Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 189


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Naima meninggalkan kafe itu lebih dulu,saat Samapi di pintu keluar tiba-tiba tangan Naima di tarik oleh seseorang dan memaksa Naima berjalan mengikuti nya hingga Naima terseret,orang itu menghempaskan Naima dengan kuat hingga Naima jatuh dan menyebabkan luka pada dengkul dan tangannya


Naima" k-kak Arif (menagis)


Arif" jadi karena semua ini kamu menjauhi ku,dan kamu sudah seperti ****** mengenakan pakaian ini dan lihat diri mu kamu benar-benar berubah karena pria itu kaya benar, mana Naima yang aku kenal dulu,mana (bertriak)


Naima tidak bisa menjawab pertanyaan Arif karena kini dirinya meras malu,manjadi pusat perhatian dan belum lagi kaki dan tangan yang terluka,Naima rasanya ingin berlari dari sana,namun apa daya kakinya tidak bisa di ajak bekerjasama


Arif" Naima aku menyesal pernah menganggap mu sebagai adik,dan kamu jangan pernah sakiti Febi seperti kemarin ingat itu


Arif pergi meninggalkan Naima yang masih menjadi pusat perhatian,Naima mencoba bangun namun usahanya gagal karena ia merasa sakit pada kaki nya


Rey melihat semua kejadian yang menimpa Naima,Rey berjalan mendekati Naima


Rey" Arif saja tahu jika kamu itu bukan wanita baik,lihat diri mu,jika bukan karena papa dan bunda sudah aku buang jauh-jauh wanita Seperti mu


Rey memberikan jaket nya pada Naima, dan pergi begitu saja,Naima berfikir jika Rey akan membantunya ternyata tidak Rey malah semakin menambah sakit hati Naima karena perkataannya .


"apa salah ku hingga semua ornag membenci ku,ya Allah aku mohon jika di jalan hidup ku tidak ada kebahagian lebih baik cabut saja nyawa ku,jangan kau biar kan aku menderita lebih lama lagi" dalam hati Naima


Naima bangkit dan mengambil jaket yang di berikan Rey padanya Naima berjalan mencari taksi,di dalam taksi Naima hanya bisa menagis dan merasa bingung untuk pulang ke rumah


" jika aku pulang dengan ke adaan begini papa akan berfikir yang tidak-tidak dan mama pasti akan menyalahkan ku juga" gumam Naima


Naima berhenti di depan sebuah apotek untuk membeli perlengkapan untuk membersihkan dan mengobati luka nya


setelah selesai Naima memutuskan untuk duduk di sebuah pusat perbelanjaan hal yang selalu ia lakukan saat dirinya sedih


Naima memperhatikan setiap orang yang berada di pusat perbelanjaan itu,


" mereka pasti hidup dengan baik,Tidka seperti ku" gumam nada


Naima melihat jam di tangannya yang menunjukan pukul enam sore,tidak tahu sudah berapa lama Naima berada di sana


Naima" astaga sudah sore aku harus kembali, jika tidak papa akan marah pada ku


Naima bergegas pergi meninggalkan pusat perbelanjaan itu dan menuju ke rumahnya,sesampainya di rumah Naima tidak melihat siapa pun kecuali asisten rumah tangga


Naima" Bu mama dan yang lain ke mana ?


bibi" tuan dan nyonya sedang keluar bersama non Febi katanya tadi mau bertemu rekan bisnis tuan

__ADS_1


Naima" oooo terimaksih bi


bibi" non kakinya kenapa ?


Naima" oooo ini tidak apa-apa nai hanya kurang hati-hati jadi terjatuh


Naima berlalu meninggalkan asisten rumah tangga nya itu,sesampainya di kamar Naima membersihkan dirinya dan menunaikan ibadah salat magrib


setelah selsai Naima mengambil kotak yang sudah bertahun-tahun ia simpan


"hanya ini yang bisa menghiburku" gumam Naima


Naima mengeluarkan satu persatu benda yang berada di dalam kotak itu


Naima" ya ampun semua cat nya sudah mengering,bagaimana bisa melukis jika seperti ini


Naima mengambil beberapa gulungan kanvas yang tersusun rapi


Naima" ini adalah impian ku,namun mimpi hanya lah mimpi (tersenyum getir)


Naima melihat gambar dirinya bersama papanya sedang duduk bersama menikmati senja


Naima mengembalikan semua barang-barang itu ke dalam kotak dan menyusunya dengan rapih


setelah itu Naima merebahkan tubuhnya di tempat tidur,mengingat masa-masa indah saat dirinya dan mendiang neneknya melukis


tidak terasa bulir bening itu mengalir dan membasahi pipi Naima


tidak terasa mata Naima terpejam karena kantuk menyerangnya


keesokan paginya Naima membuka matanya dan merasa sakit di beberapa bagian tubuhnya


Naima melihat kaki dan tangannya yang terluka yang terasa sangat perih


Naima" sakit sekali,ayo Naima jangan lemah kamu bisa


setelah berjuang dengan susah payah,Kahirnya Naima sudah siap untuk bekerja,sesampainya di kantor Naima langsung menuju pantry


Asep" Ima kamu sakit


Naima" em tidak a' Naima baik-baik saja


Asep" wajah kamu pucat Ima


Naima" oooo ini Naima memakai bedak nya terlalu tebal


Asep" ya sudah,oooo iya Ima tadi kamu di minta ke ruang HRD


Naima" ada apa ya a'


Asep" Tidka tahu juga,mungkin kamu mau di naikan pangkat

__ADS_1


Naima" bisa saja a'asep ini,ya sudah Ima ke ruang HRD dulu


Asep" iya ma


Naima masuk ke ruang HRD


Naima" permisi saya Naima dari pantry CEO katanya bapak mencari saya


HRD" duduk Naima


Naima mengikuti perintah dari HRD itu


HRD" jadi begini Naima, sebenarnya saya tahu kamu bekerja beberapa bulan ini sangat bagus dan kamu sangat rapih,tapi saya tidak tahu kenapa pak Rey dan juga pak Arif meminta anda untuk di berhentikan maaf Naima mulai hari ini kamu boleh tidak bekerja dan ini uang pesangon yang kami berikan


Naima tidak bisa berkata apa pun selain menerima semuanya dengan pasrah


Naima" baik lah pak, tidak Maslah,mungkin saya melakukan ke salahan,saya bisa mengerti itu, terimaksih pak


Naima meninggalkan ruangan itu dan kembali ke pantry untuk mengambil barang-barang nya dan berpamitan pada Asep


Asep" gimana Ima apa kata orang HRD


Naima" Ima di pecat a'(tersenyum)


Asep" lah kok bisa,perasan kamu tidak buat ke salahan,kamu kenapa tidak sedih


Naima" buat apa sedih a', ya sudah a' Ima pamit terimaksih selama beberapa bulan ini menjadi teman yang baik buat Ima


Asep" saya juga minta maaf jika,kamu gak mau coba cara lain dulu Ima,kenapa kamu terima saja


Naima" a' Ima ikhlas, Rezki Ima bukan di sini


Asep" Ima kamu terlalu baik,untuk dunia yang kejam ini


Naima" ya sudah a' Ima pamit


Naima meninggalkan pantry,Naima berjalan menuju lift dan di sana Naima bertemu Rey dan juga Arif


Naima hanya diam dan tidak melihat sedikit pun ke arah mereka lift Naima tiba lebih dulu,Naima langsung terburu-buru masuk kedalam lift itu namun ia tidak menyangka jika Rey dan juga Arif ikut masuk ke dalam lift karyawan itu


di dalam lift Naima rasanya sulit untuk bernafas,Karana dirinya merasa tidak nyaman berada berdekatan dengan ke dua pria itu


pintu lift terbuka Naima langsung berlari keluar dari lift tanpa perduli sedikit pun pada Rey dan juga Arif yang berada di dalam lift itu


----------------------------------------------


TBC


next


jangan lupa dukungannya buat aku ya terimakasih

__ADS_1


__ADS_2