
happy reading
.
.
.
.
.
let's read
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Nara tak kuasa menahan air matanya melihat alat tes kehamilan yang berada di tangan nya itu
nara ke luar dari kamar mandi dan memanggil suaminya
Nara" sayang,sayang, sayang (berteriak)
Alvin terburu-buru mendengar istrinya itu berteriak
Alvin" ada apa?
melihat Nara menagis Alvin menjadi panik iya takut terjadi sesuatu pada istrinya
Alvin" ada apa sayang,apa yang terjadi, jawab aku
Nara masih diam dan terus menagis, membuat Alvin semakin takut
Alvin" sayang katakan sesuatu, kamu membuat ku takut
Nara tertawa, sambil menunjukan hasil tes kehamilannya
Nara" lihat ini
Alvin mengambil benda itu, apa ini ?
Nara" lihat ada berapa garis merah di situ
Alvin" dua, lalu ?
Nara" (tertawa) kita akan menjadi orang tua sayang
Alvin masih tidak mengerti dengan perkataan istrinya,dirinya belum berpikir dengan baik
Nara" kamu akan menjadi seorang papa sayang
Alvin" apa? kamu serius,jadi ini
Alvin tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena kini dirinya juga sudah ikut menagis Karana bahagia , Alvin memeluk istrinya itu dengan erat
Nara" pa, jangan peluk erat-erat kasihan dia nanti terjepit
Alvin melepaskan pelukannya dan menundukan badannya
Alvin" maaf sayang papa tidak sengaja, terimakasih kamu telah mau datang di tengah-tengah kami
Nara" sayang kita beritahu yang lain kabar baik ini
Alvin" iya sayang
Alvin dan Nara memberi tahu mama Ervina lebih dulu
Alvin* halo ma, Alvin mau memberi kabar baik untuk mama
mama Ervina* apa ?
Alvin* mama akan menjadi seorang nenek
mama Ervina" apa kamu benar, yang benar kamu Vin
Alvin* iya ma, Alvin akan menjadi seorang papa dan mama akan menjadi seorang nenek
mama Ervina berteriak-teriak memanggil suaminya dengan girang
Alvin dan Nara hanya tersenyum saja mendengar kehebohan yang terjadi di rumah Mama Ervina
mama Ervina" mana Nara vin, mama mau bicara sama dia
Nara* iya ma Nara di sini
__ADS_1
mama Ervina* selamat ya kamu bakal jadi mama, jaga kesehatan, banyak makan buah, minum susu ibu hamil jangan lupa, OOO iya periksa ke dokter dulu, biar dapat obat dan vitamin , jangan terlalu lelah, pokonya kamu harus jaga baik-baik cucu mama ya
nara terkekeh mendengar celoteh dari ibu mertuanya itu
mama Ervina* nanti sore mama, papa dan Abang mu akan kesana, pokonya kamu jangan sampai ke kelahan ya na, ya ampun mama gak nyangka bisa sebahagia ini lagi, terimakasih ya Nara udah mewujudkan keinginan mama
Nara* itu kewajiban Nara membuat mama bahagia ma
mama Ervina* ya sudah mama mau belanja buat cucu mama dulu, oooo iya kamu mau kan apa biar mama buatkan atau belikan
Nara* untuk saat ini belum ada ma
mama Ervina* ya sudah jika ada yang kamu mau bilang mama ya
Nara* iya ma
panggilan berakhir Nara tidak menyangka jika mertuanya akan sebahagia itu, menyambut kehamilannya
berbeda dengan Nara yang sedang bahagia seorang wanita sedang merasa sangat kesal dan seperti kebakaran jenggot
Ranti "gue mesti tahu siapa nada itu, gara-gara dia gue di cuekin di keluarga Fahri, gue mau tahu seberapa hebat cewek itu, dan seberapa cantik dia dari gue
Ranti sangat kesal karena dirinya tidak menjadi pusat perhatian di keluarga Fahri, malah wanita yang bernama nada yang menjadi pusat perhatian
Lia" udah kali to, santai aja, yang penting fahri mau sama Lo,
Ranti" gak bisa gue gak mau, sia-sia dong gue pura-pura cupu, bayar Rendra buat ngerjain tugas gue biar gue kelihatan baik, kalo gue gak bisa dapet perhatian dari keluarga Fahri
Lia" santai aja, gue yakin tuh cewek pasti cuma sekedar lewat aja
Ranti" gue mesti cari tahu,tapi bagai mana ya
Ranti berpikir untuk mencari caranya
Ranti" cyra, iya cyra gue bakal dapet info dari cewek bodoh itu
Lia" ti menurut gue lebih baik Lo fokus sama Fahri aja deh gak usah deh Lo cari tuh cewek, nanti rencana lo malah kacau semua,
Ranti" enggak li , gue harus jadi satu-satunya pusat perhatian bulan depan ulang tahun perusahaan gue yakin tuh anak bakal Dateng
Lia hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja melihat tingkah temannya itu
yang entah sejak kapan berubah menjadi monster mengerikan di mata Lia
"ya ampun ini kerjaan dari kapan gak di kerjain, kenapa banyak banget" batin nada
nada menekan selivahnya dengan susah payah melihat tumpukan berkas di atas mejanya
Ghani" kenapa diam, tidak sanggup mengerjakan semuanya, kalo tidak sanggup mending mundur saja dari sini
nada"ti... tidak saya bisa mengerjakannya, lihat saja
dengan kesal Nara menuju ke kursinya dan mulai mengerjakan satu persatu berkas yang ada
hingga dirinya tidak bisa melihat ponsel atau istirahat walau hanya sebentar
pukul tiga sore berkas-berkas itu sudah hampir habis , namun Ghani tidak habis akal untuk membuat nada menyerah, Ghani meminta semua divisi menaruh laporan mereka ke meja nada agar nada mengerjakan nya
nada melihat tumpukan berkas yang kembali menumpuk
" ini kan buka. pekerjaan ku, kenapa jadi aku yang mengerjakan " dalam hati nada
Ghani" kenapa sudah menyerah ?
nada" (menatap Ghani) enak saja aku bilang aku bisa mengerjakan. ini
Ghani yakin jika besok nada akan mengundurkan diri dari perusahaan ini
pukul enam sore dan kantor sudah mulai sepi nada masih mengerjakan semuanya, dan tersisa beberapa berkas lagi
"semangat nada, kamu bisa ayo kita selesaikan tugas-tugas ini" nada menyemangati dirinya sediri ...
pukul tujuh tepat nada berhasil menyelesaikan berkas-berkas itu, nada baru menyadari jika kantornya sangat sepi sekali
nada menekan selivahnya melihat di sekelilingnya tidak ada orang satu pun
setelah membereskan semuanya nada langsung cepat cepat bejalan menuju lift, untuk pulang
pintu lift terbuka, nada masuk dengan cepat namun saat pintu akan tertutup, pintu lift nya terbuka lagi, nada melihat Ghani masuk juga ke dalam lift
nada dan Ghani tidak berbicara satu sama lain, sampai tiba tiba lampu lift mati, dan lift berhenti bergerak
"aaaaaa" sontak nada memeluk Ghani
__ADS_1
nada" ya Allah nada takut,ya Allah nada belum mau meninggal sekarang, mama hiks hiks
Ghani yang mendengar nada menagis berusaha menenangkan nada
Ghani" hey,tenang jangan menagis, kita akan baik-baik saja, sebentar lagi pasti menyala,sudah jangan menagis
Ghani mengambil ponselnya mencari tombol lift untuk meminta bantuan
Ghani menerangi wajah nada, Ghani melihat wajah nada sudah berkeringat dan terlihat jika nada sangat ketakutan
Ghani memencet tombol bantuan terus menerus , sampai ada yang melihat mereka , Ghani melihat jam di ponselnya
Ghani" shit! pantas saja sudah jam tujuh lewat, mereka sudah mematikan lift nya
Ghani tidak bisa bergerak leluasa karena nada begitu kencang memeluknya, membuat Ghani sedikit sulit untuk melakukan sesuatu
Ghani melihat ponselnya ternyata Ghani memiliki sinyal
dengan cepat Ghani menelepon taya, agar memberi tahu satpam mengaktifkan kembali lift nya
Ghani*halo mas tolong hubungi kantor dan bilang ke mereka jika aku dan nada masih berada di dalam lift
taya* apa,halo ghani, siapa yang di dalam lift
suara mu tidak jelas
Ghani* kami,aku dan nada mas
taya* biar aku hubungi kantor
panggilan terputus,sebenarnya taya tidak seberapa mendengar namun ia yakin jika ada seseorang dalam masalah
lift kembali menyala, Ghani bisa bernapas lega
Ghani" hey,hey bisa lepaskan aku dan buka mata mu, lift sudah menyala
nada membuka matanya
nada" alhamdulilah ya Allah,terimakasih ya Allah
Ghani" bisa menjauh dari ku
nada yang baru ingat jika dia menempel pada Ghani langsung cepat-cepat melepaskan diri
nada" maaf, saya hanya takut saja tadi
Ghani tidak menanggapi perkataan nada, dan hanya menatap ke depan saja
pintu lift terbuka, nada merasa lega
dengan cepat nada keluar dari lift takut jika lift itu akan tertutup
nada melihat pak Idris sudah berada di depan kantornya
nada" maaf ya pak jadi menunggu lama ya
pak Idris" tidak apa-apa non, kan udah tugas saya jemput non dan menunggu
nada" terimakasih pak, ya sudah pak kita pulang
Ghani memperhatikan sikap nada pada supirnya itu,
"anak itu memang selalu saja, membuat orang dalam ke Sulitan,terutama aku" batin Ghani
___________________________________
TBC
next
jangan lupa ya semua untuk kasih
aku
komen
like
vote
di jadiin favorit juga boleh banget
terimakasih buat yang sudah membaca
__ADS_1
sekali lagi terimakasih 🤗🤗🤗🤗