
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
sedari siang tadi Rara dan taya hanya berdiam diam man saja, sebenarnya taya sangat kesal karena Rara mendiamkannya karena laki laki itu...
tapi di lain sisi iya tahu jika dirinya salah dan seharusnya dirinya meminta maaf pada Rara
di dalam kamar itu sangat sepi seperti tidak berpenghuni, keduanya diam tanpa ada Naya suara
taya lebih memilih untuk duduk di balkon untuk menikmati langit malam, sambil menang kan pikirannya
semetara Rara dia asik bermain dengan ponsel nya
ponsel Rara berdering menandakan panggilan masuk,
"Nara"
rara" pasti Alvin sudah memberi tahu padanya
rara menarik nafas panjang sebelum mengangkat panggilan dari sahabatnya itu
Nara* Rara!!! (bertriak)
rara menjauhkan ponselnya dari telinganya
rara* Nara pendengaran ku masih sangat baik, tidak perlu kamu bertriak seperti itu
Nara* Rara gue denger Lo nikah sama pak taya, Lo gila ya, lo gak di apa apapun kan sama es batu itu, Lo gak MBA kan
rara* astafirloh Nara , jahat banget mulutnya ... ya enggaklah ngaco aja deh
Nara* nah terus kok bisa Lo nikah sama dia ?
rara* panjang ceritanya na, nanti saja kalo aku sudah di sana kita bertemu dan akan aku ceritakan semaunya , na aku mau tanya boleh
Nara* apa ?
rara* kamu beneran jadian sama Alvin ? bukan Gimik kan ?
Nara* bukan lah (berbohong)
rara* syukur deh berarti kamu bisa punya pacar sekarang (tertawa)
" yah sebenarnya hanya ingin membuat lo cemburu Ra tapi Lo malah nikah sama pria yang Lo cintai " batin Nara
rara* Nara !! gak dengerin aku ngomong deh, kesel loh
Nara* (tertawa) maaf maaf, nyonya Dimitri , saya sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh suami anda dan anda tahu tugas nya sungguh banyak luar biasa
rara* (tertawa) selamat berjuang ...
Nara* sudah dulu, ini masih jam kantor gue malah menelpon mu, (tertawa) beri kabar jika sudah di Inggris ya
rara* iya
panggilan berakhir dan Rara baru menyadari jika dirinya sedang sendirian di dalam kamar itu
"dia kemana " batin Rara
rara melihat ke arah balkon,dan melihat pintunya terbuka
rara" pasti dia di sana
rara berjalan ke arah balkon dan melihat taya sudah menajamkan matanya
rara" kebiasaan tidur di sini...
rara mendekat untuk membangunkan taya, namun iya ragu, iya takut jika taya akan marah padanya jika iya membangunkan taya
dengan mengumpulkan segala keberaniannya Rara membangunkan taya
rara" mas, mas ,mas taya bangun jangan tidur disini nanti masuk angin
tak ada jawaban dari taya, taya masih setia dengan memejamkan mata nya
rara" mas, mas taya bangun ayo pindah ke dalam di sini dingin dan banyak nyamuk
taya membuka mata nya dan mendapati Rara yang sangat dekat sekali wajah nya
rara" huh bangun juga, ayo pindah , nanti masuk angin tidur di sini
rara hendak pergi namun taya menarik tangan Rara
deg
__ADS_1
jantung Rara tiba tiba bekerja ekstra degup nya sangat kencang
rara" a...a... ada apa ?
taya mendekat ke arah Rara, Rara menelan selivah nya dengan sangat sulit
taya semakin mendekatkan wajahnya ke wah Rara
jantung Rara semakin berdegup sangat kencang, kini Rara memejamkan matanya
taya melihat itu tersenyum
taya" kamu sungguh percaya diri sekali,kamu pikir aku akan mencium mu,
menjauh kan tubuhnya dari Rara
rara membuka matanya
rara" si... siapa yang berpikir seperti itu, (kesal)
taya" lalu kenapa kamu memejamkan mata mu
rara" em karena aku ... em ... dasar menyebalkan
rara langsung masuk kedalam kamar langsung merebahkan tubuhnya sambil menutupkan selimut di sekujur tubuhnya
"bodoh, bodoh,bodoh kenapa memejamkan mata, Rara kamu bodoh sekali, pasti dia sedang menertawakan ku sekarang " Rara menggerutu di balik selimutnya
taya masih menenangkan jantungnya yang sedari tadi tidak bisa berdetak dengan pelan
"hampir saja aku hilang kendali, hampir saja ... bodoh sekali kamu ataya" merutuki diri sendiri
taya masuk kedalam kamar dan melihat Rara sudah menutupi dirinya dengan selimut
taya tersenyum melihat tingkah Rara yang sangat mengemaskan untuk nya
" apakah masih ada cinta itu untuk ku" batin taya
****
seperti kemarin Rara terbangun dengan posisi yang sama dimana dirinya berada di dalam pelukan taya
rara membebaskan dirinya dengan perlahan dan membersihkan dirinya
setelah selesai iya membangunkan taya agar bersiap karena sebentar lagi memasuki waktu salat subuh
taya membuka matanya dan melihat Rara sedang menyiapkan pakaian salatnya
taya membersihkan dirinya kemudian keluar dari kamar mandi , mengenakan baju yang sudah di siapkan oleh Rara ...
suara adzan sudah berkumandang, Rara berpikir jika taya akan pergi ke masjid namun taya tidak pergi taya malah mengajak Rara untuk salat berjamaah bersamanya
rara menuruti kemauan taya, taya menjadi imam dan Rara menjadi makmum nya sungguh sangat hikmat salat yang dilakukan Rara hari ini
karena ini kali pertamanya Rara menjadi makmum laki laki selain papa dan adiknya.
setelah selesai taya memilih untuk ber olah raga sementara Rara membantu ibu mertuanya memasak
setelah selesai Rara memanggil taya untuk makan pagi bersama
tok tok tok
rara mengetuk pintu tempat olah raga di rumah itu
taya" masuk saja
rara" apakah sudah selesai , kami menunggu mu untuk makan
taya" oooo oke
sesampai nya di meja makan Rara melayani taya dengan sangat baik, dan melayani mertuanya pun dengan sangat baik
***
sore hari setelah taya pulang dari kantor Dimas mereka berpamitan untuk pergi ke rumah Abi , sesuai perintah pak Lukman
rara dan taya berpamitan pada Bu Lia dan pak Lukman
rara" pak,Bu Rara pamit ya,(mencium tangan)
Bu Lia" haduh mantu ku mau pergi, sedih jadi nya
rara" makanya ibu sama bapak ikut ke Inggris lagi
Bu Lia" em ibu tidak cocok di sana, ibu lebih suka di sini
pak lukman" biasa ibu kan wong deso (terkekeh)
Bu Lia" biarin, biar deso tapi kan bapak suka
taya hanya bisa tersenyum memperhatikan kehangatan keluarganya, hal yang tak pernah lagi iya lihat saat dirinya mulai merubah sikap
taya" ya sudah pak,Bu kita berangkat dulu
pak Lukman " ya sudah hati hati kalian, ingat jangan ngebut bawa mobilnya
taya" iya pak
__ADS_1
kini mereka sudah berada di dalam mobil dan berjalan menuju kediaman Abi
suasana di dalam mobil. itu hening sekali hanya terdengar suara radio saja
ponsel taya berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk
taya menepikan mobilnya dan melihat siapa yang memanggil nya
"mau apa dia menelpon ku" batin taya
taya mengangkat panggilan itu
taya" ada apa ri
fahri" kalian kapan pulang ke Inggris ?
taya" Sabtu , jika semua urusan di sini sudah selesai, ada apa? apakah ada hal yang mendesak di kantor
fahri " tidak,ada yang ingin aku bicarakan dan ini sangat penting
taya" apa?
fahri" aku akan memberi tahu, jika kita sudah bertemu, ya sudah kalo begitu, sampai kan salam ku pada wanita di sebelah mu
taya menatap layar ponselnya dengan pandangan heran,
"ada apa dengan anak ini" batin taya
rara masih asik diam dan enggan bertanya pada taya
taya" kamu mendapat salam
rara" (menatap) dari ?
taya kembali menjalankan mobilnya
taya" Fahri
rara" dasar bocah aneh, tadi dia chat dengan ku, sekarang menitip salam lewat kamu (tersenyum) fahri aneh
taya hanya memperhatikan Rara yang asik berceloteh itu
sesampainya di kediaman Abi mereka di sambut dengan bunda ria yang sudah tak sabar menunggu pasangan pengantin baru itu
bunda ria" akhirnya Samapi juga pengantin baru ini, ayo masuk masuk Oma sudah masak banyak buat kalian
rara" em Oma, kakak sayang Oma (memeluk)
bunda ria" Oma juga sayang kakak, ya sudah ayo masuk, ayo taya masuk jangan diam saja
saat masuk kedalam rumah Rara sangat terkejut karena melihat rumah nya di hias dengan sangat cantik
rara" ya ampun Oma bagus banget, kakak suka
bunda ria" iya dong, mau tahu siapa yang punya ide ini
rara" siapa (penasaran)
bunda ria" opa,papa mu, dan kedua adikmu
rara" ah mereka sangat mengemaskan di mana mereka semua, bunda mana
bunda ria" mereka ada di taman belakang sedang menunggu kalian
mereka menuju taman belakang rumah dan melihat semua keluarga berkumpul di sana
Dion" kakak (berlari merentangkan tangan)
rara dengan senang hati menyambut adiknya
namun bukanya memeluk Rara dion malah memeluk taya dengan girang
sontak Rara langsung memasang wajah cemberut karena ulah Dion
rara" Dion kamu tadi panggilnya kakak ,kenapa kamu meluk mas taya
Dion" kakak aja yang Terlalu percaya diri, aku memanggil kakak ipar, bukan kakak
rara"(berlari ke bunda) bunda lihat Dion dia mengejek kakak
cha-cha"ya Allah kak, kamu itu istri orang, masih aja bersikap seperti ini, ya sudah duduk
mereka semua berkumpul dan bahagia semua nya terasa sempurna
tapi tidak tahu ke depannya seperti apa, dan tidak tahu yang akan terjadi
taya melihat ke bahagian terpancar jelas di wajah istrinya itu
"aku harap kamu bisa selalu bahagia seperti itu, aku akan selalu melindungi mu, karena aku yakin jika masalah kita masih panjang " dalam hati taya
________________________________________
TBC
maaf baru bisa up solarnya kemarin aku lembur sampai malam jadi gak bis up
setelah baca jangan lupa kasih like dan komen ya
__ADS_1
terimakasih