Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 24


__ADS_3

enjoy


.


...


.


...


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


rara sudah tidak betah berbaring di rumah sakit ini,iya merengek pada Fahri agar mereka kembali saja ke apartemen Fahri


karena iya benar benar tidak tahan mencium bau obat dan mendengar suara suara mesin di rumah sakit


fahri" gak boleh kita harus tetap di sini sampai kakak benar benar sembuh


rara" ri kakak gak bisa sembuh kalo disini terus, lagian besok harus kerja kan


fahri" enggak kakak, libur gak usah kerja, dan setelah kakak sembuh kita pulang biar tugas disini di hendel sama asisten ku


rara" enggak Fahri, kakak karyawan disini dan kakak harus profesional


fahri" enggak kak, nurut atau keluarga di indo tahu semuanya (mengancam Rara)


rara" astaga Fahri sejak kapan kamu jadi tukang mengancam seperti ini (kesal)


fahri" sejak hari ini, jika kakak tidak mendengar ucapan ku


rara" astaga ternyata kamu lebih lebih menyebalkan dari pada cyra, oke kakak akan nurut sama kamu, tapi setelah kita pulang dari sini ayo lah, ayo lah Fahri kita pulang pleas ri kita pulang (meneteskan air mata)


untuk meluluhkan hati Fahri hanya dengan air mata yang ampuh agar iya mengalah


melihat Rara yang mulai menangis Fahri mulai tak tega


fahri" oke kita pulang tapi, kakak harus banyak istirahat setuju


rara" setuju, yey pulang ...


fahri mengurus semua agar Rara bisa pulang karena waktu juga sudah menunjukan pukul empat pagi


setelah selesai Fahri mendorong kursi roda Rara menuju mobil nya


rara" ri kamu lebay sekali, kakak bisa jalan gak usah pake ini


fahri" diam, nurut aja (sambil mendorong kursi roda itu)


rara menghela nafas panjang, adik adiknya memang orang orang yang sangat peduli bahkan mereka bisa jadi protektif hanya demi menjaga satu sama lain, aku sungguh beruntung memiliki mereka


itu lah yang ada di pikiran rara saat ini,


rara" oooo iya ri, eyang putri gimana ke adaan nya,kita kesana dulu yuk, lihat


fahri" eyang uti baik baik saja, dan kita gak usah kesana


rara" Fahri kakak kan cuma mau lihat eyang aja


fahri" oooo gak apa apa, kalo kakak mau eyang uti dan eyang kung tahu masalah kakak


rara lupa jika sekarang ke adaan nya tidak memungkin kan untuk bertemu dengan keluarga nya

__ADS_1


rara" benar, ya sudah kita pulang saja


fahri sangat tahu jika kakak nya sekarang sedang sedih tapi mau bagai mana lagi, memang ke adaan nya tidak memungkinkan


sesampainya di rumah, Fahri membantu Rara untuk beristirahat


rara" ri


fahri" em


rara" terimakasih ya, udah mau kakak repotin kakak sayang kamu ri(memeluk)


fahri" Fahri juga sayang kakak, kakak jangan kayak gini lagi ya, kalo ada apa apa kasih tahu Fahri atau yang lain (mempererat pelukan)


udah kakak tidur,sebelum kakak di gangguin


Ghani


rara" what! Ghani, dia tahu


fahri" enggak, tapi gak tahu feeling aja mungkin karena kemarin aku pas dapat kabar dari eyang, ngerasa gelisah, mungkin dia juga iya


rara" ( menarik nafas panjang) kalian sungguh luar biasa


fahri" (tertawa) ya sudah kak aku juga mau tidur


fahri meninggalkan Rara dan iya pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, ke duanya kini sudah terbuai oleh mimpi masing masing


fahri memutuskan untuk tidak bekerja karena iya tahu jika iya pasti akan tertidur lelap setelah drama panjang


tak terasa waktu sudah sore dan Rara mulai membuka matanya karena suara ke gaduhan


rara" em ini pukul berapa (melihat ponselnya)


rara bangkit dari tempat tidurnya dan mencari dari mana sumber ke runutan itu


ternyata suara itu dari dua sepupu kembarnya itu


fahri" Lo bener bener ya, ni gue udah bohong sama. mommy gak tahunya Lo kesini cuma mau ketemuan sama gebetan Lo ya (terus memukul bantal ke Ghani)


Ghani" ampun ampun ri, gue serius ke sini tuh mau tahu ke adaan lu, tapi sekalian gue mau ketemu dia beneran RI sumpah, gue juga kan gak nyuruh Lu bohong sama bunda


ke duanya tak sadar jika Rara sudah berdiri di belakang mereka


rara" gak disini di indo cuma lihat kalian bertengkar aja


"kakak" berbarengan


fahri" kok kakak gak istirahat aja sih, kan belum sembuh


Ghani" itu kakak kenapa ? (melihat wajah dan beberapa bagian tubuh Rara yang memar )


fahri" panjang ceritanya... kalo mau di ceritain itu butuh waktu sekitar ... emm (memegang dagu)


Ghani" gak usah ngarang deh, gue tanya serius ini


rara" sudah sudah, ri ada bahan masakan gak, kakak lapar ingin makan


fahri meninggalkan Ghani dan mengikuti Rara dari belakang menuju dapur


fahri" ada kak, tapi gak usah masak kak kita makan di luar saja,

__ADS_1


rara" masak aja lah, kakak udah laper banget ini, kelamaan kalo mau keluar dulu


fahri" ya sudah terserah kakak saja


rara mulai mengobrak Abrik kulkas Fahri mengambil bahan bahan masakan yang iya perlukan, setelah selesai Rara mulai meracik semua nya


sementara ke dua pria itu berbicara serius


Ghani" ri gue serius itu kakak kenapa? kenapa memar memar dan pipi nya bengkak, apa kakak mengalami pembullyan


fahri" ke kamar gue ayok, gue ceritain jangan disini


Ghani mengikuti Fahri dan masuk ke kamar nya


Ghani mulai menatap Fahri serius karena Fahri pun memberi ekspresi yang sama ...


fahri mulai menceritakan apa yang terjadi pada Rara dan rencananya untuk menjauhkan Rara dari taya


Ghani" kurang ajar taya (kesal) gue hajar aja tuh anak ri, gak punya otak emang anak itu (geram Ghani) .


fahri" santai ni, kita jangan buat kakak sedih, kita fokus ke kakak saja, jangan pikir kan laki laki itu


Ghani" apa yang lain sudah tahu soal ini


fahri" belum, rencananya gue bakal kasih tahu setelah pulang dari sini, biar jangan terlalu emosi gitu


Ghani" ya lebih baik gitu, tahu aja kan Dion mulutnya lemes


fahri" (tertawa) nah tuh Lo tau


Serdang asik berbincang tiba tiba Rara bertriak memanggil mereka berdua


rara" Fahri, Ghani ayo makan, sudah selesai cepat kakak udah lapar (bertriak)


setelah mendengar teriakan Rara merak berdua menuju ke meja makan


Ghani" nasi goreng doang kak


rara" (tersenyum) iya, soalnya bahan bahan nya cuma ada ini


Ghani" dasar Fahri, gak bisa apa kasih makan kita yang enak


fahri" udah lah, makan aja nasi goreng buatan kakak enak kok


Ghani" tahu gini gue minep di hotel aja


fahri" silahkan, tapi kalo mommy tanya jangan menyalahkan gue ya


Ghani" main ancaman Lo


rara" sudah sudah ayo makan pusing kakak liat kalian


mereka melewati hari dengan rasa yang bercampur aduk, antara sedih,marah,kesal,dan kecewa


namun mereka sadar dari semua rasa itu ada hal yang paling penting, yaitu mereka harus bangkit kembali, dan menata kembali rasa kecewa mereka menjadi tenaga yang luar biasa


---------------------------------------------------


TBC


next guys

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca kasih aku like dan komen ya, atau dukungan apa pun itu


terimakasih


__ADS_2