Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 94


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


.


enjoy


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


cha-cha sedang memasak, dengan sangat banyak karena malam ini anak dan menantu nya akan datang untuk makan malam bersama mereka


Dion" Bun masak nya banyak banget sih


cha-cha" iya dong, kan malam ini sepesial mau ada kakak kamu, sama mas taya


Dion" kakak mau kesini Bun ?(gembira)


cha-cha" iya, katanya dia rindu makan bareng kamu sama Abang


Dion" yey, kakak menginap Bun ?


belum cha-cha menjawab Abi lebih dulu menjawab


Abi" harus, kakak kamu harus menginap


Dion langsung diam dan tak berkata lagi, melihat tatapan seram sang bunda


cha-cha" papa jangan ngajak bunda berdebat lagi masalah ini, kakak itu istri orang pa,kita tidak punya hak atas dia


Abi" aku papa nya, aku yang membesarkannya, aku juga punya hak


cha-cha" aku juga bunda nya, aku yang membesarkannya, aku yang menjaganya saat sakit, aku juga punya hak atas kakak, tapi aku tahu batasan sebagai seorang ibu, yang anaknya sudah menikah


Abi" sudah lah Bun, jangan membahas ini lagi, aku bilang Rara akan menginap, itu artinya menginap titik


cha-cha sangat kesal pada suaminya itu, apa lagi sudah membahas tentang anak perempuan mereka,


cha-cha pun sangat tahu bagai mana rasanya seorang wanita yang sudah menikah, dan harus bersikap seperti apa


Dion hanya diam menatap bergantian kedua orang tuanya itu


Abi meninggalkan tempat itu, dengan wajah yang memerah karena kesal


Dion" Bun, maafin Dion karena Dion bunda sama papa jadi berdebat


cha-cha" (tersenyum) tidak nak, kamu tidak salah, papa mu saja yang masih belum mengerti


Dion" Bun bukan kah, wanita yang sudah menikah memang harus bersama suaminya, dan apa pun yang di lakukan harus seizin suami Bun


cha-cha" (tersenyum) benar sayang, kamu benar, ya sudah sana kamu mandi, biar nanti kakak sayang kamu sudah bersih


Dion baik Bun


Dion pergi meninggalkan bundanya yang masih asik memasak itu


Dion masuk ke dalam kamar Rey , untuk memberitahu kakaknya soal perdebatan orang tuanya


Dion" bang


Rey" apa


Dion" bang papa sama bunda habis berdebat


rey menatap adiknya itu


Rey" kenapa ?


Dion" Karana kakak...

__ADS_1


Rey" karena kakak ?


Dion " iya tadi aku bertanya pada bunda apakah kakak akan menginap , bukan bunda yang menjawab tapi malah papa


dan akhirnya bunda dan papa berdebat ...


Rey" papa itu kenapa sih, kakak kan sudah menikah, kenapa khawatir seperti itu


Dion" aku juga tidak tahu bang, papa tidak pernah khawatir seperti itu pada kita


Rey" biar Abang telepon kakak, dan minta kakak jangan ke mari


Dion" kenapa bang, nanti papa malah makin gak suka sama mas taya


Rey" kamu tenang saja, biar Abang yang urus


Dion" baik lah, aku percaya pada Abang


Rey mengirim pesan pada,kakak nya


Rara melihat pesan dari adiknya, rara merasa kesal melihat pesan dari adik nya itu


taya" kenapa sayang, siapa yang mengirim pesan


Rara" tidak, mas kita tidak usah ke rumah papa


taya" kenapa ? nanti papa marah sayang


Rara" aku gak mau, biar aku yang beri tahu papa dan bunda


taya" tapi sayang, nanti papa


Rara" udah deh gak usah tapi tapian , nurut aja kenapa sih mas (kesal)


taya" kamu kenapa sih sayang, kok jadi marah sama aku, ada masalah apa sayang


Rara" gak ada apa apa, aku lagi kesal aja


taya" oooo baik lah


taya hanya bisa menghela nafas, Karana iya yakin jika papa mertuanya sudah pasti akan menyalahkannya dan akan memarahinya


rara menelepon bundanya untuk memberi kabar jika dirinya tidak akan datang


Rara* assalamualaikum Bun


chacha* walaikumsalam nak, sudah sampai di mana ?


Rara* kami tidak jadi ke sana Bun,


cha-cha* yah kok gak jadi kak, bunda udah masak loh,kenapa taya ada kerjaan ya


Rara* tidak tapi aku yang tidak mau Bun , apa papa ada Bun


cha-cha memberikan ponselnya pada suaminya


Abi" siapa


cha-cha" kakak


abi menerima ponsel itu


Abi* iya sayang ada apa nak


Rara* pa, Rara tidak jadi kesana dan Rara tidak akan pernah bertemu papa jika sikap papa masih sepeti itu, dan tidak mau bersikap baik pada suami Rara


Abi* siapa yang mengajari kamu kurang ajar pada orang tua, suami mu itu, hah (bertriak)


Rara" tidak ada yang mengajari ku sepeti itu pa, tapi karena sikap papa, yang terlalu berlebihan yang membuat ku seperti ini, dan papa harus tahu, jika Rara itu sudah menikah surga Rara bukan hanya ada di papa dan bunda tapi juga suami Rara, maaf jika kata kata Rara melukai papa, tapi maaf pa, Rara juga tidak terima dengan perlakuan papa pada mas taya assalamualaikum pa


Rara mengakhiri panggilan nya


taya yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa diam, dirinya takut jika istrinya akan bertambah marah jika iya memberi saran


Rara mulai menagis dan menyesali perbuatannya terhadap papa nya


taya" sudah sayang jangan menangis kasihan anak kita jika mommy nya sedih

__ADS_1


Rara" aku kesal sekali, kenapa papa tidak berubah dan selalu seperti itu mas, kamu salah apa sama papa, tidak adakan kenapa papa bersikap begitu,dia tidak menghargai kamu sebagai suami ku,


taya" sayang mungkin papa butuh waktu,


sudah kita telepon papa lagu, kita minta maaf ya


Rara" enggak mas, enggak biar papa tahu, jika kita bukan anak-anak yang harus dia atur hidup nya


taya" tapi sayang


Rara" tolong mas, sekali ini saja ikuti apa kata aku


taya" baik lah,


" aku harus bersiap, jika besok papa menemui ku di kantor " batin taya


Rara" besok aku ikut kamu kerja, aku yakin papa akan datang ke kantor mu


taya" sayang kamu bisa baca pikiran ku ya


Rara" aku kenal papa sayang,


taya hanya tersenyum melihat istrinya itu


di kediaman Abi, semua orang habis kena marah oleh Abi, karena dirinya merasa kesal


Abi" kalian juga mau melawan papa sepeti kakak kalian hah, kenapa tidak ada yang menjawab


Dion dan Rey saling menatap tak berani melihat ke arah papa nya itu ...


Abi" sekali lagi papa tanya siapa yang memberi tahu kakak, tentang perdebatan di rumah ini (bertriak)


cha-cha tahu jika kedua anak laki lakinya itu pasti yang memberi tahu pada kakak nya


cha-cha" bunda pa, kenapa, bunda salah jika itu memang salah menurut papa silahkan bunda siap terima hukuman dari papa


Abi" bunda kenapa melakukan itu, lihat sekarang Rara jadi melawan pada papa, pasti suaminya yang mengajari nya (geram )


cha-cha" cukup pa, cukup jangan pernah menyalahkan orang lain atas ketakutan papa , pa bunda kenal taya dari dia kecil bunda tahu orang sepeti apa dia, bunda percaya pada nya bunda bahkan lebih percaya taya dari pada percaya Dnegan pria yang dulu mau papa jodohkan padanya


Abi" heh bunda kenal dia, tapi lihat dia menyakiti anak kita Bun,dia selalu buat anak kita menagis


cha-cha" itu demi melindungi anak kita, bunda pikir papa mengerti tentang hal ini ternyata bunda salah, pa bunda kecewa pada papa


cha-cha meninggalkan Abi, dan membawa kedua putranya untuk pergi meninggalkan rumah itu


Abi hanya bisa terdiam melihat anak dan istrinya pergi


Abi"aku hanya takut jika dia melukai putriku lagi, aku hanya takut jika dia tidak bisa menjaga nya, aku hanya tidak ingin melihat putri ku susah, apa salah, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anak anak ku, aku hanya ingin mereka tidak pernah meras sedih hanya itu


Abi hanya bisa terdiam menatap pintu yang sudah tertutup itu, dimana anak-anak dan istrinya meninggalkan nya


______________________________


mencintai sesuatu itu boleh,


tapi jika rasa cinta dan sayang itu berlebihan


dan menimbulkan suatu hal yang buruk bukan kah itu akan berakhir dengan tidak baik


jadi cukup mencintai secukupnya


menyayangi secukupnya


dan bertindak secukupnya


jika kita terluka Karan hal itu,


itu tidak akan terlalu sakit


______________________________


TBC


next


yang nunggu cerita Alvin dan Nara sabar ya

__ADS_1


jangan lupa kasih aku like,komen,vote dan dukungan yang lain nya ya


terimakasih


__ADS_2