
let's read
.
.
.
.
.
.
enjoy
-----------------------------------------------------------
setelah kejadian tadi siang Rara meminta bertemu dengan adik-adiknya
bisa di bilang mereka mengadakan perkumpulan dadakan
dan beruntung mereka semua bisa dengan alasan berbohong pada orang tua masing-masing karena takut orang tau mereka curiga
rara menatap Fahri dan Ghani yang membuat semua adik nya tahu masalah nya
rara" jadi Fahri atau Ghani yang mau jelasin sama kakak
fahri" aku saja kak,
rara" jadi
fahri" kita di jebak cyra waktu itu, dan kita keceplosan ngomongnya (merasa bersalah)
rara" (tersenyum) kalian lucu, biasa saja jangan pada tegang kakak tidak marah kok, terimakasih kalian mau ngertiin kakak nya yang aneh ini,pantes Rey sama Dion jadi siaga banget belakangan ini
Rey" kakak yakin tidak apa-apa, atau kita kasih pelajaran saja Sarah itu
cyra" iya aku gemes banget denger cerita Fahri tadi,ingin sekali mencakar wajahnya (emosi)
rara"tidak usah key, kakak tidak apa-apa,
terimakasih, udah perduli sama kakak, kakak cuma minta satu dari kalian jangan sampai orang tua kita ada yang tahu, kakak mohon (menangis )
cyra langsung memeluk Rara
cyra" kakak tenang saja, kita bakal jaga rahasia ini, dan kami berharap kakak bisa cepat melupakan om taya ya
rara" terimakasih cyra centil (tersenyum)
setelah kejadian itu Rara tidak pernah melihat taya mau pun Sarah karena menurut info taya sudah kembali ke Inggris
rara mejalani hari-hari nya seperti biasa dan mulai di sibukkan dengan urusan kantor dan mulai melupakan rasa sakit hatinya ...
hari ini Rara merasa lelah sekali bekerja sampai sampai iya menolak ajakan teman-teman nya untuk main, karena Rara ingin pulang dan mengistirahatkan tubuhnya
sesampainya di rumah Rara mulai membersihkan diri setelah selesai Rara membaringkan tubuh lelah nya atas tempat tidurnya yang nyaman
"aku sangat lelah sekali" gumam Rara
dan tak terasa mata Rara mulai terpejam dan Rara sudah tertidur
"aaaaaa" Rara bertriak
seisi rumah itu berhamburan dan lari ke kamar Rara, mereka sangat panik mendengar teriakan dari Rara
cha-cha melihat putrinya masih memejamkan mata dan itu artinya anaknya itu sedang bermimpi buruk
cha-cha langsung cepat cepat membangunkan anak nya itu
__ADS_1
cha-cha" kak, kak, kak bangun kak, ini bunda nak, kak
rara membuka matanya dan melihat sang bunda
rara" bunda (memeluk) kakak takut Bun, kakak takut
Abi" tenang sayang itu hanya mimpi , tenang ya kami semua ada disini
rara" kakak takut pa, kakak takut
Abi" iya sayang iya, kita akan temenin kamu ya biar kamu tidak takut
rara tidak mau lepas dari pelukan sang bunda iya bermimpi sangat menakutkan
dimana iya menjadi pengantin namun orang-orang di sekitar nya mati dan tempat itu penuhi darah ...
akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di kamar Rara Abi ,dan dua anak laki-laki nya tidur mengunakan kasur lantai semetara cahcha dan Rara di atas ranjang
karena Rara tidak mau melepaskan pelukan dengan bunda setelah semuanya tenang Rara mulai memejamkan kembali matanya
cha-cha yang melihat itu pun merasa sedikit lega ...
"nak kenapa kamu tidak pernah bercerita pada bunda nak, kamu sampai bermimpi buruk, pasti masalahmu sangat besar nak, bunda rindu kamu yang dulu nak" batin chacha sambil mengelus kepala putrinya itu
ke esokkan paginya mereka menjalankan aktivitas seperti biasa
kini rara sudah berada di kantor dan mengerjakan tugasnya sebagai karyawan
Nara" Ra nanti siang di ajak Tia makan siang soalnya besok dia mau resign
rara" hah serius cepet sekali,kata nya bulan depan
Nara" gak jadi rupanya sulit mengurus nikah (tertawa)
rara" oke kalo gitu ...
waktu makan siang tiba ke empat wanita itu kini sudah berada di sebuah tempat makan yang tak jauh dari kantor
Tia" gue tidak menyangka sajab ternyata mengurus pernikahan lumayan menyita waktu, jadi gue harus berkorban
rara berpamitan untuk ke toilet untuk buang air kecil
semetara ke tiga wanita lainnya masih asik berbincang
saat keluar dari toilet Rara di tabrak oleh seseorang
rara" aduh mas hati-hati dong (sambil mencoba bangun)
"maaf mba saya minta maaf, saya terburu-buru soalnya "
rara " lain kali walau pun buru-buru , mata tetep di pakai mas
"mba nya tidak apa-apa ?"
rara" tidak saya baik-baik saja
"beneran mba " sambil memperhatikan Rara
rara" iya (sambil berjalan pergi)
" tunggu mba"
rara" ada apa lagi mas?
" mba ini mikayra ya,inget saya tidak ?"
rara memperhatikan pria yang sedang berdiri di depannya dan mengingat kira-kira siapa pria itu
rara" tidak
__ADS_1
"(menarik nafas) saya Alvin kita beberapa kali ketemu si pesta,kita selalu main sama sama dengan adik kamu dulu "
rara" Alvin ? pesta? em maaf saya benar-benar lupa
Alvin" sayang Lo lupa, padahal gue selalu inget Lo , ah tidak asik Lo
rara" oooo terus saya harus apa ?
Alvin" hp Lo mana ?
rara mengeluarkan ponselnya dari dalam tas
rara" ini ... kenapa ?
Alvin langsung mengambil ponsel Rara dan memasukan nomor ponselnya
Alvin" nah udah, Lo cukup bales aja chat dari gue nanti oke (tersenyum) aduh ya sudah deh gue ke toilet dulu
rara" oooo iya
"percaya diri sekali laki-laki ini" batin Rara
Alvin pergi meninggalkan Rara yang masih berdiri dengan rasa bingung nya
rara menatap ponselnya dan membaca nama Alvin di ponselnya
"Alvin calon gebetan ganteng" (Rara tersenyum melihat itu)
"aneh" gumam Rara
rara kembali menuju meja teman-teman nya ... dan kembali berbincang bersama mereka
****
tak terasa waktu sudah mulai larut namun Rara belum juga bisa tidur entah apa yang membuat nya tidak bisa tidur, Rara pun tak tahu
rara mengecek sosial medianya yang sudah jarang sekali iya buka, iya melihat lihat berita yang ada
sampai ponsel nya berdering menandakan panggilan masuk
"Alvin calon gebetan ganteng"gumam Rara
rara mengabaikan panggilan tersebut karena Alvin tadi berkata Rara cukup membaca dan membalas chat nya saja, bukan mengangkat teleponnya
ponsel itu kembali berdering namun Rara tak mengangkat nya juga
dan ponsel itu kembali berdering seolah tak gentar iya terus menelpon Rara
akhirnya Rara mengatur mode getar pada ponsel nya agar tidak berisik
"sungguh mengganggu sekali anak ini" batin Rara yang mulai kesal mendengar ponselnya yang terus saja bergetar
sampai Rara tertidur nyenyak dan tak lagi mendengar suara panggilan itu, karena ponselnya iya masuk kan kedalam lemari pakaian
ke esokkan pagi nya Rara pergi ke kantor di antar dengan adik nya karena iya tak boleh lagi menaiki motornya, dan iya tak bisa membawa mobil
setibanya di kantor seperti biasa
satpam selalu memberi salam padanya dan Rara selalu membalas dengan ramah disertai senyum
sampai ia di kejutkan dengan sosok pria yang dari semalam menganggu nya itu
"huh mau apa anak itu kemari, sungguh menjengkelkan, aku akan naik tangga saja agar tidak bertemu dia " batin Rara yang langsung berlari secepat mungkin menuju ke arah tangga
______________________________________
TBC
next semua
__ADS_1
jangan lupa setelah baca kasih like dan komen kalian ya
terimakasih