
let's read
.
.
.
.
.
enjoy
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Nara sudah menginjakan kaki di Indonesia Nara dengan terburu buru meninggalkan bandara
karena di Indonesia sudah pukul tiga pagi Nara menaiki taksi yang iya pesan melalui pihak bandara
Nara sangat cemas karena iya mendapat kabar jika Bu Yanti sudah tidak sadarkan diri dan sekarang dalam penangan dokter
sepanjang perjalanan Nara hanya bisa menagis dan berdoa meminta ke sembuhan untuk ibu asuhnya itu
sesampainya di rumah sakit Nara langsung berlari menuju ruang ICU di mana ibu Yanti berada
Nara melihat pak Idris duduk di bangku tunggu
Nara" pak di mana ibu ? (menangis)
pak Idris" ibu di dalam ruang ICU non, kita belum bisa melihatnya karena ini bukan jam besuk
Nara" apa yang terjadi pak, kenapa ibu bisa sakit seperti ini ?
pak Idris" bapak tidak tahu non, kemarin pagi tiba tiba ibu bertriak jika dirinya sesak nafas bapak langsung membawa ibu ke rumah sakit
belum dokter, kata dokter ibu terkena serangan jantung non
Nara" astafirloh ibu ... kenapa bisa begini
mba ipah dimana pak ?
pak Idris" mba ipah di rumah non, bapak suruh jaga rumah
Nara" memang mah ipah gak tahu ibu sakit sebelum sebelumnya
pak Idris" mba ipah gak pernah cerita non, cuma ibu sering bilang kalo ibu itu merindukan non, itu saja
Nara" maafin Nara Bu, ninggalin ibu,(menagis)
pak Idris tidak tega melihat Nara menagis seperti itu , iya tahu betapa sedih nya Nara karena sedari kecil Nara sudah di asuh oleh ibu Yanti yang sudah Seperi ibu baginya
pak Idris" non sebaiknya non pulang dulu, beristirahat biar bapak yang jaga di sini
Nara" enggak pak, Nara mau di sini, Nara mau tunggu ibu bangun
pak Idris" tapi non, disini tidak ada tempat istirahat
Nara" Nara gak mau pak, Nara mau tetap disini, dimana saja Nara bisa istirahat
pak Idris " baik lah non kalo non maunya begitu
Nara duduk di kursi tunggu bersama pak Idris
waktu terus berjalan dan rasa kantuk mulai menjalar ke mata Nara ,
tak terasa Nara sudah memejamkan matanya, pak Idris yang melihat itu langsung pergi ke mobil dan mengambilkan bantal serta selimut untuk Nara agar lebih nyaman
__ADS_1
pukul delapan pagi Nara terbangun karena mendengar suara suara berisik yang mengusik nya
Nara membuka matanya, dan melihat sekelilingnya, Nara mengucak matanya dan melihat di sekelilingnya
pak Idris" sudah bangun non
Nara" em iya pak, bagai mana apa sudah bisa kita melihat ibu pak
pak Idris" sebentar lagi non, lebih baik non membersihkan diri non dulu sambil menunggu
nara" baik lah pak
Nara bangkit dari tempat duduk nya dan mengambil tas kecil berisi peralatan nya sekitar sepuluh menit Nara sudah kembali
dengan wajah yang lebih fresh walau mata nya masih tetap sembab
pak Idris" non makan dulu, bapak sudah belikan sarapan
Nara melihat sebuah kotak makanan ...
Nara" terimakasih pak,
Nara mulai makannya saat pertengahan makan Nara baru teringat jika dia belum memberi tahu sahabatnya itu jika dirinya sudah sampai di Indonesia
"ah nanti saja di sana pasti masih malam, aku akan mengganggu mereka beristirahat" batin Nara
Nara melanjutkan makannya, setelah selesai bersiap untuk melihat ibu Yanti yang berada di ruang ICU
Nara memakai baju yang di berikan seorang suster sebagai perlengkapan untuk masuk
Nara masuk ke dalam ruangan yang terasa sangat dingin itu
Nara melihat Bu Yanti dengan begitu banyak peralatan yang terpasang , Nara sangat sedih melihat ke adaan ibu Yanti ,
Nara" Bu bangun ini Nara Bu
Nara" Bu katanya ibu rindu sama Nara, Nara udah di sini Bu, jangan tinggalin Nara Bu, Nara masih mau sama ibu (menagis)
sekitar lima belas menit Nara di dalam, melihat ibu Yanti
Nara keluar dengan mata yang sudah kembali basah, pak Idris tidak tega melihat Nara yang terus saja menangis
pak Idris" non lebih baik non saat antar pulang agar non bisa beristirahat biar saya yang berjaga di sini
Nara" enggak pak, Nara masih tetap ingin disini
pak Idris" jika non benar masih ingin disini, bagai mana jika bapak pesankan hotel yang berada di sebrang rumah sakit ini agar non bisa beristirahat dan ke rumah sakit dengan cepat
Nara diam sejenak untuk mempertimbangkan saran pak Idris
pak Idris" non jika non juga sakit di sini dengan tidur di tempat ini bagai mana , yang ada Bu Yanti akan sedih
Nara" baik lah pak, tolong urus semuanya untuk saya, dan minta mba Apri menyiapkan barang barang ku,
pak Idris" baik lah non,kalo begitu bapak pergi dulu
tak terasa sudah lima hari Nara di Indonesia dan terus berhubungan dengan dengan Rara
melalui telepon seperti saat ini
rara* apa ibu sudah sadar na
Nara* belum Ra
rara* apa ada kemajuan
Nara* tidak juga Ra
__ADS_1
rara* kamu yang sabar na, na apa mami,papi mu sudah kamu beri kabar
Nara* percuma Ra aku memberi kabar mereka, mereka pasti hanya akan mengirim kan uang saja, sebagai bentuk perihatin
rara" kamu yang kuat na, aku yakin kamu bisa, oooo iya na dua hari lagi aku dan mas taya akan pulang ke indo, aku mau menemani mu di sana dan mas taya mempunyai pekerjaan di sana
nara*pak Dimitri bekerja di sini bukan karena kamu memaksakan
rara* tidak Nara , kamu cek saja jadwal kantor
Nara* terimakasih Ra, kamu memang yang terbaik
rara* kamu juga sahabat ku yang terbaik
Nara* sudah dulu Ra, aku mau pergi ke rumah sakit, karena pak Idris harus pulang
rara* baik lah, hati hati nara, jaga kesehatan mu, aku merindukan mu
Nara* terimakasih nyonya bawel
panggilan berakhir,Nara bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk bergantian berjaga dengan pak Idris
Nara berjalan kaki menuju ke rumah sakit,dari hotel yang iya tempati
Nara bersiap menyebrang jalan agar lebih cepat mencapai rumah sakit namun tiba tiba ada mobil yang sangat kencang ke arah Nara
"aaaaaa" Nara berteriak sambil menutup matanya
cittttt
suara mobil itu berhenti tepat di depan Nara
nara membuka matanya dan melihat mobi di depannya yang berjarak tiga puluh sentimeter lagi menabraknya
Nara" heh kamu itu ya pake mata jangan asal ngebut aja gak liat apa ada orang Segede ini disini, huh (kesal)
Nara pergi meninggalkan mobil itu karena dirinya terburu buru,
sang pemilik mobil hanya diam melihat wanita yang iya kenal berada di depannya
namun saat dirinya tersadar gadis itu sudah tidak ada lagi,
"sial,kenapa aku malah diam saja,shit"
sang pemilik mobil itu sangat geram karena dia harus kehilangan wanita itu lagi, yang selalu menjadi pengganggu di dalam pikirannya karena sikap gadis itu,tidak seperti biasa padanya
TBC
next ya guys
sabar ya author sambil nulis sambil ngerjain laporan ya semua ... maklum akhir bulan heheh
jangan lupa kasih like dan komen nya buat aku ya
terimakasih
__ADS_1