, sambil memegang alt itu di tangannya
rara menarik nafasnya, Dnegan harap harap cemas dirinya membuka kedua matanya untuk melihat hasilnya
rara" satu,dua,tiga
rara melihat hasil dari alat itu,
rara" Hem, ternyata masih negatif, maaf mas aku belum bisa penuhin keinginan kamu untuk jadi seorang Daddy (sedih)
rara keluar dari kamar mandi dengan wajah sedih
taya" bagaimana sayang, apa hasilnya?(bersemangat)
rara" maaf sayang, kita masih harus berusaha lagi, (menunjukan alat tes)
taya" ya tidak apa apa sayang, kita akan berusaha dan berdoa agar Allah, menitipkan malaikat kecil untuk kita ya
rara" maaf sayang (sedih)
taya" sudah lah sayang tidak apa apa, jangan bersedih, aku saja tidak Maslah (tersenyum)
"aku tahu kamu hanya ingin menghiburku saja, aku tahu kamu juga sedih, kamu sangat berharap, maaf" batin Rara
taya" ya sudah sayang, aku pergi bekerja dulu ya, kamu baik baik di sini, ingat jangan bersedih, (mencium kening)
rara" iya hati hati sayang
taya pergi meninggalkan taya, sesampainya di depan lift apartemen taya menghela nafasnya
sesampainya di kantor taya mulai bekerja, dan menyibukan dirinya, agar dirinya bisa merasa lebih baik,
Steven" pak, pak, pak,
taya" oooo ada apa stev (terkejut)
Steven" maaf pak saya mau memberi berkas ini pada bapak
taya" berkas apa ini stev
Steven" pak bukan kah tadi bapak yang meminta berkas keuangan ini
taya" benarkah, oooo maaf aku salah stev, aku meminta laporan pengiriman stev
Steven memperhatikan bosnya itu yang terlihat tidak konsen
Steven" pak, apakah bapak sedang bertengkar dengan nyonya Dimitri ?
taya menatap Steven dengan bingung
taya" maksud mu ?
Steven" maaf pak bukan nya ikut campur, tapi bapak sangat tidak konsen sekarang,
taya" benarkah, tidak, aku tidak bertengkar dengan istri ku stev, terimakasih atas perhatian mu stev
__ADS_1
Steven" iya pak sama sama
Steven meninggalkan taya,yang masih melamun entah memikirkan tentang apa
taya" kenapa aku menjadi seperti ini, ayolah ataya semangat jangan memikirkan hal itu, kalian masih banyak kesempatan
taya merutuki dirinya sendiri
waktu sudah sangat larut namun taya belum juga kembali ke rumahnya, Karan iya merasa jika iya tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya
taya" stev jika kamu ingin pulang , pulang lah aku masih ingin di sini
Steven" tidak apa apa pak, saya tetap di sini, siapa tahu bapak memerlukan sesuatu, Karan para ob sudah tidak ada
taya" tidak apa apa stev, aku sebentar lagi juga akan pulang , kamu pulang lah
Steven" baiklah pak, saya akan pulang
tapi pak jika ada sesuatu dan membutuh kan saya saya siap pak ..
taya"(tersenyum) baik lah stev terimakasih
Steven meninggalkan taya,
sementara Rara, menunggu taya kembali, Rara melihat jam di dinding yang sudah menunjukan pukul sebelas malam,
rara" kenapa mas taya belum juga pulang?
rara mondar mandir di depan pintu menunggu taya pulang ... pukul dua belas belum ada juga tanda tanda jika taya akan pulang
rara mulai mengantuk, dan kini dirinya sudah memejamkan matanya
pukul satu taya kembali ke rumahnya, dengan ke adaan lusuh,dan bajunya berantakan
taya masuk kedalam apartemen dan melihat Rara yang sedang tertidur di sofa
taya" maaf sayang, aku membuat mu harus tidur di sini,
taya membawa Rara menuju ke kamar mereka, saat meletakan Rara di atas tempat tidur Rara membuka matanya
rara" mas kamu sudah pulang (serak ciri khas bangun tidur) maaf aku ke tiduran,
taya" tidak apa apa sayang, aku yang harusnya meminta maaf, aku tidak mengabari jika aku lembur, kamu kembali lah tidur
rara" kamu sudah makan mas, mau aku buatkan kopi
taya" tidak usah, kamu tidur saja, ini sudah sangat larut, aku akan mandi kemudian tidur
rara" baiklah (tersenyum)
"kamu kenapa mas, kenapa kamu seperti menyembunyikan sesuatu dari ku" batin Rara yang merasa aneh dengan sikap taya yang terkesan dingin padanya
------------------------------------------------
TBC
next
__ADS_1
kita begadang ya heheh
jangan lupa kasih like dan komen setelah membaca ya