
selamat membaca
.
.
.
.
.
let's read
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
masih flashback ya semua
malam itu Anam dan ayahnya menunggu kedatangan Zain, yang sudah berjanji akan datang
namun menunggu sekitar sejam Zain tidak juga datang
Affandi" Anam coba hubungi Zain lagi
Anam" iya yah
Anam menghubungi Zain,namun tidak ada jawaban dari Zain,Anam mencoba menghubungi lagi,beberapa kali mencoba akhirnya Zain menjawab
Anam" Zain halo Zain,kamu dimana Zain
Anam mendengar suara yang sangat bising di tempat Zain menerima telepon
Zain" ada apa ?
Anam" Zain,Zain kamu di mana
Zain pergi keluar club' agar bisa mendengar ucapan Anam
Zain" ada apa ? (ketus)
Anam" Zain kamu dimana, aku dan ayah sudah menunggu mu,kasian ayah menahan lapar sedari tadi
Zain"(menepuk dahinya) tunggu aku akan sampai di sana Dalma waktu lima belas menit
Zain langsung mematikan panggilannya
Zain bergegas pergi untuk menemui keluarga nya yang sudah menunggu
sesampainya di sana Zain tidak menemukan Anam dan juga ayahnya
Zain" mba Ida Abang dan ayah tidak di sini
Ida" tadi di sini, tapi sekarang sudah pulang karena saya juga udah mau tutup mas Zain
Zain" oooo baik lah
Zain pergi meninggalkan tempat itu menuju ke rumah nya
sesampainya di rumah, Zain melihat Anam sudah menunggu nya di ruang keluarga sementara ayah nya sudah tidak ada
Anam" Zain kemari ada yang ingin aku bicarakan
dengan malas nya Zain duduk di sebelah Anam
Zain" ada apa ?
Anam" Zain ada apa dengan mu,kamu kenapa menjadi seperti ini, Zain bukan hanya dirimu yang bersedih dan merasa kehilangan, tapi kami juga merasakan hal itu apa lagi ayah, tidak bisakah kamu mengerti itu
Zain"(terkekeh) kamu tahu aku tidak ingin sekolah di sana tapi kalian memaksa ku,aku harus kehilangan hari-hari bersama ibu,saat ibu menghembuskan nafas terakhirnya aku tidak melihatnya,itu yang kamu bilang sama, tidak semua orang hanya perduli pada mu dan juga kamu tidak ada yang perduli pada ku,apa lagi perasaan ku
Anam" Zain kamu tidak tahu alsan di balik semua itu
Zain" alsan apa? yang aku tahu kalian tidak ada yang menginginkan aku
Zain meninggalkan Anam ,yang terus memanggil namanya namun Zain tidak menggubrisnya , Zain meninggalkan rumah itu
berhari-hari Zain tidak pulang membuat Anam cemas,karena adik nya Tidka memberi kabar
Anam mencari Zain kesana kemari, sampai mendatangi kampusnya namun tidak ada tanda-tanda Zain di sana
Anam merasa putus asa karena tidak bisa menemukan adiknya
__ADS_1
malam itu hujan sangat deras, Affandi dan Anam terkejut mendapat tamu yang tak terduga
dua orang polisi datang kerumah mereka
polisi" apa benar ini kediaman bapak Affandi
Anam" iya pak, ada apa ya ?
polisi" apa benar adik anda bernama Zain Saputra
Anam" iya pak ada apa dengan adik saya
polisi" begini,adik anda tertangkap saat sedang melakukan pencurian di sebuah minimarket dan kami mencari keluarga ya untuk menyelesaikan masalah ini
Anam sangat terkejut mendengar perkataan polisi
Anam" apa itu benar pak,
Affandi" ada apa ini Anam, kenapa ada polisi
polisi" putra anda tertangkap tangan saat mencuri di minimarket pak
Affandi" apa!! yang benar pak,Diaman anak saya sekarang
polisi" mari ikut dengan kami pak
Anam dan Affandi mengikuti polisi itu, Anam langsung menelepon pengacara keluarga mereka, agar membantu mengurus kasus adiknya
sesampainya di sana Anam langsung mengurus semuanya dengan polisi sementara Affandi menemui Zain, yang terlihat sangat santai
Affandi" apa-apaan ini Zain, kamu mau buat malu keluarga kita, kamu sudah keterlaluan Zain
plak
Affandi menampar wajah putra bungsunya itu,dengan kuat
Zain" sudah puas,jika belum lakukan lagi,sampai anda puas tuan, saya kan bukan anak nada, jika anda ingin membunuh saya juga silahkan (Zain memasang badannya)
Affandi" keterlaluan kamu Zain
Affandi langsung merasakan sesak nafas dan merasa jantung nya sangat sakit,seketika itu Affandi langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri
Anam dan di bantu beberapa polisi membawa Affandi segera ke rumah sakit,Anam sangat kecewa melihat tingkah adiknya itu
Anam benar-benar kesal,namun dirinya tidak bisa marah pada adik nya itu, karena Anam sangat menyayangi Zain
Anam harus bolak-balik kantor polisi dan juga rumah sakit,Anam merasa tidak sanggup namun ia menguatkan dirinya,demi keluarganya
Zain di nyatakan bebas,karena Zain terbukti hanya di jebak,sementara ayahnya belum juga sadarkan diri
selama sepuluh hari di rawat baru lah Affandi sadarkan diri
hari itu Zain berada di rumah,ia hanya sendiri di rumah itu,karena asisten rumah tangga dan juga supir mereka menjaga ayahnya
Zain membongkar barang-barang di kamarnya karena merasa bosan,Zain menemukan sebuah kotak,yang begitu banyak surat,dari Anam untuk dirinya
Zain membaca satu persatu surat itu,Zain membaca setiap surat yang rutin setiap Minggu di buat oleh Anam untuk dirinya
dalam surat itu Anam bercerita tentang kejadian di setiap Minggu selama Zain tidak ada di rumah
Zain tertarik membaca surat yang berwarna berbeda dari yang lainya
Zain membuka surat dengan amplop berwarna biru itu
*Zain Abang akan ceritakan mengapa kami memasukan kamu ke dalam asrama,Zain saat ini usaha ayah sedang tidak stabil,ibu meminta ayah untuk menyekolahkan mu di asrama itu,karena ibu tidak mau melihat mu merasa kelaparan,seperti kami di sini,ibu dan aku harus berjualan dan ayah sedang berusaha memperbaiki semuanya,Zain kamu tahu aku sangat senang jualan ku dan ibu hari ini habis,dan uang untuk mu sudah terkumpul ,kamu bersekolah lah yang baik,jangan sia-siakan perjuangan kami, Zain jika suatu saat kamu membaca ini,aku harap kamu sudah menjadi orang yang sukses dan juga menjadi kebanggaan kami
salam sayang
Abang Anam*
tidak terasa air mata Zain mengalir begitu saja,dirinya tidak pernah berfikir jika keluarga mengalami masalah itu,ia hanya berfikir jika mereka tidak menyayangi dirinya
Zain sangat merasa bersalah,dengan ayah dan juga abangnya
Zain langsung pergi menuju rumah sakit untuk meminta maaf pada kakak dan juga ayahnya atas kelakuannya selama ini
sesampainya di ruangan ayahnya Zain langsung bersujud meminta maaf pada ayahnya
Zain" ayah maaf kan Zain,Zain salah Zain tidak pernah tahu dengan apa yang terjadi pada kalian maaf kan Zain yah
Affandi" apa kamu sudah membaca surat yang di berikan kakak mu, dia berharap kamu membacanya nanti saat kamu sukses (tersenyum)
__ADS_1
Zain" maaf kan Zain yah,tidak seharusnya Zain berfikir buruk seperti itu pada kalian
Affandi" sudah lah Zain apa yang terjadi,jadikan pelajaran untuk mu,sekarang wujudkan keinginan ibu dan juga Abang mu
Zain" akan melakukannya yah,dimana Abang yah
Affandi" Abang mu belum kemari,mungkin dalam perjalanan
Zain mengangguk dan terus mencium tangan ayahnya dan meminta maaf
pukul dua belas malam ponsel Zain berbunyi menandakan panggilan masuk
dengan enggang Zain mengangkat panggilan itu
polisi" halo apa benar ini saudara Zain
Zain" iya,ini siapa ?
polisi" kamu dari kepolisian
Zain"apa!! tunggu sebentar saya keluar Rungan dulu
Zain keluar dari ruang rawat ayahnya,agar ayahnya tidak panik
Zain" ada apa pak ?
polisi" kakak anda yang bernama Anam Setiawan mengalami kecelakaan tunggal ,dan kami sudah membawanya ke rumah sakit
seperti sedang bermimpi,Zain mendapat kabar itu,ia tidak percaya dengan perkataan polisi itu
Zain" bapak tidak sedang bercanda kan,bagaimana kakak saya,apa yang terjadi
polisi" agar lebih lanjutnya lebih baik anda temui kami di rumah sakit ******
Zain" baiklah
dengan terburu-buru Zain menitipkan ayahnya pada para asisten rumah tangga nya
sementara dirinya mencari kebenaran tantang
Anam
sesampainya di rumah sakit itu Zain langsung menemui polisi yang berada di IGD
Zain" pak bagaimana keadaan kakak saya, apa yang terjadi
polisi" kakak anda sedang di tangani tim medis, Kaka anda dugaan kami jika dirinya itu mengantuk dan menghantam pembatas jalan, karena kami memeriksa tidak alkohol atau pun hal yang lain nya
Zain" langsung terduduk lemas mengetahui itu,selama semalaman Zain menemani Anam, yang sedang dalam penganan
esok paginya, Zain menghubungi pengacara mereka untuk mengurus berkas ke kantor polisi
dan dirinya menemui Anam yang tidak sadarkan diri dengan perban yang sudah membalut hampir semua bagian tubuhnya
Zain sangat menyesal karena sikap nya ia harus menyebabkan semuanya terjadi
dan dari saat itu Zain berubah,dan memindahkan pengobatan Anam ke Amerika
flashback off
cyra sudah banjir air mata mendengar cerita Zain,yang sangat menyentuh itu
Zain" maaf membuat mu menangis,aku sungguh buruk,dan tidak bisa di maaf kan
cyra" tidak semua orang pasti punya kesalahan,Zain yang paling penting adalah kamu berubah menjadi orang yang lebih baik,dan berusaha memperbaiki semuanya
Zain" itu sedang aku lakukan key (tersenyum)
cyra"Zain aku yakin Abang mu akan kembali pada mu dan ayah mu,Abang mu pasti akan baik-baik saja (memeluk)
Zain"terimakasih key
cyra" em,kita lewati ini bersama-sama Zain
Zain"(tersenyum) iya
___________________________________
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya setelah membaca terimakasih
ππππππππ