
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
,•••••••••••••••••••••••••••••••••
dion sudah berada di sebuah club bersama mario dan beberapa orang temannya, yang sudah menunggu dion
mario" kenapa lama sekali?
dion" ada orang tua ku, dan kakak ku di rumah
mario" tinggal saja, aku juga sering meninggalkan mereka jika datang
dion" mario, aku rasa ini malam terakhir aku main ke sini, aku harus fokus pada kuliah ku
mario" astaga selama ini juga kuliah mu baik-baik saja, santai saja bro
dion" tidak bisa, aku tidak mau mengecewakan orang tua ku
mario" kenapa kau jadi berubah begini sih, kita juga butuh senang-senang
dion" tapi maaf aku tidak bisa,baik lah aku pulang dulu, ibu ku menunggu
mario" baik lah jika itu pilihan mu, tapi kita masih berteman kan (mengulurkan tangan)
dion" tentu, baik lah aku pamit
mario" hati-hati
dion berjalan meninggalkan mario, namun langkahnya terhenti saat melihat jully tengah bersama seorang pria
dion" jully
jully" dion, sedang apa kamu di sini? (gugup)
dion" dia siapa?
jully" oh, em dia teman ku, nanti aku jelaskan aku harus membantunya dia sedang patah hati
dion" (mengerut kan kening) teman? sudah setua itu?
jully" pergi lah dion nanti aku jelaskan
Laki-laki itu menghampiri jully dan juga dion yang tengah berbincang
"sayang ayo aku sudah tidak tahan, kita pergi sekarang"
dion" sayang?
jully" em bukan begitu dion
"siapa pria ini, apa dia teman mu? atau incaran baru mu (tertawa) hey pemuda tampan jangan mau dengan wanita murahan ini, aku saja terpaksa karena dia sudah memberi ku seorang anak (tertawa)
dion sangat terkejut dengan perkataan laki-laki yang ada di hadapannya ini, mengenai jully, dion tidak menyangka dengan semua yang di tuturkan pria itu
dion" jully?
jully" jangan ikut campur urusan ku dion, pergi dari sini, dan jangan pernah temui aku dan kau, bersiap lah, karena lucas tidak akan tinggal diam dengan apa yang kamu lakukan pada nya saat itu
jully pergi meninggalkan dion yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar
__ADS_1
mario yang melihat dion masih di tempat itu menghampiri dion
mario" ada apa? bukan kah itu teman mu itu? (melihat ke arah jully)
dion" mario, dia bukan wanita baik, untung aku lebih dulu sakit hati dari nya
mario" maksud mu?
dion" sudah lah tidak usah kau fikirkan aku pulang dulu
mario masih menatap punggung dion yang mulai menghilang dari penglihatannya
brug
tubuh mario di dorong oleh seseorang, hingga ia terjatuh
mario" Hey kau
mario terkejut dan tak melanjutkan perkataanya saat melihat lucas dan beberapa teman nya
mario" lu-lucas, ada apa?
lucas" dimana teman mu yang pahlawan itu
mario" di-dion
lucas" siapa pun namanya? di mana dia
mario" di-dia sudah pulang ja-jangan sakit kami
lucas" cepat cari dia
lucas memerintah anak buahnya untuk mencari dion
lucas menundukan badan nya mendekat pada mario yang masih berada di lantai
lucas" tunggu saja, aku akan membuat teman mu itu tak bisa melihat mata hari besok dan kamu tunggu giliran mu
mario sangat ketakutan dengan ancaman lucas , mario masih menatap lucas yang mulai menjauh darinya
mario" dion aku mohon angkat, cepat angkat, nyawa mu dalam bahaya
mario terus menghubungi dion namun tetap tidak mendapat jawaban dari dion
mario memutuskan untuk pergi menuju apartemen dion dan menghubungi seseorang yang bisa membantunya
sementara di tempat lain, seorang gadis cantik tengah bersedih karena ia harus merelakan kuliah nya, demi keluarga nya
rega" maaf kan papa Sa kamu harus merelakan kuliah mu karena usaha papa yang bangkrut
denisa" sasa tidak apa-apa pa, yang penting fa'i bisa bersekolah, dan kita bisa melanjutkan hidup
rega" tapi Sa, jika kamu ingin kuliah uang papa cukup
denisa" tidak usah pa, itu jadikan untuk simpanan kita, dan kebutuhan fa'i sekolah, besok sasa akan mencari kerja agar bisa membantu
rega" Sa maaf kan papa, yang tidak pernah bisa membahagiakanmu, Sa ambilah beasiswa mu itu, papa dan fa'i akan baik-baik saja, kejar lah cita-cita mu
denisa"papa dan fa'i lebih berharga dari cita-cita sasa, jadi sasa akan tetap di sini, mengurus papa dan fa'i
rega" maaf nak,
denisa" tidak perlu minta maaf sudah kewajiban sasa melakukan itu
fa'i" apa kita akan meninggalkan rumah ini?
rega" tidak, hanya ini rumah yang kita miliki sekarang, dan kita akan tetap di sini, maaf kan papa ya fa'i seharusnya papa bisa menyekolahkan mu di tempat yang bagus
fa'i" tidak apa-apa pa, fa'i akan berusaha mendapatkan beasiswa agar papa dan kakak tidak terbebani oleh fa'i
denisa" kamu tidak menyusahkan dek, justru itu sudah tanggung jawab kakak
__ADS_1
denisa memeluk kedua pria yang sangat berharga untuk nya
"aku akan berjuang untuk kalian, agar kalian terus tetap bahagia" dalam hati denisa
sementara di apartemen naima merasa sangat bosan dan gerah semenjak mendekati persalinan naima menjadi mudah sekali merasa panas
rey" buna,masih merasa panas?
naima" em, aku merasa pengap sekali di sini, aku ingin ke luar, itu ada taman
rey" buna, ini sudah malam di balkon saja ya
naima" tidak mau papa,buna ingin ke taman itu
rey" baik lah tapi sebentar saja oke
naima" oke
naima sangat senang bisa ke luar dari apartemen itu,tidak tahu mengapa dirinya ingin sekali keluar dan merasakan udara segar
cahcha" kalian mau kemana?
rey" kami mau ke taman sebentar bun
naima" aku merasa sangat gerah sekali bun, boleh ya bun
chacha" (terkekeh) ya sudah jangan lama-lama udara malam tidak baik
naima"(tersenyum) terimaksih bunda
sesampainya di taman itu naima merasa sangat senang, dan rasa pengap itu pun hilang, naima menikmati udara yang menerpa wajah nya yang terasa sangat segar, karena memang sudah memasuki musim dingin
rey" anak papa, apa suka di sini? sudah merasa segar (mengelus perut)
naima" iya papa (menirukan suara anak anak)
rey" ya sudah jika begitu kita masuk ke dalam lagi ya, ini sudah malam
naima" sebentar lagi ya, ya
rey" baik lah
naima dan rey asik berbincang, hingga naima melihat dion yang tengah berjalan ke arah mereka berdua
naima" dion
rey menoleh ke arah belakang di mana dion tengah berjalan mendekat pada mereka
dion" abang dan kak nai sedang apa?
rey" ini kakak mu merasa panas dan pengap didalam dia ingin ke luar sebentar
dion" memasuki musim dingin kakak merasakan panas
rey" ibu hamil tidak bisa di tebak dion, apa urusan mu sudah selsai
dion" sudah (tersenyum)
naima yang memperhatikan ke dua kakak beradik itu berbincang mengalihkan kan pandangan nya melihat ke arah belakang dion
naima" di-dion awas!!!
dion dan rey serentak melihat ke arah naima yang bertriak sangat kencang
"doorrr"
________________________
tbc
next
__ADS_1
maaf sekali mungkin saya slow up, jika up agak sedikit lama mohon pengertiannya nya, saya sedang tidak sehat,dan harus beristirahat, tapi Sayan usaha kan sebisa mungkin untuk up
terimakasih semua nya, sekali lagi maaf