
let's read
.
.
.
.
.
enjoy
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
hari ini adalah hari keberangkatan team Fahri ke Inggris
termasuk dengan Rara setelah perdebatan panjang antara Rara, papa, serta bundanya kini iya dan bunda nya berhasil mengalah kan sang papa
cha-cha" kakak, ingat ya, kamu di sana harus tinggal sama eyang, jangan kemana mana kalo gak sama om taya,
rara" iya Bun kakak paham
cha-cha" kerja yang bener, jangan nyusahin orang, siapkan semua kebutuhan Kaka sendiri jangan nyusahin
rara" iya bunda
sementara Abi masih merajuk pada istrinya karena membiarkan anak mereka pergi tanpa mereka, Abi sangat khawatir pada anak anak nya terlebih Rara,
cha-cha menghampiri suaminya yang sedang merajuk itu
cha-cha"(memeluk dari belakang) sayang masih marah ya, em kasian kakak mau pergi jauh tapi papa nya malah marah, em bisa kepikiran deh, terus bisa sakit, pasti gara gara ini (tertawa tanpa suara)
Abi masih setia dengan diam nya dan enggan menanggapi kata kata istrinya
cahcha" papa ? pa kakak itu sudah besar, dan kita membiarkan dia bekerja berarti kita siap terima semua hal yang menyangkut dengan pekerjaannya
Abi" tapi Bun gak harus pergi sejauh itu kan, Dimas juga kenapa harus setuju(kesal) lagian kan bisa bekerja di sini saja, kakak itu kan perempuan Bun, dan dia gak pernah pergi jauh kalo gak sama kita Bun
cha-cha" bunda paham pa, tapi kakak itu sudah besar, dia tahu mana yang baik untuknya dan yang buruk pa, pa kakak pasti sudah belajar dengan semua yang kita kasih ke dia, bunda yakin, atau papa meragukan cara kita mendidik anak ? (lepas pelukannya )
kalo memang begitu berarti papa meragukan bunda
Abi ke arah istrinya yang ikut merajuk itu
Abi" bukan gitu Bun, papa hanya takut saja, gak ada maksud buat meremehkan atau tidak percaya
kini giliran cha-cha yang merajuk, padahal cha-cha hanya pura pura agar Abi bisa mengantar anaknya dengan ikhlas bukan dengan marah atau kesal
Abi" Bun jangan marah dong , bisa bisa kakak dan yang lain malah ikut marah sama papa
cha-cha" terserah papa, bunda males sama papa,
Abi" oke oke bunda menang papa izinin kakak pergi papa gak bakal marah, atau kesal, lagian zaman sekarang udah canggih, bisa video call dan kita bisa kesana jika ada waktu, lagian kakak dan temannya tinggal sama ibu dan bapak dan ada taya juga disana, ada Fahri yang bisa mengawasi mereka
cha-cha" (tersenyum) bunda sayang papa (memeluk)
Abi" papa juga sayang sama bunda,
__ADS_1
cha-cha" ya sudah kita antar kakak sekarang, nanti team nya kakak terlambat gara gara nunggu kakak
Abi" iya sayang ...
di kamar rara masih memeriksa kembali barang barang nya agar tidak ada yang tertinggal
rara" Hem seperti nya semua nya sudah, baik lah Inggris aku siap menaklukan mu,Hem tapi aku bisa menguatkan hati ku melihat om taya
rara bergumam sendiri sambil menatap koper yang belum iya tutup itu
rara" ah tidak penting, yang penting aku dapat izin papa dengan ikhlas dulu
rara menutup kopernya dan iya bergegas keluar dari kamarnya, untuk menemui papa nya
namun saat iya keluar dari pintu ternyata Abi sudah ada di depan kamar putrinya
rara" astafirloh pa, buat kakak kaget aja deh (memegang dada nya)
Abi" kakak udah siap,(menatap putrinya) semua barang sudah masuk koper kakak
rara" sudah pa,
Abi diam dan hanya menatap putrinya itu dengan lekat
rara yang tahu jika papa nya sedih, dia langsung memeluk sang ayah
rara" papa jangan sedih kakak, bakal sering sering menghubungi papa dan bunda, gak bakal nakal disana, gak akan nyusahin eyang dan om taya, kakak bakal hati hati, papa jangan sedih, kakak jadi ikut sedih (memeluk)
Abi" papa percaya sama kakak, jangan tinggalkan salat kak, bantu eyang disana, jangan menyusahkan, papa izinkan kakak pergi, bekerja yang baik nak, jangan mengecewakan bunda dan papa (mengeratkan pelukan)
rara" kakak sayang papa
Abi" papa juga sayang kamu nak
cha-cha" papa, kakak ayo kita pergi, nanti kakak terlambat , Rey udah nunggu dari tadi dion juga
Abi" iya Bun ayo
keluarga Abimanyu pergi menuju bandara
sepanjang perjalanan Rara tidak melepas pelukannya dari sang bunda, karena iya yakin jika dirinya akan sangat merindukan bunda nya itu
Dion" ih kakak ini dari tadi peluk bunda terus manja deh (cemberut)
rara" biarin kakak kan, nanti mau pisah lama jadi mau puas puas peluk bunda, emang kamu,mau ke minimarket aja peluk bunda dulu
Dion" papa liat kakak godain Dion
Rey" yey tukang ngadu
Abi" Rey,Rara , Dion juga jangan terlalu manja sama bunda, Gimana mau punya cewek kalo nempel terus sama bunda,
Dion" papa sama aja,(kesal) asal papa tahu yang suka sama aku itu banyak, tapi mereka bukan tipe dion,
Rey" emang tipe kamu gimana? yang berkumis ? (tertawa)
Dion" bunda Abang bunda
cha-cha" Abang kamu ya (menjewer telinga Rey)
__ADS_1
Rey" ampun bunda ampun, aduh lepasin Bun nanti nabrak kita
cha-cha melepas kan telinga Rey sambil senyum senyum melihat kelakuan anak anak nya
sesampai nya di bandara mereka semua turun dan melihat semua orang sudah berkumpul
karena Rara tidak mau ketahuan identitasnya iya pergi lebih dulu menuju teman teman nya baru setelah itu orang tua serta adik adiknya menyusul
rara " Nara, Nia aduh aduh Nia barang bawaan nya banyak banget sih (melihat koper milik Nia yang super banyak)
Nia" ya elah Ra,nama nya mau tinggal lama disana jadi harus mempersiapkan semuanya yang banyak juga
Nara" alah alesan bilang aja Lo nya rempong ni
rara" na Alvin gak nganter kamu
Nara" katanya lagi di jalan dia mau liat kita katanya sama ngasih uang jajan (tertawa)
rara" si Alvin pasti ngaret deh kayak biasa
yah sekarang Alvin sudah di terima sebagai teman dengan Nara dan Rara walau Alvin masih berharap hal lebih namun Rara tetap ingin Alvin hanya sebagai teman
tak berapa lama orang yang di bicara kan datang dengan terengah engah
Alvin" haduh gue kira kalian udah berangkat haduh, untung belum
Nara" tukang ngaret lo Vin,
Alvin" udah biasa kan (tertawa)
dari kejauhan diam diam taya memperhatikan Rara yang tertawa bersama Alvin sampai saat ini taya tahunya Alvin adalah pacar Rara
bahkan Rey,Dion, Fahri dan adik adik sepupu Rara yang lain sudah akrab dengan Alvin
tak berapa lama nomor penerbangan mereka di umumkan dan itu artinya mereka harus pergi
rara dan yang lain berpamitan pada Dimas dan juga pada Abi serta keluarga mereka
Abi" taya titip Rara, jaga dia baik baik
taya" siap mas, jangan khawatir
cha-cha" mba titip Rara ya, mba percaya kamu
taya" iya mba
setelah selesai mereka semua bergegas pergi
walau sedih namun Abi dan chacha harus melepas putri mereka, yah mereka harus belajar karena suatu saat putri mereka akan di pinang dan meninggalkan mereka
________________________________________
TBC
next
terimakasih semua sampai sejauh ini masih setia membaca ceritaku yang kadang kadang berantakan, gak jelas dll
jangan pernah bosan untuk menunggu kelanjutan kelanjutan dari cerita ku ya
__ADS_1
jangan lupa setelah baca kasih like komen serta saran buat aku ya
terimakasih