Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 34


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


 


sedari siang tadi Rara dan taya hanya berdiam diam man saja, sebenarnya taya sangat kesal karena Rara mendiamkannya karena laki laki itu...


tapi di lain sisi iya tahu jika dirinya salah dan seharusnya dirinya meminta maaf pada Rara


di dalam kamar itu sangat sepi seperti tidak berpenghuni, keduanya diam tanpa ada Naya suara


taya lebih memilih untuk duduk di balkon untuk menikmati langit malam, sambil menang kan pikirannya


semetara Rara dia asik bermain dengan ponsel nya


ponsel Rara berdering menandakan panggilan masuk,


"Nara"


rara" pasti Alvin sudah memberi tahu padanya


rara menarik nafas panjang sebelum mengangkat panggilan dari sahabatnya itu


Nara* Rara!!! (bertriak)


rara menjauhkan ponselnya dari telinganya


rara* Nara pendengaran ku masih sangat baik, tidak perlu kamu bertriak seperti itu


Nara* Rara gue denger Lo nikah sama pak taya, Lo gila ya, lo gak di apa apapun kan sama es batu itu, Lo gak MBA kan


rara* astafirloh Nara , jahat banget mulutnya ... ya enggaklah ngaco aja deh


Nara* nah terus kok bisa Lo nikah sama dia ?


rara* panjang ceritanya na, nanti saja kalo aku sudah di sana kita bertemu dan akan aku ceritakan semaunya , na aku mau tanya boleh


Nara* apa ?


rara* kamu beneran jadian sama Alvin ? bukan Gimik kan ?


Nara* bukan lah (berbohong)


rara* syukur deh berarti kamu bisa punya pacar sekarang (tertawa)


" yah sebenarnya hanya ingin membuat lo cemburu Ra tapi Lo malah nikah sama pria yang Lo cintai " batin Nara


rara* Nara !! gak dengerin aku ngomong deh, kesel loh


Nara* (tertawa) maaf maaf, nyonya Dimitri , saya sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh suami anda dan anda tahu tugas nya sungguh banyak luar biasa


rara* (tertawa) selamat berjuang ...


Nara* sudah dulu, ini masih jam kantor gue malah menelpon mu, (tertawa) beri kabar jika sudah di Inggris ya


rara* iya


panggilan berakhir dan Rara baru menyadari jika dirinya sedang sendirian di dalam kamar itu


"dia kemana " batin Rara


rara melihat ke arah balkon,dan melihat pintunya terbuka


rara" pasti dia di sana


rara berjalan ke arah balkon dan melihat taya sudah menajamkan matanya


rara" kebiasaan tidur di sini...


rara mendekat untuk membangunkan taya, namun iya ragu, iya takut jika taya akan marah padanya jika iya membangunkan taya


dengan mengumpulkan segala keberaniannya Rara membangunkan taya


rara" mas, mas ,mas taya bangun jangan tidur disini nanti masuk angin


tak ada jawaban dari taya, taya masih setia dengan memejamkan mata nya


rara" mas, mas taya bangun ayo pindah ke dalam di sini dingin dan banyak nyamuk


taya membuka mata nya dan mendapati Rara yang sangat dekat sekali wajah nya


rara" huh bangun juga, ayo pindah , nanti masuk angin tidur di sini


rara hendak pergi namun taya menarik tangan Rara


deg

__ADS_1


jantung Rara tiba tiba bekerja ekstra degup nya sangat kencang


rara" a...a... ada apa ?


taya mendekat ke arah Rara, Rara menelan selivah nya dengan sangat sulit


taya semakin mendekatkan wajahnya ke wah Rara


jantung Rara semakin berdegup sangat kencang, kini Rara memejamkan matanya


taya melihat itu tersenyum


taya" kamu sungguh percaya diri sekali,kamu pikir aku akan mencium mu,


menjauh kan tubuhnya dari Rara


rara membuka matanya


rara" si... siapa yang berpikir seperti itu, (kesal)


taya" lalu kenapa kamu memejamkan mata mu


rara" em karena aku ... em ... dasar menyebalkan


rara langsung masuk kedalam kamar langsung merebahkan tubuhnya sambil menutupkan selimut di sekujur tubuhnya


"bodoh, bodoh,bodoh kenapa memejamkan mata, Rara kamu bodoh sekali, pasti dia sedang menertawakan ku sekarang " Rara menggerutu di balik selimutnya


taya masih menenangkan jantungnya yang sedari tadi tidak bisa berdetak dengan pelan


"hampir saja aku hilang kendali, hampir saja ... bodoh sekali kamu ataya" merutuki diri sendiri


taya masuk kedalam kamar dan melihat Rara sudah menutupi dirinya dengan selimut


taya tersenyum melihat tingkah Rara yang sangat mengemaskan untuk nya


" apakah masih ada cinta itu untuk ku" batin taya


****


seperti kemarin Rara terbangun dengan posisi yang sama dimana dirinya berada di dalam pelukan taya


rara membebaskan dirinya dengan perlahan dan membersihkan dirinya


setelah selesai iya membangunkan taya agar bersiap karena sebentar lagi memasuki waktu salat subuh


taya membuka matanya dan melihat Rara sedang menyiapkan pakaian salatnya


taya membersihkan dirinya kemudian keluar dari kamar mandi , mengenakan baju yang sudah di siapkan oleh Rara ...


suara adzan sudah berkumandang, Rara berpikir jika taya akan pergi ke masjid namun taya tidak pergi taya malah mengajak Rara untuk salat berjamaah bersamanya


rara menuruti kemauan taya, taya menjadi imam dan Rara menjadi makmum nya sungguh sangat hikmat salat yang dilakukan Rara hari ini


karena ini kali pertamanya Rara menjadi makmum laki laki selain papa dan adiknya.


setelah selesai taya memilih untuk ber olah raga sementara Rara membantu ibu mertuanya memasak


setelah selesai Rara memanggil taya untuk makan pagi bersama


tok tok tok


rara mengetuk pintu tempat olah raga di rumah itu


taya" masuk saja


rara" apakah sudah selesai , kami menunggu mu untuk makan


taya" oooo oke


sesampai nya di meja makan Rara melayani taya dengan sangat baik, dan melayani mertuanya pun dengan sangat baik


***


sore hari setelah taya pulang dari kantor Dimas mereka berpamitan untuk pergi ke rumah Abi , sesuai perintah pak Lukman


rara dan taya berpamitan pada Bu Lia dan pak Lukman


rara" pak,Bu Rara pamit ya,(mencium tangan)


Bu Lia" haduh mantu ku mau pergi, sedih jadi nya


rara" makanya ibu sama bapak ikut ke Inggris lagi


Bu Lia" em ibu tidak cocok di sana, ibu lebih suka di sini


pak lukman" biasa ibu kan wong deso (terkekeh)


Bu Lia" biarin, biar deso tapi kan bapak suka


taya hanya bisa tersenyum memperhatikan kehangatan keluarganya, hal yang tak pernah lagi iya lihat saat dirinya mulai merubah sikap


taya" ya sudah pak,Bu kita berangkat dulu


pak Lukman " ya sudah hati hati kalian, ingat jangan ngebut bawa mobilnya


taya" iya pak

__ADS_1


kini mereka sudah berada di dalam mobil dan berjalan menuju kediaman Abi


suasana di dalam mobil. itu hening sekali hanya terdengar suara radio saja


ponsel taya berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk


taya menepikan mobilnya dan melihat siapa yang memanggil nya


"mau apa dia menelpon ku" batin taya


taya mengangkat panggilan itu


taya" ada apa ri


fahri" kalian kapan pulang ke Inggris ?


taya" Sabtu , jika semua urusan di sini sudah selesai, ada apa? apakah ada hal yang mendesak di kantor


fahri " tidak,ada yang ingin aku bicarakan dan ini sangat penting


taya" apa?


fahri" aku akan memberi tahu, jika kita sudah bertemu, ya sudah kalo begitu, sampai kan salam ku pada wanita di sebelah mu


taya menatap layar ponselnya dengan pandangan heran,


"ada apa dengan anak ini" batin taya


rara masih asik diam dan enggan bertanya pada taya


taya" kamu mendapat salam


rara" (menatap) dari ?


taya kembali menjalankan mobilnya


taya" Fahri


rara" dasar bocah aneh, tadi dia chat dengan ku, sekarang menitip salam lewat kamu (tersenyum) fahri aneh


taya hanya memperhatikan Rara yang asik berceloteh itu


sesampainya di kediaman Abi mereka di sambut dengan bunda ria yang sudah tak sabar menunggu pasangan pengantin baru itu


bunda ria" akhirnya Samapi juga pengantin baru ini, ayo masuk masuk Oma sudah masak banyak buat kalian


rara" em Oma, kakak sayang Oma (memeluk)


bunda ria" Oma juga sayang kakak, ya sudah ayo masuk, ayo taya masuk jangan diam saja


saat masuk kedalam rumah Rara sangat terkejut karena melihat rumah nya di hias dengan sangat cantik


rara" ya ampun Oma bagus banget, kakak suka


bunda ria" iya dong, mau tahu siapa yang punya ide ini


rara" siapa (penasaran)


bunda ria" opa,papa mu, dan kedua adikmu


rara" ah mereka sangat mengemaskan di mana mereka semua, bunda mana


bunda ria" mereka ada di taman belakang sedang menunggu kalian


mereka menuju taman belakang rumah dan melihat semua keluarga berkumpul di sana


Dion" kakak (berlari merentangkan tangan)


rara dengan senang hati menyambut adiknya


namun bukanya memeluk Rara dion malah memeluk taya dengan girang


sontak Rara langsung memasang wajah cemberut karena ulah Dion


rara" Dion kamu tadi panggilnya kakak ,kenapa kamu meluk mas taya


Dion" kakak aja yang Terlalu percaya diri, aku memanggil kakak ipar, bukan kakak


rara"(berlari ke bunda) bunda lihat Dion dia mengejek kakak


cha-cha"ya Allah kak, kamu itu istri orang, masih aja bersikap seperti ini, ya sudah duduk


mereka semua berkumpul dan bahagia semua nya terasa sempurna


tapi tidak tahu ke depannya seperti apa, dan tidak tahu yang akan terjadi


taya melihat ke bahagian terpancar jelas di wajah istrinya itu


"aku harap kamu bisa selalu bahagia seperti itu, aku akan selalu melindungi mu, karena aku yakin jika masalah kita masih panjang " dalam hati taya


________________________________________


TBC


maaf baru bisa up solarnya kemarin aku lembur sampai malam jadi gak bis up


setelah baca jangan lupa kasih like dan komen ya

__ADS_1


terimakasih


 


__ADS_2