
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
---------------------------------------------------------
Alvin masih duduk di depan laptop nya namun pikiran nya sudah berselancar ke mana mana mengingat kejadian tadi sore dan iya tidak pernah melihat amarah dan cinta sekaligus dari mata cantik Rara
Alvin tahu jika tatapan itu buakanlah untuknya melainkan laki laki yang berdebat dengan Rara
"siapa laki laki itu,kenapa Rara begitu mencintai laki laki itu" batin Alvin
karena Rara meninggalkan dia dengan Nara akhirnya Alvin mengantarkan Nara pulang walau terus di tolak oleh Nara namun Alvin tetap mengantar dengan sedikit memaksa
dan sepanjang perjalanan pun Nara hanya diam, tidak seperti biasanya membuat Alvin pun tak bisa berkata apa apa
flashback
setelah Rara pergi taya pun menyusul pergi meninggalkan mereka berdua yang seperti sedang di hipnotis itu
Alvin" lah si Rara pergi, hah gagal lagi gue mau mengantar nya
Nara" aduh abis gue, Rara pasti marah deh sama gue
Alvin memperhatikan Nara yang bergumam tidak jelas itu
Alvin" na ayo gue antar pulang
Nara" gak usah gue bisa sendiri Vin, Lo balik aja
Alvin" udah gak apa apa ayo gue anter, hitung hitung menghemat na,
Nara" gak usah Alvin, gue bisa pulang sendiri, gue udah gede kok
Alvin tanpa berkata lagi langsung menarik tangan Nara dan membawa nya menuju ke mobilnya
Nara" ih Alvin lepasin, gue balik sendiri aja
Alvin tidak menggubris omongan Nara langsung membuka pintu dan memasukan Nara kedalam mobilnya
sepanjang perjalanan Nara hanya diam dan selalu bergumam tidak jelas entah itu mengumpat untuk Alvin atau berkata yang lain
Alvin" na rumah Lo dimana ?
Nara" OOO iya apa ?
Alvin" hadeh malah bengong lonya , alamat rumah Lo dimana ?
Nara" oooo di ******** udah Vin gue balik sendiri aja, lagian Lo jadi muter muter nganter gue
Alvin* enggak kok nyantai aja, gue kan juga mau tahu rumah lo, siapa tahu gue mau nyari kopi gratis kan bisa ke rumah Lo (tertawa)
Nara" dasar orang kaya pelit Lo
tak berapa lama mereka sampai di sebuah komplek perumahan elit dan mewah yang pasti bukan orang biasa yang berada disana
Alvin" na Lo beneran tinggal disini , anak orang kaya lo ya
Nara" bukan gue anak pembokat,
Alvin" serius Lo, ah gak mungkin masa ada anak pembokat mulus bening kayak lo
Nara" adalah gue buktinya
Alvin" serah lo dah, rumah Lo yang mana ?
Nara" itu yang pager coklat
Alvin memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah Nara
Nara langsung turun dari mobil Alvin dan tanpa basa nasi langsung meninggalkan Alvin begitu saja
__ADS_1
Alvin" ya Allah borok borok nawarin masuk, makasih aja enggak tuh bocah, (menggelengkan kepalanya )
Alvin langsung melaju meninggalkan rumah itu dan menuju ke rumahnya
flashback off
Alvin masih galau dengan pemikirannya,
"aku harus cari tahu tentang laki laki itu, kenapa Samapi Rara sangat menyukai laki laki itu" batin Alvin
sementara Nara juga galau dan takut jika teman barunya itu marah padanya ...
Nara" haduh telepon enggak,telepon enggak, telepon, aduh gimana ini, gue telepon nanti dia gak angkat, atau di angkat malah marah ke gue aduh gimana ini
Nara mondar mandir di kamarnya seperti gosokan
tiba tiba pintu rumah Nara di ketuk
tok tok tok
"non ada tamu non,yang cari non" teriak bu Yanti
Nara" siapa bu (sambil membuka pintu)
Bu Yanti" gak tahu non, laki laki
Nara" laki laki? siapa? ...
Bu Yanti" mana ibu tahu non, kan tamunya non, lebih baik non lihat saja sendiri
Nara"(menarik nafas) iya juga Bu (terkekeh) ya sudah Bu, suruh tunggu dan tolong buat kan minum
Bu Yanti" siap non
Nara kembali masuk ke kamar dan mengambil ponselnya sebelum iya menemui tamu nya, kalo kalo tamu nya orang jahat dia bisa menelepon polisi
Nara menuruni satu persatu anak tangga dan menyusuri lorong yang memisah kan ruang tamu Adan ruang keluarga
laki laki itu duduk membelakangi Nara dan Nara tidak bisa mengenali laki laki itu
" siapa laki laki ini" batin Nara
Nara" maaf anda siapa ya ?
Alvin" Hay na, (tertawa)
Nara" Alvin ngapain Lo kemari?
Alvin" ya kenapa,? masa main ke tempat teman kok gak boleh
Nara duduk di salah satu kursi tamunya dan menatap curiga ke arah Alvin
Alvin" keluar yuk mau gak?
Nara" gak gue sibuk
Alvin" sibuk apa Lo, kata pembantu Lo lagi tidur tadi
Nara" enak aja mulut Lo pembantu pembantu itu ibu gue (kesal)
"iya itu ibu gue,ibu asuh gue, kalo mami ah kenapa gue jadi mikir gini sih " batin Rara
Alvin" gak percaya gue na, kalo itu ibu Lo, orang dia panggil Lo non kok (bingung)
Nara" udah sana Vin, pulang gue gak mau nambah masalah disini ya, udah cukup masalah gue hari ini,
Alvin" masalah? masalah apa? perasaan Rara deh yang bermasalah ?
Nara" terserah Lo Vin
ibu Yanti datang mengantarkan minum untuk Alvin
Bu Yanti" di minum den
Nara" ibu istirahat aja, biar nanti Nana, nanti yang beresin
Bu Yanti" gak usah non, biar ibu aja, non pergi aja sama Aden ini,lagian ini malem Minggu non (tersenyum)
Nara menatap Alvin tajam
Nara" tapi Bu
__ADS_1
Bu Yanti" pergi saja ya, jangan diam di rumah terus, (memegang tangan Nara)
Alvin melihat adegan itu sungguh bingung banyak yang iya tidak tahu tentang Nara atau pun rara, kini niat Alvin berubah bukan mau menjadi kekasih dari Rara namun sekarang iya malah ingin mengenal kedua wanita itu lebih jauh lagi,karena iya merasa ada sesuatu yang besar dari kedua orang itu
Nara" Alvin!!! ya Allah kenapa bengong sih, di panggilan juga
Alvin" apa sih, teriak teriak aja Lo ini
Nara" Lo diem diem disini gue siap siap jadi kan Lo ngajakin gue keluar ...
Alvin" iya Nara cantik yang kayak boneka Barbie
Nara" ogah amat gue di samain sama Barbie kakinya gak bisa di tekuk (tertawa)
"pokonya gue harus dapet info malam ini tentang cowok itu" dalam hati Alvin yang menatap Nara yang mulai menjauh
tak lama Nara keluar datang menghampiri Alvin yang sedang menikmati kopi nya
Nara" ayo keburu malem nih
Alvin sedikit terpesona melihat Nara, yang sedikit berbeda
Alvin" oooo iya
di perjalanan Alvin mencoba mencairkan suasana.
Alvin" na gue boleh tanya gak ?
Nara" apa ?
Alvin" si Rara itu emang begitu ya orang nya susah banget mau deketin dia
Nara" Lo belum kenal aja
Alvin" gimana mau kenal, kalo di deketin aja susah
Nara" ya usaha dong, gimana sih jadi cowok
Alvin" kan lagi usaha ini gue
Nara" sekarang gue mau tanya deh sama Lo, ini malam Minggu kenapa Lo gak ajak Rara, malah jemput gue, Lo play boy ya (menatap Alvin)
Alvin" enak aja, gue ngajak Lo, karena gue gak bisa hubungin Rara, dan gak tahu rumahnya
ngomong ngomong cowok tadi sore itu siapa sih
Nara" om nya Rara
Alvin" om? tapi kok gue ngeliatnya kayak bukan om nya ya ? kayak ada sesuatu antara mereka
Nara" panjang ceritanya, dan lo gak perlu tahu , ini kita mau kemana sih (mengalihkan pembicaraan)
Alvin" ke pasar malem mau gak Lo,
Nara"(senang) mau mau mau banget seumur hidup gue gak pernah ke sana
Alvin" apa!? serius Lo, masa iya, sih ?
Nara"(menganggukkan kepala) beneran gue belum pernah kesana,
Alvin" lah ibu bapak Lo gak pernah ngajakin, terus temen temen Lo
Nara" (sedih) mami sama papa gue sibuk, liat anak nya aja jarang, temen gue dari kecil gak punya temen, gue orangnya minder di tambah gue dulu cupu banget makanya gak ada yang mau main sama gue,
Alvin " masa sih Lo cupu ?
Nara" Hem gue baru baru ini aja berubah, semenjak gue kerja, jadi orang yang heboh, sok berani,(tertawa getir) aduh ngapa gue jadi curhat sih,
Alvin jaya menanggapi dengan senyum saja karena iya baru kali ini melihat seorang anak yang berkecukupan, minder dan bahkan tidak ada teman
sesampainya di pasar malam Nara sungguh bagai anak kecil yang sangat kegirangan dan iya mencoba semua yang ada disana membuat Alvin sedikit kewalahan
sementara taya sedang galau dengan pemikirannya
entah apa yang di ingin kan hatinya sebenarnya, bahkan dia juga tidak tahu, apa sebabnya iya membenci Rara ,
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
TBC
next ya semua,
__ADS_1
jangan lupa kasih komen dan like setelah baca ya
terimakasih