
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
nada terbangun dengan perasaan yang berbeda,ia melihat pria yang sudah memilikinya seutuhnya,yang masih memejamkan matanya dengan lelap
nada" sayang bangun,ini sudah pagi
Ghani" em lima menit lagi ya, ini hari Minggu ok
nada" sayang kita mau mengantar,Fahri dan Ica nanti kita terlambat
Ghani" sayang,(ghani melingkarkan tangannya di perut Rika) sayang ini sudah ada adik nya belum
nada" (tertawa) ya ampun, kamu ya pertanyaan nya ada-ada saja,tidak mungkin secepat itu sayang, semua ada prosesnya
Ghani" kapan ada nya ? aku sudah tidak sabar bermain dengan anak ku sendiri, seperti mas taya dan mas Alvin, aku iri sekali melihat mereka
nada" sabar ya Daddy, nanti jika tuhan mempercayakan kita,kita akan menjadi orang tua ya,cepat bangun Daddy mandi kamu bau
Ghani" hari ini kita, mau kemana ya
nada" tidak tahu, aku tidak punya rencana, sayang besok aku boleh bekerja
Ghani" tidak, tidak,tidak kamu diam di rumah, aku tidak mengizinkan kamu bekerja lagi, aku mau kamu di rumah saja
nada" tapi sayang
Ghani" tidak ada tapi,kamu di rumah saja,aku tidak mau kamu bekerja,aku bisa memenuhi kebutuhan kamu
nada" iya,iya,iya aku di rumah,tapi kamu yang bilang ke mas Alvin ya
Ghani" kamu tenang saja,aku yang akan bilang mas Alvin
nada" oke sayang, kamu mandi aku mau buat sarapan
Ghani" mom
nada" iya
Ghani mencium sekilas bibir nada
Ghani" my mood booster
nada" udah sana cepet mandi
nada membuat sarapan pertama untuk mereka,biasanya nada hanya membantu kali ini dirinya mengerjakan sendiri
nada berniat membuat nasi goreng untuk mereka,setelah selsai nada menyajikan nya di atas meja,nada masuk kedalam kamar nya untuk bersiap
setelah selsai mereka berdua menikmati sarapan mereka bersama
Ghani" nasi goreng kamu enak sayang,persisi buatan mommy
nada" masakan aku tidak seenak mommy, mommy sangat enak jika memasak
setelah selesai menikmati makan pagi mereka nada dan Ghani bergegas pergi ke rumah orang tua Ghani
Ghani" sayang apa kamu tidak apa-apa berjalan seperti itu,tidak merasa sakit
nada" kamu bahas apa sih,malu ih
Ghani"(tersenyum) Tidka usah malu, sudah punya aku
nada" sssttt diam, menyetir saja yang benar
karena ulah Ghani kini wajah nada bersemu karena merasa malu
sesampainya di sana,Rey dan Rizki sudah berada di kediaman Dimas
"assalamualaikum"
"walaikumsalam"
__ADS_1
Rika" anak mommy (memeluk nada) kalian sudah sarapan nak
Ghani" perasaan yang anak mommy aku kenapa nada yang di peluk
Rika" sekarang nada adalah anak mommy, kalo kamu mommy sudah bosan (terkekeh)
nada" (tertawa) kami sudah sarapan mom,dimana yang lain mom ?
Rika" mereka ada di belakang, kalian kesana saja mom mau mengambil selai dan teh buat Daddy
nada" biar nada bantu mom,sayang kamu duluan saja, aku mau membantu mommy
nada membantu Rika menyiapkan semua yang di butuhkan,setalah itu mereka bergabung dengan yang lain
Rey" wah pengantin baru,yang masih puasa (tertawa)
Ghani" diam Lo Rey,(melempar tisu)
Fahri" ghan serius seminggu masih puasa
Ghani" diem Lo pada,sok tahu
dimas" wah kalah sama Daddy, Daddy dulu langsung tancap gas ghan (tertawa)
Ghani" dad!!
mereka tertawa bersama
Rika" wah,wah ada apa ini,senang sekali sepertinya kalian
Fahri" ini mom pengantin baru masih puasa
Rika" puasa? (melihat Rika) sepertinya tidak (tersenyum)
Ghani" dari mana mom tahu
Rika"mom wanita, dan mom tahu itu (tersenyum)
dimas" mom mu keturunan cenayang (tertawa)
Rika" ada-ada saja dad ini, sudah cepat sarapan, dimana Rizki dan alisha
Fahri" ada di kamar mom
nada" iya mom
rika pergi meninggalkan tempat itu, untuk bergabung dengan, sahabat-sahabatnya
Rika" jangan suka membahas hal seperti tadi, kalian ini, seperti anak kecil saja, nada pasti malu
"sorry mom" Dimas dan anak-anak nya menjawab bersamaan
rey hanya diam memperhatikan, karena dirinya tahu jika Rika sedang marah saat ini
Rika" jangan ulangi ingat itu
Rika pergi meninggalkan para laki-laki itu
Ghani" Lo sih Rey, marah kan mom
Rey" sorry,sorry gue gak tahu kalo bakalan kena marah
Fahri" tapi serius dek Lo masih puasa ?
Ghani" mom!!!
"tukang ngadu" Dimas dan Fahri bersamaan
Ghani tertawa melihat wajah Dimas dan juga Fahri
sementara di tempat lain,cyra sedang sibuk memilih barang-barang perlengkapan bayi yang lucu-lucu untuk memberikan pada alisha
cyra" Zain jika boneka ini menurut mu bagai mana
Zain" key jika kamu memberi boneka itu, bayi nya akan tertutup oleh boneka itu,itu besar sekali
cyra" em aku bingung harus memberi apa
Zain" key mereka akan kesini lagi nanti, saat pernikahan kita,dan saat alisha melahirkan kita bisa kesana, berikan apa saja, nanti yang lain bisa menyusul
cyra" kamu benar kenapa Tidka terfikir oleh ku
Zain" memang nya kamu punya fikiran
cyra" menyebalkan, aku akan mengambil boneka ini saja, nanti kita beli lagi yabg kain saat alisha melahirkan
__ADS_1
Zain" cepat lah, mereka nanti sudah pergi
cyra" dasar laki-laki tidak sabar sekali
Zain" dasar wanita lama sekali jika berbelanja
cyra berjalan menuju kasir membawa boneka yang lumayan besar untuk di berikan pada alisha
Zain mengeluarkan uang nya untuk membayar boneka itu
cyra" Tidka usah aku punya
Zain" diam dan jangan membantah, ini mba, tolong di bungkus yang rapih mba
cyra" terimakasih Zain
tidak menunggu lama boneka itu sudah siap,Zain membawa boneka itu dan memasukannya ke dalam mobil
saat di perjalanan ponsel cyra berbunyi, menandakan panggilan masuk
cyra* iya nad ada apa ?
nada* key kita bertemu di bandara saja, kami sudah di jalan menuju bandara
cyra* oooo baiklah kami akan menuju bandara
nad mengakhiri panggilannya,cyra menatap Zain
cyra" Zain kita langsung ke bandara saja
Zain" aku sudah dengar,kamu fikir kita akan kemana ini (menatap tajam cyra)
cyra"(tersenyum) baik lah bapak Zain, saya akan diam
Zain tersenyum melihat cyra yang mengumpat , sambil mengerucutkan bibirnya,hal itu terlihat sangat manis Dimata Zain, tidak tahu kenapa, melihat cyra itu seperti candu untuk nya
cyra" kenapa kamu tersenyum, kamu berniat buruk pada ku (menyilang kan tangan nya ke dada)
Zain" heh percaya diri sekali kamu ini nona acyra binti Raditya
cyra" lengkap sekali, Tidka sekalian di tambah dengan maskawin seperangkat alat salat tunai
Zain" buru-buru sekali, sepertinya tidak sabar sekali untuk aku nikahi
cyra" astaga, kamu percaya diri sekali,dasar laki-laki aneh
Zain tertawa melihat wajah kesal cyra
sesampainya di bandara mereka langsung mencari keberadaan saudara-saudaranya itu
nada" key !
cyra dan Zain langsung menghampiri mereka
cyra" sorry telat,tadi cari kado dulu untuk alisha
Zain memberikan bungkusan yang cukup besar pada Fahri
nada" key besar sekali, kan rencana kita hanya kado kecil yang tidak lebih dari lima puluh ribu
Rizki" astaga key, ini apa,
cyra" oh ya, astaga aku lupa, maaf sudah lh terima saja, lagi pula itu dari Zain bukan dari ku, jadi terima saja
alisha" terimakasih uncle Zain
Zain" itu bukan dari ku, tali dari key
Ghani" aduh calon pengantin ini ya, romantis banget sih, aduh yang gemes aku (tertawa)
Rey" tahu bikin iri saja ya
cyra" apa-apaan kalian ini,diam dan jangan berisik
mereka saling berbincang dan saling mengejek satu sama lain,tertawa bersama, sepeti itu lah keluarga mereka walau saling ejek namun mereka akan menjadi orang yang paling depan saat salah satu dari mereka tersakiti
______________________________
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen ya
terimakasih
__ADS_1