
enjoy
.
...
.
...
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
rara sudah tidak betah berbaring di rumah sakit ini,iya merengek pada Fahri agar mereka kembali saja ke apartemen Fahri
karena iya benar benar tidak tahan mencium bau obat dan mendengar suara suara mesin di rumah sakit
fahri" gak boleh kita harus tetap di sini sampai kakak benar benar sembuh
rara" ri kakak gak bisa sembuh kalo disini terus, lagian besok harus kerja kan
fahri" enggak kakak, libur gak usah kerja, dan setelah kakak sembuh kita pulang biar tugas disini di hendel sama asisten ku
rara" enggak Fahri, kakak karyawan disini dan kakak harus profesional
fahri" enggak kak, nurut atau keluarga di indo tahu semuanya (mengancam Rara)
rara" astaga Fahri sejak kapan kamu jadi tukang mengancam seperti ini (kesal)
fahri" sejak hari ini, jika kakak tidak mendengar ucapan ku
rara" astaga ternyata kamu lebih lebih menyebalkan dari pada cyra, oke kakak akan nurut sama kamu, tapi setelah kita pulang dari sini ayo lah, ayo lah Fahri kita pulang pleas ri kita pulang (meneteskan air mata)
untuk meluluhkan hati Fahri hanya dengan air mata yang ampuh agar iya mengalah
melihat Rara yang mulai menangis Fahri mulai tak tega
fahri" oke kita pulang tapi, kakak harus banyak istirahat setuju
rara" setuju, yey pulang ...
fahri mengurus semua agar Rara bisa pulang karena waktu juga sudah menunjukan pukul empat pagi
setelah selesai Fahri mendorong kursi roda Rara menuju mobil nya
rara" ri kamu lebay sekali, kakak bisa jalan gak usah pake ini
fahri" diam, nurut aja (sambil mendorong kursi roda itu)
rara menghela nafas panjang, adik adiknya memang orang orang yang sangat peduli bahkan mereka bisa jadi protektif hanya demi menjaga satu sama lain, aku sungguh beruntung memiliki mereka
itu lah yang ada di pikiran rara saat ini,
rara" oooo iya ri, eyang putri gimana ke adaan nya,kita kesana dulu yuk, lihat
fahri" eyang uti baik baik saja, dan kita gak usah kesana
rara" Fahri kakak kan cuma mau lihat eyang aja
fahri" oooo gak apa apa, kalo kakak mau eyang uti dan eyang kung tahu masalah kakak
rara lupa jika sekarang ke adaan nya tidak memungkin kan untuk bertemu dengan keluarga nya
__ADS_1
rara" benar, ya sudah kita pulang saja
fahri sangat tahu jika kakak nya sekarang sedang sedih tapi mau bagai mana lagi, memang ke adaan nya tidak memungkinkan
sesampainya di rumah, Fahri membantu Rara untuk beristirahat
rara" ri
fahri" em
rara" terimakasih ya, udah mau kakak repotin kakak sayang kamu ri(memeluk)
fahri" Fahri juga sayang kakak, kakak jangan kayak gini lagi ya, kalo ada apa apa kasih tahu Fahri atau yang lain (mempererat pelukan)
udah kakak tidur,sebelum kakak di gangguin
Ghani
rara" what! Ghani, dia tahu
fahri" enggak, tapi gak tahu feeling aja mungkin karena kemarin aku pas dapat kabar dari eyang, ngerasa gelisah, mungkin dia juga iya
rara" ( menarik nafas panjang) kalian sungguh luar biasa
fahri" (tertawa) ya sudah kak aku juga mau tidur
fahri meninggalkan Rara dan iya pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, ke duanya kini sudah terbuai oleh mimpi masing masing
fahri memutuskan untuk tidak bekerja karena iya tahu jika iya pasti akan tertidur lelap setelah drama panjang
tak terasa waktu sudah sore dan Rara mulai membuka matanya karena suara ke gaduhan
rara" em ini pukul berapa (melihat ponselnya)
rara bangkit dari tempat tidurnya dan mencari dari mana sumber ke runutan itu
ternyata suara itu dari dua sepupu kembarnya itu
fahri" Lo bener bener ya, ni gue udah bohong sama. mommy gak tahunya Lo kesini cuma mau ketemuan sama gebetan Lo ya (terus memukul bantal ke Ghani)
Ghani" ampun ampun ri, gue serius ke sini tuh mau tahu ke adaan lu, tapi sekalian gue mau ketemu dia beneran RI sumpah, gue juga kan gak nyuruh Lu bohong sama bunda
ke duanya tak sadar jika Rara sudah berdiri di belakang mereka
rara" gak disini di indo cuma lihat kalian bertengkar aja
"kakak" berbarengan
fahri" kok kakak gak istirahat aja sih, kan belum sembuh
Ghani" itu kakak kenapa ? (melihat wajah dan beberapa bagian tubuh Rara yang memar )
fahri" panjang ceritanya... kalo mau di ceritain itu butuh waktu sekitar ... emm (memegang dagu)
Ghani" gak usah ngarang deh, gue tanya serius ini
rara" sudah sudah, ri ada bahan masakan gak, kakak lapar ingin makan
fahri meninggalkan Ghani dan mengikuti Rara dari belakang menuju dapur
fahri" ada kak, tapi gak usah masak kak kita makan di luar saja,
__ADS_1
rara" masak aja lah, kakak udah laper banget ini, kelamaan kalo mau keluar dulu
fahri" ya sudah terserah kakak saja
rara mulai mengobrak Abrik kulkas Fahri mengambil bahan bahan masakan yang iya perlukan, setelah selesai Rara mulai meracik semua nya
sementara ke dua pria itu berbicara serius
Ghani" ri gue serius itu kakak kenapa? kenapa memar memar dan pipi nya bengkak, apa kakak mengalami pembullyan
fahri" ke kamar gue ayok, gue ceritain jangan disini
Ghani mengikuti Fahri dan masuk ke kamar nya
Ghani mulai menatap Fahri serius karena Fahri pun memberi ekspresi yang sama ...
fahri mulai menceritakan apa yang terjadi pada Rara dan rencananya untuk menjauhkan Rara dari taya
Ghani" kurang ajar taya (kesal) gue hajar aja tuh anak ri, gak punya otak emang anak itu (geram Ghani) .
fahri" santai ni, kita jangan buat kakak sedih, kita fokus ke kakak saja, jangan pikir kan laki laki itu
Ghani" apa yang lain sudah tahu soal ini
fahri" belum, rencananya gue bakal kasih tahu setelah pulang dari sini, biar jangan terlalu emosi gitu
Ghani" ya lebih baik gitu, tahu aja kan Dion mulutnya lemes
fahri" (tertawa) nah tuh Lo tau
Serdang asik berbincang tiba tiba Rara bertriak memanggil mereka berdua
rara" Fahri, Ghani ayo makan, sudah selesai cepat kakak udah lapar (bertriak)
setelah mendengar teriakan Rara merak berdua menuju ke meja makan
Ghani" nasi goreng doang kak
rara" (tersenyum) iya, soalnya bahan bahan nya cuma ada ini
Ghani" dasar Fahri, gak bisa apa kasih makan kita yang enak
fahri" udah lah, makan aja nasi goreng buatan kakak enak kok
Ghani" tahu gini gue minep di hotel aja
fahri" silahkan, tapi kalo mommy tanya jangan menyalahkan gue ya
Ghani" main ancaman Lo
rara" sudah sudah ayo makan pusing kakak liat kalian
mereka melewati hari dengan rasa yang bercampur aduk, antara sedih,marah,kesal,dan kecewa
namun mereka sadar dari semua rasa itu ada hal yang paling penting, yaitu mereka harus bangkit kembali, dan menata kembali rasa kecewa mereka menjadi tenaga yang luar biasa
---------------------------------------------------
TBC
next guys
__ADS_1
jangan lupa setelah membaca kasih aku like dan komen ya, atau dukungan apa pun itu
terimakasih