Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 64


__ADS_3

enjoy


.


.


...


.


.


...


happy reading


🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡


Alvin baru mendapat kabar dari sang sekertaris jika dirinya memiliki pertemuan siang ini pukul satu siang


Alvin melihat jam tangan nya dan waktu sudah menunjukan pukul setengah satu kurang


Alvin" astaga aku hampir terlambat ...


dengan terburu buru Alvin meninggalkan kantornya


Alvin menuju tempat yang sudah di sepakati dengan pihak klien


tiba tiba Alvin melihat seorang wanita yang berlari untuk menyebrang dengan sigap Alvin menginjak rem mobilnya hingga menimbulkan bunyi


Alvin menarik nafasnya karena dirinya beruntung tidak menabrak wanita itu


Alvin melihat wanita yang berada di depan mobilnya itu


"Nara" lirih Alvin


Alvin memperhatikan betul wanita yang sedang memaki dirinya ...


Alvin baru sadar jika wanita itu benar benar saat wanita itu sudah pergi


Alvin keluar dari mobilnya,namun sayang Nara sudah tidak ada lagi


"astaga, aku bodoh sekali kenapa baru sadar jika wanita itu Nara " gumam Alvin


Alvin melanjutkan perjalanan nya untuk bertemu dengan koleganya


Nara menunggu masih setia menunggu di rumah sakit sambil terus berdoa agar ibu Yanti bisa sembuh dan berkumpul bersamanya


sementara Rara sedang sibuk menyiapkan barang dan oleh oleh yang akan dia bawa untuk pulang ke Indonesia


taya tersenyum melihat istrinya yang sangat bersemangat itu


taya" ya Allah istri aku ya, semangat banget packing nya, Samapi sampai suaminya ini terlupakan


rara" maaf, tumben kamu udah pulang jam segini, katanya kamu pulang malam hari ini


taya" oooo jadi gak boleh pulang suaminya ini


rara mendekat pada suaminya itu


rara" bukan begitu sayang, aku kan hanya bertanya


taya" pekerjaan ku sudah selesai, Karana stev dan Fahri membantuku


rara" kamu mau makan dulu atau mau mandi dulu ....


taya" em ...

__ADS_1


cup


taya mencium bibir Rara sekilas


taya" ambil jatah cium aku dulu, terus mandi, dan makan kamu, eh makan masakan kamu


rara" dasar om mesum, (mencubit lengan taya)


taya" aw sayang sakit (terkekeh)


rara" ya sudah mandi sana, biar aku siapkan makan untuk kamu


taya" oke my queen


taya berjalan menuju ke kamar mandi, Rara hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah suaminya


"maaf sayang aku belum bisa memberi hak mu, karena aku masih belum siap" batin Rara


rara pergi menuju ke dapur menyiapkan makan malam untuk suaminya itu


sekitar tiga puluh menit taya sudah selesai, taya keluar dari kamarnya dan menghampiri istrinya yang sedang menata meja makan


taya"sayang (memeluk)


rara" apa ?


taya" tadi aku lihat ada anak karyawan sangat lucu sekali,


rara" lalu ?


taya" aku hanya cerita saja, tapi sayang anak itu lucu sekali, dia berbadan gempal dan membuat ku mengingat mu


rara" apa? jadi kamu mau bilang aku gemuk ?


rara melepas pelukan taya dan berbalik menghadap taya


rara" Heh, bilang saja kamu mau ngomong jika aku sekarang gemuk


taya" tidak sayang, tidak, buka begitu aku hanya ingin punya bayi seperti itu


rara menelan selivah nya dengan susah saat melihat wajah taya berubah sangat memelas sekali


rara" ya sudah besok kita pinjam anak karyawan mu itu ya


taya menghembuskan nafas kasar


taya" kok malah meminjam anak karyawan ku, bukan itu maksud ku


rara" lalu


taya" sudah lupakan


taya pergi meninggalkan Rara dan kembali ke kamar dengan perasaan kesal


"dia pura pura tidak tahu, atau memang tidak mengerti maksudku" batin taya


rara mengerti maksud dari suaminya itu namun dirinya sungguh belum siap, Karana dirinya merasa takut, dan merasa takut jika dirinya tidak bisa melayani suaminya dengan benar


rara berfikir karena dirinya menikah terburu buru dan tidak banyak dapat pelajaran tentang hal semacam itu, hal itu yang membuatnya tidak percaya diri


rara menyusul suaminya,iya tahu jika suaminya itu sedang marah padanya


rara" sayang ayo makan,


taya" tidak aku sudah kenyang


rara" sayang kamu marah ya

__ADS_1


taya" tidak


rara" sayang aku sudah lapar, ayo kita makan


taya" tidak, kamu makan saja sendiri


rara mendekati sungainya yang tengah asik memandang ponselnya


rara" sayang , apa kamu marah


taya" tidak


rara menghela nafas


rara" sayang lihat aku (membalikan wajah taya menghadapnya ) sayang aku tahu kamu marah , karena masalah tadi, sayang bisakah kamu menunggu aku siap, aku benar belum siap


taya" sampai kapan, Samapi rambut ku di tumbuhi uban


rara" sayang, dengar aku, aku menikah dengan kamu sangat terburu buru, bahkan aku belum tahu bagai mana cara melayani mu dengan baik, apa lagi Maslah sepeti itu aku sungguh tidak mengerti, kamu tahu kamu adalah ciuman pertamaku,bahkan membalas ciuman mu saja aku tidak tahu caranya,aku takut jika aku tidak bisa melayani hak biologis mu dengan baik (sedih) maaf


taya sangat paham yang di maksud oleh istrinya, kini taya pun merasa bersalah , karena sebagai suami iya lupa jika mereka menikah masih baru, dan sama sama belum mengetahui banyak hal ...


taya sadar jika istrinya memiliki ke rakitan tersendiri dalam dirinya,


taya" sayang aku minta maaf juga,Karana aku memaksa kan kehendak ku pada mu maaf


rara" tidak aku yang harusnya meminta maaf, Karana Samapi detik ini aku belum bisa memberi kan hak mu, belum memenuhi kewajiban ku sebagai istri, aku adalah istri yang buruk, kamu gak salah yang salah aku (menagis) beri aku waktu sedikit lagi, mau kah kamu menunggu


taya"( mencium kening Rara) maaf sayang, sudah jangan menangis, kamu adalah istri yang terbaik,aku akan menunggu mu sampai kamu siap, maaf aku sudah membuat mu menangis


rara" kamu mau menunggu ku siap ?(sesegukkan)


taya" (tersenyum) iya sayang iya, tersenyum untuk ku


rara tersenyum melihat taya yang semakin erat memeluknya


taya" ayo kita makan, kamu bilang kamu lapar


rara" em


taya" ayo, kita makan,


taya menurun Rara menuju meja makan


rara menghentikan langkahnya


taya "kenapa ?


cup


rara mencium pipi taya, hal itu membuat taya sedikit terkejut karena ulah istrinya itu


taya" kamu mulai nakal ya mom


rara hanya terkekeh melihat ekspresi Sanga suami


"aku akan menunggu kamu, sampai kamu bisa, dan aku tidak akan biarkan air mata mu terjatuh karena rasa bersalah mu sayang," taya berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuat istrinya menagis Karana merasa bersalah


________________________________


TBC


next ya Guys


jangan lupa ya kasih like dan komen nya setelah baca oke!!


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2