Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 63


__ADS_3

let's read


.


.


.


.


.


enjoy


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Nara sudah menginjakan kaki di Indonesia Nara dengan terburu buru meninggalkan bandara


karena di Indonesia sudah pukul tiga pagi Nara menaiki taksi yang iya pesan melalui pihak bandara


Nara sangat cemas karena iya mendapat kabar jika Bu Yanti sudah tidak sadarkan diri dan sekarang dalam penangan dokter


sepanjang perjalanan Nara hanya bisa menagis dan berdoa meminta ke sembuhan untuk ibu asuhnya itu


sesampainya di rumah sakit Nara langsung berlari menuju ruang ICU di mana ibu Yanti berada


Nara melihat pak Idris duduk di bangku tunggu


Nara" pak di mana ibu ? (menangis)


pak Idris" ibu di dalam ruang ICU non, kita belum bisa melihatnya karena ini bukan jam besuk


Nara" apa yang terjadi pak, kenapa ibu bisa sakit seperti ini ?


pak Idris" bapak tidak tahu non, kemarin pagi tiba tiba ibu bertriak jika dirinya sesak nafas bapak langsung membawa ibu ke rumah sakit


belum dokter, kata dokter ibu terkena serangan jantung non


Nara" astafirloh ibu ... kenapa bisa begini


mba ipah dimana pak ?


pak Idris" mba ipah di rumah non, bapak suruh jaga rumah


Nara" memang mah ipah gak tahu ibu sakit sebelum sebelumnya


pak Idris" mba ipah gak pernah cerita non, cuma ibu sering bilang kalo ibu itu merindukan non, itu saja


Nara" maafin Nara Bu, ninggalin ibu,(menagis)


pak Idris tidak tega melihat Nara menagis seperti itu , iya tahu betapa sedih nya Nara karena sedari kecil Nara sudah di asuh oleh ibu Yanti yang sudah Seperi ibu baginya


pak Idris" non sebaiknya non pulang dulu, beristirahat biar bapak yang jaga di sini


Nara" enggak pak, Nara mau di sini, Nara mau tunggu ibu bangun


pak Idris" tapi non, disini tidak ada tempat istirahat


Nara" Nara gak mau pak, Nara mau tetap disini, dimana saja Nara bisa istirahat


pak Idris " baik lah non kalo non maunya begitu


Nara duduk di kursi tunggu bersama pak Idris


waktu terus berjalan dan rasa kantuk mulai menjalar ke mata Nara ,


tak terasa Nara sudah memejamkan matanya, pak Idris yang melihat itu langsung pergi ke mobil dan mengambilkan bantal serta selimut untuk Nara agar lebih nyaman

__ADS_1


pukul delapan pagi Nara terbangun karena mendengar suara suara berisik yang mengusik nya


Nara membuka matanya, dan melihat sekelilingnya, Nara mengucak matanya dan melihat di sekelilingnya


pak Idris" sudah bangun non


Nara" em iya pak, bagai mana apa sudah bisa kita melihat ibu pak


pak Idris" sebentar lagi non, lebih baik non membersihkan diri non dulu sambil menunggu


nara" baik lah pak


Nara bangkit dari tempat duduk nya dan mengambil tas kecil berisi peralatan nya sekitar sepuluh menit Nara sudah kembali


dengan wajah yang lebih fresh walau mata nya masih tetap sembab


pak Idris" non makan dulu, bapak sudah belikan sarapan


Nara melihat sebuah kotak makanan ...


Nara" terimakasih pak,


Nara mulai makannya saat pertengahan makan Nara baru teringat jika dia belum memberi tahu sahabatnya itu jika dirinya sudah sampai di Indonesia


"ah nanti saja di sana pasti masih malam, aku akan mengganggu mereka beristirahat" batin Nara


Nara melanjutkan makannya, setelah selesai bersiap untuk melihat ibu Yanti yang berada di ruang ICU


Nara memakai baju yang di berikan seorang suster sebagai perlengkapan untuk masuk


Nara masuk ke dalam ruangan yang terasa sangat dingin itu


Nara melihat Bu Yanti dengan begitu banyak peralatan yang terpasang , Nara sangat sedih melihat ke adaan ibu Yanti ,


Nara" Bu bangun ini Nara Bu


Nara" Bu katanya ibu rindu sama Nara, Nara udah di sini Bu, jangan tinggalin Nara Bu, Nara masih mau sama ibu (menagis)


sekitar lima belas menit Nara di dalam, melihat ibu Yanti


Nara keluar dengan mata yang sudah kembali basah, pak Idris tidak tega melihat Nara yang terus saja menangis


pak Idris" non lebih baik non saat antar pulang agar non bisa beristirahat biar saya yang berjaga di sini


Nara" enggak pak, Nara masih tetap ingin disini


pak Idris" jika non benar masih ingin disini, bagai mana jika bapak pesankan hotel yang berada di sebrang rumah sakit ini agar non bisa beristirahat dan ke rumah sakit dengan cepat


Nara diam sejenak untuk mempertimbangkan saran pak Idris


pak Idris" non jika non juga sakit di sini dengan tidur di tempat ini bagai mana , yang ada Bu Yanti akan sedih


Nara" baik lah pak, tolong urus semuanya untuk saya, dan minta mba Apri menyiapkan barang barang ku,


pak Idris" baik lah non,kalo begitu bapak pergi dulu


tak terasa sudah lima hari Nara di Indonesia dan terus berhubungan dengan dengan Rara


melalui telepon seperti saat ini


rara* apa ibu sudah sadar na


Nara* belum Ra


rara* apa ada kemajuan


Nara* tidak juga Ra

__ADS_1


rara* kamu yang sabar na, na apa mami,papi mu sudah kamu beri kabar


Nara* percuma Ra aku memberi kabar mereka, mereka pasti hanya akan mengirim kan uang saja, sebagai bentuk perihatin


rara" kamu yang kuat na, aku yakin kamu bisa, oooo iya na dua hari lagi aku dan mas taya akan pulang ke indo, aku mau menemani mu di sana dan mas taya mempunyai pekerjaan di sana


nara*pak Dimitri bekerja di sini bukan karena kamu memaksakan


rara* tidak Nara , kamu cek saja jadwal kantor


Nara* terimakasih Ra, kamu memang yang terbaik


rara* kamu juga sahabat ku yang terbaik


Nara* sudah dulu Ra, aku mau pergi ke rumah sakit, karena pak Idris harus pulang


rara* baik lah, hati hati nara, jaga kesehatan mu, aku merindukan mu


Nara* terimakasih nyonya bawel


panggilan berakhir,Nara bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk bergantian berjaga dengan pak Idris


Nara berjalan kaki menuju ke rumah sakit,dari hotel yang iya tempati


Nara bersiap menyebrang jalan agar lebih cepat mencapai rumah sakit namun tiba tiba ada mobil yang sangat kencang ke arah Nara


"aaaaaa" Nara berteriak sambil menutup matanya


cittttt


suara mobil itu berhenti tepat di depan Nara


nara membuka matanya dan melihat mobi di depannya yang berjarak tiga puluh sentimeter lagi menabraknya


Nara" heh kamu itu ya pake mata jangan asal ngebut aja gak liat apa ada orang Segede ini disini, huh (kesal)


Nara pergi meninggalkan mobil itu karena dirinya terburu buru,


sang pemilik mobil hanya diam melihat wanita yang iya kenal berada di depannya


namun saat dirinya tersadar gadis itu sudah tidak ada lagi,


"sial,kenapa aku malah diam saja,shit"


sang pemilik mobil itu sangat geram karena dia harus kehilangan wanita itu lagi, yang selalu menjadi pengganggu di dalam pikirannya karena sikap gadis itu,tidak seperti biasa padanya




TBC



next ya guys



sabar ya author sambil nulis sambil ngerjain laporan ya semua ... maklum akhir bulan heheh



jangan lupa kasih like dan komen nya buat aku ya



terimakasih

__ADS_1


__ADS_2