Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 229


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


,•••••••••••••••••••••••••••••••••


dion sudah berada di sebuah club bersama mario dan beberapa orang temannya, yang sudah menunggu dion


mario" kenapa lama sekali?


dion" ada orang tua ku, dan kakak ku di rumah


mario" tinggal saja, aku juga sering meninggalkan mereka jika datang


dion" mario, aku rasa ini malam terakhir aku main ke sini, aku harus fokus pada kuliah ku


mario" astaga selama ini juga kuliah mu baik-baik saja, santai saja bro


dion" tidak bisa, aku tidak mau mengecewakan orang tua ku


mario" kenapa kau jadi berubah begini sih, kita juga butuh senang-senang


dion" tapi maaf aku tidak bisa,baik lah aku pulang dulu, ibu ku menunggu


mario" baik lah jika itu pilihan mu, tapi kita masih berteman kan (mengulurkan tangan)


dion" tentu, baik lah aku pamit


mario" hati-hati


dion berjalan meninggalkan mario, namun langkahnya terhenti saat melihat jully tengah bersama seorang pria


dion" jully


jully" dion, sedang apa kamu di sini? (gugup)


dion" dia siapa?


jully" oh, em dia teman ku, nanti aku jelaskan aku harus membantunya dia sedang patah hati


dion" (mengerut kan kening) teman? sudah setua itu?


jully" pergi lah dion nanti aku jelaskan


Laki-laki itu menghampiri jully dan juga dion yang tengah berbincang


"sayang ayo aku sudah tidak tahan, kita pergi sekarang"


dion" sayang?


jully" em bukan begitu dion


"siapa pria ini, apa dia teman mu? atau incaran baru mu (tertawa) hey pemuda tampan jangan mau dengan wanita murahan ini, aku saja terpaksa karena dia sudah memberi ku seorang anak (tertawa)


dion sangat terkejut dengan perkataan laki-laki yang ada di hadapannya ini, mengenai jully, dion tidak menyangka dengan semua yang di tuturkan pria itu


dion" jully?


jully" jangan ikut campur urusan ku dion, pergi dari sini, dan jangan pernah temui aku dan kau, bersiap lah, karena lucas tidak akan tinggal diam dengan apa yang kamu lakukan pada nya saat itu


jully pergi meninggalkan dion yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar

__ADS_1


mario yang melihat dion masih di tempat itu menghampiri dion


mario" ada apa? bukan kah itu teman mu itu? (melihat ke arah jully)


dion" mario, dia bukan wanita baik, untung aku lebih dulu sakit hati dari nya


mario" maksud mu?


dion" sudah lah tidak usah kau fikirkan aku pulang dulu


mario masih menatap punggung dion yang mulai menghilang dari penglihatannya


brug


tubuh mario di dorong oleh seseorang, hingga ia terjatuh


mario" Hey kau


mario terkejut dan tak melanjutkan perkataanya saat melihat lucas dan beberapa teman nya


mario" lu-lucas, ada apa?


lucas" dimana teman mu yang pahlawan itu


mario" di-dion


lucas" siapa pun namanya? di mana dia


mario" di-dia sudah pulang ja-jangan sakit kami


lucas" cepat cari dia


lucas memerintah anak buahnya untuk mencari dion


lucas menundukan badan nya mendekat pada mario yang masih berada di lantai


lucas" tunggu saja, aku akan membuat teman mu itu tak bisa melihat mata hari besok dan kamu tunggu giliran mu


mario sangat ketakutan dengan ancaman lucas , mario masih menatap lucas yang mulai menjauh darinya


mario" dion aku mohon angkat, cepat angkat, nyawa mu dalam bahaya


mario terus menghubungi dion namun tetap tidak mendapat jawaban dari dion


mario memutuskan untuk pergi menuju apartemen dion dan menghubungi seseorang yang bisa membantunya


sementara di tempat lain, seorang gadis cantik tengah bersedih karena ia harus merelakan kuliah nya, demi keluarga nya


rega" maaf kan papa Sa kamu harus merelakan kuliah mu karena usaha papa yang bangkrut


denisa" sasa tidak apa-apa pa, yang penting fa'i bisa bersekolah, dan kita bisa melanjutkan hidup


rega" tapi Sa, jika kamu ingin kuliah uang papa cukup


denisa" tidak usah pa, itu jadikan untuk simpanan kita, dan kebutuhan fa'i sekolah, besok sasa akan mencari kerja agar bisa membantu


rega" Sa maaf kan papa, yang tidak pernah bisa membahagiakanmu, Sa ambilah beasiswa mu itu, papa dan fa'i akan baik-baik saja, kejar lah cita-cita mu


denisa"papa dan fa'i lebih berharga dari cita-cita sasa, jadi sasa akan tetap di sini, mengurus papa dan fa'i


rega" maaf nak,


denisa" tidak perlu minta maaf sudah kewajiban sasa melakukan itu


fa'i" apa kita akan meninggalkan rumah ini?


rega" tidak, hanya ini rumah yang kita miliki sekarang, dan kita akan tetap di sini, maaf kan papa ya fa'i seharusnya papa bisa menyekolahkan mu di tempat yang bagus


fa'i" tidak apa-apa pa, fa'i akan berusaha mendapatkan beasiswa agar papa dan kakak tidak terbebani oleh fa'i


denisa" kamu tidak menyusahkan dek, justru itu sudah tanggung jawab kakak

__ADS_1


denisa memeluk kedua pria yang sangat berharga untuk nya


"aku akan berjuang untuk kalian, agar kalian terus tetap bahagia" dalam hati denisa


sementara di apartemen naima merasa sangat bosan dan gerah semenjak mendekati persalinan naima menjadi mudah sekali merasa panas


rey" buna,masih merasa panas?


naima" em, aku merasa pengap sekali di sini, aku ingin ke luar, itu ada taman


rey" buna, ini sudah malam di balkon saja ya


naima" tidak mau papa,buna ingin ke taman itu


rey" baik lah tapi sebentar saja oke


naima" oke


naima sangat senang bisa ke luar dari apartemen itu,tidak tahu mengapa dirinya ingin sekali keluar dan merasakan udara segar


cahcha" kalian mau kemana?


rey" kami mau ke taman sebentar bun


naima" aku merasa sangat gerah sekali bun, boleh ya bun


chacha" (terkekeh) ya sudah jangan lama-lama udara malam tidak baik


naima"(tersenyum) terimaksih bunda


sesampainya di taman itu naima merasa sangat senang, dan rasa pengap itu pun hilang, naima menikmati udara yang menerpa wajah nya yang terasa sangat segar, karena memang sudah memasuki musim dingin


rey" anak papa, apa suka di sini? sudah merasa segar (mengelus perut)


naima" iya papa (menirukan suara anak anak)


rey" ya sudah jika begitu kita masuk ke dalam lagi ya, ini sudah malam


naima" sebentar lagi ya, ya


rey" baik lah


naima dan rey asik berbincang, hingga naima melihat dion yang tengah berjalan ke arah mereka berdua


naima" dion


rey menoleh ke arah belakang di mana dion tengah berjalan mendekat pada mereka


dion" abang dan kak nai sedang apa?


rey" ini kakak mu merasa panas dan pengap didalam dia ingin ke luar sebentar


dion" memasuki musim dingin kakak merasakan panas


rey" ibu hamil tidak bisa di tebak dion, apa urusan mu sudah selsai


dion" sudah (tersenyum)


naima yang memperhatikan ke dua kakak beradik itu berbincang mengalihkan kan pandangan nya melihat ke arah belakang dion


naima" di-dion awas!!!


dion dan rey serentak melihat ke arah naima yang bertriak sangat kencang


"doorrr"


________________________


tbc


next

__ADS_1


maaf sekali mungkin saya slow up, jika up agak sedikit lama mohon pengertiannya nya, saya sedang tidak sehat,dan harus beristirahat, tapi Sayan usaha kan sebisa mungkin untuk up


terimakasih semua nya, sekali lagi maaf


__ADS_2