
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
enjoy
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
cha-cha sedang memasak, dengan sangat banyak karena malam ini anak dan menantu nya akan datang untuk makan malam bersama mereka
Dion" Bun masak nya banyak banget sih
cha-cha" iya dong, kan malam ini sepesial mau ada kakak kamu, sama mas taya
Dion" kakak mau kesini Bun ?(gembira)
cha-cha" iya, katanya dia rindu makan bareng kamu sama Abang
Dion" yey, kakak menginap Bun ?
belum cha-cha menjawab Abi lebih dulu menjawab
Abi" harus, kakak kamu harus menginap
Dion langsung diam dan tak berkata lagi, melihat tatapan seram sang bunda
cha-cha" papa jangan ngajak bunda berdebat lagi masalah ini, kakak itu istri orang pa,kita tidak punya hak atas dia
Abi" aku papa nya, aku yang membesarkannya, aku juga punya hak
cha-cha" aku juga bunda nya, aku yang membesarkannya, aku yang menjaganya saat sakit, aku juga punya hak atas kakak, tapi aku tahu batasan sebagai seorang ibu, yang anaknya sudah menikah
Abi" sudah lah Bun, jangan membahas ini lagi, aku bilang Rara akan menginap, itu artinya menginap titik
cha-cha sangat kesal pada suaminya itu, apa lagi sudah membahas tentang anak perempuan mereka,
cha-cha pun sangat tahu bagai mana rasanya seorang wanita yang sudah menikah, dan harus bersikap seperti apa
Dion hanya diam menatap bergantian kedua orang tuanya itu
Abi meninggalkan tempat itu, dengan wajah yang memerah karena kesal
Dion" Bun, maafin Dion karena Dion bunda sama papa jadi berdebat
cha-cha" (tersenyum) tidak nak, kamu tidak salah, papa mu saja yang masih belum mengerti
Dion" Bun bukan kah, wanita yang sudah menikah memang harus bersama suaminya, dan apa pun yang di lakukan harus seizin suami Bun
cha-cha" (tersenyum) benar sayang, kamu benar, ya sudah sana kamu mandi, biar nanti kakak sayang kamu sudah bersih
Dion baik Bun
Dion pergi meninggalkan bundanya yang masih asik memasak itu
Dion masuk ke dalam kamar Rey , untuk memberitahu kakaknya soal perdebatan orang tuanya
Dion" bang
Rey" apa
Dion" bang papa sama bunda habis berdebat
rey menatap adiknya itu
Rey" kenapa ?
Dion" Karana kakak...
__ADS_1
Rey" karena kakak ?
Dion " iya tadi aku bertanya pada bunda apakah kakak akan menginap , bukan bunda yang menjawab tapi malah papa
dan akhirnya bunda dan papa berdebat ...
Rey" papa itu kenapa sih, kakak kan sudah menikah, kenapa khawatir seperti itu
Dion" aku juga tidak tahu bang, papa tidak pernah khawatir seperti itu pada kita
Rey" biar Abang telepon kakak, dan minta kakak jangan ke mari
Dion" kenapa bang, nanti papa malah makin gak suka sama mas taya
Rey" kamu tenang saja, biar Abang yang urus
Dion" baik lah, aku percaya pada Abang
Rey mengirim pesan pada,kakak nya
Rara melihat pesan dari adiknya, rara merasa kesal melihat pesan dari adik nya itu
taya" kenapa sayang, siapa yang mengirim pesan
Rara" tidak, mas kita tidak usah ke rumah papa
taya" kenapa ? nanti papa marah sayang
Rara" aku gak mau, biar aku yang beri tahu papa dan bunda
taya" tapi sayang, nanti papa
Rara" udah deh gak usah tapi tapian , nurut aja kenapa sih mas (kesal)
taya" kamu kenapa sih sayang, kok jadi marah sama aku, ada masalah apa sayang
Rara" gak ada apa apa, aku lagi kesal aja
taya" oooo baik lah
taya hanya bisa menghela nafas, Karana iya yakin jika papa mertuanya sudah pasti akan menyalahkannya dan akan memarahinya
rara menelepon bundanya untuk memberi kabar jika dirinya tidak akan datang
Rara* assalamualaikum Bun
chacha* walaikumsalam nak, sudah sampai di mana ?
Rara* kami tidak jadi ke sana Bun,
cha-cha* yah kok gak jadi kak, bunda udah masak loh,kenapa taya ada kerjaan ya
Rara* tidak tapi aku yang tidak mau Bun , apa papa ada Bun
cha-cha memberikan ponselnya pada suaminya
Abi" siapa
cha-cha" kakak
abi menerima ponsel itu
Abi* iya sayang ada apa nak
Rara* pa, Rara tidak jadi kesana dan Rara tidak akan pernah bertemu papa jika sikap papa masih sepeti itu, dan tidak mau bersikap baik pada suami Rara
Abi* siapa yang mengajari kamu kurang ajar pada orang tua, suami mu itu, hah (bertriak)
Rara" tidak ada yang mengajari ku sepeti itu pa, tapi karena sikap papa, yang terlalu berlebihan yang membuat ku seperti ini, dan papa harus tahu, jika Rara itu sudah menikah surga Rara bukan hanya ada di papa dan bunda tapi juga suami Rara, maaf jika kata kata Rara melukai papa, tapi maaf pa, Rara juga tidak terima dengan perlakuan papa pada mas taya assalamualaikum pa
Rara mengakhiri panggilan nya
taya yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa diam, dirinya takut jika istrinya akan bertambah marah jika iya memberi saran
Rara mulai menagis dan menyesali perbuatannya terhadap papa nya
taya" sudah sayang jangan menangis kasihan anak kita jika mommy nya sedih
__ADS_1
Rara" aku kesal sekali, kenapa papa tidak berubah dan selalu seperti itu mas, kamu salah apa sama papa, tidak adakan kenapa papa bersikap begitu,dia tidak menghargai kamu sebagai suami ku,
taya" sayang mungkin papa butuh waktu,
sudah kita telepon papa lagu, kita minta maaf ya
Rara" enggak mas, enggak biar papa tahu, jika kita bukan anak-anak yang harus dia atur hidup nya
taya" tapi sayang
Rara" tolong mas, sekali ini saja ikuti apa kata aku
taya" baik lah,
" aku harus bersiap, jika besok papa menemui ku di kantor " batin taya
Rara" besok aku ikut kamu kerja, aku yakin papa akan datang ke kantor mu
taya" sayang kamu bisa baca pikiran ku ya
Rara" aku kenal papa sayang,
taya hanya tersenyum melihat istrinya itu
di kediaman Abi, semua orang habis kena marah oleh Abi, karena dirinya merasa kesal
Abi" kalian juga mau melawan papa sepeti kakak kalian hah, kenapa tidak ada yang menjawab
Dion dan Rey saling menatap tak berani melihat ke arah papa nya itu ...
Abi" sekali lagi papa tanya siapa yang memberi tahu kakak, tentang perdebatan di rumah ini (bertriak)
cha-cha tahu jika kedua anak laki lakinya itu pasti yang memberi tahu pada kakak nya
cha-cha" bunda pa, kenapa, bunda salah jika itu memang salah menurut papa silahkan bunda siap terima hukuman dari papa
Abi" bunda kenapa melakukan itu, lihat sekarang Rara jadi melawan pada papa, pasti suaminya yang mengajari nya (geram )
cha-cha" cukup pa, cukup jangan pernah menyalahkan orang lain atas ketakutan papa , pa bunda kenal taya dari dia kecil bunda tahu orang sepeti apa dia, bunda percaya pada nya bunda bahkan lebih percaya taya dari pada percaya Dnegan pria yang dulu mau papa jodohkan padanya
Abi" heh bunda kenal dia, tapi lihat dia menyakiti anak kita Bun,dia selalu buat anak kita menagis
cha-cha" itu demi melindungi anak kita, bunda pikir papa mengerti tentang hal ini ternyata bunda salah, pa bunda kecewa pada papa
cha-cha meninggalkan Abi, dan membawa kedua putranya untuk pergi meninggalkan rumah itu
Abi hanya bisa terdiam melihat anak dan istrinya pergi
Abi"aku hanya takut jika dia melukai putriku lagi, aku hanya takut jika dia tidak bisa menjaga nya, aku hanya tidak ingin melihat putri ku susah, apa salah, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anak anak ku, aku hanya ingin mereka tidak pernah meras sedih hanya itu
Abi hanya bisa terdiam menatap pintu yang sudah tertutup itu, dimana anak-anak dan istrinya meninggalkan nya
______________________________
mencintai sesuatu itu boleh,
tapi jika rasa cinta dan sayang itu berlebihan
dan menimbulkan suatu hal yang buruk bukan kah itu akan berakhir dengan tidak baik
jadi cukup mencintai secukupnya
menyayangi secukupnya
dan bertindak secukupnya
jika kita terluka Karan hal itu,
itu tidak akan terlalu sakit
______________________________
TBC
next
yang nunggu cerita Alvin dan Nara sabar ya
__ADS_1
jangan lupa kasih aku like,komen,vote dan dukungan yang lain nya ya
terimakasih