
happy reading
.
.
.
.
.
enjoy
👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀
pagi itu Nara terbangun dengan mata sembab dan perih karena terlalu banyak menagis semalam
Nara menjalankan kewajiban nya sebagai muslim sebelum dirinya beraktifitas kembali
selesai menunaikan salat ponsel Nara berdering
Nara melihat telpon tersebut dari rumahnya
"ada apa , kenapa Bu Yanti telepon" gumam Nara
Nara * halo
pak Idris* halo non, bapak mau kasih tahu, kalo Bu Yanti sakit, sekarang mau bapak bawa ke rumah sakit
Nara* sakit apa pak, kok gak kasih tahu Nara dari kemarin
pak Idris* bapak mau kasih tahu non tapi tidak di bolehkan oleh Bu Yanti
Nara* ya udah pak Nara bakal pulang, nanti jika ada apa apa langsung kabari Nara ya
pak Idris* iya non
Nara mematikan panggilannya , kini perasaan Nara makin kacau balau
Nara tetap bersiap ke kantor dan iya sudah bertekad untuk pulang , mengingat Bu Yanti adalah keluarga yang iya miliki dan bu yanti juga sudah berumur , Nara takut jika terjadi sesuatu, maka dirinya tak mau menyesal untuk itu
Nara berniat untuk meminta izin pada atasnya agar bisa pulang ke Indonesia selama seminggu
sesampai. ya di kantor Nara sudah di tunggu oleh Rara di lobby kantor
Nara melihat Rara langsung menghambur ke pelukan Rara
rara" ada apa na (bingung)
Nara menagis sejadi jadinya di pelukan Rara, membuat Rara merasa panik
saat Nara sudah mulai tenang Rara kembali bertanya pada Nara
rara" na ada apa ?
Nara" Ra, Bu Yanti sakit, dan sepeti nya gawat, karena di di larikan ke rumah sakit
rara" ya Allah terus, gimana ke adaan ya ?
Nara" aku belum tahu, pak Idris belum menelepon ku lagi
rara" ayo ikut aku
rara menarik tangan Rara dan masuk ke dalam lift khusus CEO
rara mengajak Nara ke ruangan taya
rara" stev apa bapak Dimitri di dalam
Steven" iya nyonya
Nara" Ra ngapain ke sini ?
__ADS_1
rara" sudah ikut saja
rara mengajak Nara masuk kedalam ruangan taya
taya" ada apa sayang ?
rara" aku mau kamu berikan Nara izin untuk pulang ke indo
Nara sangat terkejut mendengar perkataan Rara
Nara" Rara (terharu)
taya" kenapa?
rara" ibu asuhnya sedang sakit, dan tidak ada yang bisa menjaga, dan aku mau kamu memberi izin sampai ibu asuhnya benar benar sehat baru dia boleh kembali
taya tidak bisa menolak permintaan istrinya karena jika iya menolak maka,istrinya akan marah, apa lagi ini menyangkut sahabatnya
taya" baik lah Nara, aku akan memberi kan izin pada mu, Dangan syarat hari ini kamu bisa selesaikan tugas mu dan kamu akan akan di antar oleh pesawat pribadi milik ku, agar kamu bisa sampai lebih cepat
Nara" terimakasih pak, terimakasih, saya akan kerjakan tugas saya pak
taya" tidak Maslah Nara, pergilah bekerja ,
Nara" baik lah pak
Nara pergi meninggalkan ruangan itu begitu pula dengan rara
"kenapa dia mengikuti Nara, heh menemui ku hanya ingin meminta itu, awas saja aku akan menghukum mu nyonya Dimitri " gumam taya
taya mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Rara
rara melihat pesan dari taya, membuat dirinya terkekeh
"dasar suami mesum " batin Rara
rara membantu Nara mengerjakan tugasnya yang sudah Seperi gunung Merapi ...
Nara" ya ampun banyak sekali, bagai mana bisa selesai dengan cepat
rara mulai membatu Nara mengerjakan tugasnya
"ini yang membuat ku tidak bisa membenci mu , kamu sangat baik, dan kamu selalu ada untuk ku" batin Nara
mereka mengerjakan tugas tugas Nara Samapi makan siang saja mereka lewatkan demi menyelesaikan tugas itu dengan cepat
pukul tiga sore semua tugas Nara selesai membaut bara dan Rara merasa sangat senang
rara" akhirnya selesai tugas mu
Nara" terimakasih Ra, kamu memang teman yang baik (memeluk)
Nara berpamitan pada teman teman yang lain karena dirinya akan pulang ke Indonesia untuk beberapa hari, di karenakan ibu nya sakit
teman teman yang lain, pun bergantian memeluk Nara, sebagai salam perpisahan
Aldi" hati hati na, salam buat ibu Lo
Mahesa" semoga ibu Lo cepat sembuh ya
Kiki" hati hati na, jangan banyak ngelamun, cepet pulang lagi ke sini
Nia" yah aku ditinggal lagi, hati hati ya, semoga cepat sembuh ibu kamu na
Nara" terimakasih semuanya, aku pergi dulu
Nara dan Rara pergi menuju mes mengambil beberapa barang milik Nara
setelah selesai Rara ikut mengantar Nara ke bandara karena taya dan steven sudah menunggu di sana
sesampainya di bandara Nara dan Rara bergegas turun dari taksi dan menemui taya dan Steven
rara" na, kamu baik baik disana , jangan terlalu lelah, jika bisa istirahat istirahat ya, selama buat ibu, semoga cepat sembuh (memeluk)
__ADS_1
aku sedih kamu pergi na
Nara"terimakasih Ra,jangan sedih kan ada pak Dimitri di sini
rara" tapi gak ada kamu, aku gak punya temen untuk ngegibah (terkekeh)
Nara" buat dosa ngajak ngajak (terkekeh)
rara" yasudah kamu pergi lah, agar lebih cepat Samapi
Nara" pak Dimitri terimakasih , sudah memberi izin dan memberi saya pasilitas ini
taya" tidak Maslah , Nara salam untuk ibu asuh mu
Nara " iya pak
Nara pergi meninggalkan taya dan Rara
rat sangat sedih, melepas temannya itu, bagai mana tidak, iya tahu betul jika Nara sedang banyak Maslah di tambah lagi ini, dia tidak bisa membayangkan jika Nara akan sangat sedih di sana
taya" sayang ayo kita pulang, ini sudah muali sore
rara" kasihan Nara , aku jadi sedih
taya" sudah lah kita doakan yang terbaik untuknya ya
rara" aku ingin ikut pulang
taya" nanti jika urusan ku sudah selesai, kita jenguk ibunya Nara itu ya
rara" janji (mengeluarkan jari kelingking)
taya" aku berjanji sayang, (menautkan kelingking)
rara dan taya meninggalkan bandara dan pulang menuju rumah mereka
sesampainya di rumah Rara lebih memilih membersihkan diri,
setelah cukup lama di dalam kamar mandi Rara keluar dengan fresh dan wangi
taya sangat terpana melihat Rara, bagaimana tidak, Rara mengunakan baju tidur dengan ukuran yang sangat minim dan sedikit ketat membuat bentuk tubuhnya terlihat
taya menelan selivahnya dengan susah
rara" kamu kenapa?
taya" sayang kamu mau menguji iman ku atau bagaimana
rara" apa maksud mu
taya" sayang, jika kamu menggodaku seperti ini aku takut kita akan honey moon disini
rara langsung menutup tubuhnya dengan handuk yang masih dia pegang
rara" enak saja, a... aku belum siap jika sekarang
rara langsung berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi tidak lupa dirinya mengambil baju ganti
taya tertawa melihat sikap istrinya itu, yang sangat polos dan mengemaskan dimatanya
taya"mikayra aku mencintaimu (bertriak )
rara sangat malu mendengar suaminya itu bertriak dan kata kata yang di lontarkan taya pun membuat Rara menjadi tersenyum sipu
"i love you to om tampan" dalam hati Rara yang semakin berbunga bunga karena ulah taya ...
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
TBC
maaf baru bisa up baru selesai mengerjakan pekerjaan, walau libur tapi tetep ada home work hehehe
jangan lupa kasih like dan komen nya ya
__ADS_1
terimakasih